Judul: Tuesday Morning Coaching
Penulis: David Cottrell
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit: 2013
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 140 halaman

--- [] ---

Setelah menghabiskan delapan minggu secara berturut-turut dan konsisten membaca buku ini, saya menyadari satu hal penting: semua nasihat, petuah, petunjuk, dan apa pun itu, tidak akan berguna jika dirimu sendiri tidak bergerak. Semuanya berkata, "Jalani hari, tetap bergerak menyambut masa depan yang belum pasti". Tapi untuk saya sendiri, bisa bertahan hingga hari Sabtu setiap minggunya saja sudah sangat baik. Berpikir untuk masa depan sepertinya terlalu jauh. Jadi, ya, begitulah. Buku motivasi dan self-improvement adalah palsu jika diri kita sendiri belum berdamai dengan apa yang terjadi. 

Karena saat hidupmu sudah dimasuki seseorang, bagaimana pun orang itu, segala pada dirimu akan berubah. Terutama saat memandang hidup ke belakang dan ke depan. Tapi tidak mengapa, tidak ada yang saya sesali. Meskipun saya patah hati.

David Cottrell menceritakan tentang seseorang yang frustasi dan depresi karena karir dan kehidupan pribadinya. Buku ini menyerupai narasi ala serial Chicken Soup. Bedanya, apa yang tertulis di buku ini lebih nyata dan hanya menyamarkan nama-nama di dalamnya. Ada delapan kebaikan sederhana yang perlu dijalani jika mau hidup lebih bahagia. Dan masing-masing kebaikan tersebut disajikan di setiap hari Selasa selama delapan minggu. Jadi, buku ini memang disarankan untuk dibaca setiap hari Selasa di pagi hari.

Yang paling saya suka dari buku ini adalah: buku ini tidak mendikte. Tidak menggurui. Meskipun judulnya ada kata "coaching"-nya, tapi buku ini tidak mengandung unsur justifikasi sama sekali. Bahkan terkesan santai karena pengalaman yang dituliskan terasa ringan saat dibaca. Seperti, kalau kamu siap berdamai dengan dirimu, boleh dilakukan. Kalau belum, ya sudah tidak apa-apa. Nanti pasti ada waktunya. Jangan dipaksakan.

Tuesday Morning Coaching tidak terlalu tebal. Meluangkan lima belas menit setiap Selasa pagi tentu bisa untuk membaca setiap babnya. Jika kamu sedang mencari buku-buku motivasi dan pengalaman hidup, buku ini harus dimasukkan dalam daftar bacaan. Tidak perlu menunggu sampai uzur untuk membaca buku ini supaya merasa tertampar dan dikuatkan dalam satu waktu. Berapa pun umurmu, saya pikir buku ini cocok. Bisa menyesuaikan. 

Tidak banyak buku self-improvement yang saya sukai. Namun, jika harus mendaftar apa saja favorit saya, buku ini jelas masuk sebagai salah satunya. Terima kasih, David Cottrell.

Masalah-masalah yang aku hadapi juga dihadapi oleh kebanyakan orang. Jadi, tidak ada alasan untuk malu atau pun diam saja di tempat aku berada sekarang. - hlm. 21

--- [] ---

0 Comments