Sebagai seseorang yang memiliki love/hate relationship dengan laut, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya bermain ke pantai. Rumah asal saya di Kediri, jauh dari laut. Jadi, tidak ada ceritanya saya sering main ke laut saat masih sekolah. Paling-paling numpang ikut study tour dan rekreasi bapak atau ibu ke pantai di pesisir selatan Jawa Timur.

Begitu pun saat kuliah dan bekerja di Solo. Terhitung hanya satu kali saya ke pantai. Saya lupa nama pantainya apa (malas gugling). Pokoknya pantai di Jogja yang ada pemecah ombaknya, searah dengan pantai Parangtritis. Itu pun mampir usai kondangan di tempat teman yang rumahnya di Purworejo. Pantai Gunungkidul belum pernah sama sekali.

Saat menemukan sebuah kota dengan surga pantainya, saya jatuh cinta (dan jatuh cinta pula dengan orangnya). Makassar. Sudah berbulan-bulan sejak terakhir saya melihat pantai di sana. Dan dua bulan lalu, saya berkesempatan melihat pantai lagi di pesisir timur selatan pulau Jawa. Di Jember. Saya mengunjungi bulik (adik sepupunya ibu) yang hilang dari silsilah keluarga karena suatu hal (hahaha, saya nulis ini aja nangis).

Membaca ditemani angin laut yang hangat dan suara ombak yang kencang bisa memberikan efek yoga tersendiri. Berikut adalah tujuh buku tentang laut yang cocok untuk dibaca saat bermain ke pantai. Bukan untuk dibuang ya, dibaca!

--- [] ---


(Twenty One Pilots - Addict with a Pen)

--- [] ---


Judul: The Old Man and the Sea
Penulis: Ernest Hemingway
Penerbit: Scribner
Tahun Terbit: 1996
Bahasa: English
Jumlah Halaman: 132 halaman

Apakah kamu pernah membayangkan kegiatan memancing yang lebih menegangkan daripada duduk di tepian kolam atau tambak? Kalau iya, berarti kamu cocok membaca buku ini. Petualangan seorang kakek yang mengejar ikan marlin di lautan lepas dan hanya berbekal pancingan sebaguna (juga niat dan tekad tanpa takut mati). Meskipun pada bab-bab tertentu jalan ceritanya terkesan membosankan, tapi dari buku ini saya bisa belajar bahwa penantian dan perjuangan yang sungguh-sungguh tidak akan mengecewakan. Gambaran lautan yang bergejolak penuh ombak juga membuat saya membayangkan betapa serunya berada di lautan. Antara pasrah dengan kehendak Tuhan dan kuat karena harus siap menyambut mati.

--- [] ---


Judul: Log From the Sea of Cortez
Penulis: John Steinbeck
Penerbit: Penguin Modern Classics
Tahun Terbit: 2001
Bahasa: English
Jumlah Halaman: 288 halaman

Buku ini menceritakan tentang pengalaman John Steinbeck dan temannya yang merupakan seorang ahli biologi maritim, Ed Rickets, yang mengarungi sea of cortez. Berbentuk esai dan narasi ringan, John Steinbeck menggambarkan jenis-jenis makhluk hidup yang ada di lautan cortez. Dalam buku ini, penulis juga memberikan penjelasan tentang catatan-catatan penting sebagai sumbangan pengetahuan tentang kemaritiman yang berguna bagi orang banyak. Tanpa ikut terjun ke cortez, kita bisa membayangkan bagaimana eksotisnya kehidupan lautan baik di permukaan maupun di bawahnya. Fantastis.

--- [] ---


Judul: The Silent World
Penulis: Jacques-Yves Cousteau
Penerbit: New York Review of Books
Tahun Terbit: 1953
Bahasa: English
Jumlah Halaman: 266 halaman

Saya belum pernah menyelam di dalam laut. Berenang pun rasanya sudah lama sekali tidak melakukan. Jadi, saat saya menemukan buku ini, saya senang bukan kepalang karena isinya sungguh mendeskripsikan isi lautan sampai ke dalam dalam. Buku ini membuat saya sadar bahwa laut itu kaya. Lebih kaya daripada daratan malah. Cousteau menuliskan buku ini dengan dasar laporan dan catatan perjalanan di kedalaman tertentu. Setiap periferal lautan memiliki jenis spesies yang berbeda dan itu luar biasa unik. Meskipun bentuknya narasi, saya tetap bisa membayangkan diri saya ikut berlarian di dalam air. Untuk orang yang awam dengan dokumenter lautan, buku ini tidak terlalu teknikal. Mudah dipahami kok.

--- [] ---


Judul: Moby Dick
Penulis: Herman Melville
Penerbit: Penguin Classics
Tahun Terbit: 2003
Bahasa: English
Jumlah Halaman: 654 halaman

Moby Dick merupakan salah satu buku yang men-trigger saya untuk menyelidiki tentang penangkapan paus di Larantuka, Flores. Bahwa kita tidak akan bisa balas dendam pada hewan dan tidak boleh menyakiti hewan. Apalagi hewan yang ada di lautan. Yang saya suka dari buku ini adalah pembawaan Melville dalam menuliskan setiap detail cerita dengan cermat. Nggak ada yang terlewat. Bahkan kondisi paus sekalipun. Membaca ini, yang mana adalah fiksi, lebih membuat mikir daripada buku-buku dokumenter Cousteau. Saya menamatkannya dalam waktu dua minggu dan masih tidak paham di beberapa bagian. Namun, saya tetap menyarankan buku ini masuk daftar buku bertema lautan yang harus kamu baca. Sungguh, Melville adalah penulis yang rinci dan asik dalam menyajikan tulisan. 

--- [] ---


Judul: The Soul of an Octopus
Penulis: Sy Montgomery
Penerbit: Atria Books
Tahun Terbit: 2015
Bahasa: English
Jumlah Halaman: 261 halaman

Sebagai orang yang suka makan gurita (dan juga jenis boga bahari lainnya), saya langsung jatuh cinta pada buku karya Sy Montgomery yang satu ini. Mengingat dulu juga ada gurita hits yang ada di piala dunia 2010, Paul, maka saya semakin ingin membaca buku ini. Dan benar dong, setelah membaca buku ini, saya jadi merasa ciut karena gurita ternyata berpotensi sebagai makhluk yang memiliki kecerdasan di atas manusia. Gurita juga memiliki perasaan. Terbukti dari eksperimen dan investigasi yang dilakukan oleh penulis selama hidupnya. Hewan bukan makhluk yang underdeveloped. Saya jadi teringat buku Animal Farm. Manusia sering arogan memberi label kalau hewan tidak menggunakan otak dan perasaan. Padahal data yang ditemukan oleh Montgomery menunjukkan kebalikannya.

--- [] ---


Judul: Laut Biru Klara
Penulis: Auni Fa
Penerbit: Tiga Serangkai
Tahun Terbit: 2019
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 329 halaman

Laut Biru Klara sudah saya ulas secara lebih lengkap di sini. Menceritakan tentang Klara, Sea, dan Biru yang berjuang menggapai cita-citanya melalui cinta terhadap laut. Ketiganya memiliki cerita dan kesan tersendiri terhadap laut, sehingga saat menghadapi masalah-masalah yang naik turun, mereka pun memiliki respons masing-masing. Klara yang autis cenderung lari ke laut kalau ada masalah. Sea yang namanya "laut banget" malah membenci laut karena tidak suka bau ikan. Biru yang tegar dan dewasa kadang mood-nya berubah karena laut. Seru deh! Tipikal cerita anak-anak yang alurnya ringan dan mendidik banget.

--- [] ---


Judul: Terdampar di Pulau
Penulis: -
Penerbit: -
Tahun Terbit: -
Bahasa: -
Jumlah Halaman: 70 sekian halaman

Tedampar di Pulau adalah buku anak-anak pertama yang saya baca dan tema ceritanya adalah laut. Sekelompok anak-anak pesisir yang tinggal di pulau dengan penghuni kurang lebih seratus orang menantang laut dengan melakukan perjalanan berbahaya. Mereka terdampar di sebuah pulau terpencil yang jauh dari rumah dan harus bertahan hidup dengan pengalaman seadanya sebagai anak nelayan. Saya suka banget dengan buku ini. Saking sayangnya, bukunya saya baca puluhan kali tiap makan. Dan sekarang, sampul serta beberapa halamannya hilang entah ke mana. Hanya ada halaman mulai dari bab satu.

--- [] ---

Beberapa bulan sebelum ini, sekarang, dan ke depan, tulisan di blog ini adalah tulisan terjadwal. Maaf kalau ada komentar belum dibalas atau terkesan malas blogwalking ke blog teman-teman. Semoga kalian selalu bahagia ya. Selamat iduladha.





Images are taken from:

1 Comments

  1. Halo kakak, semoga kakak selalu sehat dan bahagia, dan diberkahi, aamiin hehe.

    Dengan laut, menatap ombak berjam-jam aja bisa. Meski suara ombak kesannya monoton dan begitu-begitu saja gulungannya, entah kenapa tidak membuat bosan. Kecuali saya mulai lapar. Atau mantenginnya di bawah terik sinar matahari.

    None of those books that I have ever read. But many encyclopedias.

    Laut, yang dengan kedalamannya justru lebih misterius daripada langit.

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.