Judul: Orang Jujur Tidak Sekolah
Penulis: Andri Rizki Putra
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2014
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 264 halaman

--- [] ---

"May, ayo, ikut seminar di gedung F!"

"Emoh, Sya."

Hari itu di kampus ada seminar. Yang ngisi salah satunya bernama Andri Rizki Putra. Saya dulu belum tau siapa dia. Dan Marsha dengan gusar menarik saya untuk datang ke seminarnya. Katanya, mas penulisnya ngisi seminar sekalian launching buku.

"Ayolah. Cari snack gratisan sekalian, May."

"Aduh, Sya. Aku belum tau bukunya judulnya apa, dia siapa. Nanti pas seminar aku cuma dlongap-dlongop nggak ngerti dia ngomong apa. Males ah."

"Ah, nggak penting itu. Yang penting penulisnya ganteng!"

Yha, bhaik. Bijimu kejepit, Sya.

Jadi Marsha ngajakin ikut seminar selain karena dapat snack gratis, juga karena mas penulis yang ngisi seminarnya ganteng. Ya udah. Akhirnya saya ikut. Padahal hari itu ada laporan praktikum dua yang harus dikumpulkan. Dua-duanya belum saya selesaikan.

Selama seminar, saya jadi tahu kalau Andri Rizki Putra ini merupakan pendiri Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB). Masih muda dan inspiratif. Marsha jadi nggak berhenti kedip-kedip manja sambil ngemilin snack yang ada di pangkuannya.

"Awas, ngences."

"Asem kowe, May."

Lalu saya dipukuli sampai dower.

Usai sesi seminar, ada waktu buat foto-foto buat yang beli bukunya. Saya penasaran dengan kisah hidupnya dan YPAB. Sementara Marsha ngebet pengin foto. Akhirnya kami berdua sama-sama beli bukunya untuk bisa ngobrol dengan masnya.

SEMINAR GRATIS HANYALAH DUSTA.

Mana bukunya seharga makan selama seminggu lagi. Hiks.

Saat sesi foto, Marsha langsung lari ke dekat masnya sambil bisik-bisik, "May, masnya putih banget, May." Nggak tau deh Andri Rizki Putra-nya denger enggak.

Kelar foto-foto, saya nanya beberapa hal kepada penulis. Salah satunya adalah alasan mendasar kenapa dia drop out dan menentang aturan sekolah di Indonesia. Jawabannya, hm, brilian. Kalau Marsha kagum karena dia putih dan ganteng, saya kagum karena dia rebel. Kalem-kalem gitu, masnya berani drop out karena ingin melawan sekolah dan Kemendikbud. Dia bad boy dengan cara yang elegan. Saya suka itu. Muehehehe.

Bukunya bercerita tentang kisah hidup Andri Rizki Putra dari awal sekolah sampai akhirnya lulus kuliah tanpa birokrasi mbulet seperti yang kita alami. Dia ikut homeschooling dengan modal jualan dan kerja keras serabutan karena homeschooling biayanya mahal. Sementara ia berasal dari keluarga pas-pasan. Usai lulus, Andri ikut ujian paket A, B, dan C.

Ia lalu kuliah di perguruan tinggi negeri. Sempat dicibir karena dianggap bukan lulusan sekolah reguler, tapi tekadnya nggak berubah. Ia mau sistem pendidikan di negaranya berbenah. Pola pikir dan niat Andri inilah yang membuatnya mendirikan YPAB.

Kisah lengkap Andri dituliskannya dengan berdarah-darah di buku ini.

Jika kamu pernah membaca buku Totto-Chan dan Dua Belas Pasang Mata, kamu juga akan suka buku ini. Totto-Chan menggugat dunia edukasi dari sisi murid dan pendidik sekaligus. Bentuknya esai semi non fiksi. Sementara Dua Belas Pasang Mata adalah fiksi. Dan buku Orang Jujur Tidak Sekolah merupakan buku non fiksi. Ditulis Andri dari kacamata seorang murid yang harus putus sekolah karena tidak cocok dengan sistem yang ada.

Di salah satu babnya, Andri menceritakan bahwa sekolahnya memaksa murid untuk membeli buku referensi seharga ratusan ribu. Murid nggak boleh membawa atau membaca buku referensi lain. Ya, sebenarnya, itu karena dulu sekolah sempat "berdagang" juga. Dari jualan buku, guru dapat untung. Ini salah ya. Sebagai guru, harusnya kita nggak mengkomersilkan profesi kita dengan menjual barang atau jasa ke murid.

Saya jadi inget dulu waktu SD juga wajib disuruh beli RPAL dan RPUL. Setiap anak harus memiliki dua buku sakti itu. Guru saya selalu bilang, "Semua informasi yang kamu butuhkan ada di RPAL dan RPUL. Kalian harus beli ya." Kan internet belum marak.

Nah, Andri kayaknya nggak mau disuruh-suruh beli buku ini. Belajar nggak harus dari RPAL dan RPUL. Dari koran dan buku lain kan bisa.


Selain RPAL dan RPUL, tanpa sadar kita dulu juga menjadi komoditas guru kepada para pedagang buku. Setiap tanggal sekian setiap bulannya, pasti ada bazaar buku yang kita dikasih brosurnya. Brosur diberikan sehari sebelum dan kita diimbau untuk membeli sekurang-kurangnya satu buku. Dengan begitu, kita akan pulang ke rumah dan minta uang ke orangtua untuk membeli buku keesokan harinya. Kamu juga mengalami nggak?


Buku Orang Jujur Tidak Sekolah mengingatkan saya pada tulisan Masih Banyak Orang Baik di Laut. Saya suka karena sekarang makin banyak orang do action. Bukan cuma sarkas dan sinis ke pemerintah tentang pemerataan pendidikan (dan kesehatan). Adanya YPAB oleh Andri Rizki Putra dan The Floating School Pangkep-Makassar adalah langkah dini untuk membantu masyarakat Indonesia guna mendapatkan pendidikan yang layak.

Karena semua orang berhak untuk belajar.

Meskipun biaya pendidikan kurang ajar.

--- [] ---

Kalau ngomongin rebel-rebelan, kayaknya nggak lengkap kalau kita nggak ngomongin peran orang lain dalam bidang yang lain. Jika Andri Rizki Putra adalah role model rebel pada bidang pendidikan, maka beberapa orang ini juga rebel di dunianya.

1. Sonia Eryka - Rebel di ranah fashion

2. Suhay Salim - Rebel di ranah make up dan skin care

3. Danilla Riyadi dan Jason Ranti- Rebel di ranah musik

4. Gustika Jusuf Hatta dan Halida Hatta - Rebel di ranah politik

5. Pangeran Siahaan - Rebel di ranah sepakbola

6. Gofar Hilman - Rebel di ranah agama

7. Mayang Dwinta - Rebel di hatimu

Mereka semua, kalau ketemu Marie Kondo, pasti akan ditanya, "Is being rebel sparks joy?"

4 Comments

  1. Salam rebel!

    Aku sendiri juga rebel
    Rebel di hati nya lalu pindah ke hatimu hahahahahha

    PLAKK

    Daaan, ku juga suka banget sonia eryka
    walau terkadang agak too much but overall suka hehe

    And No, I dont know anything about this handsome author
    Gonna check him and his books outtt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sonia Eryka quirky dan edgy. Aku suka lihat fashionnya yang unik, Ul. Meskipun aku bukan anak fashion. Mungkin kalau aku laki, dia adalah tipe perempuan yang aku kejar sampai mati 😂

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.