Kediri bukan kota besar yang banyak mall-nya seperti Surabaya. Bahkan jam sepuluh malam, jalanan sudah lengang seperti kena tsunami. Masih banyak sawah-sawahnya dan tegalan. Rumah saya termasuk tempat yang jauh dari kota makanya ke mana-mana susah. Tapi nggak masalah, selama banyak buah gratis di pohon tetangga, aq bahagia ~

Alias bisa nyolong sesuka hati, moapalobangke.

Saya nakal sejak kecil dan tetangga saya hafal itu. Buah favorit yang sering saya maling adalah rambutan, jambu, dan mangga. Ya, buah di desa adanya itu. Nggak ada buah ceri atau apel karena Kediri nggak sedingin itu sampai buah-buah fancy tersebut bisa tumbuh. Tapi soal rasa kuliner, hm, jangan salah. Aneka makanan dari Kediri rasanya bukan maen. Rujak cingur, tahu kuning, gethuk pisang, dan nasi pecel tumpang adalah andalan.


Kalau diperhatikan, aneka kuliner di Kediri semuanya dialasin atau dibungkus pakai daun pisang. Di sini daun pisang melimpah dan hampir setiap orang punya dua atau tiga pohon. Jenisnya juga macem-macem. Selain bisa dimakan, batang pohon pisang bisa dipake buat petak umpet. Ya, asal petak umpetnya nggak malam hari aja karena biasanya ada yang ikutan main di sela-sela batangnya. Ehehe.

Selain makanan, Kediri terkenal dengan sejarah kerajaannya dan ramalan masa depan. Kalau kalian pernah dengar Jangka Jayabaya, nah, itu dia. Jayabaya adalah seorang raja yang memimpin Kediri pada masa Majapahit dan Singosari. Dia membuat kitab berisi ramalan untuk masa depan. Legenda Ken Arok, Ken Dedes, dan Kertajaya juga menjadi salah satu hal ikonik dari kota tahu ini. Kertajaya dikudeta dan kerajaan Kediri runtuh.

Namun yang paling terkenal dari Kediri adalah Pare. Tempat di mana Kampung Inggris bernaung. Cie elah. Orang Kediri kalau keluar kota dan ketemu orang lalu ditanya asalnya, pasti ditanyain, "Wah, dari Kediri ya? Pasti pinter Bahasa Inggris." Lalu ada mitos kalau semua orang di Kampung Inggris Pare pasti jago Bahasa Inggris sampai ke kang jual batagornya. Nggak juga sih. Penjualnya biasanya hooh-hooh aja. Kalau pembelinya dari anak kursusan, biasanya memang pakai Bahasa Inggris karena semata-mata mau praktek ngomong aja biar lancar. Kalau pembelinya orang lokal, ya pakai Bahasa Jawa tulen seperti, "Piroan cilok e, lek?"

Gitu loh, kawan-kawan.


Kadang-kadang, course dari Kampung Inggris juga mengadakan kunjungan wisata ke tempat-tempat monumental yang ada di Kediri. Berikut adalah beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi saat main ke sini. Transportasi ke semua tempat berikut tersedia hampir setiap waktu kalau kamu mau main sendiri. Di Kediri--meskipun kecil--tapi udah ada Gojek dan Grab jadi kamu nggak perlu khawatir mau ke mana-mana ya. Semua tinggal order dan pencet.

1. Simpang Lima Gumul

Bangunan ikonik di Kediri yang bentuknya "nyontek" Arc de Triumph di Paris. Biasanya wisatawan suka ke sini buat foto-foto dengan latar belakang bangunannya. 

2. Gunung Kelud

Air panas dan panjat tebing dengan kemiringan 90 derajat menjadi hal yang harus kamu coba di sini. Atau treking dengan jalur bekas lahar gunung meletus juga bisa. 

3. Gunung Wilis

Air terjun Dolo dan Irenggolo adalah dua air terjun yang paling bersih yang pernah saya kunjungi. Tentunya trek ke sini susah ya. Harus jalan sejam setengah dulu.

4. Petilasan Sri Aji Jayabaya

Museum yang berisi benda-benda peninggalan kerajaan Kediri. Di sini kamu bisa menemukan prasasti dan buku-buku ramalan Jayabaya yang terkenal itu.

5. Sepawon dan Ubalan

Sepawon adalah kebun kopi dan cokelat yang berada di kawasan hutan lindung. Seratus meter dari Sepawon, ada pemandian air hangat namanya Ubalan. 


--- [] ---

Jadi, kalau kamu pengin merasakan bagaimana nuansa belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan dan banyak temannya, luangkan waktu untuk mendaftar ke salah satu tempat kursus di Kampung Inggris Pare Kediri. Pro tip: kalau kamu sedang ingin belajar speaking, daftarnya ke Daffodils atau Mr. Bob. Tapi kalau lebih concern ke proficiency alias grammar karena mau tes EAP, TOEIC, TOEFL, atau IELTS, kamu bisa coba mendaftar di Basic English Course (BEC) atau Brilliant. Biayanya nggak mahal; lebih tepatnya tergantung duration and course yang kamu pilih. Kamu juga bisa memilih asrama atau kos-kosan selama tinggal di Pare. Tenang aja, biaya hidup di sini terjangkau kok.

Bagaimana? Tertarik untuk mendaftar ke Kampung Inggris Pare Kediri?





Images are taken from:
https://reseponline.info/resep-membuat-tahu-kuning-goreng-lengkuas/
https://www.tokopedia.com/arkanagroup/gethuk-getuk-pisang-oleh-oleh-khas-kediri?m_id=1680558
https://resepnusantara.id/nasi-pecel-tumpang-khas-kediri/
https://yaresep.com%2F2016%2F09%2Fresep-rujak-cingur-sapi-jatim-indonesia.html&psig

8 Comments

  1. Temen-temenku kebanyakan yang ikut les disini itu yang pada mau lanjut S2. Penasaran sama sistem belajarnya. Itu selama disana tiap hari harus ngomong pakai Bahasa Inggris terus to, May?

    Gethuk pisang is legend. Temenku dari Kediri, dulu nek balek ke Solo mesti oleh-olehnya selalu bawa ini. Manis-manis legit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak sih, Wis. Tergantung jenis course/kelas yang kamu ambil. Kalau ngambil kelas speaking, biasanya dikasih aturan kalau kelepasan pakai bahasa selain Inggris, nanti didenda. Hehe.

      Iya, gethuk pisang dulu juga jadi favorit temen kosku kalau aku pulang dan bawain. Kalau keripik tahu bikin seret katanya.

      Delete
  2. Wah, temanku pernah belajar di sana. Tapi belum bisa-bisa katanya. Mungkin karena belum PD ya :)

    ReplyDelete
  3. Pengen banget ke sana liburan doang seminggu dua minggu sambil ngerasain sensasi english jawa tapi belom kejadian juga wkwkwkw

    Btw ternyata legenda soal ada yang suka ngumpet diantara pohon pisang itu ada di Indonesia ya -___________-

    Kirain di Padang doaaaaang
    Poci kan?

    ReplyDelete
  4. Di sana ada Skinnyfabs a.k.a babu hipster, enggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nggak pernah satu sesi sama dia, Gip. Tapi katanya emang pernah ngajar di Kampung Inggris sih.

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.