Beberapa waktu yang lalu, saya dikasih ide oleh mamas untuk menuliskan penerbit-penerbit buku favorit. Tentu saja saya seneng karena saya dulu kepikiran buat bahas satu dan buku-buku terbitannya, tapi kok rasanya terlalu eksklusif. Padahal saya nggak dibayar.

*ternyata pamrih*

Dengan adanya tulisan ini, saya nggak perlu endorsement ala-ala dan bisa menuliskan beberapa penerbit sekaligus karena saya suka dengan buku-buku cetakan mereka. Namun kali ini saya fokuskan pada penerbit mayor dulu deh. Penerbit indie-nya kapan-kapan ya. Soalnya saya belum banyak membaca buku terbitan indie. Gitu.

--- [] ---

1. PT Gramedia Pustaka Utama


Penerbit raksasa yang memiliki jaringan toko buku di hampir semua kota ini berpusat di provinsi DKI Jakarta. Selain itu, Gramedia dibagi-bagi menjadi beberapa kategori. Ada Gramedia Pustaka Utama (GPU), ada Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), dan ada Grasindo. Semua memiliki fokus masing-masing. Biasanya yang menerbitkan novel-novel penulis dalam negeri dan buku sekolah adalah Grasindo. Sementara buku-buku kepustakaan populer seperti buku lama angkatan Balai Pustaka yang dicetak kembali, dipegang oleh KPG.

GPU sendiri menyeleksi buku-buku berbahasa asing dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Selain itu, ada kategori Teenlit dan Metropop untuk novel-novel dengan segmentasi tertentu. Jika kamu tau nama-nama seperti Karla M. Nashar dan Esti Kinasih, yup, mereka adalah dua penulis di genre teenlit. Sementara buku Metropop yang terkenal adalah buku tetralogi empat musim cinta (Autumn in Paris, Winter in Tokyo, Summer in Seoul, dan Spring in London) karya Ilana Tan. Itu sampai dicetak berkali-kali dan diangkat ke layar lebar.

Untold fact: Saya belum pernah membaca keempatnya. Tapi saya punya. Hehe.

Yang saya suka dari buku-buku terbitan Gramedia adalah mereka selalu melakukan quality control berlapis-lapis untuk produk yang dijual di pasaran. Biasanya di dalamnya ada kertas QC kecil dengan nama orang yang melakukannya. Jadi kalau bukunya cacat atau apa, kamu bisa balikin ke Gramedia dan mereka akan menggantinya gratis.

Buku cetakan Gramedia yang terjemahan juga bagus. Beberapa buku terjemahan Gramedia yang saya punya, sempat saya bandingkan dengan ebook buku aslinya yang berbahasa Inggris. Terjemahannya nggak main-main. Mulus bagaikan paha Mbak Yeyen.

Dengan kualitas bukunya yang demikian, Gramedia jelas mematok syarat yang cukup susah bagi penulis untuk menembus percetakan. Jika kamu ingin menerbitkan buku melalui Gramedia, kamu harus sabar menunggu sekurang-kurangnya 4-5 bulan untuk masa seleksi. Ada ratusan naskah yang masuk di setiap bulan sehingga kemungkinan lolosnya juga fifty-fifty.

Beberapa buku terbitan Gramedia yang saya suka adalah A Hole in the Head dan Teka-teki Terakhir karya Annisa Ihsani. Jangan sampai kelewatan untuk dibaca!

2. Diva Press


Kalau menurut saya, Gramedia kebanyakan menerbitkan buku-buku yang populer. Jika itu terjemahan, pasti buku tersebut udah pecah duluan di luar negeri. Sehingga buku-buku fiksi yang underappreciated adalah bagian Diva Press untuk menerbitkannya. Yes! Buku-buku karya Albert Camus, Sir Arthur Conan Doyle, dan Manabu Kaminaga yang amat sangat saya sukai adalah terbitan Diva Press semua. Jangan salah, terjemahan mereka juga bagus kok!

Selain fiksi terjemahan, Diva Press juga merupakan penerbit buku yang semi-indie. Dia berani menerbitkan tulisan penulis pemula yang benar-benar baru. Beberapa antologi cerpen dalam proyek "nulis buku" juga mengajak penulis-penulis pemula dari berbagai bidang untuk menerbitkan cerita pendeknya. Ini unik karena kebanyakan penerbit mayor besar lainnya nggak mau menerbitkan cerpen tanpa proses seleksi yang panjang terlebih dulu.

Semua buku Diva Presss juga berkualitas. Beberapa buku keluaran penerbit asal Yogyakarta ini adalah Dongeng Pendek tentang Kota-kota dalam Kepala dan bukunya Franz Kafka yang berjudul Kastil. Semuanya bagus dan kualitasnya nggak main-main!

Oh iya, kalau kamu mau mencoba memasukkan naskah ke sini, kamu nggak perlu ngirim print-out. Diva Press adalah salah satu penerbit yang menjunjung tinggi eco-green dan eco-friendly system. Jadi kamu hanya perlu mengirim naskahmu dan menunggu. Kalau tembus, tentu saja naskahmu akan menjadi bagian dari penerbit yang luar biasa inovatif ini. 

3. Bentang Pustaka


Nama-nama penulis seperti Emha Ainun Najib, Andrea Hirata, dan Dee Lestari adalah nama-nama andalan dari penerbit yang satu ini. Iya, Bentang Pustaka. Sejak kemunculannya dengan naskah Perahu Kertas Dee Lestari, saya langsung jatuh cinta. Penerbit buku yang berlokasi di Yogyakarta ini menjadi salah satu penerbit favorit saya sepanjang masa.

Selain novel fiksi, Bentang juga ahlinya menerjemahkan novel-novel non-fiksi dan self-improvement. Buku Marie Kondo yang berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up adalah salah satu satu alumni Bentang yang sekarang banyak diburu orang karena Marie Kondo strikes in serial Netflix. Juga buku Haruki Murakami yang berjudul What I Talk When I Talk About Running. Jika dibandingkan antara hasil terjemahan buku-buku berbahasa asing di penerbit Gramedia, Diva Press, dan Bentang Pustaka, saya akan memilih Bentang Pustaka di urutan kedua. Yang pertama adalah Gramedia dan yang ketiga adalah Diva Press.

Yang saya suka dari penerbit ini adalah mereka berani menerbitkan beberapa tulisan kontroversial. Dan dari banyaknya buku pengembangan diri di pasaran, saya bisa memastikan bahwa 40% dari keseluruhan adalah terbitan Bentang Pustaka.

Kalau kalian tertarik untuk menerbitkan naskah ke sini, harus sabar ya. Katanya sih novel lulusan Bentang Pustaka ini diseleksi jauh lebih lama daripada buku-buku Gramedia. Mungkin karena buku-bukunya bagus semua, makanya seleksinya jadi lebih susah. Banyaknya penulis yang ngehits dari penerbit ini membuktikan bahwa Bentang Pustaka telah menjadi salah satu penerbit mayor terbesar dan tersukses di dunia literasi. 

4. Penerbit Tiga Serangkai




Sejak saya menamatkan dan menuliskan review Topi Hamdan, saya ngerasa kesel kenapa buku-buku terbitan Tiga Serangkai nggak booming di pasaran. Kenapa mereka underarchived semua? Padahal buku-bukunya bagus semua dan ide tulisannya nggak mainstream. Orang-orang ngiranya Tiga Serangkai cuma jualan LKS dan buku-buku sekolah apa ya?

Padahal penerbit ini memiliki branch creative imprint dengan job desc masing-masing. Dan salah satunya menangani novel. Ini harusnya dikampanyekan karena rugi kalau kalian nggak baca buku fiksi keluaran Tiga Serangkai. Bacalah satu dan kamu akan jatuh cinta.

Penerbit Tiga Serangkai berpusat Kota Solo, Jawa Tengah. Selain menerbitkan buku sekolah,mereka juga menerbitkan buku umum kok. Ada empat creative imprint di Tiga Serangkai meliputi: 1) Tiga Ananda yang menerbitkan buku anak dan remaja dengan segmen umum maupun islami (4-15 tahun), 2) Tinta Medina yang menerbitkan buku religi untuk segmen pembaca dewasa, 3) Metagraf yang menerbitkan buku dalam ranah non-fiksi, yang mengusung beragam tema demi menjawab kebutuhan masyarakat akan bacaan yang bergizi misalnya kesehatan, dan 4) Metamind yang menerbitkan buku dengan beragam genre untuk pembaca remaja dan dewasa seperti novel baik terjemahan maupun karya penulis lokal.

Dan poin plusnya (mungkin minus untuk pihak penerbitnya), novel-novel keluaran Metamind Tiga Serangkai harganya jauh lebih murah daripada novel-novel keluaran penerbit mayor lain. Ini yang bikin saya miris sih. Kenapa tulisan sebagus itu dijual dengan harga lebih murah daripada novel-novel jebolan Wattpad yang selalu nangkring di rak best seller.

Kalau kalian belum pernah membaca buku terbitan Metamind Tiga Serangkai (yang novel non-fiksi ya!), kalian wajib mencobanya. Seenggaknya satu deh. Kalian akan menemukan sensasi membaca yang berbeda karena ceritanya lain dari yang ada di pasaran.

5. Basa-basi

Basa-basi adalah penerbit buku yang berlokasi di Yogyakarta (lagi-lagi). Buku-buku biopik seperti buku Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela menjadi beberapa hasil cetakannya. Untuk buku-buku terjemahan, saya kurang suka karena hasilnya terlampau berbeda dengan buku aslinya. Tapi nggak buruk-buruk banget sih. Namun buku dari penulis lokal semuanya bagus-bagus. Basa-basi menerbitkan buku dengan tema pengembangan diri dan biografi. Juga sejarah. Novel sepertinya jarang diterbitkan oleh penerbit buku ini. 

Salah satu buku Basa-basi yang saya suka adalah Tahun-tahun Cahaya dan Kisah-kisah Kosmik Lainnya karya Italo Calvino. Saya nggak menyangka kalau mereka berani menerbitkan buku Italo Calvino yang di sini belum ada pasarnya sama sekali. Kalau boleh dibilang, buku dengan selera pembaca segmented akan kamu temukan di sini.

Buku terbitan Basa-basi biasanya akan dihiasi kutipan dari editornya dan itu yang membuat saya suka. Poin plus karena mereka seperti menyelipkan "fortune cookie message" pada pembacanya. Karenanya, penerbit ini sukses menjadi salah satu penerbit favorit saya di Indonesia. Oh, selain itu, buku terbitan Basa-basi harganya lebih murah, loh!

--- [] ---

Jadi, yang mana nih penerbit buku favorit kalian? Apakah salah satu di antara mereka?

4 Comments

  1. Penerbit Banana dan Margin Kiri. Semua buku terbitan sana, sejauh ini belum pernah mengecewakan. Sayang saya telat mengetahuinya. Kenapa baru menemukan penerbit bagus, ketika kondisi keuangan sering tidak mulus?

    Selain yang disebutkan itu (terutama GPU dan Bentang), zaman saya masih punya uang cukup, saya keseringan menghabiskan uang untuk membeli buku-buku terbitan Gagas atau Bukune. Meski sekarang sudah kecewa karena berbagai alasan, tapi pada zamannya, penerbit itu memang menghasilkan beberapa buku yang menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banana dan Marjin Kiri juga bagus-bagus. Tapi aku baru baca sedikit dari buku mereka. Hehe. Santai, Yogs. Sekarang ada iPusnas.

      Delete
  2. sebanyak apa buku yang lu udah baca?
    pasti udah banyak banget ya, may?

    gue aja baru tau loh, klo gramedia pustaka itu dibagi-bagi lagi. sumpah deh. dan dari lima yang lu tulis ini, penerbit terakhir itu yang sepertinya belom pernah gue baca bukunya. mungkin nanti klo udah pulang harus baca.

    bukune enggak masuk ya?

    ngomongin penerbit gini, kok gue jadi semangat buat nulis dan nerbitin buku dari penerbit-penerbit hebat yang lu tulis diatas ya. dari lima ini, mau nyoba di Diva Press uy.
    hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm bukune belum masuk nominasi. Wkwk. Entah kenapa beberapa kali beli bukune aku kecewa, Zi. Makanya kurang suka. Diva Press mantep. Nggak pernah salah dia 😂

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.