"Come on... Baby dance with meeeeeeee..."

"Come on... Baby dance with meeeeeeee..."

"Come on... Baby dance with meeeeeeee..."

Lagu yang berulang-ulang di putar di bis dalam perjalanan menuju pulau dewata itu masuk ke dalam pita di telinga Brenda. Yang diputar entah kenapa lagunya Banana Steady Beat terus. Kalau tidak ya Shaggy Dog. Zaman SMA di tahun 2011-2012 memang khas dengan musik-musik woles macam aliran ska dan reggae. Orang bilang lagu reggae dan ska itu berbahaya. Dan yang nyanyi biasanya kayak nggak niat. Asal ikut irama, suaranya diwoleskan. Udah deh jadi lagu ska. Liriknya juga tidak macam-macam.

"No woman no cry..."

"No woman no cryyyyyyy..."

Brenda memiliki pacar bernama Hafis. Saking sukanya Hafis dengan musik ska dan reggae, Brenda rela laptop miliknya ditempeli dengan stiker-stiker gambar rasta aka mariyuana berwarna pelangi. Simbol musikalitas aliran tersebut.

Hafis dan beberapa temannya masih asik genjrengan di bangku belakang bis. Nyanyinya kayak habis nyimeng. Vokalis band ska dan reggae nyimengnya ganja atau rokok. Sementara Hafis dan gerombolannya nyimeng bau kaos kaki teman sebangkunya. Mamam tuh dasar cowok-cowok jorok. Hahaha!

"Bren, kamu nggak duduk sebangku sama Hafis?" Anggun bertanya sambil menawarkan permen kacang bentuk bantal. "Nggak kangen? Kan baru jadian?"

"Yaelah, Nggun. Ngapain kangen," Brenda menyahut asal.

"Nyanyi lagu pantaiiiii..."

"Nyanyi lagu santaaaaaiiiiiiiiiii..."

"Uyeee..."

Brenda menoleh sebentar ke arah pacarnya, "Orangnya lagi asik juga."

"Hehehe. Kirain. Biasanya kalau dapat pacar anak band, cewek-cewek kan suka insecure."

"Halah. Modelan Hafis gitu siapa yang demen selain aku, Nggun. Nggak ada. Mukanya ngantukan kayak orang habis ngelem gitu!"

"Hahaha. Bangke!" Anggun tertawa tanpa rem.

Tapi bis masih melaju dengan gas berlebihan. Sepertinya si sopir sedang kelebihan kafein. Tadi minum kopi tubruk setengah galon. Sementara anak-anak cowok di belakang sana kelebihan energi sehingga terus bernyanyi.

"Aku lahiiirrr di republik sulaaap..."

"Aseeek..."

"Yo mameeen..."

--- [] ---

"Welcome to my paradise..."

Lagu Steven and Coconut Trees kali ini mendominasi malam yang dingin dan penuh angin berlalu lalang. Anak-anak rombongan study tour duduk-duduk menikmati bintang di pelabuhan Banyuwangi. Menunggu bisnya menyeberangi selat Bali. Antre. Dengan waktu jeda lumayan lama, semua anak keluar dari bis sekalian menyantap makan malam sambil gitaran dan bernyanyi. Beberapa pergi mojok di dekat dermaga. Tentu saja hanya berlaku bagi siswa yang memiliki pacar. Yang jomlo hanya diam melihat pantai sambil melempar batu ke laut. Berharap siapa tahu ada putri duyung nyangkut di rantai kapal.

"I don't practice Santeriaaaaaa..." 

"I ain't got no crystal baaaaaall..."

Beberapa siswa bernyanyi lagu Sublime berjudul Santeria.

"Hafis, mau minum nggak? Nih, air minum botolan." Brenda melempar air mineral pada pacarnya.

"Makasih, Bren!"

Brenda lalu duduk di sebelah Hafis yang sedang minum seperti sapi kehausan. Usai minum, jemarinya lagi-lagi memetik gitar. Bersiap untuk menyumbangkan iringan lagu lagi malam itu. Sesekali matanya melihat ke arah Brenda.

Brenda mendelik geli, "Nggak usah pamer skill deh!"

Hafis tertawa. Lalu sibuk dengan gitarnya lagi.

"Bren, aku pinjam senter dong. Bawa kan?"

Dion--sahabat Brenda sedari SMP--duduk di samping Brenda sambil mengulurkan tangan. "Sebentar kok."

"Mau pipis di semak-semak?"

"Enak aja, enggak ya!" Dion menyanggah sambil tertawa. Rupanya di belakangnya ada perempuan. Sepertinya siswi kelas IPS 2. "Senternya aku bawa dulu. Makasih, B-R-E-N-D-A-K-U-S-A-Y-A-N-G!"

Brenda mengacungkan jempol. Setelah Dion berlalu, ia menatap pacarnya lagi. Hafis memandangnya dengan mata nyala merah. Sebelum Brenda bertanya tentang apa yang yang terjadi pada pacarnya, Trisna berteriak.

"Nyanyi lagu apa, Fis?" Trisna melempar kulit kacang ke arah Hafis.

Buru-buru disetel gitarnya, "Shaggy Dog aja!"

"Judulnya apa, Nyet?" Bowo menimpali.

"Hey Cantik!"

Hafis memberi ketukan kencang lalu mulai memetik gitarnya dengan rapi. Seperti biasa, Hafis terlihat sempurna kalau sedang main gitar. Mata Brenda yang tadinya bertanya-tanya apakah pacarnya cemburu pada Dion segera berubah jadi berbinar dan menikmati setiap petikan nadanya dengan riang.

"Hey, kamu yang cantik! Jangan berpaling dahulu... Aku masih ingin memandangmu..."

Semua anak ikut tertawa sambil bernyanyi. Suasana mencair dalam musik ska dan reggae. Bahkan beberapa guru ikut menikmati alunan lagu tersebut sambil tertawa-tawa melihat beberapa muridnya saling melempar lirik.

Sambil melafalkan lirik baris terakhir, Hafis tersenyum menyeringai ke arah Brenda dengan tatapan mata yang dingin. "Hey, kamu yang cantik ku ingin dekat denganmu... Tapi ku takut dengan... Anjingmu..."

Brenda bergidik. Mengira pacarnya benar-benar cemburu pada Dion.

--- [] ---

Perjalanan di Bali seharusnya menjadi masa-masa paling menyenangkan bagi Brenda dan Hafis. Tapi nyatanya cowok itu terus cuek padanya sejak kejadian di pelabuhan malam itu. Brenda hampir tidak pernah diajak jalan bersama. Hafis terus sibuk dengan teman-teman lelakinya. Bernyanyi lagu Mbah Surip, Heavy Monster, dan Cozy Republic. Tangannya tidak pernah lepas dari gitar. Kecuali saat di mana para siswa harus membuat liputan tentang tempat-tempat yang dikunjunginya. Karena setiap siswa harus membuat esai.

Namun beberapa kali, Brenda nge-gap cowok itu memperhatikan Dion dengan pandangan tanpa definisi. Sudah jelas kalau Hafis benar-benar dendam dan benci dengan Dion. Karena tidak tahan, Brenda lekas menghampirinya dan menariknya dengan paksa--bahkan sedikit kencang--saat berada di puncak Bajra Sandi.

"Kamu kenapa sih, Fis? Ngambek terus dari kemarin!" Brenda mengungkapkan isi hatinya.

"Aku udah sabar-sabarin kamu ya sejak kemarin. Udah berusaha aku deketin. Aku juga udah minta maaf. Aku sama Dion nggak ada apa-apa. Dia cuma sahabat aku! Kenapa sih kamu nggak mau ngerti? Hah? Dasar egois!"

Hafis acuh tak acuh. "Memang kenapa kalau aku egois?"

"Kok malah nantangin sih? Ini tuh momen kita bisa main bareng ke luar pulau Jawa. Harusnya kita bisa seneng-seneng bikin memori baru di sini. Kamu malah jutek mulu hanya karena hal sepele. Kayak banci tau! Pengecut! Kalau ada masalah sama aku ya kita selesaikan baik-baik. Bukannya ngambek terus-terusan!"

Hafis mendelik. Mungkin tak terima dipanggil banci oleh Brenda. Atau mungkin kelilipan karena angin di Bajra Sandi sedang tidak bersahabat. "Ya udah. Mau kamu apa? Putus? Kalau kamu mau, kita putus aja!"

Brenda melongo. Tidak tahu kalau respons Hafis akan langsung minta putus begitu.

"Ko... Kok... Putus sih, Fis?" Sekuat tenaga Brenda menahan air mata.

"Iya. Kita putus aja, Bren."

"Eh... Aku minta maaf, Fis... Kalau kamu mau aku jauhin Dion, aku akan jauhin Dion." Brenda menangkupkan tangan.

Hafis menggeleng. Keputusannya bulat. "Kita putus aja."

Masih dengan gitarnya, Hafis menuruni tangga Bajra Sandi. Meninggalkan Brenda yang masih termangu tidak percaya. Rasa-rasanya masih kemarin Hafis membuatkan dirinya lagu BLANK. Singkatan dari frasa Belum Lama Aku Naksir Kamu. Dan sekarang hanya karena salah paham, Brenda ditinggalkan.

Tiba-tiba Bali hujan. Menghapus air mata Brenda yang masih diam.

Sayup-sayup terdengar teman-temannya masih bernyanyi lagu dengan aliran musik yang sama. Lagu reggae dan ska.

"Ku ingin kau matiii sajaaa... Ku ingin kau pergiii sajaaa..."

--- [] ---

Beberapa minggu sejak study tour ke Bali berlalu, Brenda sudah sembuh dari patah hatinya. Seperti biasa, gadis itu kembali nongkrong dengan Dion dan Anggun seperti sedia kala. Kamusnya tentang Hafis sudah tamat. Tidak ada galau karena cinta. Tidak ada cemburu-cemburuan. Persetan dengan cinta-cintaan. Brenda sudah move on!

Namun Dion terlihat resah.

"Kamu kenapa sih? Manyun terus." Brenda mencubit hidung Dion.

Sesaat cowok berkacamata itu meringis memegangi hidungnya. "Ini, Bren. Rosi. Rosi minta putus dari kemarin."

"Apaaaaaaaaaa?" Anggun merebut ponsel Nokia 3315 milik Dion. Membaca kalimat-kalimat Rosi di layarnya.

Aq g mw tau. Pokoknya aq minta ptz. Aq capek diteror sm fans qm, Dion.

"Fans apa maksudnya?" Brenda kepo.

"Udah dua minggu ini Rosi diteror sama seseorang yang ngaku naksir sama aku, Bren. Dia nerornya nggak tanggung-tanggung. Pakai ngirim kaos kaki bekas ke kelas Rosi segala. Baunya kan jigong banget."

Brenda terhenyak. Anggun masih beringas memandangi layar ponsel Dion.

"Dia ngata-ngatain Rosi pakai kata anjing segala. Juga ngirim beberapa lirik lagu ska dan reggae. Dia juga bilang kalau udah naksir aku sejak lama. Sejak masa orientasi malah. Dia bilang dia tahu semua tentang aku dan kebiasaanku."

Anggun menoleh. "Tapi ini cewek nggak neror kamu, Yon?"

Dion menggeleng. "Cuma Rosi. Dia mau aku putus dengan Rosi."

Brenda makin heran dan penasaran.

"Terus sekarang Rosi minta putus beneran. Itu cewek siapa sih sebenernya. Aku penasaran. Kok Rosi bisa ketakutan gitu."

Brenda tiba-tiba bangkit dari dari kursinya. "Kita cari Rosi, Yon! Aku mau tau nomor orang yang neror dia."

Dion dan Anggun lalu mengekor Brenda menuju kelas Rosi. Begitu Brenda dan kawan-kawan masuk ke kelas dan mencarinya, cewek itu seperti ketakutan. Terutama saat melihat Dion ada bersama mereka.

"Ros, aku boleh lihat nomor orang yang neror kamu dan ngaku suka sama Dion nggak?" Brenda blak-blakan.

Mulanya Rosi menghindar dan berkelit seperti cacing kepanasan. Namun setelah Brenda, Anggun, dan Dion berjanji akan melindunginya, akhirnya cewek itu mau menyerahkan ponselnya. Dengan cepat, Brenda membaca beberapa pesan dari peneror itu yang ada di dalam ponsel Rosi. Lalu memindai nomor tersebut dengan matanya. Dan sedetik kemudian diam. Melihat ke arah teman-temannya bergantian.

"Anjir... Aku ditipu mentah-mentah."

--- [] ---

PLAYLIST LAGU REGGAE DAN SKA YANG BERBAHAYA

1. Banana Steady Beat - Baby Dance With Me
2. Bob Marley - No Woman No Cry
3. Tony Q Rastafara - Republik Sulap
4. Steven and Coconut Trees - Lagu Santai 
5. Steven and Coconut Trees - Welcome to My Paradise
6. Sublime - Santeria
7. Shaggy Dog - Hey Cantik
8. Mbah Surip - Tak Gendong
9. Heavy Monster - Paperboy
10. Cozy Republic - Hitam Putih
11. Souljah - Ku Ingin Kau Mati Saja
12. Krisyanto - Gadis Kelapa Muda





Pictures are taken from:
http://www.4usky.com/download/164751756.html

2 Comments

  1. (1) salah satu fungsi dialog adalah untuk mempercepat alur cerita;
    (2) jika alur ceritamu terasa tergesa-gesa, kurangi dialog atau tambahkan narasi;
    (3) dialog dipakai karena jika dinarasikan pesannya tidak akan terasa kuat; dan
    (4) ada teknik "showing" dan "telling" dalam membuat cerita, manfaatkan.

    Itu dari Windy Ariestanty.

    Saya suka ceritanya, May. Cuma, masih terasa buru-buru. Ngejar plot tapi kebentur batasan karakter? Padahal menurut saya ada banyak bagian yang bisa diperdalam supaya pembaca larut. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gigip tau Windy Ariestanti juga. Aku tau beliau dan semakin tau saat ngobrol sama temen namanya Lana. Dia udah ketemu Kak Windy langsung malah. Dan semua cerpennya bagus. Pesan dan tips nulis ceritanya juga keren.

      Untuk cerpen ini, sebenarnya bukan cerpen banget emang. Cuma draf diari yang aku poles, Gip. Jadi buru-buru dan singkat kesannya ya. Hehe.

      Makasih masukannya ya, Gigip!

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.