Novel ibu yang judulnya Time Flies for Miss Wiz adalah buku cerita terjemahan pertama yang saya baca waktu masih bau bawang. Menceritakan tentang guru yang bisa menjelajah waktu dengan muridnya dan menyelamatkan orang-orang. Di situ saya mikir keras, jangan-jangan ibu sendiri yang merupakan penjelajah waktu. Secara kan ibu seorang guru juga. Beberapa hari setelahnya, saya jadi sering diam-diam menyelidiki kebiasaan ibu setelah pulang sekolah. Kelakuan bocah SD ya gitu deh. Suka penasaran.

Nyatet kebiasaan ibu ngapain aja. Nyatet ke mana ibu pergi keluar rumah atau bahkan di kamar yang katanya bobo siang. Saya curiga, jangan-jangan kalau ibu nggak kelihatan, ibu sedang menyelamatkan dunia dari Cold War. Kan kalau beneran, saya bisa pamer gitu ke teman-teman sekolah kalau punya ibu seorang superhero. Seenggaknya bisa sombong yang positif dikit--walau tentang ibu dan bukan diri sendiri--setelah sombong yang lain isinya hanya tentang skill nyolong atau maling buah tetangga.  

Tapi... Akhirnya ketahuan.

"Kamu ngapain ngendap-ngendap begitu? Mau ngambil duit recehan ibu buat taruhan sabung kumbang tanduk ya?"

"Eng.. Enggak, bu..."

"Terus ngapain? Kok dari kapan hari suka ngintilin ibu terus?"

"Eng... Anu... Itu..."

"Apaaa?"

Kemudian saya cerita kalau habis baca buku milik beliau dan penasaran kenapa ibu punya buku begituan. Apa karena ibulah Miss Wiz-nya. Ibu tertawa sampai guling-guling lalu laporan ke bapak karena kedunguan sekaligus kehaluan anaknya. Bapak seperti biasa, meringis lalu menjawab singkat, "Hm. Oke,"

APANYA YANG OKE?!?!?!

Kejadian tersebut diceritakan ke kakak laki-laki saya dan ia juga seperti yang lalu-lalu, mengolok-olok saya dari pagi sampai pagi lagi. Seperti kejadian di mana ia ngasih duit kertas yang robek lalu dilipat agar tak ketahuan. Sementara saya dengan gobloknya nggak meriksa, langsung jajan aja. Itulah momen ngutang saya pertama kali.

Kampret!

Setelah itu, saya jadi tertarik dengan buku-buku yang temanya investigasi atau penyelidikan atau detektif-detektifan. Yang isinya kasus kriminal. Akhirnya saya dan kakak mulai mengumpulkan uang saku harian untuk membeli komik Detektif Conan setiap terbit. Karena saya tinggal di desa dan belum pernah kenal yang namanya toko buku, maka tiap Minggu pagi habis nonton kartun, saya dan kakak biasanya sepedaan ke arah kota. Tapi dulu belum ada Gramedia atau Togamas gitu, gengs. Adanya ya toko buku pinggir jalan yang merangkap loper koran. Dan komik yang dijual juga nggak asli. Bajakan. Harganya lebih murah karena fotocopy-an. Kata yang jual, beliau ngambil dari Malang. Kota sebelahnya Kediri.

Waktu saya makin gede, Gramedia dan Togamas mulai muncul di kota. Juga ada beberapa toko buku mulai muncul. Kakak bahkan udah kuliah di Malang dan jalan-jalan ke toko buku sendiri. Di sana dia menemukan buku asli. Bukan bajakan. Dan masih sering beliin saya lanjutan Detektif Conan. Tapi selain itu, ia juga mulai menemukan buku tentang kriminal lain yang bentuknya novel. Seri cerita yang ditulis oleh Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle adalah dua favoritnya yang kemudian juga menjadi favorit saya.

Jadi, berikut adalah penulis-penulis cerita kriminal yang saya rekomendasikan untuk dibaca. Terutama jika kamu juga suka kasus yang menegangkan dan antar tokohnya memiliki rivalitas mendalam. Uhuy ~

--- [] ---

1. John Connolly


Salah satu buku John Connolly yang paling saya suka adalah Dark Hollow. Dark Hollow menceritakan tentang seorang detektif swasta yang bernama Charlie Parker. Di tengah kedukaan karena istri dan anaknya meninggal dunia, Charlie Parker harus kembali ke rumah masa kecilnya untuk terapi psikis. Namun ia justru terjebak dengan perburuan pembunuh satu keluarga. Tanpa disadari, Charlie Parker harus kembali mengulik masa lalunya dan lebih jauh lagi; masa lalu kakeknya.

John Connolly terbiasa menulis novel dengan diksi yang menagduk-aduk perasaan takut pembacanya. Selain karena kasus kriminal yang diceritakannya, juga karena kesan horor yang selalu dibawa dalam setiap novel. Cerdas dan cerkas. Itulah dua hal yang paling bisa ditangkap dari setiap uraian kekata penulis yang satu ini. Sangat sangat sangat saya rekomendasikan kalau kamu termasuk yang juga menyukai Junji Ito.

2. John Grisham


Kalau John Connolly terkenal dengan kesan horornya, John yang satu ini--John Grisham--lebih terkenal dengan peliknya kasus hukum yang menyertai setiap cerita kriminal di bukunya. Salah satu buku John Grisham yang paling saya suka adalah The Appeal. Menceritakan tentang kasus hukum yang familiar seperti kasus hukum di Indonesia. Terlepas dari banyaknya review buruk tentang buku ini, John Grisham hanya berusaha menuturkan apa adanya kalau hukum di dunia ini sifatnya liberal. Yang kaya, bisa membeli jaksa.

Dari tutur cerita yang dibawakan, saya menyukai diksi-diksi tentang dunia hukum. Saya belajar banyak istilah baru dari buku ini. Mungkin karena saya awam banget soal dunia kriminal di dunia nyata, maka saya menyukai buku ini. Namun jika kalian sudah berkecimpung di dunia hukum atau bekerja di bidang itu, mungkin kalian akan sama seperti beberapa review di luar sana; membenci buku ini teramat sangat.

3. Agatha Christie


Agatha Christie boleh jadi merupakan penulis perempuan pertama yang mengangkat tema cerita kriminal. Berbeda dengan penulis lain, Agatha Christie produktif sekali dalam menulis variasi tokoh. Jika ingin cerita detektif yang ada detektifnya, kalian bisa memilih cerita-cerita dengan tokoh Miss Marple, Colonel Race, Hercule Poirot, dan Tommy and Tuppence. Hercule Poirot menjadi yang paling ikonik karena sudah diangkat ke layar lebar sejak dulu dan sekarang bahkan ada remake-nya. Sementara tokoh detektif lain, belum. Kalau bosan dengan analisis Hercule Poirot yang mengedepankan emosi dan perasaan, cobalah baca Miss Marple atau Tommy and Tuppence. Karya Agatha Christie yang bertokohkan Miss Marple yang paling saya suka adalah Nemesis dan The Body in the Library.

Agatha Christie juga menulis cerita misteri dan kriminal yang nggak ada detektifnya. Salah satu yang judulnya paling fenomenal adalah And Then There Were None. Menceritakan tentang sepuluh orang asing yang diundang ke rumah mewah di suatu pulau. Mereka lantas "dieksekusi" dengan cara yang berbeda-beda sesuai kejahatan di masa lalu mereka. Sampai di akhir, baru ketahuan siapa dalang dari semuanya yang juga ikutan bunuh diri setelah misinya selesai. Gokil dan epik. Agatha Christie begitu brilian dalam menuliskan setiap detail kasus. Narasinya nggak terlalu dominan, tapi pembangunan karakternya kuat sekali.


4. Sir Arthur Conan Doyle


Siapa yang nggak kenal dengan sosok mahsyur Sherlock Holmes? Kisah-kisahnya yang lama malang melingtang di pasaran udah banyak diadopsi juga menjadi serial komik, serial film, dan juga movie layar lebar. Sherlock Holmes menganalisis kasus-kasus kriminal yang dihadapi dengan tajam dan dalam. Tapi nggak mengurangi gaya intelektualnya yang agak tengil. Bersama rekannya bernama Watson, Sherlock Holmes menjadi salah satu tokoh cerita legendaris. Juga ceritanya melawan Moriarty, juga menjadi cerita ikonik sepanjang masa. Tokoh Sherlock Holmes sedemikian populer sehingga ia juga menjadi dasar dari komik Detektif Conan yang saya ikuti saat kecil. Conan. Dari Sir Arthur Conan Doyle.

Ada banyak tulisan tentang Sherlock Holmes ini. Empat novelnya yaitu A Study in Scarlet, The Sign of the Four, The Hound of the Baskervilles, dan The Valley of Fear menjadi cerita pamungkas yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Saya paling suka yang A Study in Scarlet. Sementara cerita-cerita pendeknya ada banyaaak bangeeet. Bentuk antologi. Bagi yang belum pernah baca, saya amat sangat merekomendasikan yang A Scandal in Bohemia, Red Headed League, dan His Last Bow. Very please to read at all. 

5. Maurice LeBlanc


Siapa yang belum kenal pencuri aristokrat yang berasal dari Prancis; Arsene Lupin? Seperti kebanyakan cerita anti-hero, Arsene Lupin terkenals ebagai pencuri cerdik yang selalu lepas dari buronan polisi dan pemerintah. Maurice LeBlanc sendiri sudah menulis serial Arsene Lupin ini hingga belasan judul. Beberapa yang sudah saya baca dan bisa saya rekomendasikan adalah yang berjudul Segitigas Emas, The Extraordinary Adventures of Arsene Lupin, The Crystal Stopper, dan Arsene Lupin Vs Mafia-mafia. Semua buku Arsene Lupin yang sudah saya baca selalu bagus. Namun yang paling saya sukai adalah yang Arsene Lupin Vs Mafia-mafia. Jika di buku lainnya ia berhadapan dengan polisi, di buku ini pencuri kaya tersebut harus berhadapan dengan mafia demi menyelamatkan hartanya.

Maurice LeBlanc adalah salah satu penulis cerita kriminal favorit saya karena gaya bahasanya cerdik. Sama seperti tokoh Arsene Lupin yang merupakan tokoh karyanya. Mengambil tema-tema sensitif tentang hukum pencurian di masa renaisans terdahulu, Maurice LeBlanc mampu membawa kita pada zaman dulu; zaman di mana orang kaya berlomba untuk menjatuhkan lawan bisnisnya. Khas cerita kriminal Eropa yang menegangkan.

6. Manabu Kaminaga


Manabu Kaminaga sudah terkenal dengan paparannya di serial detektif Yakumo atau lebih lengkapnya Psychic Detective Yakumo. Ada beberapa novel Yakumo yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Yang saya miliki adalah yang berjudul Connected Feelings dan The Light Beyond the Darkness. Yakumo sendiri adalah serial manga yang diadaptasi menjadi light novel. Memiliki kemampuan untuk melihat benda tak kasat mata, Yakumo menjadi detektif yang menangani kasus-kasus dua dunia. Cukup menarik karena saya baru menemukan cerita dengan tema detektif dan kriminal begini yang premisnya bukan hanya terjadi di dunia biasa, namun juga alam gaib dan berhubungan dengan mistis.

Manabu Kaminaga sudah jelas harus masuk salah satu penulis cerita kriminal yang harus kalian baca jika menyukai anime atau menyukai cerita detektif. Selain ceritanya yang unik, penulis yang satu ini bercerita seperti merancang anime untuk ditonton. Tanpa melihat visualnya, kita tetap bisa membayangkan seperti apa karakter dan kasus yang sedang terjadi di sana. Diksinya kaya dan sedikit gelap. Cocok dibaca saat malam Jumat.

7. Eoin Colfer


Eoin Colfer adalah penulis serial Artemis Fowl. Fowl adalah tokoh kriminal yang berasal dari keluarga penjahat yang legendaris. Anehnya, dengan segala kejahatan besar dan kecil yang mereka lakukan, tak ada satu pun penegak hukum yang bisa mengungkap kriminalitas mereka. Premis menarik, bukan? Dari sini kita akan diajak menikmati kasus-kasus Fowl dengan berbagai genre yang berlangsung di beberapa tempat seluruh dunia.

Salah satu bukunya ada yang sedikit psychic sehingga mengingatkan saya pada Manabu Kaminaga. Fowl harus mendapatkan kekayaan keluarganya lagi dari peri. Tentu saja bagi yang skeptis buku ini akan terdengar nggak masuk akal. Tapi jangan khawatir, Eoin Colfer benar-benar mengadakan riset dan buku ini dipenuhi dengan latar serta bukti yang akurat. Jika kamu ingin menikmati bacaan anti-hero, this book is definitely one of a kind.

--- [] ---

Jadi, penulis mana nih yang udah kalian ikuti bukunya?



Images are taken from:
https://www.liputan6.com/global/read/3470485/20-04-1841-cerita-detektif-pertama-di-dunia-diterbitkan
https://www.discountmags.com/magazine/the-sherlock-holmes-book-digital
https://sg.carousell.com/p/the-appeal-john-grisham-70193373/
https://www.emaze.com/@ATOQWIQC

2 Comments

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.