Di ulasan ini, saya pernah menuliskan tentang misteri bisnis orang China yang lebih maju daripada orang pribumi. Setelah diteliti lagi, ternyata bisnis yang dikepalai orang Arab juga sama; lebih di depan daripada bisnis orang pribumi.

Kenapa yang banyak jadi bos usaha dan wirausaha justru orang China dan orang Arab? Yang menguasai perdagangan justru orang China dan Arab? Orang pribumi Indonesia justru hanya menjadi anak buahnya, kasir, dan lain-lain. Banyak warung atau toko yang pekerjanya kebanyakan orang Indonesia dan bosnya adalah orang China atau Arab. Bukan rasis, tapi secara taktik, sudah banyak diakui kalau orang China dan Arab unggul.

Kalau saya baca di salah satu artikel yang ada di tabloid Intisari, ada sebuah pidato menggelitik yang disampaikan jurnalis Mochtar Lubis--sekaligus penulis novel Jalan Tak Ada Ujung--sekitar 40 tahun yang lalu. Menurutnya, kita sebagai manusia Indonesia memiliki enam karakter yaitu munafik atau hipokrit, segan bertanggung jawab atas perbuatannya, perilaku feodal, percaya takhayul, artistik dan talenta seni, dan watak yang lemah.

Mungkin stereotip tersebut terkesan mematahkan harapan kita sebagai pribumi. Tapi benar enggaknya, udah banyak terbukti sekarang. Dengan adanya gawai dan media sosial, ada empat mental yang lalu dimiliki oleh orang-orang kita: mental pengemis, mental malas, mental menunda-nunda, dan mental kasur.

Awalnya saya juga denial. Tapi setelah dicermati bener-bener nih, ada on point-nya juga konklusi tersebut. Bangun bobo bukannya pipis atau cuci muka, tapi buka hape terlebih dulu. Cek notif kali aja ada kejutan berhadiah dari Suzuki. Ini kan mental menunda-nunda proses metabolisme. Juga mental malas. Dan mental kasur.

Sambil sarapan bukannya baca koran atau dengar radio, tapi buka ponsel lagi. Update stori dengan tagar #gaksempetsarapannihgaes #karenatelat #maukesekolah. Tapi mulutnya ngunyah pisang dua tandan. Hipokrit level satu.

Namun ada satu karakter bagus yang nempel kok di pidatonya Mochtar Lubis; artistik dan bertalenta seni. Coba deh lihat ke semua tempat makan. Kalau zaman dulu makan cuma buat ngenyangin perut, sekarang makan juga buat ngenyangin mata. Eksis di dunia maya. Foto jepret sana sini dengan arsiran bubuk kopi di atas latte yang dipesan di kafe. Jalan-jalan juga foto. Naik gunung juga foto--bahkan video. 

Dulu waktu Path belum bangkrut, bahkan ke kaki gunung buat camping aja harus check in place. Berasa PNS aja perlu check log absen kalau dateng ke sekolah. Ke pantai juga gitu. Bawa tulisan #VitaminSea dan nyelam pake dandanan full coverage. Ini adalah jiwa-jiwa seni di diri manusia Indonesia. Asal nggak berlebihan, semua eksistensi seperti itu dibutuhkan untuk ekspresi diri sendiri yang positif kok.

Sekarang bahkan makan-makan aja bisa jadi kerjaan. Food vlogger. Dan ahli dandan bukan harus dihujat sok menor lagi. Melainkan bisa jadi beauty influencer. The new way of getting money from globalization. Jadi orang Indonesia nggak bisa dibilang gaptek. Urusan gawai, boleh jadi kita merupakan yang terdepan...

...sebagai konsumen.

Hehehe.

Dan itu tadi, dalam pemanfaatannya juga jangan lewah. Jangan jadi pribadi kang pamer atau iri. Bahkan ikut-ikutan. Mampunya beli hape Mito, ya jangan maksain beli IphoneXXX. Nanti bisa jual ginjal ujungnya.

Karena nggak semua yang kamu lakukan, orang lain harus tahu.

Nggak harus semua hal mesti dibagikan ke publik. 

Kecuali bacaan yang bagus.

Maka dari itu, beberapa koleksi buku pribadi saya mau saya bagikan pada siapa pun yang berminat. Syaratnya gampang. Hanya perlu ganti dengan uang seharga yang tertera aja kok. Bukunya masih bagus seperti buku betulan. Yang jelas bisa dibaca dan diendus-endus karena bau kertasnya yang menenangkan kayak bau kertas beneran. Tulisannya juga nggak pake huruf Mesir kuno. Jadi bisa dibaca dengan mata telanjang.

Oh, kalau ada yang mau ngubek-ngubek apa aja buku bacaannya, kalian bisa window shopping secara daring di sini. Semua koleksinya orisinil dan nggak ada yang bajakan. Ada diskon akhir tahun juga kok. Gimana? Soft selling kan gue?

*dikeplak*


4 Comments

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.