I will!

Sore hari beberapa waktu yang lalu, ada yang muter lagu Muse berjudul Hysteria di salah satu kedai thai tea favorit saya. Seketika ingin kembali ke beberapa bulan lalu pasca mengenal seseorang yang mengaku seumuran Matthew Bellamy.

Lagu-lagu Muse memang sudah sejak lama menghiasi telinga saya. Mulai dari yang paling selow sampai yang paling gahar. Semuanya ku sukaaa ~

Muse sendiri punya gara bermusik yang roaring. Lagu yang paling saya ingat jelas adalah yang judulnya Stockholm Syndrome. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang cinta dengan kekasihnya karena disakiti. Makin sakit, makin cinta. Sebelas dua belas sama masokis lah ya. Tapi stockholm syndrome lebih greget lagi karena bukan hanya fisik yang dimaksud. Psikisnya juga. Mentalnya lebih-lebih lagi.

Di saat orang lain selalu membentengi diri dengan kalimat berikut.

Akutu anaknya sensitif. Jangan sakiti akuuu ~

Orang dengan kepribadian stockholm syndrome justru menuntut pasangannya untuk menyakitinya sedalam-dalamnya.

Sakiti aku lagi, mz. Sakiti akuuu ~

Oh iya, bagi yang dulu sempat menonton film vampir-vampiran berjudul Twilight dan beberapa film pasukannya, pasti nggak asing juga dengan lagu Supermassive Black Hole. Yang paling saya ingat dari lagu itu adalah momen ketika salah satu teman saya putus dari kekasihnya. Ia lalu menamai kontak mantannya itu dengan sebutan "Supermassive Asshole".

Muse punya beberapa album sejak 1999 hingga 2018. Tapi sejujurnya, saya hanya mendengarkan album pertama hingga keenam. Dua album terakhirnya yang rilis di tahun 2015 yaitu Drones dan 2018 yaitu Simulation Theory belum saya dengarkan. Dan belum nyari juga sih saat menulis tulisan ini. Hehe. Selain karena saya udah nggak terlalu update lagu-lagu baru, juga karena saya kurang masuk dengan lagu-lagunya di album keenam yaitu The 2nd Law. Kurang nendang gitu.

Album Muse yang paling saya suka adalah album ketiganya; Absolution. Sedangkan lagu Muse yang paling sering saya putar sepanjang masa adalah Time is Running Out (dari album ketiga) dan Plug in Baby (dari album kedua). Dua-duanya sampai hafal liriknya dan instrumentalnya. Juga sampai hafal efek dem-dem bassnya yang kental banget.

Matthew Bellamy sendiri merupakan salah satu vokalis band sekaligus penyanyi favorit saya. Suaranya berkarakter dan khas banget. Nggak bisa deh dibandingin sama penyanyi-penyanyi lain yang ada di blantika musik internasional saat ini. Kalau ada yang bilang suara Callum Scott dan Lukas Graham bagus, buat saya iya. Tapi nggak bergairah seperti suara Matthew Bellamy. Coba deh bilang ke orang asing di kendaraan umum gitu tentang lagu Muse. Pasti sekurang-kurangnya orang awam tahu lagunya yang Supermassive Black Hole itu.

Oh, untuk mengenang lagu-lagu Muse yang hypercolor hentakan drum dan bassnya, saya sudah mendaftar lagu rekomendasi dari band ini yang paling saya sukai. Semuanya lintas album ya. Jadi kalau ada yang mau menambahkan lagu kesukaan, boleh banget ditulis di kolom komentar. Siapa tahu ada lagunya yang belum saya dengarkan.

Hopefully you can enjoy this!

--- [] ---

1.
Muscle Museum
(1st album: Showbiz)


2.
Unitended
(1st album: Showbiz)


3.
Plug in Baby
(2nd album: Origin of Symmetry)


4.
Feeling Good
(2nd album: Origin of Symmetry)


5.
Time is Running Out
(3rd album: Absolution)


6.
Sing for Absolution
(3rd album: Absolution)


7.
Stockholm Syndrome
(3rd album: Absolution)


8.
Falling Away with You
(3rd album: Absolution)


9.
Hysteria
(3rd album: Absolution)


10.

Thoughts of a Dying Atheist

(3rd album: Absolution)


11.
City of Delusion
(4th album: Black Holes and Revelations)


12.
Exo-Politics
(4th album: Black Holes and Revelations)


13.
Map of the Problematique
(4th album: Black Holes and Revelations)


14.
Supermassive Black Hole
(4th album: Black Holes and Revelations)


15.
Starlight
(4th album: Black Holes and Revelations)






Pictures are taken from:
http://www.playbuzz.com/sammzo10/how-much-do-you-really-know-about-muse

6 Comments

  1. Supermassive Asshole. HAHAHA. Fak!

    Um, lagu Starlight, Hysteria, dan Unintended memang juara, ya.

    Meskipun masih lebih juara Bring Me The Horizon, sih, May. Huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bring Me The Horizon juga suka, Gip. Paling suka sama yang Sleepwalking.

      Delete
  2. Aku pertamakali ngeh banget Muse itu saat lagunya digunain buat soundtrack Twillight ...
    Dari situ aku mulai nyimak karya-karyanya.

    ReplyDelete
  3. Saya sich kagak suka lagu amat amat kagak ngerti juga. Tapi Setelah Saya buka ini lagu Saya ngerti oh ini mAh lagu yang biasa di puter bapake anak anak 😎 kagak asing cuy

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.