Judul: The Not So Secret Diary of a City Girl
Penulis: Allie Spencer
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2013
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 480 halaman

--- [] ---

Baca novel ini berasa nonton filmnya Emma Stone; Easy A. Karena alurnya emang semacam itu. Bedanya, bocornya diary si tokoh utama di sini adalah karena ia ceroboh dalam memercayai kawan. Cerita unik dan jenaka yang dituliskan oleh Allie Spencer ini  memiliki aliran teenlit dengan bumbu komedi ringan yang sedikit dewasa. The Not So Secret Diary of a City Girl membuat pembaca terhibur dengan aksi Laura McGregor yang merupakan seorang analis keuangan bank. Laura menuliskan banyak hal di dalam buku catatan hariannya. Salah satunya adalah kisahnya bersama pacarnya.

Lebih jauh, Laura juga menuliskan perihal bosnya di tempat kerja; kesehariannya dan akun bank pribadinya. Parahnya, hal ini bocor. Jadi makin kacau lah hidup si Laura. Dengan kecerobohannya, Laura akhirnya harus membereskan satu per satu kasus yang menimpanya. Mulai hidupnya sendiri, hubungannya dengan pacarnya, juga dengan sejawat dan bosnya di bank. Berhasilkah Laura mengatasi semuanya?

--- [] ---

Buku ini lumayan menyenangkan untuk diikuti. Bukan hanya nuansa segar dan humornya yang dapat, tapi juga pengalaman bahwa di tempat kerja, semua bisa menjadi tidak baik-baik saja. Jika semua anak remaja ingin cepat dewasa karena nggak betah dilarang-larang, orang dewasa justru ingin balik ke masa anak-anak sehingga nggak perlu pusing mikirin dunia. Apalagi bagi sebagian besar pekerja di zaman kiwari, masalah finansial adalah yang paling utama. Hubungan satu lingkaran juga makin ciut. Nggak kayak dulu.

Novel ini saya sarankan untuk dibaca dan juga nggak dibaca sebagai hiburan. Paradoks ya. Hehe. Memang ceritanya teenlit banget, tapi dari sudut pandang orang dewasa kok. Jadi nggak terlalu menye-menye dan penuh galau ala cinta abege. Itu sisi positifnya. Namun untuk sisi negatifnya, novel ini terlalu banyak jeda. Deskripsi yang dituliskan Allie Spencer nggak seperti deskripsi orang kantoran kebanyakan di kota. Beda. Banyak misleading point yang dipaparkan Allie Spencer dalam menggiring karakter Laura.

Dengan bocornya diary, harusnya konflik yang muncul bisa klimaks dan membuat Laura berantakan. Tapi Allie Spencer belum bisa membuat pembaca mengerti bagian mana yang berantakan karena narasinya terlalu datar. Nggak ada emosi. Nggak ada feeling. Jadi bagi yang emang selo banget, boleh mencoba membaca buku ini.

Semoga berhasil sampai akhir ya!

2 Comments

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.