Judul: Spasi
Penulis: Ello Aris
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2013
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 2014 halaman

--- [] ---

Saya agak menyesal sih kenapa baru sekarang nemu dan baca buku ini. Dari semua teenlit yang pernah saya baca, harusnya novel Spasi ini masuk ke dalam top ten buku cinta-cintaan remaja yang saya suka. Selain ringan, buku ini nggak muluk-muluk mengajarkan bagaimana hati remaja harus memilih dan menikmati cinta. Semua wajar dan porsinya pas. Nggak nggantung sama sekali. Meskipun ada beberapa plot hole di sana-sini yang kadang membuat saya bertanya-tanya apa maksudnya. 

Spasi karya Ello Aris ini bercerita tentang Denta yang jatuh cinta pada Malabi; seorang lelaki asli Ambon yang hitam manis dan dingin seperti pangeran es. Denta yang merupakan anak pindahan dari Banten harus beradaptasi dengan panasnya Ambon dan dinginnya sang gebetan secara bersamaan. Di saat Denta sudah mulai menangkap sinyal-sinyal lampu hijau dari Malabi, malah hadir sosok dari masa lalunya; Sarka. Kerumitan juga ditambah dengan munculnya idola sekolah bernama Taro yang juga naksir Denta. Wuih, makin runyam aja pokoknya hubungan mereka. Khas remaja yang masih rawan dan rentan galau.

Ello Aris nggak sungkan-sungkan menggunakan 20% bahasa asli Ambon di dalam buku ini. Membuat saya jadi belajar kalimat-kalimat yang digunakan orang sana untuk percakapan sehari-hari. Salah satu yang saya suka dari buku ini juga karena Ello Aris nggak terkesan mendorong pembaca untuk menangkap kutipan-kutipan yang ia berikan. Kan kadang ada tuh buku yang maksa harus nyempilin kutipan cinta agar pembaca terkesan. Gaya cerita Ello Aris ini apa adanyaaa bangeeet. Masih wajar untuk diikuti meskipun kita berusia di ambang seperempat abad.

Kamu tidak butuh solusi dalam setiap permasalahan hidup yang kamu alami. Terkadang kamu hanya butuh spasi.

--- [] ---


Judul: Ailurofil
Penulis: Triani Retno A.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 202 halaman

--- [] ---

Nasya Aurelia sangat menyukai kucing; hewan berbulu lembut dan berkaki empat yang memang terkenal menjadi piaraan banyak orang di dunia. Namun siapa menyangka bahwa kucing telah mengambil alih separuh dunianya? Begitulah premis yang kira-kira dibawa Triani Retno dalam menuliskan novel berjudul Ailurofil ini. Judulnya sendiri artinya adalah orang yang sangat tertarik pada kucing. Sama sejajarnya dengan bookworm; orang yang sangat gemar membaca buku. Juga book-smeller; orang yang suka mengendus buku.

Saking sukanya dengan kucing, Nasya sampai menggugat nasib kenapa nggak ada kampus yang membuka jurusan perkucingan karena dia memang nggak tertarik dengan mata pelajaran apa pun di sekolah. Alhasil, penentuan masuk ke universitas menjadi kegamangan yang hakiki di hidup Nasya. Ingin kuliah tapi juga ingin beternak kucing. Bahkan karena kucing, Nasya jadi kehilangan gebetannya sejak awal masuk sekolah--Rio--karena cowok itu nggak suka sama kucing.

Kelucuan Nasya benar-benar dituliskan secara ringan oleh Triani Retno. Meskipun ada sisipan gebet menggebet yang dilakukan Nasya untuk mengejar Rio, namun novel ini nggak ada unsur cinta-cintaan sama sekali. Bahkan bisa dibilang ini novel teenlit yang benar-benar membahas tentang kucing secara murni. Biasanya kan novel teenlit masih ada kisah cintanya. Tapi di novel Ailurofil ini nggak ada sama sekali. Lucu, kocak, segar, dan mampu menggambarkan perasaan pecinta kucing. Harus dibaca kalau kamu suka kucing.

Kucing sama seperti manusia. Bisa menangis kalau dibuang atau ditinggalkan.

0 Comments