Judul: The Hunger Games
Penulis: Suzanne Collins
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2008
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 374 halaman

Buku pertama dari trilogi ini. Katniss Everdeen adalah gadis remaja yang usianya dipaksa dewasa lebih cepat karena hidup keras di distrik 12. Kehilangan ayah merupakan momen di mana Katniss harus menjadi pendamping ibunya yang depresi dan seperti kehilangan semangat hidup. Singkatnya, Katniss jadi bapak untuk keluarganya. Karaketr Katniss yang dibangun oleh Suzanne Collins di sini kuat banget dan berkarakter. Kalau digambarkan secara visual, pas banget lah kalau kita membayangkan Jennifer Lawrence; artis yang memerankan Katniss dalam versi film aksinya yang luar biasa.

Buku pertama ini menceritakan tentang bagaimana Katniss mendobrak aturan Capitol tentang ajang The Hunger Games yang memaksa anak-anak untuk bertaruh nyawa demi kesejahteraan distrik mereka. Mendebarkan, unik, dan sarat emosi. Itu yang bisa saya dapatkan dari buku pertama trilogi The Hunger Games ini.


--- [] ---

Judul: Catching Fire
Penulis: Suzanne Collins
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 439 halaman

Buku kedua dari trilogi ini. Dibandingkan buku pertamanya yang menceritakan pertandingan antar anak-anak berumur hampir sebaya, buku kedua lebih memegang kendali emosi. Pasalnya, buku kedua mengisahkan tarung tanding antara para juara The Hunger Games dari masa ke masa yang masih hidup. Sama seperti konsepnya, semua finalis diambil dari masing-masing distrik dan diundi. Agenda ini memang dilakukan setiap 25 tahun sekali. Dan lawannya Katniss ngeri-ngeri semua, cuy. Hampir semuanya ahli dalam bunuh membunuh.

Karakter-karakter baru muncul di sini dan semuanya jauh lebih dewasa daripada karakter-karakter yang diperkenalkan di buku pertama. Karakter di buku kedua ini lebih deep and dark. Menggali perasaan takut dari nurani paling dalam. Semuanya terlatih menjadi pembunuh berdarah dingin. Ngeri, kuat, dan menakutkan. Tiga hal tersebut yang bisa mewakili perasaan saya saat menutup halaman terakhir buku ini.

--- [] ---

Judul: Mockingjay
Penulis: Suzanne Collins
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2010
Bahasa: Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman: 390 halaman

Buku ketiga dari trilogi ini. Sebagai buku penutup, saya pikir buku ini kurang nampol. Salah satu karakter yang sejak pertama kali muncul saya benci adalah karakter Presiden Coin. Tapi bukan berarti saya menginginkan dia dibunuh dengan cara demikian. Dari awal, Presiden Coin juga nggak suka dengan Katniss karena jiwa pemberontak gadis itu. Dan memang gerak-geriknya seperti ingin mengenyahkan Katniss nanti di akhir cerita. Tapi rupanya Suzanne Collins berkehendak lain. Ia dengan mudahnya memutar plot sehingga justru Katniss yang membunuh Presiden Coin. Menggoncang psikis abis.

Penutup yang dituliskan Suzanne Collins membuat saya harus memberikan applause panjang karena kejeniusannya mampu menulis cerita semacam ini. Kengerian yang diciptakan Capitol pada distrik-distrik lain di bawahnya seperti menggambarkan zaman nazi dan cold war dahulu. Juga, bisa dianggap cerita The Hunger Games ini seperti representasi keadaan manusia pada perang dunia pertama. Epik. Kalau dirasakan, buku ini sarat emosi sejak seri pertamanya. Jadinya saya juga nggak heran kalau ternyata di akhir buku ketiga, kita disuguhkan baik ending yang bahagia maupun ending yang memilukan.

0 Comments