Dear Mantan

by - February 28, 2018

Dear Nathan, sayang...

Dear, mantan.

Sebenarnya nggak ada lagi yang ingin saya sampaikan ke kamu. Nggak ada. Cuma mau cerita sedikit tentang kisah cinta Nathan dan Salma. Boleh ya? Dikit doang kok. Mungkin sekitar sepuluh menitan. Kalau nggak boleh, ya udah nggak usah dibaca. Saya ikhlas.

Dear, mantan.

Nathan ini badung banget. Tipikal siswa SMA yang memiliki latar belakang keluarga bermasalah. Dan memang benar. Keluarganya ternyata bermasalah. Ia kehilangan saudara kembarnya, Daniel. Karena sebuah kecelakaan dan kesalahpahaman. Ditambah, ia juga kehilangan ibunya yang kehilangan arah karena kepergian Daniel. Sementara ayahnya, menikah lagi. Sahabat masa kecilnya,  yang juga merupakan mantannya, meninggalkannya ke Amerika.

Kasihan ya, Nathan. Kamu kasihan pada Nathan juga nggak? Kalau kasihan, kita bisa bikin campaign #DonasiCintaUntukNathan. Supaya dia tidak kesepian lagi.

Dear, mantan.

Saat Nathan sedang terpuruk, kehadiran Salma mengubah semuanya. Nathan jatuh cinta pada kepolosan gadis itu. Dengan segala daya dan upaya, Nathan mendekatinya berbekal segala taktik klasik. Namun rupanya, Salma bukanlah gadis yang mudah untuk didekati. Karena ia belum pernah pacaran sama sekali. Nathan harus jatuh bangun untuk mendapatkan hati Salma. Harus. Dan semua hal yang dilakukan Nathan, tidak berakhir sia-sia. Alhamdulillah ya.

Salma akhirnya jatuh cinta juga pada Nathan. Dengan malu-malu, Salma mengiyakan pernyataan cinta Nathan. Mereka akhirnya jadian. Semua pembaca senang. 

Dear, mantan.

Kisah cinta Nathan dan Salma tidak semulus yang diharapkan. Mereka sering bertengkar, kadang saling mendiamkan. Yah, namanya juga remaja. Masih punya gejolak rasa yang tak terelakkan. Salah paham udah biasa. Iya nggak sih? Kita juga pernah salah paham kan dulu? 

Jangan ditanya. Sering!

Hahaha.

Oh, kamu mau tertawa juga?

Boleh. Silakan tertawa. Tapi jangan sampai menendang meja ya. Nanti kaki kamu sakit. Kan nggak lucu kalau kaki kamu bengkak dan ditanya oleh kekasih kamu yang sekarang lalu kamu menjawab, “Karena surat dari Mayang”. Gila aja. Bisa-bisa saya dibantai oleh kekasih kamu.

Dear, mantan.

Nathan dan Salma akhirnya putus. Dengan semua masalah yang menghantam mereka, masing-masing akhirnya menyerah. Eh, bukan deng. Sebenarnya yang menyerah hanya Nathan. Karena Salma terlalu kaku dan tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya. Nathan merasa, Salma nggak pernah benar-benar sayang padanya. Meskipun sesaat setelah putus, keduanya seperti kehilangan pegangan hidup. Semua terasa mengambang begitu saja. Mirip kuning-kuning di sungai gitu deh.

Kini saya kasihan melihat keduanya. Saya ingin mereka balikan. Kamu juga ingin mereka balikan nggak? Kalau iya, bikin campaign yang baru yuk! Kita harus mengajak orang-orang untuk mengetik REG (spasi) Nathan (spasi) Salma (spasi) Balikan lalu kirim ke customer service Telkomsel.

Bagaimana?

Oh, kamu nggak mau?

Kenapa? 

Malu?

Ah, biasa. Saya kan dari dulu emang malu-maluin. Kayak nggak hafal aja kamu.

Dear, mantan.

Cerita tentang Nathan dan Salma ini dituliskan oleh Erisca Febriani dalam sebuah buku yang berjudul Dear Nathan. Dulunya, cerita ini ditulis oleh Erisca di media sosial Wattpad. Kamu tahu Wattpad nggak? Dulu saya pernah nulis di situ juga. Tapi ceritanya saya hapus.

Menurut saya novel ini cheesy banget. Salma yang anak baik-baik dan polos berpacaran dengan Nathan yang bandel tingkat internasional. Sungguh kisah cinta jaman SMA yang sederhana, bukan?

Kalau saya ditanya apakah saya suka pada buku ini atau tidak, sebenarnya saya tidak mampu menjawab apa-apa. Saya suka karena ceritanya membuat saya bernostalgia. Saya nggak suka karena ceritanya - sebenarnya - biasa aja. Kurang menantang dan menggairahkan. 

Tapi saat difilmkan, pemeran Nathan adalah Jefri Nichol. Bisa kamu bayangkan saya takjubnya seperti apa? Saya nggak suka dengan Nichol karena dia terlampau sempurna. Ketampanannya, hampir sejajar dengan Nicholas Saputra. Aktor Indonesia kesayangan saya. Namanya mirip pula. Saya selalu iri dengan para pemuda tampan seperti Nichol. Bukan iri buat saya sendiri sih. Kan saya perempuan. Saya iri karena mereka gantengnya nggak bagi-bagi. Kan kamu jadi kurang ganteng. Itu aja.
Ini loh Nichol. Ganteng kan?

Dear, mantan.

Apakah kamu penasaran dengan kisah lanjutan Nathan dan Salma? Sebenarnya saya mau menuliskan semuanya di surat ini. Tapi ya bagaimana, saya takut dengan kekasih kamu. Nulis segini aja saya udah gemetaran. Gimana mau lanjut lagi? Saya nggak bisa ah. 

Kalau kamu mau, kita bisa bertemu untuk membicarakan kelanjutan kisah mereka. Nggak usah lama-lama. Sepuluh menit aja. Kita kopdar di tempat biasa. Saya ngeteh. Kamu ngopi. Lalu kita berpesta gorengan seperti dulu. Nanti saya ceritakan semua kisah Nathan dan Salma. Sekalian saya mau nanya kabar mama kamu. Dan papa kamu. Dan adik kamu. Dan kucing kamu. Mau nggak?

Tolong nanti kamu balas surat ini via burung merpati ya. Atau, saya kirimkan burung hantu milik Harry Potter untuk menangani. Tapi jangan sampai kekasih kamu tahu. Nanti saya dibanting olehnya.

Dear, mantan.

Jadi, sampai di sini aja. Surat dari saya. Kalau udah dibaca, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Kalau belum, ucapan terima kasihnya saya tunda dulu. Enak aja belum baca udah dapat makasih. Jangan bawa-bawa kebiasaan lama deh. Kan kita udah putus.

Ya udah. Sekian dulu.

Salam tempel untuk kamu.

Salam tampol untuk kekasih kamu.

Ciao!



Pictures are taken from:
http://style.tribunnews.com/2017/03/25/jefri-nichol-5-fakta-si-ganteng-yang-lagi-naik-daun-sudah-punya-pacar
https://www.tokopedia.com/tokotmindo/novel-dear-nathan-erisca-febriani

You May Also Like

32 Comments