Mengintip Gantengnya Andrew Garfield di Film Hacksaw Ridge

by - December 18, 2017

Hacksaw Ridge: Film biografi perang tentang sosok Desmond Doss.

Ngomongin soal Andrew Garfield, saya jadi ingat kalau dulu saya pernah tergila-gila dengan pria ini. Sampai-sampai, saya gelap mata dan menamakan motor Vega R keluaran tahun 2004 saya dengan namanya. Tiap saya panasin di pagi hari, Andrew saya elus-elus hingga terbangun dan kejang-kejang. Tiap hari, Andrew yang nganterin saya kemana-mana. Tiap hari, Andrew yang menemani saya berbincang menyisir aspal jalanan. Andrew lah yang paling mengerti saya. Andrew segalanya buat saya.

Saya membeli Andrew dari hasil tabungan ngelesi privat sejak semester 2 kuliah dulu di tahun 2013 dari teman bapak. Kecil memang, nggak sebanding dengan badan saya yang bongsor. Tapi dengan segala keimutannya, Andrew mampu menggenggam hati saya. Romantis, yekan?

Motor yang sudah menemani saya kepanasan, kehujanan, dan jatuh bangun ini memang nggak bisa dipakai buat nantangin orang naik Satria balapan. Bahkan saat dikendarai dengan kecepatan 70 km/jam saja, Andrew udah megap-megap. Bahkan saat saya dulu sempat dibegal orang yang naik Ninja, Andrew langsung menggelepar di jalanan dengan bemper berserakan. Saat kena banjir dikit, ngambek dan minta distarter pakai kaki. Andrew memang manja, tapi saya suka. Andrew hanya punya simbol N dan 4 di speedometer-nya, tapi saya tetap cinta. 
Hanya ilustrasi. Bukan Andrew saya. Andrew saya sekarang sedang dinaiki anak tetangga.

Sampai suatu ketika, ibunda ratu membeberkan kalimat telak, "Kak, kan udah kerja. Motornya ganti yang bagusan dikit ya? Nanti ibu tambahin uangnya."

Rasanya seperti petir di siang yang tidak bolong. Memang sih, saya butuh motor yang ada helm in-nya supaya saat kerja dan bawa-bawa buku gitu bisa ditaruh di dalam jok. Dan bukan diikat dengan rafia di boncengan belakang. Lebih kaget lagi saat saya tahu bahwa Andrew sudah memiliki pembeli tersendiri. Seorang tetangga saya yang ingin membelikan motor minimalis untuk anaknya pulang pergi ke sekolah.

Akhirnya dengan menimbang dan bertapa tujuh bulan, saya merelakan Andrew jatuh ke pelukan anak tetangga saya yang masih ingusan. Saya hanya berharap, Andrew akan menemukan pemilik baru yang lebih baik. Yang lebih laki. Tapi saya berpesan bahwa jangan sampai Andrew dimodifikasi. Saya tidak akan membiarkan anak tetangga saya melakukannya. Tidak akan.

Sedih? Iya. Kehilangan? Pasti. Rasanya seperti putus hubungan dengan gebetan. Pedih, cuy. 

Saat malam sebelum Andrew dijual dan diambil oleh pemilik barunya, saya bahkan nggak bisa tidur dan bolak-balik ke garasi rumah untuk memastikan bahwa malam terakhirnya di rumah saya, dia akan baik-baik saja. Dia tidak akan merindukan saya. Anjir. Sakit rasanya kalau ingat malam itu.

Oke. Saya memang berlebihan. Saya juga tahu saya aneh. Tapi gimana dong? Saya udah terlajur cinta sama Andrew. Huhuhu...

Dih. Jadi curhat. 

Jadi ya, intinya seperti itulah kisah saya dengan Andrew (motor). Sekarang saya akan mulai mengulas Andrew yang satunya. Andrew yang dulu sempat main di The Amazing Spider Man. Yang film pertamanya sukses besar. Yang film keduanya ngeselin. Yang film ketiganya dibatalkan karena dia sempat songong. Dan film The Amazing Spider Man yang itu, tidak akan pernah menjadi trilogi seperti pendahulunya. Padahal saya ngefans parah sama karakter Gwen Stacy yang diperankan oleh Emma Stone disitu. Dan saya juga nge-ship mereka berdua sebagai on screen couple maupun real couple. Sayangnya, mereka putus di tahun 2015. Sebagai fans karbitan, saya kecewa.
Balikan dong plis :'(

Andrew Garfield ini main di beberapa film selain The Amazing Spider Man juga kok. Ada beberapa filmnya yang udah saya tonton. Beberapa diantaranya adalah saat ia jadi supporting role di film Lions for Lambs (2007) dan The Imaginarium of Doctor Parnassus (2009). Lalu ia juga main di film Never Let Me Go (2010) yang merupakan adaptasi dari novel Kazuo Ishiguro dan film The Social Network (2010). Di tahun 2012, mulailah Andrew mendapatkan main spot sebagai pemeran utama di film Spider Man itu. Kemudian ia juga main di film 99 Homes (2014), sebuah film drama yang menguras emosi. Dari sinilah Andrew yang dulu sempat khilaf, mulai menjajaki film-film drama dan relijius. 
Codetnya nggak nguatin ya. Bikin anu.

Hacksaw Ridge (2016) ini merupakan film Andrew yang membuatnya berperan sebagai orang alim namun penuh anomali. Pokoknya, Andrew disini ganteng banget sumpah. GANTENG BANGEEETTT. Dijamin kalian nggak akan berkedip saat melihatnya bermain peran disini. Asupan vitamin C banget nih, bosque ~

Vitamin C-ogan (cowok ganteng).

Muehehehe.

Dan semua kisahnya dalam film ini dibesut oleh apik dan cerdas oleh sutradara favorit saya, Mel Gibson. Sutradara yang menelurkan karya-karya agung seperti Mad Max, Hamlet, Pocahontas, Braveheart, Patriot, Father's Day, Conspiracy Theory, Paparazzi, Edge of Darkness, dan masih banyak lagi. List selengkapnya untuk filmografi Mel Gibson, bisa dicek disini.

--- [] ---

Hacksaw Ridge termasuk salah satu film biografi perang tergokil yang pernah saya tonton setelah Pearl Harbor. Film ini menceritakan tentang seseorang bernama Desmond Doss. Ia hidup dengan adik laki-lakinya bernama Hal, ibunya yang merupakan seorang ibu rumah tangga, dan ayahnya bernama Tom yang merupakan pejuang veteran perang dunia pertama. 

Sebagai seorang penganut kristen yang taat, ibu Desmond mengajarkan pada anak-anaknya untuk selalu menjauhi perbuatan "membunuh". Bahkan beliau memasang lukisan firman Tuhan yang cukup besar yang menceritakan tentang pertikaian Qabil dan Habil, kedua anak Adam dan Hawa.

Suatu ketika, Desmond kecil bertarung dengan adiknya di halaman. Disini termasuk scene yang agak ngeselin sih. Masa iya kedua anaknya berantem tinju-tinjuan, ayahnya justru nontonin sambil makan popcorn. Eh. Bukan. Jaman dulu belum ada popcorn.

Lalu, sebelum dilerai oleh ibunya, Desmond tanpa sadar meraih batu dan memukul adiknya sampai pingsan. Setelah ibu dan ayahnya membopong si adik ke dalam, Desmond pun merasa bersalah dan khawatir akut. Ia memandangi lukisan yang dipasang ibunya dengan tatapan kosong, sementara ayahnya yang tadi nontonin mereka berantem, malah berubah ngomel-ngomel pada Desmond. Sungguh seorang ayah yang labil. 

Namun di titik itulah, Desmond berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah membunuh manusia. Atas nama agama, kepercayaan, keluarga, dan Tuhan-nya.

Ayah Desmond sendiri, diceritakan bahwa ia mengalami gangguan emosi pasca perang, sehingga seringkali bertengkar dan tanpa sengaja menyakiti ibunya. Desmond dan Hal yang kala itu sudah saling memaafkan, tidur bersisian. Hal pun berkata, "I hate that person."

Keduanya tidak akur dengan ayah mereka. Sejak kecil. Hal ini jugalah yang membuat Hal mendaftarkan diri sebagai volunteer perang dunia kedua di pihak Amerika tanpa ijin kedua orangtuanya. 

Scene beralih pada kejadian saat mereka sudah dewasa. Seorang teman Desmond terkena kecelakaan kerja dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi berdarah-darah. Saat itulah, Desmond bertemu dengan love of his life, Dorothy. Perawat cantik yang bertugas menangani donor darah di rumah sakit tersebut. Desmond yang jatuh cinta pada pandangan pertama, langsung meluncurkan gombalan-gombalan kaku ala-ala jaman dulu. Dia kan nggak pernah ngobrol dengan perempuan lain kecuali ibunya sendiri. Scene gombalan ini menjadi awkward sekali. Tapi justru itulah Dorothy jadi tertarik juga pada Desmond.
Inikah rasanya dudududu ~

Karena ingin mengabdi pada negara seperti adik dan lelaki di sekitarnya, Desmond akhirnya ikut mendaftarkan diri untuk menjadi volunteer perang. Namun, ia mendaftarkan diri sebagai tenaga medis di medan perang karena pada dasarnya ia menyukai dunia kedokteran. Desmond lantas ditentang habis-habisan oleh kedua orangtuamya, terutama ayahnya, sejalan dengan janji untuk tidak membunuh manusia. Ayahnya tidak percaya dengan omong kosong Desmond yang berjanji untuk tidak membunuh manusia, karena jika mereka sudah terjun ke medan perang, nyawa sudah bukan jaminan.
Sebuah prinsip.

Desmond bersikukuh. Ia tetap berangkat. Sebelum itu, Desmond melamar Dorothy dan berjanji akan menikahinya setelah pulang dari tugas pertamanya. Dorothy memberikan sebuah bibel kecil dengan fotonya pada Desmond, mengantarnya dengan kepedihan.

Dari sinilah konflik tentang Desmond muncul satu per satu. Ia dianggap gila karena tidak mau memegang senjata, ia dianggap sok alim karena tidak mau melakukan tindakan latihan kekerasan, dan ia juga tidak bisa menyelesaikan misi latihan serta tugas pertamanya. Semua orang di camp sempat membencinya. Terutama yang bernama Smitty.

Ehehe. Waktu tokoh ini keluar, saya ketawa ngakak nggak beres-beres sampai otak saya geser rasanya. Saya jadi ingat tokoh di Spongebob Squarepants yang bernama Smitty Werben Men Jensen. Si orang nomor satu yang memiliki topi gelembung sabun. Tapi Smitty di film ini berotot dan songong. Bukan tengkorak yang bisa menghidupkan teman-temannya di pemakaman.
Dia adalah orang nomor satu, Tuan Crab!

Lanjut, Desmond pun tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah dan harus diadili di mahkamah perang karena berperilaku menentang aturan yang telah ditetapkan oleh majelis. Pernikahannya dengan Dorothy pun terancam batal. Dan ternyata batal beneran. Dorothy mendatangi Desmond yang dijebloskan ke dalam penjara dan mencoba menguatkannya. 

Dengan dukungan orang terdekatnya, Desmond akhirnya menjalani sidang pengadilan. Di saat itulah, ayah Desmond yang merupakan veteran perang, menyelamatkannya dari hukuman penjara melalui surat resmi dari kolonel tertinggi. Desmond pun bebas. Hubungan dengan ayahnya membaik. Dan ia bisa melanjutkan reproduksinya dengan Dorothy. Yuhu ~

Setelah itu, satu per satu misi pun dikirimkan. Desmond dan semua teman seangkatannya ditugaskan di Hacksaw Ridge, melawan tentara Jepang yang skill-nya luar biasa cerdas dan mematikan. Amerika murka karena Jepang menyerang pelabuhan Pearl Harbor. Perang pun pecah dengan adegan berdarah-darah. Desmond, sebagai tenaga medis di medan perang, harus melihat satu per satu temannya mati karena dibombardir peluru tentara Jepang. Namun ia tetap tidak mau memegang senjata untuk melawan balik tentara Jepang yang membunuh temannya. Prinsipnya sahih banget, cuy. 

Ia dan Smitty jadi akrab selama perang. Bahkan, Desmond dan Smitty saling bertukar cerita tentang masa kecil mereka. Namun esoknya, Smitty terbunuh di hadapannya. Dan inilah yang membuat Desmond kehilangan kendali sesaat. Untuk pertama kalinya, Desmond marah besar dan merasa ingin membunuh tentara musuh. Namun, bayangan tentang Tuhannya membuat Desmond mengurungkan niat tersebut.
Nooo, Smitty :'(

Cerita terus berlanjut hingga konflik-konflik besar berikutnya. Tentara Amerika terdesak, diburu peluru, meninggal satu per satu, dan misi sempat akan dibatalkan. Namun berkat kegigihan Desmond, perjuangan tidak berhenti dan terus diusahakan. Kereeen. 

Yang tadinya Desmond di-bully habis-habisan di camp, di akhir cerita justru dielu-elukan karena keteguhan prinsipnya yang "tidak mau membunuh manusia". Dari sini, film akan dibawa melaju menuju ending yang mindblowing dan sarat emosi. Kalau kalian penggemar film biografi dan perang, tentu film Hacksaw Ridge ini tidak boleh terlewatkan dari watchlist kalian.

--- [] ---

Andrew disini berhasil mendalami peran dengan sangat epic. Emosinya dapet. Karakternya dapet. Dan yang paling penting, gantengnya juga dapet. Paket lengkap ini mah.
Jangan serius-serius, bang. Gemes nih.

Seperti yang sempat saya sempilkan di atas, film karya Mel Gibson ini mengangkat tentang biografi hidup seorang Desmond Doss. Seorang prajurit perang dunia kedua yang membela Amerika di Hacksaw Ridge. Saat melaksanakan Battle of Okinawa, Desmond menyelamatkan 75 prajurit perang dengan keandalan medisnya dan keteguhannya dalam menyelamatkan manusia. Desmond Doss menjadi prajurit pertama Amerika rebel yang tidak taat aturan, namun justru berhasil mendapatkan Medal of Honor karena jasanya dalam menyelamatkan banyak nyawa.
Dorothy dan Desmond Doss yang sesungguhnya. 

Dari film ini dapat diambil sebuah pelajaran, bahwa manusia harus memiliki sebuah prinsip hidup. Entah prinsip itu ditentang banyak orang karena tidak sejalan, kita harus tetap mempertahankannya. Yah, seperti prinsip saya dalam mencintai kamu. Akan tetap saya pertahankan. #eh





Pictures are taken from:
http://www.hacksawridge.movie/
https://fjb.m.kaskus.co.id/thread/516b6eb91dd7198367000007/yamaha-vega-r-biru-putih-2005-bandung/
http://www.21cineplex.com/m/slowmotion/emma-stone-dan-andrew-garfield-pamer-kemesraan-di-foto-terbaru-the-amazing-spiderman-2,3868.htm
https://twitter.com/hacksawridge/status/789149187871039488
https://loganbushey.com/2016/11/15/hacksaw-ridge-2016/
http://infocean-id.blogspot.co.id/2015/10/misteri-smitty-werben-man-jensen-si.html
https://www.allmovie.com/movie/hacksaw-ridge-v658784
http://people.com/movies/the-true-story-of-hacksaw-ridge-and-desmond-doss-the-medal-of-honor-winner-who-never-fired-a-shot/
http://www.luzdelaluna.net/50-greatest-larger-life-war-movie-quotes/
http://www.gramunion.com/infinityandcyanide.tumblr.com/159422339258

You May Also Like

38 Comments