Dibalik Buku Koala Kumal

by - May 26, 2015



Ada yang udah baca buku barunya bang Raditya Dika belum?

Despite of testimoni-testimoni yang ditulis di Goodreads, yang banyak bilang Raditya Dika mulai bermetamorfosa sebagai penulis dan membuat buku Koala Kumal ini unsur komedinya berkurang drastis, aku malah melihat ini dari sisi pro. Menurutku buku ini tetap ringan dibaca. Meskipun banyak plot twist humor yang hilang, buku ini menunjukkan perkembangan Raditya Dika yang mulai beranjak pada humor yang berat. Humor yang memiliki pesan.

Buku Raditya Dika yang baru berjudul Koala Kumal ini really made me teary. Beda sama buku-buku sebelumnya, Koala Kumal ini kayaknya memang dibuat untuk mengangkat kisah-kisah tentang patah hati. Patah hati dalam persahabatan dan patah hati sama orang yang disayang.

Yang jadi sorotan pilu dalam buku ini adalah filosofi judulnya. Koala Kumal. Tahu sendiri kan, Koala adalah hewan asli Australia. Yang biasanya suka nangkring buat tidur di pohon. Warnanya abu-abu, wajahnya unyu, telinganya lebar.

Nah, di buku ini dijelaskan bahwa Dika memiliki ide judul Koala Kumal ini terinspirasi dari hewan tersebut. Diceritakan bahwa suatu ketika ia membaca postingan berita dari situs Huffington, ia menemui salah satu artikel yang menceritakan tentang seekor Koala yang pindah (migrasi) bersama koloninya. Beberapa waktu kemudian, ia kembali ke hutan tempat asalnya. Namun ternyata hutan tersebut sudah ditebang oleh sekelompok penebang liar yang kemudian menyebabkan tempat itu gundul dan gersang.

Kemudian tanpa tahu harus melakukan hal apa, Koala tersebut hanya duduk selama satu jam lebih dan memandangi hutan tempat dia tinggal dulu. Ia hanya duduk dan diam tanpa memanggil koloninya yang tidak ikut naik ke bukit hutan tersebut.



Kalau lihat fotonya ini, bagaimana sih rasanya nurani kalian? Kalau aku merasa seperti ditendang-tendang. Tanpa kita sadari, hewan juga punya perasaan. Dia bisa sedih saat merasakan kehilangan tempat tinggalnya. Animals have feelings too...

Kalau hewan aja bisa merasakan patah hati, bagaimana dengan manusia? Pasti lebih dalam sakitnya. Maka dari itu, sebisa mungkin jadilah manusia yang tidak gampang menyakiti manusia lainnya. 

Setelah membaca buku ini sampai tuntas, pikiranku justru melayang pada kasus yang marak terjadi akhir-akhir ini. Saudara muslim di Rohingya yang kehilangan rumahnya karena pembantaian dan pencabutan hak tinggal dari rumahnya sendiri karena kaum kepercayaan lain yang liberal. Mereka mengungsi dengan perahu ke Indonesia dengan tatapan nanar dan tak tahu akan sampai Indonesia kapan. Terombang-ambing di lautan, terusir dari rumah tinggalnya sendiri. Pedih.

Balik lagi ke buku, beberapa paragraf masih membuatnya tertawa lepas, terutama saat Pito curhat tentang bagaimana salah seorang wanita menolaknya dengan memberikan cermin tanpa berkata apa-apa.

Dan dua bab terakhir yang sukses membuatku jadi galau dan menangis. Di bab "Aku Ketemu Orang Lain" adalah bab yang menceritakan dibalik putusnya bang Dika dengan pacarnya di Kambing Jantan. Dulu kan nggak dikasih tahu alasan putusnya kenapa waktu mereka LDR-an Indonesia-Australia. Di buku ini, ternyata adala alasannya. Si cewek ketemu orang lain dan selingkuh. Padahal di awal keberangkatan, Dika lah yang sebenarnya ingin putus karena nggak yakin sama hubungan LDR.

Tiga tahun setelah putus dan Dika lulus, ia kembali ke Indonesia. Dan suatu ketika saat sedang makan dengan teman-teman SMA-nya, sang mantan datang membawa undangan pernikahan. Dan buat yang udah baca, I bet you know kalau Dika nggak dikasih undangannya.

Kemudian ia pulang dan menuju bandara tempat perpisahan saat keberangkatannya ke Australia dulu. Ia mengenang bagaimana pacarnya itu menangis melepasnya pergi. Kemudian mengenang hubungan mereka. Sampai akhirnya patah hati hebat yang dirasakannya terngiang lagi seiring adanya pesawat yang lepas landas. Ada dua kalimat yang jleb-jleb banget.

"Kenapa dia harus menikah dengan orang yang menjadi selingkuhannya dulu, gue gak paham.
Kenapa gue masih merasa getir sampai sekarang, juga gue gak paham."

Kemudian di bab terakhir yaitu bab "Koala Kumal", Dika menceritakan pertemuannya dengan mantan pacar yang lain, yang juga selingkuh darinya. Disitu justru mantannya ingin mengajak kembali dan meninggalkan pacarnya yang sekarang untuk Dika. 

Cewek: Aku mau ninggalin pacarku buat kamu.
Dika: Maksud kamu pacarmu yang dulunya selingkuhanmu dari aku? Sekarang kamu mau jadiin aku selingkuhan kamu?

Lalu muncullah ide judul buku ini setelah ia mengingat berita tentang Koala yang kehilangan tempat tinggalnya ini. Ia tidak ingin menjadi seekor Koala Kumal yang saat kembali ke tempat tinggal lamanya, akan menemui bahwa tempat tinggal lamanya sudah berbeda. Dika tidak ingin CLBK dengan wanita yang sudah berbeda karena menyakitinya.

Disitulah kemudian mamanya memberikan nasihat yang sangat bagus. Di saat Dika dipenuhi dengan pertanyaan, "Perlu berapa kali diselingkuhi agar kita kuat menghadapi patah hati?"

Mama Dika pun bilang, "Dik, kamu tahu gak istilah Mama untuk orang yang sudah pernah merasakan patah hati?"

"Apa, Ma?"

"Dewasa."








References:
http://www.huffingtonpost.com/2013/04/30/koala-photo-loggers-australia_n_3179029.html
http://www.goodreads.com/book/show/23645640-koala-kumal


Image Sources:
http://www.twitter.com/
http://www.huffingtonpost.com/

You May Also Like

28 Comments