Eka Gustiwana: Composer Jenius dari Indonesia

Music composing.

Pernah nggak sih kalian menemukan sebuah musik yang saat pertama kali didengarkan dapat membuat merinding sampai menangis? Saya pernah. Sehari yang lalu, saat saya sedang memutar playlist original sound track dari event Asian Games 2018, Youtube mengarahkan saya pada sebuah lagu karya Eka Gustiwana yang berjudul Tersimpan di Hati dengan lirik 12 bahasa daerah serta Bahasa Indonesia. Baru 30 detik pertama, saya tanpa sadar menangis dan tidak bisa berhenti.


(Eka Gustiwana - Tersimpan di Hati ft. Prince Husein dan Sara Fajira)
(Versi LDR Kolaborasi 12 Penyanyi dengan Bahasa Daerah)

Ada berbagai macam bahasa yang masuk di dalam video klip tersebut. Sementara footage-footage video panorama Indonesia menjadi selingan setiap vokalnya tergeser instrumental. Semua composing musik yang diciptakan oleh Eka Gustiwana benar-benar membawa saya menyelami masing-masing daerah yang bahasanya ada di dalam lagu tersebut. Merinding. Terharu. Dan hanyut tanpa bisa lepas dari telinga. Apalagi jika didengarkan melalui earphone. Vibes-nya benar-benar merasuk sampai tulang. Di bagian belakang saat Prince Husein memberikan efek suara penutup (saya nggak paham istilahnya apaan di dunia tarik suara), saya tidak tahan. Huhuhu.

Baru setelahnya, saya juga menemukan versi aslinya yang dinyanyikan oleh Prince Husein dan Sara Fajira. Halah. Sama aja bagusnyaaa. Nggak kuat saya nonton sendirian di keramaian orang pakai earphone. Lagi-lagi saya menangis. Yang versi aslinya bernuansa kejawen sekali karena memang dibuat dari composing semua alat-alat musik daerah dari seluruh wilayah di Pulau Jawa. Dengan mengusung tagar #SoundsOfJava, Eka Gustiwana dan segenap kru melakukan trip keliling Pulau Jawa dan mengambil nada-nada dari alat musik daerah dan juga alam. 


(Eka Gustiwana - Tersimpan di Hati ft. Prince Husein dan Sara Fajira)

Lagu Tersimpan di Hati ini--kalau didengarkan baik-baik dan diresapi liriknya--menceritakan tentang seseorang yang begitu mencintai tanah airnya. Mencintai Indonesia. Semua instrumennya ngeblend dengan keren dan vokalnya juga smooth abis. Saya jadi heran mengapa dulu Prince Husein ini nggak lolos audisi di ajang pencarian bakat di Indonesia padahal suaranya sebagus ini. Sementara Sara Fajira adalah penyanyi pendatang yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Rapnya beneran bagus. Nggak kayak artis sebelah yang ngerap ala-ala tapi gayanya selangit.

Nyesel saya baru tahu lagunya sekarang. Padahal yang versi aslinya sudah diupload sejak tanggal 31 Mei 2018. Sementara yang versi 12 bahasa daerah sudah diupload sejak 24 Agustus 2018. Bagus banget banget bangettt. 

--- [] ---

Sebenarnya saya sendiri nggak asing sama karya-karyanya Eka Gustiwana. Dulu ngikutin channelnya karena Eka Gustiwana suka membuat speech composing yang lucu dan seru. Lalu makin cinta karena dia juga membuat medley lagu pop dari zaman dulu sampai sekarang. Di tahun 2015, Eka Gustiwana juga pernah menciptakan medley lagu anak-anak yang membuat kita nostalgia ke masa kecil dulu. Apalagi saat dia juga mengunggah cover lagu-lagu anime masa kecil seperti Hamtaro dan Tsubasa. 


(Eka Gustiwana - Mashup Lagu Anime/Kartun Tahun 90an ft. Nadya Rafika)

Eka Gustiwana ini beda. Sebagai musisi yang benar-benar musisi, Eka Gustiwana lebih banyak bicara melalui karya-karyanya di Youtube daripada membuat sensasi di media sosial. Ini juga terlihat dari aktivitas akun Twitternya yang sepi. Dia nggak hobi ngetwit kayaknya sih. Tapi karya videonya banyaaak sekaliii. 

Komposisi musik yang dihasilkan oleh Eka Gustiwana juga kaya. EDM bisa. Kolosal bisa. Pop bisa. Reggae bisa. RnB bisa. Semua aliran musik bisa! Yang membuat dia beda (lagi) dari musisi-musisi yang lain adalah Eka Gustiwana selalu punya sejuta ide untuk menggabungkan nada dari alat-alat musik daerah dengan alat-alat musik modern.
Eka Gustiwana dan alat perangnya.

Mungkin kalian ada yang berpikir kalau dia mirip Dipha Barus. Hmmm. Iya sih, mirip. Tapi Dipha Barus lebih konsen ke musik EDM modifikasi karena dia utamanya adalah seorang DJ. Sementara Eka Gustiwana ini seorang composer. Mungkin nanti ada saatnya Eka Gustiwana collab dengan Dipha Barus.

Siapa tahu, yekan?

Kalau saya sih lakunya mentok kolaborasi sama kapur barus.

*krik*

*garing banget*

*oke nggak jadi ngejokes lagi*





Pictures are taken from:
http://www.twitrcovers.com/twitter-covers/music-design/
http://tekno.kompas.com/read/2014/08/27/13360087/Eka.Gustiwana.dari.Ngamen.jadi.Juara.YouTube
https://nkdmag.com/youtubers-you-need-to-subscribe-to/
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

16 Comments:

  1. Aku pertama denger lagu ini juga langsung ngomen : "Apik ya Allah". Dulun tau dari salah satu bloger juga, kebetulan dia pernah nulis semacam review kayak punyamu ini, May. Tapi jujur, aku tetep seneng sama yang versi aslinya, yang Bahasa Indonesia semua.

    Mesti ngerti kalau Prince Husein itu nggak lolos audisi pas ikutan kompetisi nyanyi gara-gara habis kepo, "ini penyanyi siapa? Kok kayane ra terkenal?" Hahaha... *coz, i'm doing that* LOL

    ReplyDelete
  2. Instrumen traditionalnya memang bikin lagu ini kuat banget nuansa keIndonesiannya.
    Keren.

    ReplyDelete
  3. Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti pas pertama kali denger bikin merinding dan mata berair. Lalu beberapa lagunya Mono dan Explosions in the Sky. Kayaknya saya lebih sensitif sama musik instrumental.

    Pertama tau emang dari yang cover lagu anime itu, sih. Terus dia juga suka iseng bikin karya dari hal-hal remeh. Misalnya, sewaktu Kaesang ngomongin tentang kipas angin di videonya. Eka Gustiwana bisa-bisanya buat jadi speech composing. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Yogs. Karena ide bisa datang walau dari hal paling konyol sekali pun. Kayaknya belum ada musisi lain yang sama seperti Eka Gustiwana di Indonesia. Kalau lagu yang paling bikin saya merasa suram dan nangis sesenggukan pertama kali malah Melankolia dan Desember-nya ERK.

      Delete
  4. Paling suka yang collab nya sama finalis indonesian idol waktu itu
    Baguuuuuss

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Gara-gara baca komentar ini saya jadi mengira kalau saya telah typo dalam menuliskan nama beliau.

      Delete
  6. Iya nih. Gue juga tahunya pas dia masuk tv jaman dulu gara2 speech composing. Terus liat langsung di popcon waktu bawain medley lagu-lagu kartun jaman dulu. Semenjak itu, gue kurang ngikutin. Soalnya fokus sama mbak2 yang dia featuringin karena waktu itu nyanyi sambil cosplay jadi sailormoon. Hmmmmmmm.

    ReplyDelete
  7. Emang keren sih dia mah.

    pokoknya dia:

    BROKER AMAN TERPERCAYA
    PENARIKAN PALING TERCEPAT
    - Min Deposit 50K
    - Bonus Deposit 10%** T&C Applied
    - Bonus Referral 1% dari hasil profit tanpa turnover

    dulu awal2 tau pas mahup kalimat dedy corbuzier dan akhirnya jadi lagunya cowboy junior yang ngaca dulu deh. terus liat apalagi yg bakal dibuatnya, eh ada lagu kartun 90an, makin kesenengan saya. ampe diputer2 terus itu. di channel satunya yg bahas keseharian dia juga seru sih. ya setidaknya lebih menarik drai keseharian lord rando.

    kamu mau kolab ama kapur barus, May? entar ketularan lagi. kamunya hilang dan menyisakan kenangan harum.

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.