Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek

Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek.

“Saya tidak mau pulang, Gean.”

“Tapi kamu harus, setidaknya sekarang.”

“Tapi saya mau sama kamu,”

“Saya juga, Lucy. Tapi kamu harus pulang sekarang. Kita pasti bisa bertemu di lain kesempatan. Saya masih akan terus menghubungi kamu. Saya pasti akan selalu memberi kabar. Saya janji,”

“...”

“Jangan menangis. Kita sudah terlalu letih menangis. Terlalu lama menahan tangis. Kamu sendiri yang bilang kan, jangan takut pada keadaan. Jangan lari. Apapun itu, harus dihadapi.”

“Apakah kamu sudah membaca buku yang saya berikan?”

“Buku yang mana?”

“Djenar Maesa Ayu. Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek.

“Sudah. Apakah kamu mau membahasnya sekarang?”

“Iya. Saya mau,”

“Cerita pendek mana yang paling kamu sukai, Lucy?”

“Saya menyukai hampir semuanya. Saya menyukai bagaimana tokoh Aku, Ia, dan Dia saling terjebak satu sama lain di dimensi yang sama. Cinta yang murni untuk satu sama lain. Saya juga menyukai bagaimana seorang perempuan menunggu kekasihnya yang bernama Nicos, yang legit bagai nachos. Saya menyukai bagaimana seorang wanita mengalami reinkarnasi berkali-kali dan jatuh cinta pada orang yang sama bernama Alex. Saya menyukai kisah cinta Nayla dan Ryu yang serbarumit. Saya menyukai semua cerpen di dalamnya kecuali satu, yang berjudul Three More Days.”

“Tapi saya justru menyukai cerpen Three More Days, Lucy…”

“Eh, mengapa?”

“Karena keadaan pasangan kekasih itu sama seperti kita…”

“Tidak,”

“Mereka saling menatap saat duduk bersama. Menggenggam tangan. Berbicara tentang pola-pola ketidakteraturan dalam hidup masing-masing. Dan juga dunia. Sesaat mereka tertawa karena kerecehan jalan takdir yang mereka lalui. Sesaat mereka dihujam kesedihan tiada tara. Sesaat mereka menangis dengan hati yang ngilu seperti digores senjata batu. Sesaat mereka menatap masa lalu. Sesaat mereka membicarakan langit biru. Mereka random sekali seperti kita,”

“Gean, saya tidak mau menjadi seperti mereka. Pada akhirnya keduanya harus berjalan sendiri dan tidak beriringan…”

“Apakah kita berbeda?”

“...”

“Jangan menangis,”

“Hahaha…”

“Jangan tertawa,”

“Kamu sungguh rumit, Gean.”

“Tapi kamu cinta, kan?”

“Selalu,”

"Kamu lucu sekali, Lucy."

"Hm. Lalu..."

"Lalu apa?"

“Mengapa kisah cinta yang ditulis Djenar Maesa Ayu selalu berakhir kelu begini? Apakah kamu tahu alasannya? Atau memang sudah menjadi ciri khas penulis sejak kemunculan cerita pertamanya?”

“Sebenarnya saya belum mengikuti semua buku dan tulisan Djenar Maesa Ayu, Lucy. Saya baru membaca satu. Dari kamu. Dan menurut saya, buku Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek ini adalah memoar kehidupan cinta di era milenial. Kadang fiksi jadi nyata dan nyata jadi fiksi. Sekat batas keduanya seperti tidak terbendung lagi,”

“Menurut saya justru sebaliknya. Djenar Maesa Ayu menuliskan cerita cinta yang paling murni sekaligus paling samar yang pernah saya baca. Ceritanya klasik. Bukan milenial. Dengan pelbagai kejadian yang ada di dalamnya, Djenar Maesa Ayu mau menunjukkan pada pembacanya tentang kisah cinta yang rumit namun manis dalam jalan yang paling sederhana. Tidak ada pendekatan romantis, tidak ada klimaks yang tragis. Semua cerpen ditulis apa adanya seperti menyesap secangkir kopi.”

“Kamu kan tidak bisa minum kopi. Analogimu halu sekali, Lucy.”

“Kalau halusinasi bisa bertahan selamanya, saya mau terjebak di dalamnya. Tersesat di dalamnya. Asal ada kamu,”

“Tidak mau. Saya akan pakai GPS untuk pulang. Kamu tahu kan, franchise ayam goreng crispy kesukaan saya tidak akan tutup sampai kiamat.”

“Sialan kamu! Ya sudah, pulang saja sana!”

“Hahahahaha,”

“Hahahahaha,”

“Saya sayang kamu, Lucy.”

“Saya juga sayang kamu, Gean.”

--- [] ---

Malam itu, terlihat sepasang sejoli melempar sauh untuk menjauh dari pelabuhan. Semakin lama, bayangannya semakin rapuh dan hilang. Entah ditelan ombak surut. Entah dimakan kabut laut. Menyisakan sejuta pertanyaan di benak masing-masing orang yang ditinggalkannya. Hanya ada sebuah buku karya Djenar Maesa Ayu yang berjudul Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek tergeletak di dermaga. Sejak saat itu, laut yang terletak dua kilometer dari ibukota tersebut tidak pernah terbuka untuk umum lagi. Namun tidak seorang pun yang tahu apa alasannya.
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

12 Comments:

  1. Duh, ini bagus banget ceritanya. Dan jadi pengen beli bukunya Djenaaaar.

    ReplyDelete
  2. kayaknya otakku emang lagi ngadat buat imajinasi, udah lima cerpen yg kubaca tapi masih linglung nyerna ceritanya. T.T

    belum pernah baca buka Djenar, tapi saya pernah dalam posisi Gean beneran, ketika berdiskusi dengan org ya begitulah, lalu dianggap rumit, lalu saling bertanya apakah perasaannya masih, ya, masih, tapi lama-lama.. .... ...

    ReplyDelete
  3. Mellow galao-galoan ceritanya ... 😓

    Jangan-jangaaan ...
    sepasang sejoli itu sukses berlayar ke benua lain atau malah ... ketemu ikan paus raksasa
    Ooouugh .. 😲

    ReplyDelete
  4. Saya lupa udah pernah baca kumcer yang ini atau belum, ya. Tapi saran saya, cobain kumcer yang Jangan Main-Main dengan Kelamin dong, Lucy~ Lalu rasakan keliaran Mbak Djenar. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwuwuwu saya udah baca juga yang "Jangan Main-main dengan Kelaminmu". Keren, liar, dan saru abis X)

      Delete
  5. Replies
    1. Karena yang sederhana hanyalah warung masakan Padang.

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.