Aku Angin Engkaulah Samudra, Kinanthi

Sebuah novel karya Tasaro GK. Kinanthi.

Jika mengenal Tasaro GK, tentu mengenal pula buku yang sempat meletus di pasaran beberapa tahun lalu. Galaksi Kinanthi. Atau sederhananya, Kinanthi. Pertama kali diterbitkan, novel ini berjudul Galaksi Kinanthi. Karena memang, novel ini bercerita tentang Kinanthi dan segenap kehidupan di galaksinya.

Kinanthi adalah seorang gadis desa yang “direbut” kebahagiannya. Meskipun toh di akhir cerita Kinanthi tampak sukses dan bergelimang harta serta gelar akademik, hati kecilnya masih tertambat pada pemuda masa kecilnya. Pada desanya. Pada kehidupan lamanya. Namun rupanya Tasaro GK memang sengaja mengacak-acak pertahanan hati pembacanya. Kinanthi tidak pernah kembali. Kendati perasaannya 100% untuk masa lalunya, tapi logika Kinanthi lebih kuat dalam menatap masa depan.

Dari novel Kinanthi, saya belajar banyak sekali hal. Saat saya menyentuh bab-bab terakhir menjelang tamat, saya menemukan bahwa kehidupan sejatinya hanyalah segenggam utas.

Ke sana dan ke sini.

Di atas dan di bawah.

Ke kanan dan ke kiri.

Benar adanya kalau diberi judul Galaksi Kinanthi. Kita tentu tahu bahwa galaksi terus mengembang sampai - nantinya - menyentuh derajat kekacauan tertinggi. Chaos theory. Dalam fisika sendiri, perkembangan galaksi berkaitan erat dengan entropi. Dan entropi adalah tingkat kekacauan suatu sistem yang terisolasi, yang di dalamnya terdapat proses-proses spontan untuk mencapai kesetimbangan.

Ya. Sama. Galaksi Kinanthi terus mengembang hingga batas maksimum dan meledak. Hal itu pulalah yang meledak pada diri Kinanthi. Semakin tinggi kehidupan seseorang, justru orang itu semakin merasa berat dan terinjak-injak ke bawah. Kita tidak tahu bahwa dalam kehidupan seseorang yang sukses, bisa jadi dia menyimpan banyak sekali rahasia kelam dan pengalaman pahit selama hidup.

Sama seperti Kinanthi. Orang-orang pada akhirnya hanya tahu bahwa Kinanthi adalah sosok besar di salah satu universitas ternama di Amerika. Mereka tidak tahu bahwa galaksi Kinanthi, berisi benda-benda ruang angkasa yang jauh lebih besar dari itu. Dengan segala kerumitan yang disajikan oleh Tasaro GK, lengkap sudah saya hancur berkeping saat menyentuh endingnya.

Tasaro GK menutup cerita bukan dengan beberapa baris manis yang membuat senyum merekah tak terkikis. Bukan. Ia menutup dongeng Kinanthi dengan miris. Yang membuat kita meninjau ulang batas kewarasan kita. Dan juga seberapa banyak kadar kebaikan pada hati nurani kita.

1. Benarkah hidup bahagia dapat diwarisi dengan perjuangan berat di masa lalu?

Kinanthi bekerja keras di masa lalu, tapi ia tidak bahagia di masa depan.

2. Apakah standar kesuksesan seseorang diukur dari banyak target yang ditetapkan di hidupnya?

Kinanthi memiliki banyak target dan semua terwujud satu per satu. Bahkan dengan cara dan pencapaian yang tidak terduga-duga. Kinanthi mengenal banyak orang baik dan buruk. Namun dalam hatinya tetap sepi. Tetap merindu masa lalu dan mendendam masa depan.

3. Apa makna bahagia yang sesungguhnya?

Bahkan sampai akhir, Kinanthi tidak tahu apa jawabannya.

Bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut kehendak-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku tetap akan ada disana. Tersenyumlah. Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu. - Tasaro GK
Aku Angin, Engkaulah Samudra.

Setelah membaca Kinanthi, saya kembali digelitik dengan rilisnya buku berjudul Aku Angin, Engkaulah Samudra. Tasaro GK kembali mencabik-cabik perasaan pembacanya melalui novel yang satu ini. Dua sahabat laki-laki yang sejak kecil bersama, harus dipisahkan oleh keadaan.

Mengambil latar belakang tragedi GAM di Aceh, Tasaro GK menceritakan sisi lain dari kehidupan Samudra dan Maruto. Keduanya adalah sahabat sejak kecil yang akhirnya dipisahkan oleh keadaan. Samudra bergabung dengan TNI AL dan ikut menggempur GAM di Aceh. Sementara Maruto yang memang menyukai dunia jurnalistik, akhirnya menjadi wartawan. Takdir berhasil mengatur pertemuan penuh rindu mereka melalui Mala, gadis Aceh yang dicintai oleh Samudra, dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Novel ini benar-benar menceritakan persahabatan murni dua anak manusia. Persahabatan laki-laki. Yang meskipun tanpa banyak bicara atau bercanda, namun menyimpan banyak rasa rindu dan sayang yang berbeda. Samudra berarti samudera. Sementara Maruto berarti angin. Dua hal yang saling melengkapi. Tasaro GK cerdik dalam memilih dua tokoh ini lengkap dengan karakter keduanya yang memang mencerminkan samudera dan angin.

Jika mengingat-ingat, mungkin kita sendiri tahu bahwa tragedi GAM di tahun 2000-2004 dulu akhirnya bermuara pada bencana tsunami besar yang menerjang Aceh. Setelah itu, tidak diketahui lagi bagaimana kabarnya gerilyawan GAM. Hingga saat ini. Nah, Tasaro GK mengambil latar belakang kisah nyata ini sebagai alur cerita pada novel Aku Angin, Engkaulah Samudra.

Ini adalah novel kedua dari Tasaro GK yang saya rekomendasikan untuk dibaca. Selain gaya penulisan novel yang sederhana, Tasaro GK memiliki ciri khas dengan permainan pilihan kata (diksi) yang bagus dan menyentil hati nurani. Jika tadinya saya dibuat menangis oleh kehidupan rumit Kinanthi, di novel Aku Angin, Engkaulah Samudra ini saya dibuat patah hati pada “pertemuan” Samu dan Maru pascabencana tsunami.

Barangkali pernah dalam hidupmu, engkau memiliki simpul persahabatan yang engkau percaya tak ada tandingannya. Engkau mengandalkannya kadang lebih dibanding engkau mempercayai kemampuanmu sendiri. Engkau mengenangnya seperti halnya Padi melagukan Harmoni. Engkau merasa tidak mungkin berdiri hari ini tanpa dirinya di masa lalu, meski di masa nanti, di mana dia, engkau tak tahu lagi. - Tasaro GK
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

2 Comments:

  1. Pasti saya akan berhenti di tengah-tengah saat membaca buku ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak masalah. Asal nggak berhenti di lampu hijau.

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.