7 Light Novel Jepang Yang Bisa Menemani Perjalananmu

Duduk-duduk syantik sambil membaca ~

Kalau sedang naik kendaraan umum, kalian biasanya ngapain, gaes?

Sebagian orang mungkin memilih untuk tidur karena ingin tetap segar saat sampai di tempat tujuan. Beberapa yang lain memilih untuk mendengarkan musik dari gawai mereka. Atau bagi sekelompok orang, mereka lebih memilih untuk bercakap-cakap dan menikmati pemandangan di kanan dan kiri. Sementara maniak buku akan selalu membawa barang satu atau dua bahan bacaan untuk menemani perjalanan.

Bebas.

Suka-suka.

Sebagai seorang makelar penggemar buku, saya biasanya memilih opsi terakhir. Membaca. Kadang komik, kadang novel, kadang majalah dewasa.

Eh, anak-anak.

Maaf maaf.

Ya variatif sih. Tergantung sedang ada bahan bacaan apa yang nganggur dan belum tersentuh.

Salah satu bentuk bacaan yang saya baca selain yang telah disebutkan di atas adalah light novel. Itu loh, novel Jepang yang bentuknya minimalis dan hampir muat di saku baju berukuran XXXL. Saking kecilnya, light novel ini bisa dituntaskan dengan sekali duduk.

Namanya juga light kan. Ringan. Selain ukurannya yang ringan dan kecil, cerita di dalam light novel biasanya ringan-ringan semua. Paling mentok biasanya petualangan mencari sesuatu. Meskipun beda ukuran, namun light novel ini sebenarnya sama seperti novel kebanyakan. Ada yang romantis, ada yang sedih, ada yang kolosal, dan ada pula yang ecchi.

Eh, kalian nggak tahu ecchi?

Itu loh. Yang itu. Yang ada ike makan mochi.

*yang nggak tau ecchi pasti langsung mau gugling, muahaha*

Jadi, di sini saya akan memberikan rekomendasi light novel yang pas untuk menemani perjalanan kalian. Nggak tanggung-tanggung, saya beri tujuh judul buku sekaligus. Termasuk yang ecchi!

*ditendang*

Nggak deng. Nggak ada yang ecchi kok. Ini aman semua. Yang ecchi nanti saya kasih tahu via email aja ya. Atau twitter. Yang di blog, khusus khazanah bacaan light novel yang bernuansa aman tanpa godaan setan.

Hier wi go.

--- [] ---

1. Penguin Summer
Akari dan ayam goreng.

Penguin Summer adalah novel yang menceritakan tentang gadis kecil bernama Soma Akari yang menjelajahi gunung Shirokoba, gunung di balik rumahnya, bersama Higashida Takashi. Keduanya penasaran dengan berbagai macam teori konspirasi alien yang muncul di pemberitaan saat itu. Sebagai dua anak yang rasa ingin tahunya masih sama-sama besar, Akari dan Takashi harus berhadapan dengan sekelompok orang berbahaya yang ternyata memanfaatkan isu alien tersebut untuk menjalankan misi rahasia mereka di Jepang.

Penguin Summer ini ringan, hanya berjumlah dua ratus sekian halaman. Dengan ukurannya yang mini sesuai dengan light novel, Penguin Summer termasuk salah satu buku yang cocok untuk dibawa sebagai teman perjalanan. Nggak ada anu-anunya, jadi buku ini tentu aman untuk dibaca di kereta, misalnya, tanpa merasa kepanasan.

Penilaian saya terhadap buku ini: 7/10

2. Leena’s Worldmap
Leena dan kompas lejen.

Leena adalah seorang putri raja yang ditugaskan ayahnya untuk membuat peta wilayah kerajaan. Berbekal kecerdasannya yang luar biasa, Leena pun memulai tugasnya untuk menjadi mapping warrior yang mengukur dan menggambar peta di kertas khusus yang telah disediakan. Ia berkeliling ke seluruh penjuru daerah kekuasaan kerajaan ayahnya, ditemani oleh seorang maiden. Di sepanjang perjalanan, Leena mengalami banyak sekali hal dan mayoritas berbahaya. Meskipun ia tidak sedang memakai pakaian kebesaran dan menyamar, masih banyak orang yang mengenalinya sebagai putri dan berusaha menculiknya. Beruntung ada Dahl. Seorang prajurit freelancer yang mau melindungi Leena jika dibayar. *matre lu mz*

Berhasilkah Leena menuntaskan misi dari ayahnya? Well, ada baiknya kalian membaca light novel yang satu ini untuk menemukan jawabannya. The clue is, ini adalah light novel favorit saya sepanjang masa. Saya berharap ada romance sparks yang terjadi antara Leena dan Dahl meskipun nihil. Ya dasarnya emang novel bergenre petualangan sih. Ehe.

Penilaian saya terhadap buku ini: 9/10

3. Everlasting Andante
Everlasting memori.

Everlasting Andante merupakan light novel yang menceritakan tentang kisah Natsume. Seorang gadis kecil satu-satunya yang hidup saat semua kawana perjalanannya dibantai oleh Mushi, raksasa pemangsa manusia, di padang tandus. Padahal kala itu Natsume dan teman-temannya ingin mengadu nasib di kota. Setting di novel ini memang mengambil latar dunia yang masih dipenuhi padang tandus. Jika ingin menuju kota A ke kota B, biasanya para penduduk harus menyeberangi padang tandus ini dan beradu nyawa dengan Mushi. Seiring berjalannya waktu, ternyata ada alasan mengapa Natsume tetap hidup sementara teman-temannya mati karena Mushi. Dan novel ini menyingkap kisah Natsume dengan sangat rapi.

Saya menyukai light novel ini karena di dalamnya disertai dengan ilustrasi yang menunjukkan karakter-karakternya. Tipikal light novel biasanya, namun ilustrasinya lebih banyak dan berwarna. Apalagi ilustrasi tersebut seakan menegaskan bagian-bagian cerita yang intens dan menegangkan. Mirip visual novel gitu deh, sis. Jadi, Everlasting Andante juga tepat jika dibawa travelling!

Penilaian saya terhadap buku ini: 7/10

4. Spice and Wolf
Spice and Wolf season ramadhan.

Sebenarnya nih, novel ini kalau dibawa sebagai teman jalan-jalan, lumayan panjang. Spice and Wolf tidak sama seperti beberapa novel yang saya ulas di sini karena novel ini terdiri dari beberapa season. Menceritakan tentang seorang gadis setengah serigala yang gemar sekali makan apel. Suatu hari, seorang pedagang nomaden menemukannya. Mereka pun berteman dan mulai mengelilingi dunia bersama. Dari perjalanan ini, mereka menghadapi banyak sekali rintangan dan bahaya. By the way, light novel ini juga telah dibuat versi anime-nya.

Dengan panjang cerita yang lumayan, Spice and Wolf tepat jika dibawa travelling di perjalanan kurang lebih sepuluh jam. Naik kereta Banyuwangi-Jakarta misalnya. Jadi bisa leluasa membaca sampai selesai. Karena selain panjang, ceritanya nagih banget, sob. Ciyus.

Penilaian saya terhadap buku ini: 8/10

5. 5 Centimeters per Second
5 Centimeters. Hm.

Disclaimer, kalau kamu merupakan tipe orang yang disentil dikit langsung nangis, maka jangan berharap membawa buku ini sebagai teman perjalanan. Bukunya baper sekali, bosque. Kalau kalian udah pernah nonton movie-nya, tentu tidak asing dengan novel ini. Ya. Light novel ini merupakan adaptasi dari anime movie karya junjungan, Makoto Shinkai. Menceritakan tentang kisah cinta Akari dan Takaki yang semakin hari semakin berat karena jarak di antara mereka. Dibilang LDR, ya bukan. Mereka kan nggak pacaran. Tapi dibilang bukan LDR, bukan juga. Mereka saling sayang. Kesel kan? 

Seperti yang tadi saya bilang, kalau kalian tipe yang gampang nangis dan baperan, lebih baik hindari buku ini. Tapi jika kalian tipe yang ekspresi-dan-data-datar seperti saya, boleh deh baca buku ini selama di kereta. Selain karena jumlah halaman yang sedikit, buku ini juga menggambarkan anime movie-nya dalam perspektif yang berbeda. Patut dicoba, gaes!

Penilaian saya terhadap buku ini: 9/10

6. Voices of a Distant Star
Suara-suara yang berasal dari bintang di kejauhan. *Indosiar banget bosque*

Noboru dan Mikako adalah teman, sahabat, sekaligus dua anak remaja yang saling menyukai. Ke mana-mana selalu berdua seakan di dahi mereka sudah tertulis nama satu sama lain. Namun semua berubah saat Mikako terpilih menjadi volunteer penelitian ke luar angkasa. Mikako harus menjalani hidup di kapsul untuk menjadi objek penelitian para ilmuwan dalam mengembangkan kendaraan antar planet. Sementara Noboru dengan setia menunggu Mikako di bumi dengan perasaan tidak pasti selama bertahun-tahun.

Seperti karya Makoto Shinkai pada umumnya. Voices of Distant Star merupakan novel yang sarat kebaperan dan kesedihan. Kalau dirangkum jadi sebuah kalimat, Voices of Distant Star mungkin dapat disebut demikian, “Kasih tak kunjung tiba karena yang terkasih pergi ke luar angkasa.”

Penilaian saya terhadap buku ini: 8/10

7. Seven Samurai
...dan tujuh bidadari.

Seven Samurai merupakan buku debut Hikozza di dunia kepenulisan. Setting tempat pada novel ini terjadi di akhir zaman Heien. Zaman di mana Minamoto No Yoritomo menguasai Jepang. Saat itu, Klan Fujiwara yang merupakan musuh klan Yoritomo mulai kucing-kucingan dengan pemerintahan. Tepat di malam ketika sisa anggota klan mereka akan dibinasakan, Fujiwara mengutus tujuh samurainya untuk menyelamatkan Ayumi No Ue, putri Ayumi, sebagai satu-satunya penerus klan Fujiwara, untuk kabur ke tempat yang jauh. Saat perjalanan, banyak sekali kejadian yang membuat tujuh samurai di buku ini menampakkan karakter asli masing-masing. Ada dendam, intrik, penghianatan, dan juga kisah cinta terlarang.

Dari tujuh light novel yang saya rekomendasikan, barangkali Seven Samurai adalah novel yang paling menegangkan. Dengan jumlah halaman sekitar 180-an, Hikozza berhasil menceritakan kepingan-kepingan kecil tentang sisi kelam kehidupan seorang samurai di Jepang yang terkenal dengan kesetiaannya.

Penilaian saya terhadap buku ini: 9/10

--- [] ---

Sesuai rating, saya paling menyukai novel Seven Samurai di antara tujuh novel yang telah saya sebutkan. Semuanya bagus kok. Tapi pada dasarnya saya menyukai cerita yang agak gore dan thriller. Apalagi Seven Samurai menyajikan cerita yang warbyasah menegangkan. Sensasi jleb-jleb dan bletak-bletaknya itu loh, nggak nahan!

Oh iya, sebagai tambahan, semua novel ini sudah ada dalam versi cetak bahasa Indonesia ya. Kalau yang nomor 1 sampai 6, saya belinya di Gramedia. Kalau yang Seven Samurai merupakan pemberian seseorang saat saya masih SMP. Jadi udah lama banget. Setahu saya di Gramedia udah nggak ada. Kalau penasaran, bisa cari di toko buku bekas atau toko buku online. Sepertinya masih ada stoknya meskipun second.

Jadi, sudah menentukan novel apa yang akan kamu bawa di lain kesempatan?





Picture are taken from:
https://asiatourist.info/travel-tips/ten-things-should-not-bring-too-much-when-traveling.html
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

6 Comments:

  1. Jarang baca Ecchi, skip langsung to the point ke ike ike kimochi, eh... @,@

    Ya ampun aku baru tahu 5 centimeter per second ada light novelnya!!!! Btw itu kira-kira masih dijual di toko buku kagak yawh??? Apakah sebaper film-nya juga? Mudah2an masih ada yang jual, Bismillah T,T

    ReplyDelete
  2. Emang deh kalo baca blog nte varokah sekali.. Dapet referensi buku.. Gaya nulis yang bikin pembaca tegang2 eh rileks.. So.. RateV for you

    ReplyDelete
  3. Majalah dewasa? aku malah lebih suka novel dwasa sih, ada hot2nya gitu. muahaha.
    Hmm.. aku baru tau ada yg dbsbut light novel jepng dehh. 5 cntimetr itu aku tau movienya, cuman baru nonton pas bagian dia naik kereta, udh ngantuk. entah knp tiap mau nerusin nntn ujung2nya ngantuk mulu. jd ampe skrg gatau crtanya apaan. wkwkw

    yg 7 samurai oke jg tuhh, pasti seruuuu. wuaaaaa, jd kebayang pilem kenshinn. hehe. nyari di bukalapak emg cincay ahhh..

    ReplyDelete
  4. Belum baca semua, tapi tertarik ama yg nomer 2 "Leena's Worldmap" & 7 "Seven Samurai" sih. Coba ah, kapan² nyari bukunya.

    Udah baca light novel yg judulnya "Legendary Moonlight Sculptor"? Ada beberapa series sampe sekarang, ceritanya tentang char oportunis (cenderung licik dan cerdas) di game VR MMORPG. Ya lumayanlah kalo buat ngisi waktu selama di perjalanan.

    ReplyDelete
  5. Masnya yg baca buku di kreta itu ganteng ya... *Eh lah...
    Wah aku ga kenal buku2 di atas. Taunya doraemon, kobochan...hahaha
    Klo novel aku skrang lagi bca seri to all the boys I've loved before, P.S I still love you, sampe seri terakhirnya.. judulnya kepanjangan. hahahah gitu dah...

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.