Shanaou Yoshitsune: Manga Epic Tentang Sejarah Kerajaan Jepang



Judul: Shanaou Yoshitsune
Pengarang: Hirofumi Sawada
Tahun Terbit: 2000 hingga 2016
Penerbit: Elex Media Komputindo
Bahasa: Indonesia (terjemahan)
Jumlah Season: 2 (Shanaou Yoshitsune dan Shanaou Yoshitsune Genpei War)
Jumlah Volume: 22 dan 29

--- [] ---

Berbicara tentang jaman penjajahan, kita tahu bahwa Indonesia pernah dijajah Jepang selama 3,5 tahun. Tapi kata orang terdahulu, lebih menyakitkan dijajah Jepang meskipun waktunya hanya sebentar dibandingkan Belanda yang menjajah selama 350 tahun. Relatif sih relatif. Tapi 350 tahun dan 3,5 tahun kan jauh banget anjir selisihnya.

Dari sinilah timbul pertanyaan, mengapa?

Mengapa lebih sakit dijajah Jepang padahal mereka hanya numpang selama 3,5 tahun?

Jawabannya satu, karakter.

Sejak jaman dahulu kala saat Jepang masih berupa 100% kerajaan, tradisi Jepang sudah terkenal mengerikan. Kalah perang, harakiri. Bunuh diri. Terlibat masalah dan hukum, kepala dipenggal. Maka tak dapat dipungkiri jika karakter mereka mendarah daging sampai ke anak cucu. Karakter yang keras dan disiplin. Hukuman mati berlaku untuk hampir semua pelanggaran sosial. 

Jika pernah membaca sejarah Jepang, tentu kita tahu bahwa Jepang selalu memenggal kepala pimpinan perang lawan dan menancapkannya di seutas tombak. Untuk menandakan kemenangan. Semacam Game of Throne gitu lah. Saat ayah Sansa Stark dipenggal dan kepalanya diangin-anginkan untuk ditonton berjamaah. Dan salah satu kisah tentang sejarah Jepang, digambarkan secara intrik di manga ini.

Shanaou Yoshitsune.

--- [] ---

Shanao Yoshitsune adalah manga heroik yang menceritakan tentang kisah hidup Minamoto No Yoshitsune. Seorang samurai yang hidup di akhir jaman Heian dari tahun 1159 hingga tahun 1189. Usia hidupnya yang singkat ternyata mampu membawa perubahan yang luar biasa pada peradaban Jepang. Yoshitsune aslinya berasal dari Klan Genji. Namun karena mengabdi pada klan Minamoto, akhirnya ia merangkap menjadi klan Minamoto juga. Klan yang mendirikan Kamakura. Klan yang ditakuti di jaman Heian karena pasukan yang kuat dan cadas abis. 

Namun setelah diserang oleh Taira No Kiyomori, Kamakura berantakan dan seluruh anggota keluarganya terpisah-pisah. Yoshitsune kecil sempat diasuh di kuil dan berpindah-pindah pengurus. Hingga saat ia dewasa, Yoshitsune membuat rencana pembalasan dendam untuk membunuh Kiyomori.

Di manga ini, ceritanya diadaptasi menjadi lebih drama. Jadi, Yoshitsune yang asli diceritakan sebagai anak raja yang kehilangan ayahnya karena diserang Kiyomori. Namun ia tidak dapat membalaskan dendam karena memiliki riwayat penyakit yang mematikan. Akhirnya Yoshitsune asli hanya menghabiskan waktu di perpustakaan dan mempelajari semua taktik perang secara teori.

Suatu hari, datanglah pengamen jalanan yang memiliki wajah mirip seperti Yoshitsune. Namanya Hyouta. Karena ia ingin membalaskan dendam kerajaannya, Yoshitsune pun meminta pada teman pengamennya itu untuk menyamar menjadi dirinya. Hyouta pun setuju. Dengan sepenuh hati ia ingin menolong Yoshitsune. Akhirnya mereka bertukar peran. Hyouta menjadi Yoshitsune dan Yoshitsune menjadi Hyouta.
Pertemuan pertama selalu mengesankan.

Lambat laun, keduanya berpisah jalan dan Hyouta menjalankan misinya untuk menolong Yoshitsune dengan ikhlas. Ia sempat hampir dibunuh oleh Kiyomori, dikucilkan di kuil, dan hampir mati kelaparan karena dianggap sebagai keturunan Minamoto yang berbahaya. 

Beberapa tahun setelahnya, saat mereka remaja, bahkan Hyouta menemukan sendiri bahwa Yoshitsune yang asli akhirnya meninggal karena penyakitnya. Ia menangis dan merasa kehilangan. Namun bukannya berhenti menjadi Yoshitsune, ia justru semakin dendam dan ingin menuntaskan misinya untuk membunuh Kiyomori dan seluruh anggota kerajaannya.

Dengan bekal keberanian dan kenekatan, berhasilkan Hyouta mengalahkan Kiyomori dan merebut tahta keluarga Yoshitsune lagi?

--- [] ---

Jika menyukai tipe manga yang klasik dan bertema kerajaan, Shanaou Yoshitsune haruslah masuk ke dalam list daftar bacaan. Gokil banget ceritanya. Dulu saking sukanya, saya sampai pinjam berbelas-belas komik sekaligus di tempat rental. Saya bawa ke kampus, ke sekolah tempat magang, dan tempat lain saking kecanduannya dengan komik ini. Bahkan setelah versi digitalnya diupdate, saya tetap setia meminjam komiknya secara berkala. 
Dulu pernah minjem segini.

Ya gimana, bagus sih. Saya suka cerita kolosal begini. Makanya saya suka Game of Throne dan Jewel in The Palace juga. Selain epic, cerita begini pasti refleksi dan adaptasi dari sejarah suatu wilayah yang sesungguhnya. Lumayan buat nambah ilmu, yakan?

Lalu saya juga suka cerita yang bertema seperti ini karena alurnya selalu mengajarkan tentang kebaikan dan nilai-nilai hidup. Yoshitsune sendiri menunjukkan bahwa tekad dan kejujuran haruslah menjadi dasar karakter seorang ksatria. Kekuatan sebesar apapun jika tanpa diiringin kejujuran, maka bisa tumbang. Makanya banyak banget adegan dimana Yoshitsune dikhianati oleh orang-orang di sekitarnya. Saking jujurnya dia, jadi dimanfaatkan oleh teman dan saudaranya.

Menjadi orang jujur di antara para pengkhianat memang berat sih.

Kok jadi ingat seseorang ya…





Pictures are taken from:
http://www.mangareader.net/shana-oh-yoshitsune/4
http://gotirtanpabatas.blogspot.co.id/2014/06/shanao-yoshitsune-by-hirofumi-sawada.html
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

2 Comments:

  1. Keingat siapa? Kang nasgor langganan yang alih profesi jadi kang cukur pengkolan ya?

    Kalau dulu saya suka baca komiknya Dora the Explorer sama Blues Clues. Dulu belinya di Global TV.

    ReplyDelete
    Replies
    1. DORA SAMA BLUES CLUES NGGAK ADA KOMIKNYA, OTONG.

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.