Paradoks di Predestination


Judul: Predestination
Produser: Paddy McDonald
Sutradara: The Spierig Brothers
Studio: Pinnacle Films
Tahun: 2014
Bahasa: Inggris
Durasi: 97 menit

--- [] ---

Film Predestination adalah film ke sekian yang membuat saya merasakan mindblowing dan mindfucked di saat yang bersamaan. Idenya gokil gila banget emang. Mirip tipe-tipe film Christopher Nolan gitu deh. Tapi lebih pendek durasinya dan lebih brengsek sainsnya. Semua hal yang dibawa pada film ini seperti menghempaskan semua teori ruang hampa yang menjadi jalur bebas teleportasi. 

Kalau boleh dibilang, film ini full of paradoxes. Semua karakternya saling bertalian dan menjadi satu konklusi yang sama. Mereka adalah satu.
Titik temu di waktu present.

Beberapa plot hole yang menurut saya terlampau menonjol juga menjadi daya tarik tersendiri dari film ini. Predestination merupakan film asal negeri kanguru yang diproduksi oleh Pinnacle Films. Predestination sendiri merupakan film adaptasi dari cerita pendek karya Robert A. Heinlein yang berjudul - All You Zombies - di tahun 1959. Ceritanya berkisah tentang paradoks yang terjadi jika manusia melakukan perjalanan waktu.

Semua cerita tentang time travel selalu membuat saya penasaran dan memancing saya untuk mengobrak-abrik sistem pemikiran kolot manusia yang tidak percaya adanya prospek teleportasi ke depannya. Karena tidak ada yang tidak mungkin selama hal itu belum dicoba.

Dengan teknologi yang sekarang ini, bukan tidak mungkin jika manusia berusaha membangun alat transportasi reversible yang dapat membawa kita kembali ke masa lalu. Adanya cerita pendek dan juga film-film yang dibuat sejak tahun 50-an tentang perjalanan antar waktu membuktikan bahwa orang jaman terdahulu sudah pernah memikirkan segala kemungkinan ini nantinya. Namun belum ada teknologi dan sains yang dapat memfasilitasi.

Jika terus dikembangkan, bisa jadi nantinya akan ada portal ke segala penjuru alam semesta. Hal ini, sekali lagi, bukan tidak mungkin untuk diwujudkan. 

Predestination, menurut saya, ingin menunjukkan bahwa dunia ini sudah berkembang. Sekalipun entropi tetap ada dan menimbulkan chaos di jagad raya, tapi time travel transportation bisa dikembangkan. Meskipun dengan segala kemungkinan yang ada, paradoks akan terjadi. 

Bahkan orang yang melakukan perjalanan berisiko untuk “membelah diri” dan mengisi masing-masing kehidupan di waktu yang berbeda. Ini adalah premis menarik yang harus ditindaklanjuti. Di Predestination, keempat karakter kunci yang berperan dalam film ternyata merupakan satu orang yang sama. Menurut saya hal ini bisa terjadi karena adanya energi elektromagnetik ke segala arah yang mengiringi terjadinya proses teleportasi. Jika keempatnya, atau dua dari empat saja, dipertemukan, maka paradoks akan terjadi. 

Ide menarik dari film Predestination adalah chronological order yang diceritakannya. Lalu ide tentang adanya faktor intersex yang dimiliki oleh tokoh utama sehingga ia dapat berubah gender melalui gender reassignment dari pihak dokter. Setelah ia melahirkan seorang bayi. 
Jane dan John sedang membicarakan misi mereka.

Baru kali ini saya menemukan film yang membawa banyak tema tabu di masyarakat. Berikut adalah tiga hal tabu yang masih diperdebatkan karena bertentangan dengan kasus pada umumnya. 

1. Time Travel.

Ini jelas masih menjadi perdebatan pelik baik antara sesama saintis dan saintis dengan orang awam. Time travel ini, ada yang bilang, merupakan perlawanan terhadap Fisika Klasik dan teori dualisme partikel serta gelombang. Padahal jika ditinjau dari segi relativitas di Fisika Modern, fenomena time travel dapat dijelaskan dengan rumus dan teori derivatif milik Einstein, Heisenberg, dan Schrodinger.

2. Kasus Intersex pada Manusia.

Adalah kasus langka yang terjadi pada manusia. Seseorang memiliki genetik laki-laki dan perempuan sekaligus dalam tubuhnya. Lebih rumit lagi, biasanya orang tersebut juga memiliki dua kelamin sekaligus. Bagaimana ia dapat tumbuh dan memilih jenis kelaminnya? Semua harus ditentukan sejak ia balita dan meneliti organ mana yang lebih menonjol. Beberapa orang yang memiliki kasus demikian, tak jarang ingin melakukan operasi perubahan jenis kelamin karena ia tidak nyaman dengan pemilihan jenis kelaminnya saat masih kecil.

3. Sex Reassignment Surgery.

Sudah jelas ini merupakan hal yang ditentang banyak orang. Operasi perubahan jenis kelamin. banyak kampanye yang disuarakan untuk menentang hal ini, tapi toh manusia memiliki pilihan hidupnya masing-masing. Ada beberapa kasus orang yang memilih untuk berubah gender dari laki-laki ke perempuan dan sebaliknya. Menurut saya ini urusan masing-masing orang. Untuk konsekuensi hidup atau setelah mati, kita tidak tahu. Dan hal ini termasuk yang diceritakan dalam film Predestination.

Menonton film ini seperti mementahkan tantangan tentang duplikasi kepribadian yang terjadi pada manusia. Bahwa karakter bisa berubah. Bisa bertambah. Dan bisa berkurang. Kalau dicerna baik-baik, time travel akan memberikan efek “perubahan keseluruhan” yang mengenai fisik, kepribadian, dan juga kejadian. Tiga hal yang bisa menjadi bumerang bagi pelakunya. 

Seperti Jane, karakter perempuan yang ada di film ini, yang akhirnya harus kehilangan bayinya dan memutuskan untuk berubah gender menjadi seorang laki-laki. Ia berubah. Mau tidak mau harus berubah. Dan ada bagian dari dirinya yang memang sudah maskulin sejak lahir. Keren kan.

Iya. Film ini memang keren.

Meskipun banyak efek time travel yang terlihat “merugikan” tampil di film ini, tapi saya tetap ingin menjadi bagian dari beta test mesin waktu. Suatu saat nanti.





Pictures are taken from:
http://7wallpapers.net/predestination/
https://taylorholmes.com/2016/11/22/predestination-movie-unpacked-discussed-explained/
http://thecriticalcritics.com/reviews/movie-review-predestination/
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

9 Comments:

  1. Saya juga mau ya. Tolong ambilkan nomor antrean buat saya sekalian, soalnya saya sibuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dapatnya nomor 12012018, bang. Nggak papa, ya?

      Delete
  2. Belum pernah nonton nih. Agak malas juga saya, sih, sama film-film tentang perjalanan waktu gini. Saya sewaktu kecil udah kecewa duluan sama Lorong Waktu dan Doraemon. Sering mikirin itu terus tentang gimana bisa jalan-jalan sesuka hati pakai mesin waktu dan suatu hari berharap bisa kayak gitu. Saya juga pernah di masa-masa sedih dan pengin kembali ke masa lalu buat perbaikin segalanya. Ah, pokoknya waktu sering membuat saya murka. XD

    Yang saya masih agak bingung, sih, ketika nonton film Interstellar. Tokohnya sudah ngasih peringatan untuk jangan pergi atau gimana tuh yang awalnya dianggap hantu sama anaknya. Padahal itu ayahnya~ Kalau seandainya dia memang nggak pergi, ya otomatis kagak ada yang memberi peringatan dan jadi sesosok hantu itu dong? Paradoks abis. Auklah, mumet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, kenapa dengan Doraemon dan Lorong Waktu? Adakah yang salah?

      Interstellar memang menyimpan banyak misteri, Yogs. Tipikal Nolan banget.

      Delete
    2. Nggak apa, cuma pernah berimajinasi ketinggian dan berharap bisa menggunakan mesin waktu ketika sedang menyesal. Haha.

      Delete
    3. Kalau yang disesali bisa diperbaiki, apa esensi berbuat kesalahan, Yogs? Justru itu yang membuat kita belajar nggak sih?

      Delete
  3. sebenarnya ada yg harus ditanyakan tentang asal muasal si jane/jhon ini sih.. “dia itu lahir dari siapa?” walaupun bisa menggunakan mesin waktu, pasti akan selalu ada awal. bener2 demensia aku tuh. huhuhu..

    btw, mayang ngerti bgt hal2 fisika kayak gini ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi dalam paradoks ada istilah blur beginning. Jadi sejauh apapun kembali, awalnya susah ditelusuri. Wkwk. Anu, soalnya, saya guru fisika. Hehe.

      Delete
  4. Sy suka dengan alur time travelnya, harus dipikir berulang2 dan direplay filmnya. Menurut sy tokoh dr waktu yg lebih tua kembali ke masa lalu selain mencari bomber juga memastikan dirinya yg lebih muda melalui alur yg tepat spy dirinya tetap eksis.
    Tapi kelemahan paradoks memang pertanyaan bagaimana asal mula yg paling awal waktu masih bayi, masak bayinya berasal dr masa depan.

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.