Love Apart

Sekarang masih ada di Gramedia nggak ya?

Judul: Love Apart
Penulis: Mega Shofani
Penerbit: 2014
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 208 halaman
Bahasa: Indonesia

--- [] ---

Qunti, seorang remaja tanggung berumur 17 tahun sedang jatuh cinta.

Seperti biasa, kisah teenlit yang disajikan dalam novel karya Mba Mega ini membawa nuansa manis-manis kecap yang kaya. Kadang manis kalau takarannya pas. Kadang bikin eneg kalau berlebihan. 

Saya dulu udah pernah cerita sih, kalau saat SMP saya suka sekali membaca novel teenlit. Meskipun hampir semua ceritanya mirip FTV yang serbaklise dan mudah ditebak, tapi lucu. Yakali anak SMP bacaannya udah berat-berat macam Artemis Fowl. 

Mba Mega ini sendiri merupakan salah satu teman bloger yang berdomisili di Klaten. Salah satu teman bloger angkatan lamaaa bangeeet. Saya mengenal Mba Mega di tahun 2011. Kalau nggak salah. Blognya masih ada hingga sekarang. Namun udah jarang banget nulis karena kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga beranak satu.

Sama seperti bukunya Yoga (Senior High Stress) dan Kancut Keblenger (Digital Love), saya juga langsung membeli buku ini setelah menabung beberapa minggu. 

Buku ini ringan. Dengan jumlah halaman yang sedikit, buku ini dapat diselesaikan dalam sekali membaca dengan durasi satu hingga dua jam. Ceritanya juga nggak rumit. Konflik kisah hubungan jarak jauh (LDR) yang disajikan disini cukup bikin gemas dan kesal sendiri. Apalagi saat tokoh Qunti, si perempuan, terlampau manja dan selalu memaksakan kehendak pada kekasihnya, Seta. 

Qunti masih SMA. Berpacaran dengan Seta yang sudah bekerja. Well, dengan hubungan yang memiliki beda usia cukup jauh, wajar saja jika Seta kewalahan menghadapi Qunti yang selalu meledak-ledak dan menginginkan ini itu. Jika tidak dituruti, hm, bisa pecah perang dunia ketiga.

Saya jadi membayangkan kalau saya ada di posisi Seta. Udah capek kerja seharian, waktu teleponan dimaki-maki karena pacar cemburu nggak jelas, dituntut untuk sering nyamperin (duit siapa anjir), dan dingambekin kalau saya sedang ingin main game. LDR pula. Komunikasi hanya sebatas lewat ponsel. Belum lagi kalau sinyal busuknya minta ampun sehingga pembicaraan penting harus terputus.

Lo mamam tuh berantem terus seharian.

Nggak asik banget kan?

Disini Mba Mega berhasil membangun karakter yang kontras antara Qunti dan Seta. Makin dibaca, makin bikin kita ingin mencubit karakter Qunti yang kekanakan. Tapi untuk plot, menurut saya justru cenderung datar. Perpindahan antar konfliknya seperti ngambang gitu aja. Kurang greget. Apalagi ini LDR kan ya. Semua deskripsi masalah yang diceritakan pada buku ini terkesan abu-abu. 

Saya juga sebenarnya cukup geli dengan penggunaan panggilan “aa” dan “neng” yang digunakan sebagai panggilan sayang Qunti dan Seta. Berasa nonton Zaskia Gotik dan Vicky Prasetyo di televisi. 

Saya justru menyukai side story persahabatan Qunti dengan ketiga temannya yang aneh-aneh. Brenda, Leni, dan Tania. Geng yang suka bikin onar di sekolah.

Karena geng Qunti, mengingatkan saya pada ketiga sahabat saya di sekolah. Bedanya, Qunti dkk superior dan merajai seluruh jajaran siswa. Sementara geng saya, minimalis dan sukanya mendekam di perpustakaan. Karena kami berempat baru dekat di akhir-akhir jadwal sekolah menjelang Ujian Nasional.

Mungkin, kalau kami dekatnya dari awal, kami bisa menguasai sekolah. Mungkin.





Pictures are taken from:
https://www.goodreads.com/book/show/22195965-love-apart
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

4 Comments:

  1. Saya malah nggak pernah baca teenlit lagi sejak SMK deh. Saking sedikitnya yang saya baca, paling cuma 2-3 buku aja tuh selama saya hidup. Itu pun karena ada di perpustakaan sekolah sewaktu SMP.

    Permasalahan teenlit gitu-gitu aja, yak. Pacaran sama cowok udah kerja, tapi ceweknya masih terlalu muda. Ceweknya ngambeq terus minta dingertiin~ Wqwq. Jadi inget, seumur-umur pacaran, saya baru dua kali menjalin hubungan sama yang lebih muda. Pasti selalu yang lebih tua. Biar mengurangi drama-drama~ XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya masih, Yogs. Wkwk. Teenlit tuh semacam bacaan ringan dan receh yang dibutuhkan kalau sedang malas baca cerita yang berat-berat. Iya, kamu benar, konfliknya FTV banget :')

      Delete
  2. Aa dan neng, berasa nonton Zaskia Gotik dan Vicky Prasetyo di televisi.
    Hahahaha yawlaa ini papaan may. Ngakak yawlaaa

    Karena Qunti yang suka cemburuan ga jelas, ini ga ada adegan Qunti ikut acara katakan putus trus nyamperin dan ngintilin cowonya di sana ya? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang bikin geli, Lan, bacanya :( Bayangin kalau di dunia nyata ada yang begitu. Qunti cemburuan karena Seta sekantor sama mantannya. Adegan ngintilin nggak ada sih, kan mereka beda wilayah. Sama seperti kamu. Muehehe.

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.