Kecoa dan Dendam: Kisah Heroik Kecoa dalam Menyelamatkan Spesiesnya

Cover di Webtoon.

Komik paling bangkai yang pernah saya baca. Dulu saya mengira kalau “Watamote” adalah anime paling receh yang pernah saya tonton. Dulu saya mengira bahwa “Terlalu Tampan” adalah komik Webtoon paling rese yang pernah saya baca. Tapi semua hal tersebut dikalahkan oleh bedebah satu ini.

Kecoa dan Dendam.

Ini komik apaan dah isinya random banget. 

Kecoa dan Dendam ini menceritakan tentang seonggok kecoa yang ingin membalaskan dendam kesumatnya pada manusia karena dua alasan fundamental. Satu, ia kehilangan ibunya yang dibunuh manusia. Dua, ia kehilangan adiknya yang juga dibunuh manusia.
Pedih banget. Ironi di atas ironi.

Reno, nama kecoa minimalis tersebut, akhirnya memutuskan untuk membuat strategi matang bersama para koloninya untuk membalaskan dendam. Karena ternyata, bukan hanya keluarganya yang mati. Banyak kecoa-kecoa lain yang juga kehilangan keluarganya akibat ulah manusia dan semprotan Baygon yang mematikan. Atau one push Vape yang memabukkan.

Saya jadi ingat cerita pendek yang dituliskan oleh ibu suri Dewi Lestari, Rico De Coro. 

Personifikasi yang digunakan dalam cerita Kecoa dan Dendam mirip sekali dengan cerita Rico De Coro. Keduanya membongkar sisi lain kehidupan kecoa yang tidak kita ketahui. Bagaimana kehidupannya, bagaimana caranya mencari makan, dan bagaimana caranya menghidupi keluarganya.

Semua diceritakan di dalam Kecoa dan Dendam.

Yang membuat saya gemas, manusia yang diceritakan disini dibuat menjadi tokoh antagonis yang kurang ajar dan raja tega. Ada suatu adegan dimana induk kecoa sedang mencari makan untuk anaknya, namun harus rela mati karena diinjak oleh kaki manusia. Wasalam.

Lalu ada juga kepala keluarga yang mengambil makanan dari meja sebuah keluarga. Karena ketahuan, ibu dari keluarga tersebut lekas mengambil Baygon dan menyemprotkan gas beracun tersebut pada si kecoa. Mampus deh kecoanya. Wasalam juga.

Kan kesannya manusia jahat banget ya.

Padahal, mereka nggak tahu aja kalau manusia sebenarnya banyak yang takut pada kecoa. Apalagi kecoa yang bisa terbang. Lebih menakutkan berkali-kali lipat. Sebenarnya kalau emreka mau terbang dan menggunakan sayapnya dengan baik, manusia akan kabur sendiri kok. 

Kecuali saya.

Saya sih nggak takut sama kecoa. Dulu waktu di kosan sempat ada kecoa chaos, saya berhasil membunuh puluhan dari kawanan mereka sekaligus. Oke. Kedengarannya memang tidak kecoawi banget. Tapi mereka duluan yang menginvasi kos-kosan saya dengan semena-mena. Ya udah saya mampusin deh.

Komik ini juga mengusung hal-hal receh yang kekinian. Unik sih. Dan mesum. Anjir, banyak banget scene mesum yang ada di komik ini. Saking banyaknya, saya sempat berpikir kenapa bisa-bisanya komik ini lolos screening Webtoon Indonesia. Memang nggak eksplisit sih, tapi banyak diksi yang mengarah kesana. 

Ini authornya pasti laki-laki dan kebanyakan nonton adegan ikeh-ikeh kimochi. Pasti.
Sudah siap ikeh-ikeh kimochi katanya.

Tapi kalau kalian membutuhkan bacaan atau komik yang receh dan bodor, nggak ada salahnya kok membaca komik ini di Webtoon. Terbit setiap minggu dua kali dan dijamin kesal karena episode-nya pendek-pendek. Saya biasanya sengaja tidak membaca seminggu dua kali. Tapi saya anggurin dua minggu. Kan numpuk 4 episode tuh. Baru deh saya baca.
Mari kita balas dendam!

Kalau untuk segi gambar dan layout, saya no comment sih. Gambar gunung aja saya miring-miring. Apalagi gambar komik. Jadi menurut saya, komik ini bagus dari segi pewarnaan dan storyline. Komiknya tidak lebih sederhana dari komik panel “Tahilalats” karena disini detail dan ornamen-ornamen latar belakang komiknya lumayan berwarna.





Pictures are taken from:
Webtoon
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

2 Comments:

  1. BHAHAHAA, KECOA DAN DENDAAAMM! WUAAA!
    Aku baru baca yg awal2 doang sih.. Ampe adeknya mati. gak ngikutin, abs banyak webtoon yg bgus, jd bingung sndiri kdang mo bca yg mnaaahh :'D
    Emg sih, di sinikesannya manusia juahaadddd bgddd yakkk! tp.. mau bgimana lg, kecoa itu sprti wajib untuk dimusnahkan. wakakak. Agak geli pas scene manusia mkan kecoak yg dikata kurma itu deh.. Hmm, itu si adenya reno klo ga salah. Jijay bet asli.

    Stuju sih, soal gmbarnya kayak simple, tp.. cakeup! dan prcayalah, aku pun psti gabisa bgt gmbar bginian. Jd.. slalu satut sama smua creator webtoon! Hebwaaatt!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semua komikus emang tangannya ajaib sih, Lu XD

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.