Dear Mantan

Dear Nathan, sayang...

Dear, mantan.

Sebenarnya nggak ada lagi yang ingin saya sampaikan ke kamu. Nggak ada. Cuma mau cerita sedikit tentang kisah cinta Nathan dan Salma. Boleh ya? Dikit doang kok. Mungkin sekitar sepuluh menitan. Kalau nggak boleh, ya udah nggak usah dibaca. Saya ikhlas.

Dear, mantan.

Nathan ini badung banget. Tipikal siswa SMA yang memiliki latar belakang keluarga bermasalah. Dan memang benar. Keluarganya ternyata bermasalah. Ia kehilangan saudara kembarnya, Daniel. Karena sebuah kecelakaan dan kesalahpahaman. Ditambah, ia juga kehilangan ibunya yang kehilangan arah karena kepergian Daniel. Sementara ayahnya, menikah lagi. Sahabat masa kecilnya,  yang juga merupakan mantannya, meninggalkannya ke Amerika.

Kasihan ya, Nathan. Kamu kasihan pada Nathan juga nggak? Kalau kasihan, kita bisa bikin campaign #DonasiCintaUntukNathan. Supaya dia tidak kesepian lagi.

Dear, mantan.

Saat Nathan sedang terpuruk, kehadiran Salma mengubah semuanya. Nathan jatuh cinta pada kepolosan gadis itu. Dengan segala daya dan upaya, Nathan mendekatinya berbekal segala taktik klasik. Namun rupanya, Salma bukanlah gadis yang mudah untuk didekati. Karena ia belum pernah pacaran sama sekali. Nathan harus jatuh bangun untuk mendapatkan hati Salma. Harus. Dan semua hal yang dilakukan Nathan, tidak berakhir sia-sia. Alhamdulillah ya.

Salma akhirnya jatuh cinta juga pada Nathan. Dengan malu-malu, Salma mengiyakan pernyataan cinta Nathan. Mereka akhirnya jadian. Semua pembaca senang. 

Dear, mantan.

Kisah cinta Nathan dan Salma tidak semulus yang diharapkan. Mereka sering bertengkar, kadang saling mendiamkan. Yah, namanya juga remaja. Masih punya gejolak rasa yang tak terelakkan. Salah paham udah biasa. Iya nggak sih? Kita juga pernah salah paham kan dulu? 

Jangan ditanya. Sering!

Hahaha.

Oh, kamu mau tertawa juga?

Boleh. Silakan tertawa. Tapi jangan sampai menendang meja ya. Nanti kaki kamu sakit. Kan nggak lucu kalau kaki kamu bengkak dan ditanya oleh kekasih kamu yang sekarang lalu kamu menjawab, “Karena surat dari Mayang”. Gila aja. Bisa-bisa saya dibantai oleh kekasih kamu.

Dear, mantan.

Nathan dan Salma akhirnya putus. Dengan semua masalah yang menghantam mereka, masing-masing akhirnya menyerah. Eh, bukan deng. Sebenarnya yang menyerah hanya Nathan. Karena Salma terlalu kaku dan tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya. Nathan merasa, Salma nggak pernah benar-benar sayang padanya. Meskipun sesaat setelah putus, keduanya seperti kehilangan pegangan hidup. Semua terasa mengambang begitu saja. Mirip kuning-kuning di sungai gitu deh.

Kini saya kasihan melihat keduanya. Saya ingin mereka balikan. Kamu juga ingin mereka balikan nggak? Kalau iya, bikin campaign yang baru yuk! Kita harus mengajak orang-orang untuk mengetik REG (spasi) Nathan (spasi) Salma (spasi) Balikan lalu kirim ke customer service Telkomsel.

Bagaimana?

Oh, kamu nggak mau?

Kenapa? 

Malu?

Ah, biasa. Saya kan dari dulu emang malu-maluin. Kayak nggak hafal aja kamu.

Dear, mantan.

Cerita tentang Nathan dan Salma ini dituliskan oleh Erisca Febriani dalam sebuah buku yang berjudul Dear Nathan. Dulunya, cerita ini ditulis oleh Erisca di media sosial Wattpad. Kamu tahu Wattpad nggak? Dulu saya pernah nulis di situ juga. Tapi ceritanya saya hapus.

Menurut saya novel ini cheesy banget. Salma yang anak baik-baik dan polos berpacaran dengan Nathan yang bandel tingkat internasional. Sungguh kisah cinta jaman SMA yang sederhana, bukan?

Kalau saya ditanya apakah saya suka pada buku ini atau tidak, sebenarnya saya tidak mampu menjawab apa-apa. Saya suka karena ceritanya membuat saya bernostalgia. Saya nggak suka karena ceritanya - sebenarnya - biasa aja. Kurang menantang dan menggairahkan. 

Tapi saat difilmkan, pemeran Nathan adalah Jefri Nichol. Bisa kamu bayangkan saya takjubnya seperti apa? Saya nggak suka dengan Nichol karena dia terlampau sempurna. Ketampanannya, hampir sejajar dengan Nicholas Saputra. Aktor Indonesia kesayangan saya. Namanya mirip pula. Saya selalu iri dengan para pemuda tampan seperti Nichol. Bukan iri buat saya sendiri sih. Kan saya perempuan. Saya iri karena mereka gantengnya nggak bagi-bagi. Kan kamu jadi kurang ganteng. Itu aja.
Ini loh Nichol. Ganteng kan?

Dear, mantan.

Apakah kamu penasaran dengan kisah lanjutan Nathan dan Salma? Sebenarnya saya mau menuliskan semuanya di surat ini. Tapi ya bagaimana, saya takut dengan kekasih kamu. Nulis segini aja saya udah gemetaran. Gimana mau lanjut lagi? Saya nggak bisa ah. 

Kalau kamu mau, kita bisa bertemu untuk membicarakan kelanjutan kisah mereka. Nggak usah lama-lama. Sepuluh menit aja. Kita kopdar di tempat biasa. Saya ngeteh. Kamu ngopi. Lalu kita berpesta gorengan seperti dulu. Nanti saya ceritakan semua kisah Nathan dan Salma. Sekalian saya mau nanya kabar mama kamu. Dan papa kamu. Dan adik kamu. Dan kucing kamu. Mau nggak?

Tolong nanti kamu balas surat ini via burung merpati ya. Atau, saya kirimkan burung hantu milik Harry Potter untuk menangani. Tapi jangan sampai kekasih kamu tahu. Nanti saya dibanting olehnya.

Dear, mantan.

Jadi, sampai di sini aja. Surat dari saya. Kalau udah dibaca, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Kalau belum, ucapan terima kasihnya saya tunda dulu. Enak aja belum baca udah dapat makasih. Jangan bawa-bawa kebiasaan lama deh. Kan kita udah putus.

Ya udah. Sekian dulu.

Salam tempel untuk kamu.

Salam tampol untuk kekasih kamu.

Ciao!



Pictures are taken from:
http://style.tribunnews.com/2017/03/25/jefri-nichol-5-fakta-si-ganteng-yang-lagi-naik-daun-sudah-punya-pacar
https://www.tokopedia.com/tokotmindo/novel-dear-nathan-erisca-febriani
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

32 Comments:

  1. Tenang Mayang, kalo kamu dibantai oleh kekasih barunya, aku dan ichakhai siap melindungi kamu. Percayalah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lalu kita bertiga dilempar duit oleh kekasih barunya. Huahahaha.

      Delete
  2. Harusnya tuh y yang pantes meranin Nathan, Abang loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abang pantasnya jadi motor Nathan aja, bang.

      Delete
  3. Sebenarnya sosok yang pas buat meranin Nathan itu Budi Sudarsono. Sayang, dia bukan aktor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Budi Sudarsono cukup gahar untuk memerankan Nathan. Jefri Nichol mah pantasnya jadi pacar saya aja.

      Delete
  4. Dibaca dari tulisannya, Mayang memang menyebalkan ya. Beruntunglah si Mantan udah punya pacar baru.

    ReplyDelete
  5. Mantan dulu iya paling di sayang sekarang jadi setan haha

    ReplyDelete
  6. Nichol gak ganteng, tapi keren.

    Aduh, jangan main tempel tampol dong. Syerem!

    Kalo kata ibu ibu sekarang pelakor
    Daan.. kamu bakat dibenci bu ibu may!

    😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ganteng, Ruuum :(

      Ganteng, keren, dan berkharisma. Mirip NicSap :(

      Saya bukan pelakor. Kecuali untuk suami Bu Dendy. Huahaha.

      Delete
  7. novel-novel wattpad gitu emang kebanyakan cheesy yaa.. atau mungkin pasarnya bukan untuk seumuran kita may x))
    aku pernah iseng nonton filmnya, biasa aja kata aku mah. untunglah ketolong sama ketampanan jefri nichol. dia ini masih belasan tahun tapi kelihatan mateng banget gitu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betul. Terlalu cheesy tapi ya lucu juga buat nostalgia, Fa. Wkwk.

      Aku nggak nonton filmnya, Fa. Udah tau kalau bakal ngambang. Cukup liat Jefri Nichol di trailernya aja. Ehe.

      Delete
  8. ini lg mencari perhatian mantan??

    *mantannya silent rider*

    ReplyDelete
  9. Sejak difilmkan, Cover Novelnya udah kagak polos-polos putih suci gtu lagi loh yang tau-tau dalamnya ngisahin bad boy hehe. Covernya sekarang udah berwarna dan mejengin si akang Nicholnya...tapi kalau gue ya tetep salfok ke Salmanya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betuuul. Isi ceritanya abegeh sekalih. Kalau yang baca orang berumur seperti kita-kita, kayaknya udah nggak relevan. Muahahaha.

      Delete
  10. Gak tertarik. Khas TeenLit.

    Novel bergenre TeenLit yg pertama dan (kemungkinan besar) terakhir kali ane baca ya cuman novelnya si Luna Torashyngu yg judulnya "Beauty and The Best" waktu stm dulu. Ceritanya 'njelehi' dan gampang banget ditebak endingnya. Sampe sekarang malah ilfeel sama yg namanya genre TeenLit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ((njelehi))

      Bang, namanya juga novel remaja XD

      Saya dulu demen teenlit waktu smp loh. Masuk sma baru deh baca buku yang variatif dikit. Btw, George Orwellnya nunggu antrian ya :D

      Delete
    2. Tenang sis, mau dibahas kapan aja ane gak masalah kok :)

      Lagi bahagia ini, MU menang lawan liverpool ... Hahaha

      Delete
  11. Dear mantan
    dear mantan
    dear mantan
    ini sengaja komen spam

    ReplyDelete
  12. Dear Mantan,

    Kini aku kaya raya dan banyak uang, setiap hariku sibuk menghitung uang....


    .... Teller bank

    Review-nya keren dan lengkap. Selengkapnya mantan Lo :D

    ReplyDelete
  13. so mantabs guys....
    http://www.teampersebayasurabaya1927.blogspot.com
    Persebaya Surabaya

    ReplyDelete
  14. Si nichol menurut gue cocok aja2 meranin nathan, yahh itu menurut gue may, Ehem andai yg meranin Dilan si Nichol, nakalnya pasti dapat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi Dilan ideal aja kok diperankan oleh Iqbal X)

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.