Whyd You Only Call Me When Youre High

Arctic Monkeys in action.

 Judul: Why’d You Only Call Me When You’re High
Album: AM
Penyanyi: Arctic Monkeys
Tahun: 2013
Durasi: 2 menit 41 detik
Label: Domino
Genre: Funk rock

--- [] ---

Mayang: *calling Alex Turner from Arctic Monkeys*

Alex: Hey. Who’s there?

Mayang: Eng... Anu... *efek suara kresek-kresek*

Alex: Are you drunk?

Mayang: Mabuk cintamu? Iya.

Alex: Why’d you only call me when you’re high?

Mayang: Saya nggak tinggi-tinggi banget kok, Bang Alex.

Alex: Oh. Okay. What do you want?

Mayang: Masa depan bersamamu.

Alex: What are you talking ab...?

Mayang: *setel fitur penerjemah bahasa*

Alex: Cek... Cek... Oh. Halo. Ada yang bisa saya bantu?

Mayang: Ada. Saya ingin bertanya tentang beberapa hal pada Bang Alex.

Alex: Boleh. Silakan.

Mayang: Ehem... Oke. Saya mulai ya.

Alex: Sebelumnya, nama kamu siapa?

Mayang: Perkenalkan, nama saya Mayang.

Alex: Oh, sayang.

Mayang: Iyaaa. Iyaaa. Bener itu. Sayang.

Alex: Apriiil Mooop!!! Mayang kan? Mayang ya Mayang aja. Kok enak mau modus dipanggil sayang. Pft.

Mayang: Hm... Kok kamu ngeselin sih... Untung sayang...

Alex: Udah cepetan mau nanya apa! Keburu subuh.

Mayang: Iya, iya, baweeel. Bentar. Ini lagi nyari skripnya. Oh. Oke. Ini udah ketemu. Yuk, mari kita mulai perbincangan pada siang hari ini.

Alex: Ya.

Mayang: Bang Alex, kalau boleh tahu, Arctic Monkeys ini sejarahnya bagaimana ya? Bisa diceritakan detilnya seperti apa?

Alex: Apa ya... Panjang kalau mau diceritakan. Kamu mau mendengarkan dengan seksama dalam tempo yang sepanjang-panjangnya?

Mayang: Yaaa. Silakaaan. Buat orang ganteng mah apa yang enggak.

Alex: Oke. Band kami, Arctic Monkeys, terbentuk pada tahun 2002 di High Green, Sheffield. Saya, Alex Turner, sebagai vokalis dan dan pemain rhythm. Matt Helders sebagai drummer dan vokal dua. Lalu ada Jamie Cook sebagai gitaris dan Nick O’Malley sebagai pemain bass dan backing vokal. Eh, ada lagi satu teman kami. Namanya Andy Nicholson yang dulu bermain gitar. Tapi di tahun 2006, dia sudah keluar karena alasan pribadi.

Mayang: Mungkin Andy sibuk shooting film Toy Story.

Alex: Oh, bisa jadi. Bisa jadi.
The ganks.

Mayang: Lalu, bagaimana kelanjutannya?

Alex: Hm. Yang selanjutnya terjadi adalah, Arctic Monkeys terus berkarya hingga saat ini. Kami memiliki 5 album hingga sekarang. Album yang pertama adalah Whatever People Say I Am, That’s What I’m Not. Album ini sukses besar di pasaran dan kami merajai tangga lagu di beberapa negara. Kami juga meraih banyak penghargaan platinum di tahun 2006 tersebut.

Mayang: Gokil! Kalau ini sih sekali nembak, langsung tembus. Ngomong-ngomong, saya punya lagu favorit di album ini loh.

Alex: Oh, ya? Yang apa judulnya?

Mayang: You Probably Couldn't See for The Lights but You Were Looking Straight At Me. Anjir, saat pertama kali saya dengar lagu ini, saya sampai heran kok judulnya bisa sepanjang rel kereta api. 

Alex: Hahaha, iya. Itu memang ide kami semua. Bikin lagu yang panjang judulnya. Karena disadari atau tidak, manusia suka yang panjang-panjang.

Mayang: Yaaa, bang, yaaa. Saya juga suka yang panjang-panjang. Tambahan, saya juga suka When The Sun Goes Down, Mardy Bum, dan I Bet You Look Good on The Dancefloor. Ampun deh. Di video klip I Bet You Look Good on The Dancefloor, kamu ganteng banget, Bang Aleeex. Saya sampai ngences lihatnya. Rambutnya berantakan kemana-mana. Keren maksimal!

Alex: Hahaha, makasih. Saya memang ganteng. Sekarang juga ganteng kan?

Mayang: Ya. Gantengnya nggak bagi-bagi. Oke. Lanjut. Album selanjutnya gimana ceritanya? Belum dijelasin nih.

Alex: Album selanjutnya adalah Favourite Worst Nightmare. Album ini keluarkan tahun 2007. Setahun setelah peluncuran album pertama. Sebut kami produktif, karena memang selama setahun berikutnya kami sampai nggak tidur untuk mengerjakan album kedua tersebut. Di album inilah Andy keluar dan kami tinggal berempat hingga sekarang.

Mayang: Wow. Sungguh dedikasi yang luar biasa! Dan saya suka sekali dengan album kedua ini. Hampir semua lagunya saya suka. Tapi kalau boleh memilih, saya paling suka dengan Fluorescent Adolescent, Teddy Picker, dan Balaclava. Dan saya sebenarnya nggak paham judulnya yang lagu terakhir itu. Kenapa Balaclava? Kenapa? Kenapa? Jelaskan, Bang Alex! Kenapaaa?

Alex: Apakah semua hal harus dilengkapi dengan penjelasan? Saya kira naif kalau kita harus terus menuntut penjelasan pada semua kejadian. Kenapa tidak dibiarkan apa adanya? Kenapa harus dipusingkan? Kenapa? Kenapaaa?

Mayang: Hm. Baiklah. ORANG GANTENG MAH BEBASSS.

Alex: Hahaha. Lanjut aja ya. Album yang ketiga. Humbug. Dirilis tahun 2009. Jumlah lagu yang ada di dalamnya ada sekitar 10 butir. Kami tidak tahu mengapa, tapi album Humbug ini mengalami keloyoan. Penjualannya menurun. Dan sertifikat penghargaan yang kami dapatkan hanya satu. Di tahun ini, kami benar-benar merasa terpuruk.

Mayang: Yaaah... Padahal saya suka banget dengan lagu My Propeller. Lagunya lincah dan ringan banget. Tiap sore dulu saya nyanyiin di rumah.

Alex: Terima kasih. Saya terkesan. 

Mayang: Lalu, bagaimana dengan album keempat, Bang Alex?

Alex: Suck It and See? Di Amerika, penjualan album kami naik tiga kali lipat. Namun di Inggris, penjualannya menurun. 

Mayang: Benarkah? Hm. Memang kalau musisi harus menikmati fluktuasi penjualan gitu ya. Tapi yang saya suka dari Arctic Monkeys, kalian konsisten. Kalian nggak pernah berubah genre dengan mengikuti gaya musisi lain yang terkesan uji coba pasar. Kan tahun-tahun 2012 ke atas pasarnya musik EDM. Jedug-jedug gitu. Tapi kalian enggak berubah. Album kalian yang terakhir rilis, AM, tetap mengusung genre yang sama kok. Bahkan semua lagu di album AM saya suka.

Alex: Nah. Iya. AM menjadi titik balik dari Arctic Monkeys. Kami mendapatkan banyak ledakan luar biasa dari peluncuran album ini. Penghargaan. Keuntungan penjualan. Semuanya naik drastis di tahun 2013. Bisa dibilang, album AM adalah album yang paling meledak di ranah internasional. Keren kan?

Mayang: Iya. Keren abis!

Alex: Terima kasih.

Mayang: Oh iya, AM itu ada singkatannya kan ya?

Alex: Ada.

Mayang: Saya tahu! Saya tahu! Pasti Alex-Mayang kan? Yakan? Yakan? Yakan?

Alex: Dikira koalisi partai apa Alex-Mayang. Ngarang kamu. 

Mayang: HAHAHAHA.

Alex: Paling suka lagu apa dari album AM?

Mayang: Why’d You Only Call Me When You’re High.

Alex: Kenapa suka lagu itu?

Mayang: Apakah dalam suka harus selalu ada alasan? Saya kira naif kalau kita harus terus menuntut alasan pada semua perasaan suka. Kenapa tidak dibiarkan apa adanya? Kenapa harus dipusingkan? Kenapa? Kenapaaa? Jawab, Bang Alex. Kenapaaa?

Alex: Hahahahaha, dibalik anjir. Iya. Nggak perlu alasan. Bagian mana dari lagu itu yang paling kamu suka?

Mayang: Aduuuh, berat. SEMUANYA SUKA. Liriknya suka. Musiknya antik keren banget. Video klipnya bagus. Pokoknya saya suka semuanya deh! Tapi line yang paling ngena dari lagu ini adalah bagian chorusnya. Yang ini.

And I can't see you here when I'm high
Sort of feels like I'm running out of time

Alex: Saya juga suka bagian itu. Kayak lagi mabuk beneran.

Mayang: Lah, kan emang lagu ini lagunya orang hangover. Mabuk beneran. Gimana sih? Bang Alex ngajak berantem?

Alex: Hehehe, enggak. Ngajak jadian aja. Mau?

Mayang: MAUUU. YUK! KUA dekat kok!

Alex: Bentar. Bentar. Tadi belum lanjut bahas lagunya. Bagian chorus gimana?

Mayang: Ooohhh... Bagian chorus adalah bagian yang paling saya suka karena ada feeling bahwa yang mabuk ini benar-benar sedang nge-fly dan nggak bisa memikirkan hal lain selain kekasihnya. Menurut saya, bagian ini geblek abis. Running out of time. Kenapa nggak langsung telepon Uber aja? Naik. Kasih alamat. Bayar. Sampai deh di rumah. Kenapa harus telepon pacarnya dulu? Kelamaan.

Alex: Kalau liriknya telepon Uber dulu, lagu kami bisa-bisa nggak laku, May. 

Mayang: OHAHAHAHAHA. Iya, juga ya. Ya udah. Bener begini deh.

Alex: Tos dulu sini!

Mayang: Tos! Ngomong-ngomong, yang nulis lirik lagu ini siapa aja, Bang Alex?

Alex: Kami berempat nulis bareng-bareng. Aransemennya juga bareng-bareng. 

Mayang: Tolong sampaikan salam saya pada teman-teman Bang Alex ya. Terima kasih sudah menulis lagu secandu ini. 

Alex: Iya. Nanti saya sampaikan.

Mayang: Ngomong-ngomong lagi, Bang Alex udah makan siang belum?

Alex: Belum nih.

Mayang: Nah. Kebetulan. Mari kita makan bersama!

Alex: Dimana?

Mayang: Di hatimu...

Alex: BIP... *left the phone hanging*

Mayang: Bang? Bang Alex? Why’d you only ever phone me when you’re high? Why? Why? Why? 

--- [] ---


(Arctic Monkeys - Why'd You Only Call Me When You're High)





Pictures are taken from:
http://www.digitalspy.com/music/news/a561986/arctic-monkeys-alex-turner-change-has-freaked-people-out/
https://www.pinterest.com/pin/102738435223676800/
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

10 Comments:

  1. Sayang, eeh Mayang. KUA deket loh.. Ehh uhuk uhuk.. Kenapa jawabannya dibolak balik gitu?? Takut gosong ya..? Eh..

    Gini.. Baru pertama dengerin lagunya ternyata enak ya. ..😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arum bisa sepik-sepik ya sekarang. Diajarin siapa, Rum? Wkwk.

      Iya, Arctic Monkeys lagunya ena-ena. Coba yang Snap Out of It juga. Keren.

      Delete
  2. Review semua lagunya bagus2, bisa nyari sisi lain dari sebuah lagu buat jadi humor receh ato bahkan curcol :D ... Tapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Njir, malah kepencet publish duluan -_-"

      Tapi satu hal yg paling malah gak ente jabarin, sis. Gak ada satupun lagu2 itu yg ente kulik dari segi musikalitas lagu itu sendiri.

      Eh, coba dengerin lagu2 ini, semoga aja ente juga suka:
      • Primus - My Name is Mud
      • RHCP - Dani California
      • The White Stripes - Seven Nation Army
      • Stevie Wonder - I Wish
      • The Who - My Generation
      • Muse - Hysteria
      • Sigur Ross - Olsen Olsen

      Dari lagu2 yg ane sebutin ada satu kesamaan mendasar. Kalo ente jeli, pasti paham apa yg ane maksud :D

      Delete
    2. Anu, bang. Kalau bahas musikalitas rasanya saya terlalu newbie. Saya hanya penikmat aja kok. Saya nggak bisa bahas segi musiknya gimana-gimana. Takutnya malah terkesan sok tau nanti. Maaf :(

      Oke. Lagu-lagu rekomendasinya masuk list "1000 songs to listen before die" saya. Makasih ya!

      Delete
    3. By the way, saya tahu 4 dari semua lagu yang udah direkomendasi. Terutama Muse. Saya suka banget lagu Hysteria kok.

      Delete
  3. Sumpah ini bikin ngakak bgt, ya salam!!!! Ku juga mau dong dipanggil sayang *eh

    ReplyDelete
  4. Hahahaha saya ngakak sendiri di kantor nih mbak mayang
    hayo lo tanggung jawab..

    Saya belum lama dengerin lagu mereka
    itu juga dari temen yang dengerin pake earphone di kereta dan semua mata tertuju pada kita seakan menghakimi kalo kita ini LGB* -_- XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan buka blog ini di tempat umum kalau gitu XD

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.