One of the best books ever.

Judul: A Brief History of Time
Penulis: Stephen Hawking
Penerbit: Bantam Dell Publishing Group
Tahun Terbit: 1988
Bahasa: Inggris
Jumlah Halaman: 256 halaman

--- [] ---

“Mengapa kamu suka dengan Fisika?”

Adalah pertanyaan yang selalu dilontarkan setiap orang kepada saya selama lima tahun terakhir ini. Saya sendiri tidak selalu menjawabnya dengan alasan yang sama. Kadang saya menjawab “hanya iseng”. Kadang saya juga menjawab dengan “hehe” berkepanjangan. Kadang bahkan saya menjawab dengan pertanyaan balikan seperti “apakah suka pada suatu hal harus selalu memiliki alasan?” seperti politisi yang berkelit saat ditanyai tentang kiprah korupsinya.

Banyak juga orang yang membenci Fisika karena mereka memiliki trauma mendalam saat masih duduk di bangku sekolah. Rumus yang bertumpuk mirip cucian piring seminggu, teori yang panjang lebar, penerapan ilmu yang abu-abu dalam kehidupan sehari-hari, dan remidi setiap ulangan.

Hal ini kadang ditambah dengan adanya guru Fisika yang biasanya killer, botak di depan, tua, dan membosankan. Benar-benar kombinasi maut yang membuat mulut siswa berbusa dan megap-megap seperti ikan terdampar di pantai Kuta.

Namun, apa yang sulit dipelajari, bukan berarti sulit untuk dipahami.

Menurut saya pribadi, Fisika di sekolah terlalu terpaku dengan banyak limitasi dan kurikulum yang brengsek. Tidak fleksibel. Bukan 100% salah guru juga jika pembelajaran menjadi tidak menarik. Semua ini karena jam pelajaran yang dipangkas dan materi yang terlampau banyak.

Yakali ngajar tentang konsep Gaya hanya diberi waktu 2 kali pertemuan. Padahal banyak hal yang harus disampaikan seperti Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton, Hukum 3 Newton, dan aplikasinya dalam kinerja gerak alam semesta. Beda kasus kalau yang diajarkan adalah gaya foto selfie dengan bibir maju ke depan. Kalau itu, 5 menit juga kelar. 

*damn you kurikulum 2013 revisi*

Secara awam, bahkan Fisika harusnya bisa dipelajari oleh anak balita sekalipun. Bukan hanya anak tingkat SMA. Karena disadari atau tidak, semua hal yang ada di dunia, diatur oleh Fisika. Mulai dari hal yang paling sederhana, menuju ke hal yang paling kompleks. Mulai dari partikel yang paling kecil, hingga benda yang paling raksasa.

--- [] ---

Stephen Hawking adalah seorang fisikawan yang kini menjadi salah satu ilmuwan paling berpengaruh di abad ke 20. Dengan temuan ilmiahnya, esai-esainya, teori kontroversialnya, dan juga latar belakang kisah hidupnya, Hawking memberikan banyak pengaruh pada ilmuwan lainnya.

Saya sendiri termasuk yang mengagumi Hawking dengan semua tulisan ilmiahnya baik yang sudah menjadi buku cetak, ebook, maupun semua karyanya yang masih ada di portal online.

Dan buku A Brief History of Time ini adalah salah satu buku favorit saya sepanjang masa karena Hawking berhasil menuliskan beberapa konsep Fisika dengan bahasa ringan seperti narasi cerita pendek. Segala hal tentang astronomi, kosmologi, dan pembentukan alam semesta yang biasanya dianggap rumit dan serbasulit menjadi mudah dan menyenangkan. Bahasa yang digunakan Hawking bahkan dapat dipahami oleh semua orang yang tidak bergelut di bidang tersebut.
Indeed.

A Brief History of Time inilah yang menjadi pegangan saya dalam membelajarkan Fisika pada siswa.

Sederhanakan apa yang rumit. 

Serta...

Tanamkan pengalaman, bukan ilmu.

Dua hal yang saya dapatkan dari buku ini. Hal yang rumit tidak bisa dijelaskan dengan cara yang rumit. Ini sama saja seperti analogi memadamkan api dengan api. Fisika tidak harus dibelajarkan dengan rumus yang penuh angka dan simbol yang berbaris. Fisika dapat ditanamkan dengan pengalaman menyenangkan. Bahkan melalui film dan dongeng.

Di chapter pertama buku ini, Hawking menceritakan tentang astronomi. Ia menceritakan tentang kajian bentuk benda langit dan orbit yang dilintasinya. Saat Hawking mengamati kelas yang diadakan oleh salah seorang ilmuwan, ada seorang wanita tua yang menyatakan bahwa ilmuwan tersebut hanya bicara kosong. Wanita itu percaya seutuhnya bahwa bumi berbentuk datar dan mataharilah yang mengelilingi bumi.

Namun apa respon dari ilmuwan tersebut? Ia hanya tersenyum. Kendati ia tahu bahwa ada penurunan rumus bejibun yang dapat membantah teori geosentris dan flat earth, namun ia hanya menjelaskan dengan sederhana tentang eksperimen yang dilakukannya.

Saat ia mendirikan dua stik es krim di bawah cahaya matahari dengan jarak 100 meter, ternyata keduanya memiliki perbedaan kemiringan bayangan. Hal sederhana inilah yang menunjukkan bahwa bumi bukan datar. Tetapi bulat. Ia juga bertanya tentang bintang di langit utara, apakah wanita tersebut pernah melihat rasi bintang yang ada di langit selatan. Ternyata, ia menjawab tidak pernah. Hal kedua ini menjadi informasi tambahan yang membantah tentang teori bumi datar. 

Wanita itu lantas diam. Mungkin mengakui bahwa pendapatnya kurang tepat. Dan mendapatkan pengalaman tak terlupakan tentang kajian astronomi yang selama ini ditolaknya mentah-mentah.

Di chapter kedua, Hawking menjelaskan tentang angkasa luar dan waktu. Dengan gaya bahasa yang sama, Hawking menceritakan pada pembacanya dengan cara sederhana tentang adanya waktu. Mengapa waktu tidak dapat berhenti. Mengapa waktu tidak dapat diulang. Dan probabilitas mesin waktu di masa yang akan datang. Apakah dapat diwujudkan dan bagaimana potensinya.
Perhaps you should go check on McDonalds, sir.

Secara keseluruhan, buku A Brief History of Time memiliki 11 chapter yang akan membawa kita untuk mendapatkan pengalaman baru tentang Fisika. Bukan dengan rumus dan teori yang kabur, namun dengan narasi yang ringan dan mengalir begitu saja.

Seharusnya buku ini masuk menjadi salah satu bacaan wajib siswa SMA di kurikulum. Ya, seharusnya.





Pictures are taken from:
https://www.penguin.com.au/books/a-brief-history-of-time-9780857501004
https://quotefancy.com/quote/106391/Stephen-Hawking-If-time-travel-is-possible-where-are-the-tourists-from-the-future
https://www.thefreshquotes.com/top-50-stephen-hawking-quotes-with-images/i-believe-things-cannot-make-themselves-impossible-stephen-hawking/
http://www.tandro.co.uk/single-post/2017/05/02/Diamond-Connections

2 Comments

  1. salah satu penulis beken dan buku-bukunya kebanyakan jadi best seller. tapi saya bacanya gak pernah habis mbak, karena saudara saya baca versi bahasa inggris, itulah kelemahan saya. heee

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.