Somewhere Only We Know

One fine art of Keane from fans.

Judul: Somewhere Only We Know
Album: Hopes and Fears
Penyanyi: Keane
Tahun: 2004
Durasi: 3 menit 57 detik
Label: Island
Genre: Pop rock – Soft rock

--- [] ---

Keane adalah salah satu band asal British yang terdiri dari Tom Chaplin sebagai vokalis dan gitaris, Tim Rice Oxley sebagai pianis, bassist dan synthesizer, Richard Hughes sebagai drummer dan pemain perkusi, serta Jesse Quin sebagai bassist dan gitaris. Ketiga personil selain Tom Chaplin juga merangkap sebagai backing vokal. Sementara saya, fans karbitan mereka, menjadi backing soda.

Yuhu ~

Iya. Setiap saya mendengarkan Keane bernyanyi, saya pasti meletup-letup seperti adonan kue yang dikenai backing soda. Hati saya tumpah ruah saking senangnya dengan suara Tom Chaplin yang luar biasa menenangkan. Suaranya itu loh... SMOOOTH AS HEAVEEEN!!!

Nggak tahu lagi udah. Saya bahkan pernah bahas dia disini. Keane menemani saya selama saya frustasi dengan deadline kerjaan dan juga tugas akhir saat dulu masih kuliah. Pertengahan 2016. 
Keane saat konser.

Ada salah satu lagu Keane yang selalu sukses membuat saya diam. Mendengarkannya dengan seksama. Bahkan kadang menangis jika momennya cukup memungkinkan. 

Somewhere Only We Know.

Saya hampir tidak pernah bosan mendengarkan lagu ini. 

Ketika banyak lagu justru terasa hambar saat didengarkan berkali-kali, Somewhere Only We Know tidak pernah membuat saya jengah sedikit pun. Justru saya makin menyukai lagu ini lagi dan lagi.

Lagu ini juga pernah diaransemen dan dinyanyikan ulang oleh Lily Allen sebagai bagian dari promosi John Carol Christmas advert. Meskipun versi Lily Allen juga bagus dan lebih unggul dibanding saat dinyanyikan oleh Keane, saya tetap lebih menyukai versi aslinya.

Saat saya kesepian, saya selalu mendengarkan lagu ini.

Saat saya penasaran pada masa depan, saya selalu mendengarkan lagu ini.

Saat saya ingin menghapus seluruh rekam jejak saya di masa lalu, saya selalu mendengarkan lagu ini.

Saat saya lelah dengan semua hal yang ada di sekitar saya, saya selalu mendengarkan lagu ini.

Saya bukan manusia yang sempurna. Saya bukan manusia yang baik. Saya memiliki hal-hal kelam di waktu terdahulu. Oleh karena itu, di penghujung tahun 2015 lalu, saya pernah menuliskan satu wishlist yang ingin saya lakukan untuk sepuluh atau dua puluh tahun ke depan.

Saya akan kabur ke tempat baru. Tempat dimana tidak ada orang yang mengenal saya. Tempat dimana saya menjadi orang asing dan orang baru. Tempat itu, hanya saya yang tahu.

Saya ingin berganti nama dan identitas. Saya ingin lahir sebagai manusia yang baru. Sesulit apapun bahasanya, akan saya pelajari. Seaneh apapun masakan khasnya, akan saya nikmati. 

Disana, saya akan melakukan hal-hal tertunda yang saya inginkan sejak kecil. Saya ingin stargazing di lapangan terbuka. Camping di sana berhari-hari dengan membawa buku satu kardus dan mp3 player yang dilengkapi selusin baterai cadangan. Saya tidak akan membawa gadget selain pemutar musik turut serta. Persetan dengan media sosial. Persetan dengan ponsel dan laptop. Persetan dengan dunia nyata yang tidak jelas hitam dan putihnya.

Lalu saya akan menangkap ikan di sungai sebanyak-banyaknya untuk saya makan sendiri. Saya ingin makan pagi dengan ikan bakar. Makan siang dengan ikan goreng. Makan malam dengan pepes ikan yang dikukus. Saya akan makan ikan sepuasnya. Saya juga ingin mandi di sungai tanpa takut cedera oleh sampah yang meraja lela. Saya juga ingin berbaring di rumput hijau dan menikmati segarnya angin sepoi-sepoi yang mengenai rambut dan pipi. 

Di tempat baru itu, saya akan membuka lembaran yang benar-benar baru. 

Di tempat baru itu, saya juga akan menyisipkan pembatas buku.

Di tempat baru itu, saya akan tinggal bersama hal-hal yang saya cintai.

Saya akan tinggal di Somewhere Only We Know milik saya sendiri.

--- [] ---
Yeay! It's done!

Postingan ini menutup serangkaian acara #30HariMenulisReview di bulan Januari 2018. Ngomong-ngomong, saya tidak menyangka kalau saya bisa melalui tantangan ini dengan (tidak) sempurna. Saat memutuskan untuk ikut, saya bahkan sudah terlambat. Orang-orang sudah mulai menulis ceritanya sejak tanggal 1 Januari 2018 di blog maupun Instagram. Dan saya masih mikir mau menulis apa. Tanggal 1 Januari malam, saya baru benar-benar meyakinkan diri untuk ikut agenda ini.

What do I have to lose?

Begitu pikir saya saat itu. Tanpa pikir panjang, saya langsung memutuskan untuk menuliskan review tentang semua hal yang sudah saya tonton, baca, dan dengarkan. Film, buku, dan lagu. Tiga hal yang menjadi bagian dari tema blog saya selama ini. Ada banyak film yang sudah saya nikmati, namun belum sempat saya tuliskan. Ada banyak buku yang sudah saya baca, namun belum sempat saya ulas. Ada banyak lagu yang saya sukai, namun belum sempat saya bahas. Dengan ada kegiatan #30HariMenulisReview, sebenarnya saya ingin sedikit mengurai draft saya yang sudah ratusan sejak bertahun lalu karena vakum blogging. Berkali-kali. 

Tiga puluh postingan saya selama program ini berlangsung sebenarnya sudah menjadi draft yang menumpuk di salah satu partisi laptop dan juga blog. Banyak yang ingin saya tulis. Namun saya ilang-ilangan. Banyak yang ingin saya ceritakan. Namun saya kabur-kaburan. Mirip ingus yang susah keluar di kala hujan. Kadang mampet. Kadang netes. Ya gitu deh pokoknya. Ngeselin. Selama hampir sepuluh tahun blogging, saya vakum berapa kali ya. Banyak banget. Seperti menghitung jarum berserakan di tumpukan kain perca. 

*jadi bloger kok nggak konsisten amat sih, May*

Saya sendiri menulis review selama 30 hari ini banyak cacatnya. Saya sering telat. Sampai terkadang, postingan tiga hari ditulis dalam satu hari dan dijadwal beruntun. Urut. Padahal nulisnya gradakan. Curang abis. Saya juga sadar diri kalau nulisnya banyak yang berantakan. Mood naik turun dan tidak bisa diprediksi sama sekali. Apalagi kalau banyak kerjaan atau lembur, saya bahkan tidak sempat memikirkan apa yang akan saya tulis. Pokoknya asal tulis aja udah. Asal ada postingan.

Iya. Saya tahu ini nggak baik. Jangan ditiru ya.

Saya bahkan tidak pernah memperhatikan kaidah penulisan yang baik dan benar. Kadang bisa sendu banget. Kadang melo. Kadang beringas. Kadang meledak-ledak. Saya anomali. Dan fluktuatif. Saya pernah menulis panjang lebar sampai lebih dari 1000 kata. Tapi saya juga pernah menulis pendek, sekitar 400 kata. 

Yang paling saya ingat dari momen ini adalah saat saya terus menerus mencuri waktu di sela-sela jam kerja. Tiap ada teman lewat, saya lekas berpindah lembar kerja. Itu adalah hal yang paling mengesankan. Saya berasa sedang membuka film biru. Padahal mah aslinya kejar setoran tulisan di blog. 

Hahaha.

Banyak banget hal lain yang juga terjadi selama 30 hari ini. Sepertinya saya mau bahas di postingan lain. Februari mungkin. Kalau saya tidak lupa. Kalau saya tidak malas. Dan kalau saya tidak vakum lagi. Muehehe. Tangan saya nyaris keriting karena menulis dengan kekuatan ninja selama 30 hari non stop.

Tapi, tantangan ini juga membuat saya mengerti satu hal. Bahwa menyimpan draft yang tidak kunjung diselesaikan, sama seperti membawa ingus yang tidak segera dikeluarkan. Berat.

--- [] ---


(Keane - Somewhere Only We Know)





Pictures are taken from:
https://www.thetimes.co.uk/article/the-rock-star-whos-making-christmas-music-cool-again-7tprqqgwv
https://virusgarura.deviantart.com/art/KEANE-Perfect-symmetry-123744238
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

12 Comments:

  1. Selamaaaatt dan sukses!
    Jangankan 30 hari, project nulis bersama 2 minggu sekali aja, meletupnya ide baru di detik2 terakhir -_-

    Sini aku tantang; nulis dengan tema, 'mahar impian'. Deadline tangal 14 Februari.

    Hahahahahahaha.

    /dikeplak/
    /diblacklist/

    ReplyDelete
    Replies
    1. ((mahar impian))

      14 Februari 2019 ya? Hahahaha.

      Delete
  2. Wah gila. Wajar sih kalau banyak gimana gimananya orang 30 hari berturut-turut. Tapi salut banget gue sama orang yang ikutan itu dari kemaren. Disiplinnya kuat banget. Hohohhoh.

    ReplyDelete
  3. Wawww jadul iniii
    Old but Gold ya

    Congrats for finishing the Challenge!

    Gokillll keren bangettttt cucok meonggggg bukan lagiiiii parahhhhhh

    Aku sebulan bisa 5 postingan aja udah sujud syukur -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalian buat ngurangin draft sih ini, Ul. Kalau kamu fokus tesis dulu aja X)

      Delete
  4. Akhirnya beres juga ya
    tapi salut si bisa tetap konsiisten
    selamat mbak mayang...

    Saya sudah pernah coba nulis ODOP slama 30 hri banyak bolosnya kayak Absen kuliah..

    gimana kabar jarinya sudah mulai ada yang keriting gak XD

    ReplyDelete
  5. Lagu yang enak...pengen denger juga aaah Somewhere Only We Know

    ReplyDelete
  6. Astaga, 30 hari menulis review doang. gak bosan itu ya?

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.