See you again.

Judul: See You Again
Album: Furious 7 Original Motion Picture Soundtrack
Penyanyi: Wiz Khalifa ft. Charlie Puth
Tahun: 2015
Durasi: 3 menit 49 detik
Label: Atlantic
Genre: Hip hop – Pop rap

--- [] ---


Surat ini untukmu, Zahra. 

Zahra yang lucu, gampang terharu, dan pemalu.

Aku tak bisa mengklaim bahwa aku adalah sahabatmu. Teman dekat? Mungkin juga tidak. Kita hanyalah dua orang asing yang dipertemukan dalam satu dimensi ruang dan waktu. Aku bertemu kamu. Kita bercakap-cakap. Bermain bersama. Hanya sesederhana itu.

Sesekali aku ingat kamu pernah bilang, “Aku tak pernah secepat ini bisa nyambung sama teman yang baru berkenalan.”

Aku mengangguk dan bertanya dengan lagak sok ingin tahu, “Bagaimana dengan teman kosan dan jurusan?”

Kamu tertawa. Dan detik kemudian menanggapi, “Bisa sih, tapi ya lamaaa...”

Aku balas terkikik sambil menjawab dengan nada menggoda yang sombong, bahwa mungkin karena aku orang yang supel. Dan bawel. Kamu tertawa lagi. Namun kamu tidak menjawab. Tidak pula membantah.

Zahra yang cantik, yang langkahnya lentik, yang sifatnya unik.

Aku yang serba berantakan ini tak menyangka kalau kita akan memiliki kesamaan pada selera musik. Meskipun toh aku hanya penikmat musik abal-abal yang sekadar suka mendengarkan lagu dan menggubahnya dengan seenak hati dengan suara sumbang.

Kamu yang lebih menyukai kegiatan fangirling sampai-sampai mencari identitas mereka. Five Seconds of Summer dan One Direction adalah dua grup musik favoritmu. Hingga kamu hafal nama dan karakter masing-masing personilnya. Aku bahkan tak tahu dan tak bisa membedakan mana yang memainkan bass dan mana yang memukul drum. Kita kontras bukan?

Aku juga ingat saat kita menonton Maze Runner: The Scorch Trials bersama. Kamu suka sekali dengan Dylan O'Brien. Pemeran Thomas. Dan aku menyukai Thomas Brodie Sangster. Pemeran Newt. Kamu sudah berjanji bahwa kita akan menonton film yang ketiga di tahun 2017. Sekarang, filmnya sudah tayang. Apakah kamu masih mau menontonnya bersamaku, Ra?

Zahra yang manis, yang senyumnya nyaris tak terkikis, yang pola pikirnya dinamis. 

Aku adalah orang yang cuek, kadang ceplas-ceplos, lincah, menyebalkan dan ceriwis. Kamu hampir selalu tertawa geli jika melihat tingkahku yang katamu jayus dan lucu. Kamu selalu berkata dan bercanda, “Tingkahmu itu lho, Ay. Mana ada laki-laki yang mau kalau begitu?”

Kalau sudah begitu, aku hanya membiarkan kamu menggodaku habis-habisan. Karena aku suka melihat tawamu yang selalu lepas dan renyah. Saat melihat dan mendengarku bercanda.

Hingga aku bingung dan heran kala suatu waktu melihat kamu menangis. Pertama kali, aku akan menjauh. Bukannya aku bersikap cuek keterlaluan, tapi aku tak sanggup menahan air matamu. Kalau menangis dan tergugu, kamu akan terlihat kacau dan aku tak kuasa melihatnya. Aku hanya mampu menyeka kesedihanmu dengan bertingkah bodoh. Mencoba menghiburmu dengan lelucon garing yang tidak bermutu. Sampai kamu bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Zahra yang manja, yang penuh hal tak terduga.

Kau ingat, bahwa kau pernah meminta cake berbentuk lava saat tahu bahwa hobiku adalah memanggang kue? 

“Untuk ulang tahunku, Ay.” Begitu ujarmu kala itu. Semenjak itu, aku selalu bertekad membuatkannya. Tapi aku belum mampu mewujudkannya dengan adanya kau disana.

Kau juga selalu memanggil nama orang dengan sisipan huruf “y” dan “h” hingga terdengar menggemaskan di telinga.

Kau juga selalu memintaku yang grusa-grusu dalam berjalan, untuk melangkah pelan dan menunggumu. Sampai-sampai pernah kubilang, “Makanya nggak usah pakai heels.

Kamu hanya melengos dan diam saja. Namun segera tertawa saat aku menurunkan ritme berjalanku untuk mengiringimu dengan kaku dan terbata. “Jalanmu jadi aneh,” celetukmu.

Apakah kamu bisa bangun lagi dan mengatakan hal serupa, Ra?

Zahra yang lugas, pias, dan gampang cemas.

Kepribadianmu yang lugu dan parasmu yang multikultural. Sampai-sampai Pak Kepala Sekolah tempat kita praktik mengajar memanggilmu dengan akronim “sunmeja”. Yang kepanjangannya adalah Sunda-Medan-Jawa. Ayahmu orang Medan, Ibumu keturunan Sunda, dan ada sedikit campuran darah Arab dan Jawa yang teracik dengan sempurna menjadi keutuhan identitasmu.

Latar belakangmu yang kaya menjadi daya tarik tersendiri bagi orang lain. Bagiku, bagi mereka. Seperti ingatan saat kita pertama berjumpa dan aku berkata, “Kamu berbeda.”

Zahra yang sudah pergi meninggalkanku.

Kalau tahu kebersamaan kita hanya sepersekian waktu, harusnya aku bisa memaknainya dengan lebih padu. Harusnya aku melambatkan tapak jalanku, sehingga kamu tidak perlu menyuruhku menunggu. Harusnya aku menginap di tempatmu pada malam takbir itu. Harusnya aku tidak meninggalkanmu saat kamu sendu. Harusnya aku lebih perhatian padamu. Harusnya aku melarangmu jatuh cinta pada laki-laki itu. Harusnya aku mencegahmu pergi Kamis itu. Harusnya aku bisa tahu.

Harusnya aku...

Aku tak punya rangkaian kata lagi untuk menuliskan kepergianmu. Aku tak punya coretan warna lagi untuk melukiskan bayanganmu. Aku tak punya lembaran lagi untuk bercerita tentang kamu. Sesaat sarafku lumpuh menatapmu sudah berselimut putih dan kaku. Siang itu.

Zahra, maafkan aku. Jika memori yang pernah kutoreh sempat membuatmu marah atau kecewa. Zahra, terima kasihku. Karena dalam detik-detik suasana yang kita ciptakan bersama akan selalu jadi dongeng yang berharga. Beristirahatlah dalam damai. Aku yakin tempatmu di sisi Tuhan lebih permai.

Salam sayangku untukmu, Zahra.

--- [] ---

ZPO

Tersenyum dari: 5 Oktober 1994 – 5 Oktober 2015
Mengenalku dari: 2 September 2015 – Selamanya

--- [] ---
Orang bilang, persahabatan itu bukan perkara waktu. Tapi tentang sedalam apa rasamu saat sahabatmu pergi menjauh. Bukan atas dasar lama tidaknya bersama. Tapi tentang membekas tidaknya dalam relung jiwa. - Surakarta, 5 Oktober 2015
--- [] ---


(Wiz Khalifa ft. Charlie Puth - See You Again)





Pictures are taken from:
https://ordinarymanjournal.wordpress.com/2016/06/04/listening-to-see-you-again-feat-charlie-puth-by-wiz-khalifa/

0 Comments