Non-Stop Loving This Movie

Poster film Non-Stop.

There is no denial that I can not stop loving this movie.

Lagi-lagi akting Liam Neeson tidak pernah membuat kecewa penontonnya. Gokil parah. Film Non-Stop (2014) yang menceritakan tentang pembajakan pesawat ini berdurasi sekitar sejam lebih sekian menit. Sejak awal, baru masuk ke pengenalan nih cuy, film ini langsung menyita perhatian tanpa membuat saya berpaling sekejap pun.

Saya merasa telat banget bisa nonton film ini sekarang, karena biasanya film dengan genre begini jarang yang terlewat dari watchlist saya. Ini nggak sempat nonton dulu. Atau mungkin karena saya masih ribet dengan identitas baru. Entahlah.

Tahun 2016 saya ngapain aja sih?

Ehehe.

Baru deh sekarang saya mengeksekusinya karena ada rekomendasi dari seonggok alien. Saya mengunduh dan menontonnya dengan seksama. Sampai dua kali. Dalam sehari. Yakin lah, sumpah. Kayak belum bisa move on dari filmnya gitu, sehingga saya memutarnya ulang kembali dalam jeda waktu tak lebih dari 6 jam.

--- [] ---

Liam Neeson berperan dengan luar biasa menakjubkan di film ini.

Karakter dualisme yang muncul dalam diri Bill Marks, nama karakternya dalam film ini, membuatnya menghidupkan keseluruhan cerita. The whole storyline is made up by him, only him. Meskipun semua karakter pendukung tetap berkontribusi banyak, namun sebenarnya main point tetap ada pada karakter Bill sebagai kunci. Sifat gegabahnya, sifat cerobohnya, caranya menghadapi masalah yang fluktuatif, dan kenangan pahit yang terus menerus menyeretnya pada efek melankolis, membuat saya menyukai Bill disini. Manusiawi banget.

Dari semua scene yang dimunculkan dalam cerita, saya sangat menyukai bagian Bill yang berkejaran dengan waktu untuk menemukan pelakunya di menit ke dua puluh. Bisakah kita bayangkan, bahwa kita berada satu ruangan dengan penjahat yang tidak memberikan pilihan untuk mundur? Sudah jelas, creepy.

Film ini menyajikan ke-creepy-an tersebut dengan sempurna.

Semua hal dalam film ini saya suka. Sinematografinya bagus. Storyline-nya rapat dan intens. Opening-nya langsung membuat kita bertanya-tanya sekaligus terpana. Thriller-nya juara, membuat deg-degan berkali-kali dan kesal sendiri. Pengenalan karakternya smooth af. Ending-nya, hm, harus nonton sendiri baru komentar deh.

Clue: Everyone on the board has a secret.

Tapi ada beberapa bagian efek CGI yang saya kurang suka sih. Terutama pada momen dimana pesawat akan meledak. Meeen, come on. Meledaknya nggak make sense. Dengan bom jenis military, seharusnya efek ledakannya nggak hanya merusak bagian kiri ekor pesawat.

Sejauh yang saya tahu, sekecil-kecilnya jumlah TNT yang digunakan dalam merakit bom militer hitung mundur begitu, akan mampu merusak hingga radius kurang lebih 100 meter ke segala arah. Jika tidak, mungkin dentumannya yang ratusan desibel itu bisa merusak gendang telinga sampai berdarah.

Tapi dalam film ini, nope. Tidak begitu.

Semua penumpang selamat (kecuali bedebah yang membajak pesawat dengan kecerdikannya yang sungguh di atas rata-rata). Semua aman-aman saja sampai pesawat mendarat darurat dengan kondisi bodi yang compang-camping karena mengalami turbulensi hebat dan gesekan berat saat turun ke bawah, menukik tajam dari ketinggian 8000 kaki.

Meskipun begitu, saya harus mengatakan bahwa, “I freaking love this movie!”

Bagian paling menegangkan adalah saat Bill mencoba menginterogasi orang-orang di pesawat namun justru berakhir dihajar beramai-ramai oleh beberapa orang penumpang pria sekaligus. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi dan menuntut penjelasan. Sementara Bill keukeuh tidak mau melibatkan penumpang. Membuat saya gemas seperti emak-emak nonton Uttaran.

Sampai saya ingin berkata, “You’re too naive, Bill!”

Sifatnya yang sentimentil justru membuatnya terseret dalam kebimbangan antara kanan dan kiri. Antara iya dan tidak. Ia selalu terburu-buru dalam memutuskan sesuatu. Dan Liam Neeson bagus banget aktingnya dalam memerankan karakter sekompleks ini. Ekspresinya pas. Nggak terlalu dominan seperti ekspresi Voldemort saat kaget mengetahui Harry Potter hidup lagi ketika kembali ke Hogwarts. Dan nggak sedatar dada ekspresi saya saat nonton film cinta-cintaan.
Masih saya liatin. Bentar lagi saya tekel palanya Bill.

Jullian Moore juga. Udah berumur tapi kok masih cantik aja sih, tante?

Saya sampai heran ini orang kok nggak ada tuanya sama sekali. Dulu waktu berperan sebagai Presiden Coin di The Hunger Games juga masih terlihat bening dan berkilau. Macam kaca yang dielap menggunakan Cling. Di film Seventh Son juga cantik dan seksi abis karena berperan sebagai tokoh antagonis.

Cocoklah emang kalau Liam Neeson main bareng Jullian Moore. Absolut duo. Yuhu banget kan?

--- [] ---

Sebenarnya saya masih ingin nonton film ini lagi. Belum bosan, anjir. Mungkin saya bisa menontonnya lagi dan lagi jika ingin mendapatkan sensasi adrenalin saat naik pesawat. Selama ini kan saya kalau naik pesawat baik-baik saja. Ya, jangan sampai deh ada apa-apa. Amin.
All hail, maam ~

Tapi kok seru juga kalau ada pembajakan kayak gitu. Saya bisa ikut mencari pelakunya dengan menghajar satu per satu penumpang sampai giginya rompal dan ada yang mengaku. Lalu, salah satu dari mereka akan angkat kaki tangan dan memegang senjata berapi. Sebelum sempat melesatkan peluru, senjatanya akan saya sleding dan pelakunya akan saya gebukin sampai mampus. Kemudian, tubuhnya akan saya buang dari ketinggian beribu-ribu kaki. Sepertinya menarique ~

Dan sepertinya halu. Ahahahaha.

Yakali, ada bom di pesawat. Saya bisa jadi orang pertama yang kabur naik parasut dari kabin. Bom nggak pernah main-main efeknya kan. Sebagai salah satu orang yang pernah nontonin kejadian bom-boman di Solo tahun 2012 lalu, saya sedikit parnoan kalau berurusan dengan bom. Meskipun kalau disuruh ngerakit, saya bisa. #lah

--- [] ---

Film ini membuat saya relate pada kelakuan saya dulu saat masih sekolah. Main game di warnet atau di tempat rental PlayStation. Non stop. Sesorean sampai menjelang maghrib. Saya masih ingat betul rasanya kecanduan main game seperti apa. Nggak bisa resist, anjir.

Seperti bertarung dengan waktu dan kesal sendiri saat ketahuan orang tua dan disuruh pulang. Sama seperti kasus Bill Marks dalam film ini yang bertarung dengan waktu untuk menyelesaikan masalah pembajakan yang ada di pesawat.
Sebuah falsafah hidup gamers kelas kakap

Tiap pulang sekolah melihat teman-teman laki-laki menuju ke warnet, saya selalu seperti terseret untuk ikut dan mengalahkan mereka. Saya memang kompetitif. Saya nggak mau kalah kalau urusan game. Dulu. Sekarang sih bodoamat. Menang kalah udah biasa. Asal kalahnya nggak sama orang Pinoy.

Permainan monopoli aja saya nggak mau kalah. Bahkan ketika saya hanya jadi bandar bank yang memegang uang dan kartu rumah serta tanah, saya nggak mau kalah. Saya curangi teman-teman saya sampai mereka ngamuk dan nggak mau bermain lagi bersama saya. *oke, saya ngeselin*

--- [] ---

Anyway, postingan ini diikutkan dalam program #30HariMenulisReview. Sebagai tema tandingan #30HariBercerita yang sedang dicanangkan oleh salah satu komunitas blogger di sebuah akun Instagram. Sungguh sebuah gerakan yang produktif, sodara-sodara.
Semoga kuat ya, May ~

Saya akan menulis review selama 30 hari ke depan selama bulan Januari 2018. Dalam tema ini, saya membagi review-nya menjadi 3 babak. 10 hari pertama akan diisi dengan Review Film. 10 hari kedua akan diisi dengan Review Buku. Dan 10 hari terakhir akan diisi dengan Review Lagu.

Kalau ada yang berkenan ikut, boleh banget. Sebenarnya bukan karena apa-apa sih. Saya ingin blogger Indonesia tetap eksis. Jangan sampai kalah dengan influencer Youtube dan Instagram yang kini mulai mendominasi dunia maya.

Menulis itu menyenangkan kok. Setidaknya, jika kita menulis bukan untuk dibaca orang lain, kita harus menulis untuk membaca diri kita sendiri. Setidaknya, sekali seumur hidup, menulislah. Karena kita berhak memiliki kenangan yang bisa dibaca ulang.





Pictures are taken from:
https://ohthatfilmblog.com/2014/03/05/non-stop-2014/
https://nerdist.com/the-non-stop-trailer-gets-lego-ized/
https://www.youtube.com/watch?v=nODrjQUR5YU
https://www.rogerebert.com/reviews/non-stop-2014
https://www.uphe.com/movies/non-stop
https://www.addiction.com/4796/gamer-dies-spree-non-stop-play/
https://imagefinder.co/photo/64574/
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

10 Comments:

  1. Bom bom apa yang pedas? Ya betul. Bom cabe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bom bom apa yang bikin takut? Ya betul. Bom utang.

      Delete
    2. Bom bom apa yang enak? Ya betul. Bom apetite.

      Delete
    3. Bom bom apa yang bisa nyanyi? Ya betul. Bom jovi.

      Delete
  2. Not into action movie kalo ke bioskop, tapi kalau tiba-tiba tayang di TV pasti aku nonton wkwkwk

    That last line, tho
    Indeed, we deserve it :')

    Hidup Blogger!
    Alhamdulillah sejak youtuber dan instagrammer menjamur, blogger-bloggeran yang gak bisa nulis pada nyerah dan pindah lapak. Walhasil rezeki blogger makin banyak karena jumlah blogger tulen makin berkurang huehuehue #Panen #Hikmah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya so into action, thriller, fantasy, and horror movies. Sensasi thrillingnya itu selalu nggak nahan, Ul.

      Hidup blogger! Yuk ikutan. Kayaknya kamu bisa deh, Ul :D

      Delete
  3. Wah seleranya Mayang macho abis nih yang ini. Terus lagi-lagi kita berbeda selera, May. Film kayak gini biasanya aku lewatin, karena menurutku nggak bisa dibaperin alias dikaitkan dengan kehidupan pribadiku. Tapi kamunya bisa. Huhuhuhu.

    Sensasi tegang dan ketagihan yang kamu rasain ini kayaknya kurang lebih sama kayak pas aku nonton Oldboy kali, ya. Ehehehe.

    Waaah bikin engas nih programnya! Mau ikutan! Mau bangeeeet. Tapi aku nggak bisa segetol kamu, May. Nggak kuat nulis tiap hari huhuhuhu. Aku pantengin aja deh ya dengan setia. Yuhuuuu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku emang pada dasarnya pecinta hal-hal yang berhubungan dengan memacu adrenalin, Cha. Semua genre film sebenarnya aku suka. Tapi kalau boleh milih, favoritku adalah action, thriller, fantasy, dan horror. Bagus untuk kejiwaan. #lah

      Kalau melihat karakter kamu, kayaknya emang bener Oldboy bisa bikin olahraga jantung deh, Cha. Aku juga suka Oldboy!

      Oke. Doakan programnya lanjut sampai akhir Januari. Jadwal lagi padat-padatnya juga soalnya. Wkwk. Semoga kuat deh :')

      Delete
  4. Saya baru minggu kmren nton ulang film ini, karena bemgong gk ngpai2n buka lepi masih ada film ini hahaha

    Klo review saya blum pernah bikin review... pengen jg nyoba tp gak tau deh bs apa enggk
    Sekarang memang instagram dan youtube lebih d gandrungi anak zaman now

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba bikin satuuu aja. Nanti kelihatan kok gaya menulisnya :D

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.