New Perspective

I LOVE YOU, BRENDON URIE!!!

Judul: New Perspective
Album: Jennifer’s Body Original Motion Picture Soundtrack
Penyanyi: Panic! At The Disco
Tahun: 2009
Durasi: 3 menit 46 detik
Label: Fueled By Ramen
Genre: Pop punk – Alternative rock

--- [] ---

Panic! At The Disco membuat saya tidak tahan. Tidak tahan. Tidak tahaaan...

Tidak tahan untuk tidak mencintainya dengan sepenuh kewarasan saya. Salah satu band yang saya gilai sejak lama dan tiap hari saya lihatin fotonya karena personilnya ganteng-ganteng anjir sialan sumpah deh.

Iya, saya nggak munafik. Saya menyukai P!ATD karena Brendon Boyd Urie suaranya bikin kejang-kejang dan parasnya bikin tidur saya tidak tenang. Ganteng bangeeeet. Banget. Banget. Banget!

Dulu, waktu masih ada Ryan Ross, saya juga suka dengannya karena Ryan nggak kalah ganteng dari Brendon. Bahkan saya menyukai kedekatan mereka yang warbyasa intim. Apalagi di Twitter. Mereka pernah membahas film favorit saya juga, Cabin in The Woods. Dan saling membercandai film tersebut dengan lawakan receh. Sebagai fans garis depan, saya langsung mencet tombol favorit di twit-twit mereka. 

Pokoknya semua percakapan mereka yang saling sambar, langsung saya love-love aja udah. Nggak tahan ngelihatnya. Gemas! Gemas! Gemas! Lucu banget!

Kalau disuruh membuat sebuah plot kisah cinta, maka saya akan mengencani Ryan Ross selama belasan tahun, tapi menikah dengan Brendon Urie. Anak pertama kami akan bernama Bryan. Mnemonic dari Brendon dan Ryan. Lalu anak kedua kami akan bernama Rossie. Mnemonic dari Ross dan Urie. Setiap Minggu pagi, saya bersama mereka akan berjalan-jalan di taman dan membawa bekal piknik dengan berbagai makanan unik. Brendon akan tiduran membaca komik. Dan saya akan mengajak Bryan serta Rossie bermain monopoli dengan berbagai taktik. 

CANTIK!

Ah! Saya benar-benar gemas pada keduanya! Sehingga saat Ryan hengkang, hati saya remuk redam. Keluarnya Ryan Ross dari P!ATD merupakan patah hati terbrengsekque ~

Saya kecewa berat. Tapi sebagai Northern Downpour (sebutan bagi fans P!ATD), saya tidak akan mundur meskipun genre musik P!ATD sempat berubah-ubah setelahnya. Karena pada dasarnya, P!ATD memang terkenal dengan genre musiknya yang kaya dan musiman. Nggak tahu kenapa, tapi saya tetap suka.

TETAP SUKA!
Dari kiri ke kanan: Jon Walker, Ryan Ross, Brendon Urie, dan Spencer Smith.

Saya menyukai band ini saat pertama kali menonton video klip berjudul I Write Sins Not Tragedies yang merupakan lagu pamungkas pertamanya dari album A Fever You Can’t Sweat Out. Album pertama P!ATD yang membuat saya nge-fly seperti orang mabok nikotin.

Aaaaa... Saya suka banget sama band ini. Sukaaa bangeeet!

Album pertama A Fever You Can’t Sweat Out (2005) mengusung genre pop punk dan alternative rock. Cadas abis. Semua lagu-lagunya juga nyentrik dan judulnya... Judulnya yaampun. Kreatif! Liriknya juga cerdas banget tipikal cowok-cowok rebel kesukaan saya. Anjir lah. Keren pokoknya!

Album kedua Pretty Odds (2007) membawa angin baru dengan membawa genre slow rock semacam The Beatles. FYI, yang ngefans dengan The Beatles adalah Ryan Ross. Dan album kedua ini mayoritas lagu dan gubahan nadanya dibuat oleh Ryan dan Brendon. Uh... So sweet!

Yang ketiga, ada album Vices and Virtues (2009). Disinilah momen dimana Ryan Ross dan Jon Walker memutuskan berpisah dari P!ATD dan membentuk band baru bernama The Young Veins. Mereka keluar karena merasa genre P!ATD tidak lagi bisa dipaksakan sejajar dengan The Beatles. P!ATD harus kembali pada genre original mereka seperti di album pertama. Setelah kedua personil tersebut keluar, di band hanya tinggal Brendon Urie dan Spencer Smith, drummer-nya. 

Personil baru bernama Dallon Weekes pun masuk dan menggantikan posisi Ryan Ross. Namun di album ini, P!ATD bukan kembali di genre awal. Mereka justru mengombinasikan genre pop punk, alternative rock, dan slow rock secara marjinal di album ini. Lagu Hurricane mewakili genre pop punk. Dan lagu Sarah Smiles merepresentasikan genre slow rock. Oke. Brendon belum bisa move on dari Ryan!

Di album keempat, P!ATD kembali membuat perubahan pada genre lagu-lagunya. Too Weird to Live, Too Rare to Die! (2012) membawa genre hard rock dan disco. Bahkan ada unsur RnB dan blues di beberapa lagunya. Disini, Spencer Smith terpaksa keluar karena memiliki masalah kesehatan yang cukup serius akibat kecanduan napza. P!ATD hanya terdiri dari Brendon dan Dallon. Di momen ini, P!ATD dicap sebagai band yang sering bongkar pasang personil. TAPI SAYA TETAP SUKA. Yang penting bukan bongkar pasang kelamin, yakan? Good.

Di tahun 2016, P!ATD mengeluarkan album baru dengan nama Death of The Bachelor. Album ini tak disangka tetap membawa genre yang sama dengan album sebelumnya. Namun single yang berjudul sama seperti albumnya, Death of The Bachelor, membawa genre ballad. Gokil! Gokil! Gokil! 

Brendon ini hampir semua genre bisa. Semua alat musik juga dia bisa. Kalau boleh saya bilang, Brendon Boyd Urie calon suami saya ini memanglah born to be a star!

Saya makin ngefans dan menggilai Brendon. Tapi dia sudah punya istri. Namanya Sarah Urie. Dan ternyata lagu berjudul Sarah Smiles yang dari album Vices and Virtues dulu merupakan lagu untuk istrinya. 

Does she know that my destiny lies with her? Sarah...

Oke. Fiks. Ini adalah patah hati terbrengsekque part dua.

Dan saya baru tahu kalau Brendon sudah menikah sejak 2015. Tahunya udah lama sih, tahun 2016 juga saya udah tahu. Saya bahkan mengikuti akun Twitter istrinya. Setelah beberapa saat, patah hati saya menjadi biasa aja. Saya jadi menyukai Sarah sama seperti menyukai Brendon. Mereka couple goals banget. Romantis abis sampai bikin gula darah naik. 
Patah hati dedek, bang ~

Kalau diibaratkan, Brendon dan Sarah ini sama seperti Vino dan Marsha. Dulu saya sempat kecewa saat Vino Giovani Bastian menikah, tapi setelah kesini, saya makin suka ngelihat Vino dan Marsha mesra-mesraan di timeline Instagram. Mereka juga couple goals banget. Versi lokal.

Lalu, jika ditanya lagu P!ATD favorit saya apa, maka saya tidak akan menjawab dengan lagu-lagu yang ada di album discography mereka. Tidak akan! Meskipun saya menyukai SEMUAAA LAGUUU MEREKAAA, saya memiliki lagu sendiri yang menduduki puncak klasemen lagu-lagu P!ATD di hati dan pikiran saya.

New Perspective.

--- [] ---

Saya tidak tahu lagu ini dari radio atau dari portal musik tempat saya mengunduh lagu secara ilegal dan gratisan. Bukan. Bukan dari situ. Saya tahunya malah dari film. Film horor. Yang main kembaran saya. Megan Fox. Judulnya Jennifer’s Body. Jadi ceritanya, P!ATD diminta untuk mengisi soundtrack film ini. Saat saya selesai menonton filmnya, saya penasaran dong ya. Kok ada suara mantan saya nyanyi. Tapi saya belum pernah mendengar lagu ini sebelumnya. Ternyata oh ternyata...

Judulnya New Perspective.

Single khusus yang dibuat Brendon untuk film ini. Khusus. Entah mengapa saya langsung jatuh cinta pada liriknya yang rich dan deep. Tipikal Brendon banget lah kalau nulis lirik yang beginian memang. Bikin mikir. 

Can we fast-forward till you go down on me?

YESSS, WE CAAAN!!!

Setiap saya mendengar lagu New Perspective dan tiba saatnya di kalimat itu, saya rasanya ingin membalas dengan jawaban yang sama. Yes, we can. Yes, we do. Yes, we will. Yes, of course. Dan yes-yes yang lain. Pokoknya yes! Nggak tahu kalau Anang.

Umpama Brendon ikut audisi Indonesian Idol, saya bahkan nggak hanya memberikan tiket emas kepadanya untuk langsung lolos ke Jakarta. Nggak akan. Saya akan memberikan padanya tiket liburan ke Disneyland, tiket umroh, tiket haji, tiket pesawat murah Air Asia, tiket kereta eksekutif Gajayana, dan tentu saja...

TIKET KE HATIQUE ~

*ambil semuanya mas, ambiiil*

Stop there and let me correct it. I wanna live a life from a new perspective.

Dua kalimat dari lagu New Perspective ini juga membuat saya selalu menyukuri hidup dan berusaha untuk memandang hidup dengan perspektif yang berbeda. Kalau dulu saat saya masih ingusan, saya cenderung memandang masalah dari satu sisi saja, maka karena adanya lagu ini, saya bisa berubah. Tepatnya, karena kutipan lagu ini, saya berubah.

Dan karena kutipan ini juga, saya makin menyukai Panic! At The Disco.

--- [] ---


(Panic! At The Disco - New Perspective)





Pictures are taken from:
http://kroq.radio.com/2017/03/29/watch-kroq-winner-helps-stryker-introduce-panic-at-the-disco-to-sold-out-forum-crowd/
https://rebelbloggers.wordpress.com/2014/06/27/panic-at-the-disco-the-history-and-evolution-from-emo-royalty-to-whacky-vegas-pop/
https://greenweddingshoes.com/glamorous-malibu-wedding-sarah-brendon/
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

4 Comments:

  1. Tolong foto foto saya (Yoga Urie) jangan diupload terus terusan.

    Ku juga suka PATD. Sayang, tinggal Brendon doang. Si Dallon balik jadi additional player. Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoga Urien. Bukan Yoga Urie. Tolong ya.

      Iya, sekarang tinggal mantan saya aja nih. Si Brendon. Dallon out of contract per Desember 2017 kan. Sepi.

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.