Game of Thrones, Game of Zones

Buku pertama dari serial Game of Thrones.

Judul: Game of Thrones
Penulis: George R. R. Martin
Penerbit: Bantam Spectra
Bahasa: Inggris
Tahun Terbit: 1996
Jumlah Halaman: 694

--- [] ---

Kalau ditanya apakah saya termasuk yang menyukai cerita fantasi dan kolosal? Maka saya akan menjawab “iya” meskipun tidak semua cerita dengan tema seperti itu saya sukai.

Waktu kecil dulu, saya adalah penikmat sinetron Misteri Gunung Merapi. Saya selalu menonton sinetron tersebut di televisi bersama kakak, ibu, bapak, dan almarhum eyang putri. Apalagi saat ada adegan gerandong, salah satu tokoh dalam sinetron itu keluar, saya akan histeris dan kegirangan. Entah karena otak saya yang agak geser atau apa, tapi kata ibu saya demikian.  

Bahkan julukan “gerandong” sempat hits di Sekolah Dasar saya dulu. Anak yang nakal akan dipanggil dengan nama tersebut. Dan saya termasuk anak yang nakal. Banget. Jadi implikasi selanjutnya, kalian pasti sudah tahu apa.

Beranjak menuju bangku Sekolah Menengah Pertama, beberapa sinetron asal negeri ginseng, Korea Selatan, mulai diputar di televisi. Meskipun saya nggak suka dengan drama Korea, sampai sekarang, namun saya menyukai drama Korea yang satu ini.

Jewel In The Palace. Menceritakan tentang Dae Jang Geum yang merupakan tabib perempuan pertama di Korea. Episode dalam drama Jewel In The Palace ini banyak banget. Ada sekitar 50-an. Berbeda dengan drama Korea sekarang yang hanya belasan. Drama kolosal Korea ini bagus karena mengangkat cerita historis tokoh nyata disana yang bernama sama, Dae Jang Geum. Setting-nya ada di masa lalu saat Korea masih berbentuk kerajaan murni, di jaman Joseon.

Maka dari itu, saat saya menemukan buku ini pertama kalinya, saya langsung membelinya. Game of Thrones. Karya George R. R. Martin.

 --- [] ---

Game of Thrones menceritakan tentang perebutan tahta dari tujuh kerajaan yaitu Stark, Lannister, Tyrell, Baratheon, Tully, Martell, dan Arryn. Ketujuhnya menguasai masing-masing dataran dan kerajaan yang berbeda. Klan Stark di Winterfell menguasai daerah utara. Klan Tully di Riverrun menguasai The Riverlands. Klan Arryn dari Eyrie merajai daerah The Vale. Klan Lannister dari Casterly Rock mengatur wilayah The Westernlands. Sementara Baratheon, yang berasal dari Storm’s End, mengatur pemerintahannya di The Stormlands. Klan selanjutnya, Tyrell, berada di Highgarden dan menguasai The Reach. Yang terakhir, klan Martell di Sunspear, menguasai daerah Dorne.

Ketujuh klan tersebut memiliki simbol dan kekuatan masing-masing. Seperti misalnya klan Tully, disimbolkan oleh ikan. Klan Lannister disimbolkan oleh singa dan klan Stark disimbolkan oleh serigala. Simbol-simbol tersebut merepresentasikan masing-masing sifat dan karakter klan.

Lannister yang licik dan buas, menjadi salah satu klan terkuat yang nantinya akan selalu ambisius untuk menguasai klan-klan yang lain. Apalagi saat Jaime Lanniester berhasil menghancurkan kerajaan mahsyur yang satu lagi, Targaryen. Dari situlah masalah dalam buku ini dimulai.

Sebenarnya, memang ada klan satu lagi yang tadinya menguasai seluruh klan dan dunia. Klan Targaryen yang disimbolkan oleh naga. Di King’s Landing, tempat dimana raja seluruh klan bertahta, klan Targaryen mengatur semua roda pemerintahan dengan baik. Namun adanya pengkhianatan dan kudeta oleh Robert Baratheon dan Jaime Lannister, seluruh anggota klan tersebut ditumpas habis. Mereka berdua lalu mengklaim Iron Throne yang tadinya merupakan milik Targaryen.

Namun... Mereka tidak tahu bahwa masih ada dua Targaryen yang hidup dan nantinya mulai untuk menuntut balas. Viserys Targaryen dan Daenerys Targaryen. Kakak beradik yang merupakan anggota terakhir klan Targaryen.

Bedanya, Viserys ini rada goblok dan menyebalkan. Ia menjual adiknya pada kelompok Great Grass Sea yang dipimpin oleh Khal Drogo. Mulanya, Daenerys tidak menyukai suaminya, meskipun ia menjadi “ratu” di kelompok tersebut dengan titel “khaleesi”. Istri raja. Namun lama-lama, Daenerys menyukai Khal Drogo dan sempat kehilangan saat suaminya meninggal di akhir buku.

Buku ini merupakan buku pertama dari seri Game of Thrones yang menceritakan tentang kebangkitan klan Targaryen, pengkhianatan klan Lannister terhadap klan Stark, dan pengenalan setiap karakter dari semua klan yang nantinya akan dibahas satu per satu latar belakangnya. Dengan tebal dan jumlah halaman yang hampir mencapai angka 700, buku pertama serial Game of Thrones ini adalah buku yang tepat untuk orang-orang maniak cerita kolosal. So thrilling.  

--- [] ---

Game of Thrones sendiri sudah diangkat menjadi serial televisi HBO. Sekarang bahkan sudah mencapai season 8. Hampir setiap kemunculan season-nya, Game of Thrones menjadi berita yang booming dimana-mana. Bahkan ada yang sempat membuat meme dari beberapa karakter di cerita ini. Salah satu kalimat yang seringkali digunakan di banyak media sosial adalah “winter is coming”.
Serial televisi Game of Thrones.

Overall, buku ini nagih banget. Setiap saya ingin berhenti membaca karena mata sudah lelah di akhir bab tertentu, saya pasti dibuat penasaran dengan kelanjutannya. George R. R. Martin pintar sekali dalam menuliskan cliffhanger di setiap akhir bab yang membuat pembacanya tidak bisa berhenti. Sialan. Saya menghabiskan buku ini dalam dua hari dan hanya tidur dua jam setiap malam karena tidak sabar ingin menyelesaikan jalan cerita yang ada di dalamnya. Kalau saya nantinya bisa mengikuti event book signing George R. R. Martin ini, saya akan menuliskan memo padanya.

“You should add some sleeping pills inside the book!”





Pictures are taken from:
http://www.marieclaire.co.uk/entertainment/books/best-holiday-reads-ever-242516
https://www.hbo.com/game-of-thrones
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

30 Comments:

  1. Keren banget bisa ngabisin GoT cuma 2 hari.

    ReplyDelete
  2. Luar biasa, keprok2.. Syemangat baca bukunya semoga menular ya mbak May.. Btw, sebulan baca berapa buku mbak? Kayaknya produktif banget nih :D

    ReplyDelete
  3. Sanjiw memang Mayang. Santap jiwa!

    Memang maniak novel kolosal yang hqq. Gitu ya kalau ngerasa yang dibaca itu nagih, May. Ngorbanin waktu tidur. Aku jadi ngerasa nggak ada apa-apanya sama kamu soal nuntasin rasa penasaran akan sesuatu. Nontonin series Black Mirror season 4 semalaman aja aku udah ngeluh sakit kepala. Padahal cuma enam episode dan satu episodenya itu cuma sekitar 50 menitan. Lemah :(

    Btw apakah seriesnya bikin nagih kayak bukunya juga, May?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, Black Mirror. Series paling surem yang pernah kutonton. Tapi sejak season 2 udah nggak ngikutin. Sekarang udah ada season 4 nya aja, Cha? XD

      Series GoT bagus kok. Tapi bagus aja. Nggak ada bangetnya. Paling suka season 1. Selebihnya biasa. Tapi bisa dicoba kalau kamu penasaran dengan series kolosal yang "beda" dari yang lain. Ada anu-anuannya loh.

      Delete
  4. "Unaaraaa unaraa aju unaaaaaa..."

    Soundtrack Janggeum

    XD

    #DuluJugaNonton


    tapi entah kenapa aku engga kepengen nonton Game of Throne, takut addicted dan mantengin semua seri nya which is super long wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jang Geum tak pernah mati. Satu-satunya series Korea yang saya simpan di HD, Ul.

      GoT nggak bikin addicted kok XD

      Delete
  5. Saya biasaa habisin 12 jam untuk bermain game ini loh

    ReplyDelete
  6. udah di saranin nonton atau baca GoT. dan kayaknya emang bagus.

    ReplyDelete
  7. "Saya menghabiskan buku ini dalam dua hari"
    Miss wktu baca buku ini matung yak? gak makan, gak minum, gak ke kamar mandi.. buset jago amat O_O

    aku ngikutin nih yg di tipi..di hbo. seru emang. mamaku jg suka. ceritanya bagus. gak ketebak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau udah baca buku, suka lupa waktu soalnya. Sama seperti saat kamu jatuh cinta. *ini apaan dah jadi baper*

      Delete
  8. Game of Thrones ini ceritanya sangat menarik. Saya juga suka mengikuti ceritanya. Seru sekali :)

    ReplyDelete
  9. Haha, kalo ngomongin Game of Thrones ane paling suka ama Petyr Baelish. Njir, ini orang keren banget dimata ane. Ini orang cerdasnya gak ketulungan, selain itu juga orang yang paling jago dalam hal memanipulasi pikiran ama memakai "topeng" untuk menutupi tujuan sebenarnya dia. Karakter paling "abu-abu" dalam Game of Thrones (menurut ane).

    Tapi sayang, season 8 udah gak ada dia lagi ToT

    ReplyDelete
    Replies
    1. Petyr Baelish emang mastermaind-nya Game of Thrones, bang. Saya juga suka banget cara-cara liciknya memanipulasi emosi dan pikiran orang. Dan dia anteng banget saat melakukannya. Gokil abis.

      Delete
  10. Dae Janggeum ya Allah XDDDD

    Inget banget dulu ada beberapa episode yang gak boleh ditonton sama umik soalnya ada adegan suka2an. Padahal suka2an doang....eh apa sama ciuman ya? Emang ada ciumannya? -_- halah lupa.

    Selama ini 'Game of Thrones' banyak berseliweran dimanapun aku hidup. Kupikir mah film atau game gitu. Jelas selama belum ada yang ngasih, ga bakal nonton huahaha. Kalo nge game juga ngga jago.

    Nah, baru tau awalnya dari buku xDDDDD siapa yang mau minjemin aku :( /dasargakmodal
    /digepuk

    Kalo dari cuplikan yang ditulis kak Maya, kayaknya ini tipe buku aku banget. Terjemahan, fantasy, trus yadayada wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jang Geum emang legenda sih. Kamu angkatan tahun berapa kok udah nonton Jang Geum juga hei? X)

      Game of Thrones ini buku. Diangkat jadi series HBO. Bagus untuk yang suka genre kolosal. Tapi banyak adegan nude-nya. Jadi saya sarankan, kamu jangan nonton. Cukup baca bukunya. Kalau deket mah, saya bisa pinjemin, Zahrah XD

      Delete
  11. Sumpa 700 halaman dalam 2 hari, parah si keren banget...

    Pengin banget nonton serialnya tapi belum sempet. Bukunya juga deh, soon. Tapinenak mana, baca bukunya dulu apa nonton dulu?

    ReplyDelete
  12. Gue cuma tau serialnya doang, tapi pas udah beberapa episode, gak dilanjutin karena pasti kewalahan saking banyaknya. Haha..

    Kalo soal grandong, ada beberapa temen juga sih yg dijuluki grandong, saking boomingnya. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang udah season 8 aja, Dian. Emang banyak sih. Saya nggak ngikutin sejak season 5 karena ceritanya makin biasa aja. *balada penikmat cerita karbitan*

      Gerandong emang identitas banyak anak generasi 90-an. Termasuk saya. *sadar diri*

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.