Ex Machina. Film tentang humanoid robot dan artificial intelligence yang penuh dengan twist.

Adanya humanoid robot di dunia memang sudah mulai mendominasi pasar riset. Katanya, bahkan satu dekade ke depan, mungkin ada beberapa lapangan pekerjaan yang dialihfungsikan pada robot karena pertimbangan efektivitas dan efisiensi.

Hal ini sejalan juga dengan adanya penelitian tentang artificial intelligence yang mulai dikembangkan juga melalui pembuatan “otak buatan” yang berisi fake neurons. Fungsinya sama seperti neuron otak manusia. Otak buatan ini mampu mentransmisikan data, mengatur kinerja semua organ tubuh, dan memberikan respon kepada lingkungan serta rangsangan.

Kedua hal inilah yang kemudian diangkat oleh Alex Garland pada debut pertamanya sebagai sutradara. Screenplay dan storyline di film ini juga ditulis sendiri oleh Alex. Bahkan rumornya, ia menulis film ini from scratch. Dari basic. Gokil abis.

Ex Machina (2015) merupakan film dengan genre science fiction thriller yang menceritakan tentang programmer, humanoid robot, dan artificial intelligence. Film dengan durasi 108 menit ini didistribusikan oleh Universal Pictures dan diproduksi oleh DNA Films.

Film ini mendapatkan banyak sekali penghargaan dan juga critical acclaims karena mengangkat isu sains dan teknologi yang masih menjadi perdebatan. Beberapa plot hole mendominasi, membuat Ex Machina sukses membuat beberapa reviewer dan penontonnya bertanya-tanya.

Namun di balik semua itu, menurut saya Ex Machina adalah film yang cerdas. Beberapa scene memang tidak dijelaskan secara lugas, namun hal tersebut lah yang menjadi daya tarik tersendiri dari film ini.  

Film ini menarik untuk didiskusikan.

--- [] ---

Caleb Smith (Domhnall Gleeson) merupakan pegawai sebuah perusahaan yang bekerja di bidang search engine bernama Blue Book. CEO dari perusahaan ini, Nathan Bateman (Oscar Isaac), merupakan seorang jenius dan ambisius yang ingin menguasai pasar teknologi dengan mengembangkan sebuah robot humanoid mirip manusia yang dilengkapi dengan artificial intelligence berupa wetware (terbuat dari gel dan fiber optik yang dipadatkan menjadi mirip komponen Integrated Circuit).
I know who Alan Turing is.

Caleb ini terpilih menjadi volunteer di rumah, laboratorium, dan pusat penelitian pribadi milik Nathan yang berada di tempat terpencil di tengah hutan belantara. Ia akan menjadi volunteer untuk ikut dalam Turing test yang dilakukan oleh Nathan terhadap karya terbarunya bernama Ava (Alicia Vikander).

Ava ini merupakan sebuah humanoid robot yang memiliki artificial intelligence. Ia berjenis kelamin perempuan dan didesain oleh Nathan untuk bisa merespon percakapan dengan bahasa Inggris yang fasih. Bahkan Ava bisa memberikan feedback yang bagus, flirting, serta mengungkapkan perasaannya pada orang lain. Lebih canggih lagi, Ava bisa mengatur power black out pada sistem keamanan di rumah Nathan dengan kecerdasannya.

Turing test yang dilakukan Caleb selama seminggu di rumah Nathan, akhirnya mengungkap berbagai kejadian janggal yang dilakukan oleh bosnya dalam mengembangkan robot dengan kecerdasan buatan tersebut. Caleb pun merasa tertekan dan masalah semakin klimaks. Dan ending-nya akan ditutup dengan berbagai plot twist yang luar biasa brengsek.

--- [] ---

Ada beberapa plot twist yang sengaja dimunculkan Alex Garland dalam film Ex Machina. Beberapa terkait dengan isi film Ex Machina sendiri, sementara yang lain terkait dengan kejanggalan teknologi yang digunakan di dalam film. Termasuk di antaranya tes yang digunakan dalam penelitian Nathan.

Ngomong-ngomong, jika kalian sudah menonton filmnya, penjelasan di bawah bisa mengungkap beberapa hal yang membingungkan dalam film ini. Namun jika belum, pembahasan ini akan mengandung sedikit spoiler. Jadi, kalian bisa skip tulisan ini daripada urung untuk menonton filmnya. Oke?

Satu. Turing test yang dilakukan dalam film ini hanya berlangsung selama satu minggu.

Turing test adalah tes yang dikembangkan oleh Alan Turing (seorang kriptoanalisis dan penemu komputer). Tes ini digunakan untuk mengetahui dan melakukan determinansi terhadap fungsi kerja sebuah mesin berdasarkan analsisis kripto, apakah mesin tersebut sudah sesuai dengan desain blue print atau belum. Tes ini dilakukan dengan merekrut beberapa volunteer untuk mengoperasikan mesin tersebut. Sementara pada pengembangan artificial intelligence, Turing test dilakukan untuk mengetahui interaksi mesin dengan manusia dan bagaimana implikasinya secara sistematis.
Do you want to go on a date with me?

Turing test ini sama seperti beta test di perusahaan hardware dan software. Setelah dilakukan alfa test (tes internal), produk harus diujicobakan pada beberapa responden untuk menguji kelayakannya melalui beta test. Turing test dapat dikatakan akurat jika jangka waktu penelitiannya cukup lama dan menggunakan beberapa responden sekaligus.

Namun di film ini, Nathan hanya merekrut Caleb sebagai satu-satunya volunteer beta test yang dilakukannya. Bahkan, Nathan sempat berbohong dengan mengadakan seleksi di perusahaannya. Seakan-akan Caleb mendapatkan keberuntungan dengan terpilih sebagai volunteer untuk ujicoba Ava. Padahal, Nathan sudah melakukan riset lama sebelumnya untuk memilih Caleb. Jadi, terpilihnya Caleb sebagai volunteer, bukanlah sebuah kebetulan. Tapi rekayasa.

Dan Nathan ini memang bangke. Ia bahkan sempat mengatakan bahwa jika ada risiko terhadap penelitian, hilangnya Caleb tidak akan berpengaruh apa-apa bagi perusahaan. Caleb memang tidak memiliki keluarga karena ia anak tunggal dan kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan mobil, sehingga Nathan tidak akan rugi dan merasa bersalah jika ada apa-apa pada Caleb ke depannya.

Dua. Nathan selalu membuat humanoid robot dengan jenis kelamin perempuan.

Pertanyaannya adalah. Mengapa perempuan? Hal ini juga dilontarkan oleh Caleb saat pertama kali mengenal Ava. Mengapa humanoid robotnya diberi jenis kelamin? Mengapa tidak dibiarkan gray identity (tanpa gender) saja, sehingga tidak mempengaruhi psikologi volunteer yang menjadi bagian dari Turing test?
Ada alasan di balik penciptaan robot perempuan Nathan.

Nah, menurut saya pribadi, ini karena pribadi Nathan yang memang gampang horny-an. Sebagai scientist dan juga developer program, Nathan ini memiliki karakter yang bajingan. Ia merupakan peminum akut, pemabuk. Hampir semua isi laci dan loker di dapurnya adalah bir dan vodka. Tak terhitung berapa botol yang ia konsumsi dalam satu hari. Ia juga sempat bercinta dengan Kyoko, asisten pribadinya, yang di awal dia bilang bahwa Kyoko merupakan orang Jepang dan tidak bisa bicara bahasa Inggris. Padahal, Kyoko adalah salah satu robot humanoid ciptaannya. Bukan perempuan asli.

Kyoko ini memiliki kulit sintesis yang mirip perempuan serta organ kelamin yang lengkap. Berbeda dengan Ava yang masih memiliki fisik robot, masih terlihat kabel dan wetware yang menyusun kerangka tubuhnya. Mungkin karena itulah Nathan memilih Kyoko sebagai asistennya dibandingkan Ava. Padahal, secara kecerdasan dan respon, Ava jauh di atas Kyoko.

Tiga. Nathan sudah tahu bahwa Ava ini merupakan ciptaannya yang paling sempurna, namun masih ingin membuat humanoid robot lagi.

Nathan sempat mengatakan bahwa ia akan me-reset Ava dan mengarsipkan otaknya. Ia bahkan ingin menghapus memori Ava untuk dikembangkan menjadi humanoid baru. Padahal, Nathan sudah tahu bahwa Ava adalah karyanya yang paling bagus dan sempurna.
Nathan. Ilmuwan yang dibunuh ciptaannya sendiri.

Ada scene dimana Caleb tanpa sengaja menemukan ruangan berisi semua robot buatan Nathan dan rekaman alfa test-nya pada semua robot perempuan tersebut. Beberapa adegan bahkan memperlihatkan bahwa robot ciptaan Nathan diperlakukan tidak wajar. Jika ada kesalahan coding, robot tersebut akan dikurung dan dirusak oleh Nathan. Terakhir, mereka akan disimpan di kotak-kotak dalam ruangan tadi. Kelakuan Nathan sungguh tidak robotiawi.

--- [] ---

Humanoid robot dan artifical intelligence merupakan dua hal yang tidak akan ada habisnya jika dibahas. Hampir semua ilmuwan di bidang sains dan teknologi sedang meneliti tentang itu. Saya sempat membaca beberapa buku tentang HR dan AI yang memang pembahasannya mindblowing sekali.
(Kiri) Salah satu buku yang membahas kecerdasan tiruan.

Ke depan, prospek pengembangan dan pemanfaat HR serta AI sepertinya bisa mendominasi perusahaan teknologi dunia. Meskipun kita tahu bahwa robot humanoid terhits di dunia, Sophia, masih memiliki kekurangan saat berbicara. Terlihat dari cara berbicaranya yang masih memiliki delay untuk memproses respon dari neuron otak buatannya.





Pictures are taken from:
http://oscar.go.com/news/winners/ex-machina-is-2016-oscar-winner-for-visual-effects
http://www.catholicworldreport.com/2015/04/30/nick-olszyk-ex-machina-looks-great-thinks-poorly/
http://filmint.nu/?p=15288
http://cinemorgue.wikia.com/wiki/File:Ex-machina.jpg

0 Comments