Eleanor and Park Againts The World

Cover novel Eleanor and Park.

Judul: Eleanor and Park
Penulis: Rainbow Rowell
Tahun Publikasi: 2013
Bahasa: Inggris
Penerbit: St. Martin Press
Jumlah Halaman: 329 halaman

--- [] ---

Eleanor dan Park bertemu di bis sekolah. Eleanor dan Park saling asing dan tidak memandang. Eleanor dan Park mulai berkenalan satu sama lain. Eleanor dan Park saling menunjukkan ketertarikan. Eleanor dan Park jatuh cinta dengan cara paling sederhana di dunia. Melalui selera musik yang sama.

--- [] ---

Ringkasan cerita tentang novel Eleanor and Park di atas sebenarnya sudah menggambarkan keseluruhan cerita. Eleanor dan Park merupakan dua remaja yang berusia 16 tahun. Eleanor adalah penduduk asli Omaha. Sementara keluarga Park adalah pendatang disana. Park memiliki ras campuran. Amerika dan Korea. Diceritakan bahwa Park memiliki kulit kuning pucat, khas Asia. Dan Eleanor putih kemerahan. Khas warna kulit orang Amerika.

Mulanya, Park dan Eleanor tidak saling menyapa karena mereka sama-sama berkepribadian tertutup. Bedanya, Eleanor bisa lebih terbuka daripada Park. Sedangkan Park lebih gemar mendengarkan bagaimana cara Eleanor menyampaikan kegiatan sehari-harinya. Park adalah pendengar yang baik. Be like Park. #lah

Eleanor seringkali di-bully karena rambutnya yang merah dan keriting. Gadis ini juga tidak memiliki teman karena selera pakaiannya yang dicap aneh oleh teman sekelasnya. Sementara Park, merupakan tipikal anak laki-laki yang cool dan disukai perempuan. Belum lagi matanya yang sedikit sipit. Jika tersenyum dan tinggal segaris, perempuan satu kelas akan histeris.

Namun memang keanehan semesta. Jalan ceritanya tak bisa ditebak sama sekali. Park justru jatuh cinta pada semua kejanggalan Eleanor.
Ilustrasi Park dan Eleanor.

Kisah cinta Eleanor dan Park yang menyala dan apa adanya, akan membuat kita terbawa pada saat-saat remaja. Bagaimana cinta monyet bekerja dan merusak sistem kerja otak kiri. Setiap detik berdetak. Menusuk-nusuk di hati.

*kenapa jadi lirik lagunya Bondan and Fade To Black ya*

Intinya, novel Eleanor dan Park ini merupakan cerita cinta klise yang cheesy. Namun juga menantang. Tidak terlalu manis. Tidak pula penuh pahit. Semuanya pas. Benar-benar representasi cerita cinta di usia remaja yang penuh dengan rasa penasaran dan emosi tiada terkira.

Kalau kamu sedang mencari rekomendasi novel bertema cinta yang ringan dan tidak terlalu nyesek seperti milik Nicholas Sparks, tulisan Rainbow Rowell dalam bukunya berjudul Eleanor and Park ini adalah pilihan yang tepat sekali.

--- [] ---

Melihat cara Park dan Eleanor jatuh cinta, saya teringat cerita seorang siswa saya yang beberapa waktu lalu bercerita tentang current crush-nya. Gebetan terbarunya di sekolah. Murid saya ini bernama Vallent. Bukan Vallentino Rossi ya. Vallent aja. Nama panjangnya, katanya masih dirahasiakan.

Vallent punya pacar baru namanya Mia. Tapi tidak bilang kepada ibunya. Dan entah mengapa bisa, Vallent justru keceplosan pada saya di pertemuan les privat yang pertama. Padahal kami baru berkenalan. Usut punya usut, ternyata ibunya Vallent menguping dari ruang tamu.

“Kok kamu punya pacar nggak bilang-bilang mama?”

Tiba-tiba ibunya nongol di ujung pintu. Vallent gugup. Saya diam. Sambil berusaha menahan tertawa.

“Eng... Anu, Ma...”

Vallent mendadak gagap.

“Putusin. Nggak boleh pacaran dulu sebelum kuliah.”

Ibunya mulai marah. Dan masih lanjut berpesan pada saya.

“Bu Guru, tolong Vallent dinasihatin. Jangan boleh pacar-pacaran dulu. Suruh belajar yang benar ya.”

Saya hanya mengangguk. Vallent menunduk. Masih takut.

“Nurut sama mama ya. Pacarannya nanti aja waktu udah kuliah.”

“Bu May juga waktu SMP nggak pacaran?”

“Hmm... Gimana ya...”

“Kalau sekarang punya pacar nggak?”

Saya diam. Tidak menjawab.

“Memangnya pacaran harus nunggu dewasa dulu ya? Kalau nemu yang cocok sekarang nggak boleh? Aku sama Mia tuh sama-sama suka komik One Piece.”

Saya menghela napas. Untung sukanya komik One Piece. Bukan komik yang lain. Komik obat batuk misalnya.

“Boleh. Tapi dengan menemukan kecocokan, bukan berarti kamu dan Mia harus bersama. Setidaknya untuk sekarang. Nanti aja kalau udah kuliah, kamu nembak Mia lagi. Oke?”

Vallent diam. Tapi mengangguk sejurus kemudian. Dan sesi les sore itu diakhiri dengan Vallent bercerita tentang kecantikan dan keunikan Mia yang sedikit nakal dan gesrek kalau bercanda. Serta club sepak bola kegemarannya. Manchester United.

--- [] ---

Yang putus Vallent. Tapi yang baper saya. Pulang-pulang, saya langsung membaca novel Eleanor and Park lagi. Saya juga langsung memasukkannya dalam list review buku. Baru kesampaian menuliskannya sekarang. 
Perhaps I will like the death if it's with you.

Setelah membaca ulang, saya baru menyadari bahwa saya baru saja menemukan Park versi saya. Park yang selera musiknya sama seperti saya. Park yang kadang menyebalkan. Park yang selalu membuat emosi Eleanor naik turun. Park yang pendiam dan misterius. Park yang menyimpan sejuta rahasia di matanya. Park yang introvert bukan main namun hanya bisa bebas bercerita dengan kekasihnya. Park yang perhatian. Park yang posesif. Park yang bercandanya sampai membuat Eleanor terjatuh, sama seperti saat saya menendang galon air di kamar kosan. Park yang jika tertawa, mampu membuat Eleanor tidak tidur semalaman.

Park dan Eleanor adalah benda dan bayangan dalam cermin. Saling merefleksikan diri. Saling mengisi. Dan saling memahami.

Sama seperti Eleanor dan Park. Saya dan dia adalah refleksi yang saling menyelamatkan diri dari ironi hidup masing-masing. Semoga.





Pictures are taken from:
https://www.amazon.com/Eleanor-Park-Rainbow-Rowell/dp/1250012570
https://booksandbowelmovements.com/tag/eleanor-and-park/
https://8tracks.com/evieoneill/live-for-you-an-eleanor-and-park-mix
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

2 Comments:

  1. Aku bacanya sambil senyum2 mbak.. Duh, kayaknya bagus nih berasa kaya lg nostalgia.. Haha

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.