Do You Want To Have Breakfast at Tiffanys?

Cover buku cetakan baru.

Judul: Breakfast at Tiffany’s
Penulis: Truman Capote
Penerbit: Penguin Books
Tahun Terbit: 1958
Jumlah Halaman: 170 halaman

--- [] ---

Kata orang bijak, jika kamu ingin mencuri hati seorang gadis, jangan mengajaknya makan siang atau makan malam. Sarapan bersama adalah hal paling krusial untuk memenangkan hatinya.

Katanya... 

Tapi kalau dipikir-pikir, ini benar kok. Kebanyakan adegan sarapan pagi yang ada di buku, komik, maupun film, dapat menimbulkan sensasi manis-manis menggigit yang memicu diabetes. Breakfast in bed misalnya. Dengan nampan berisi nasi goreng dan jus jeruk yang dibawa ke tempat tidur sembari membangunkan pasangan. Menurut saya ini adalah hal yang lebih romantis dibandingkan dengan dinner mewah di sky lounge atau restoran kelas atas.

Bayangkan, setiap pagi kesayangan datang dengan cinta dan sepiring masakan yang sederhana. Berjalan ke arah kasur. Dan tersandung ujung bed cover. Lalu makanannya tumpah di kepala. Sungguh cara untuk bangun pagi yang luar biasa romantis bukan?

Mengutip adik saya, sarapan juga merupakan acara makan yang paling esensial di antara ketiga jadwal makan lainnya. Sarapan itu penting, bunda!

Orang justru banyak yang mengabaikan sarapan dan makan dengan porsi banyak di waktu siang atau malam. Seharusnya, justru sarapan yang harus memiliki porsi lebih banyak karena semua nutrisi makanan yang kita makan selama rentang waktu pukul 6 hingga 10 pagi, akan diserap seluruhnya oleh tubuh menjadi kalori yang dapat digunakan seharian. 

Sama seperti Holly Golightly. Ia selalu memulai harinya dengan sarapan sepotong croissant dan segelas kopi panas di depan toko perhiasan Tiffany’s sebelum kembali tidur lagi dan beraktivitas di malam harinya.

--- [] ---

Holly adalah tokoh perempuan yang ada dalam novel berjudul Breakfast at Tiffany’s. Holly menggambarkan cerminan perempuan Amerika di tahun 1960-an yang menyukai dunia gemerlap dan foya-foya. Namun di balik semua itu, Holly juga merupakan perempuan dengan sejuta rahasia. Bagaimana dia menyembunyikan identitas aslinya, adalah hal paling gila yang bisa saya temukan dari buku ini.

Paul Karjak, seorang laki-laki yang menjadi tetangga apartemen Holly, menyukai gadis itu dengan segala sifatnya yang slacky. Mereka berteman akrab sejak pertama bertemu dan berkenalan karena Paul mengingatkan Holly pada kakak laki-lakinya yang bernama Fred. Holly yang merupakan primadona di club-club malam memiliki reputasi sebagai playgirl dan sudah mengencani banyak sekali pria. 

Semenjak mengenal Paul, ia selalu bercerita tentang kisah cintanya dengan pria lain dan bagaimana ia menjalani hari dengan sejumlah agenda dan pesta. Namun kembali, Holly tidak pernah memberitahukan identitas yang sebenarnya pada Paul. Sekalipun ia menyukai teman ngobrolnya itu.

Breakfast at Tiffany’s memiliki storyline yang ringan dan style penulisan yang luar biasa mengalir apa adanya. Tidak ada unsur pemaksaan komedi meskipun ada beberapa kalimat yang mengundang gelak tawa. Misalnya saat Holly menceritakan bahwa ia sering mencuri barang dari toko di masa remajanya.
Novel ini sudah difilmkan di tahun 1960 dan dibintangi oleh Audrey Hepburn.

Truman Capote sukses menuliskan cerita komedi romantis yang menjadi salah satu karya sastra klasik Amerika. Novelnya bahkan sudah dicetak ulang berkali-kali dan diterjemahkan ke berbagai bahasa di seluruh dunia. Karena novel ini, Truman Capote menjadi salah satu novelis Amerika yang paling legendaris sepanjang satu dekade.

--- [] ---

Beberapa kutipan menarik dari Breakfast at Tiffany’s didapatkan dari karakter Holly yang lincah dan tidak dapat ditebak. Ekspresinya yang kaya dan gaya tutur Holly yang ceplas-ceplos menjadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak pria jatuh cinta padanya.

Mencuri dapat menghasilkan ledakan kegembiraan. – hlm. 76

Kutipan pertama ini merupakan gambaran cerita Holly yang suka mencuri di saat remaja. Ia hampir pernah mengambil berbagai jenis barang dari toko perhiasan, toko buku, toko topi, dan toko aksesoris tanpa ketahuan. Boleh dibilang, Holly ini tidak hanya cantik dan licik, namun juga bandel dan cerdas. Dia juga selalu memanggil semua orang dengan tambahan “darling”, membuat para pria salah paham dan mengejarnya hingga ke apartemen.

Rata-rata kepribadian manusia mengalami pembentukan ulang, bahkan tubuh kita setiap beberapa tahun sekali membutuhkan perbaikan menyeluruh. Diinginkan atau tidak, perubahan adalah hal yang alami. – hlm. 79

Kepribadian Holly berganti-ganti selama 21 tahun. Ia selalu memiliki identitas baru setiap bertemu dengan orang baru. Cara Holly menghadapi setiap karakter lain yang ada dalam cerita ini selalu berbeda-beda. Ia seakan punya banyak topeng sejumlah orang yang dikenalnya. Saat bertemu A, ia akan menjadi Holly A. Dan saat bertemu B, Holly akan berubah menjadi Holly B.

Dan ini mengingatkan saya pada diri saya sendiri.

Ada kemungkinan, selama ini saya hidup seperti Holly.





Pictures are taken from:
https://www.pinterest.com/pin/319474167287533008/
http://www.inquiriesjournal.com/articles/915/holly-golightly-and-the-endless-pursuit-of-self-actualization-in-breakfast-at-tiffanys
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

2 Comments:

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.