Sebuah Jawaban


Ketika banyak pertanyaan yang muncul dalam benak, maka jawaban adalah solusi yang paling utama untuk menghapus segala resah dan risau. Meskipun juga, ada beberapa pertanyaan yang semestinya tidak perlu dijawab. Seperti alasan kehadiranmu, misalnya.

--- [] ---


OST: Evanescence - My Immortal


"Sebuah Jawaban"

Awalnya semua berjalan seperti malam-malam yang biasa
Sampai suatu masa yang tidak pernah kita ketahui hadirnya
Apakah kamu sama seperti milikku yang terdahulu?
Memintaku tidur lelap setelah membaca buku
Sambil membenahi anak-anak rambut yang berserakan di dahiku

(kabut tebal pun hinggap sayap-sayap di lembah hijau, lembah Ranukumbolo
kau dan aku duduk menatap danau biru yang mulai kemerahan
meratapi angin bulan Desember yang kaku)

Apakah kau akan mencintaku sehebat cinta yang lalu?
Ketika aku mulai mendekat, aku ingin kau juga mendekat lebih cepat
Lebih hangat

(lampu-lampu berkilatan di sepanjang lampion Surakarta yang gemerlap
kotaku selama lima tahun ini, yang sadar dan terbawa dalam arus tanpa titik
kau yang jauh disana, berbicara denganku tanpa tatap, tanpa jawab
ketika malam yang riuh rendah menggerayangi pembicaraan kita)

Apakah kau masih disana
Kubaca penuh canggung kalimatmu
Kita begitu berbeda dalam segalanya
Kecuali rasa cinta

(malampun menjadi semakin malam, kulihat semuanya semakin muram
wajah-wajah yang kita kenal mulai berbicara
dalam bahasa yang masing-masing kita mengerti
seperti kabut senja itu)

Tetaplah berdiri menjalani hari, wahai Kekasihku
Walaupun berat, aku akan terus berjalan membawa kenangan-kenangan
Dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu sendu
Segala mimpi kuraba untuk kebahagiaan kita
Yang entah kapan datangnya

MDT - 15 12 17

--- [] ---


Puisi ini ditulis dalam keadaan setengah waras, setengah gila, setengah lelah, setengah lesu, setengah bertenaga, setengah mengantuk, setengah rindu, setengah matang, dan setengah lapar. Tapi saya tidak akan pernah setengah-setengah dalam mencintaimu. #eh





Pictures are taken from:
http://cupidspulse.com/91530/date-idea-hanukkah-stargazing/
https://webapp.zedge.net/wallpaper/7346686
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

8 Comments:

  1. sayangnya ane pas baca postingan ini sedang tidak makan telor setengah mateng :( huaaahhh semoga cepat mendapatkan jawaban.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini udah sebuah jawaban, Lam. Kamu mau melempar pertanyaan atau candaan?

      Delete
  2. Apa enaknya, sih, meraba-raba mimpi?
    Itu berat dan bahaya jika kekurangan api.
    Lalu mimpi hanya akan menjadi harapan yang tak bertepi.
    Dan membuat keadaanmu semakin sepi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kenyataan terkadang tidak menawarkan solusi.
      Dan melalui mimpi, setidaknya aku bisa lebur dalam imajinasi.

      Delete
  3. Nyobain baca puisinya sambil denger lagu wvanescence, eh bukannya dapet feelnya malah gak fokus ke puisi malah nyanyi..

    ReplyDelete
  4. Endingnyaaaaaa uuuuuuuuuuh dalem.

    My Immortal salah satu lagu yang bisa bikin aku nangis walaupun suasana hati lagi bagus-bagusnya, selain The Scientist, Say Something, dan Jaran Goyang, May. Setengah biadab kau May, masukin itu lagu bajingak ke tulisan ini. Huhuhuhuhu.

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.