I dare to love you Dave Franco. Ululululu ~

Tanpa kita sadari, kita adalah menusia-manusia yang terlibat dalam sebuah permainan hidup yang kita ciptakan sendiri. Menentukan pilihan, bergerak maju, mengingat masa lalu, merasakan letih, dan lain sebagainya. Semua adalah permainan yang kita ciptakan atas nama kekata klise. Takdir.

Dalam permainan hidup yang implisit, ada pula permainan eksplisit yang bisa kita mainkan setiap hari sedari kecil. Ada permainan kelereng, dakon, kwartet, monopoli, dan juga petak umpet. Untuk anak era 90-an, semestinya tidak asing dengan permainan-permainan ini. 

Dan di era digital seperti sekarang (sejak tahun 2000-an), ada permainan-permainan yang bisa kita jalankan melalui gadget. Mulai dari komputer, laptop, ponsel, dan beberapa perangkat digital lainnya. Games, begitu sering disebut, muncul dengan berbagai variasi user interface dan cara penggunaan yang bermacam-macam. Menurut kebutuhan koneksi, games juga dibagi menjadi dua yaitu offline games dan online games.

Offline games seperti yang kita jumpai di aplikasi bawaan laptop misalnya, bisa kita mainkan tanpa harus ada koneksi internet. Contohnya adalah Solitaire, Minesweeper, Mahjong, dan Chess Titans. Ada pula games yang butuh master program dan instalasi mandiri seperti Sally Salon dan Plants Versus Zombies. Sementara online games adalah games yang membutuhkan adanya koneksi internet. Seperti RF Online, Seal, Ayodance, Defense of The Ancients (DOTA), Clash of Clans, dan yang baru-baru ini booming yaitu Mobile Legends. 
Game nagih yang bikin kerjaan terbengkalai dan ponsel nge-lag berkali-kali

Saya sendiri merupakan salah satu penikmat games baik itu online maupun offline sejak saya masih memakai seragam merah putih. Alias, saya sudah teracuni digital games sejak masih ingusan. Bahkan saya sempat disamper kakak ke tempat PS-an dan juga warnet saat dulu masih sekolah karena lupa waktu dalam bermain games bersama teman-teman laki-laki. Ehe.

Meskipun begitu, saya masih menikmati masa-masa bermain kelereng dan petak umpet kok. Saya bahkan punya jarahan kelereng sampai 3 ember di rumah saat dulu memenangkan permainan ini. Eh, kalau kalah pun saya tetap ngerampok kelereng teman saya sih. Jadi ya, sama aja. HAHAHAHAHA.

Yang dicari orang saat bermain games adalah satu, yang paling utama. KEPUASAN BATIN. Makanya kebanyakan gamers berstatus jomlo. Alasannya ya ini. Udah puas batinnya dengan naik level saat bermain games, sehingga mereka tidak ada usaha yang berarti untuk mencari pasangan hidup yang sebenarnya jauh lebih bisa memuaskan. #lah 

Games sendiri merupakan salah satu sarana asah otak dan stress release. Namun bagaimana jadinya jika games itu menjadi ajang pertaruhan nyawa atau duel antara hidup dan mati? 

Well, film Nerve (2016) akan menjawab semuanya.

--- [] ---

Venus Delmonico (Emma Roberts) menjalani hidup hariannya dalam keadaan aman, nyaman, dan tentram tanpa halangan suatu apapun. Ia masih berduka karena kehilangan kakak laki-lakinya. Dan ia juga bimbang antara mengambil kesempatan untuk bersekolah di sekolah seni California setelah lulus SMA nantinya atau tidak. Venus ini tertutup dan cenderung introvert.

Ia menyukai seorang pemain rugby di sekolahnya yang bernama JP Guerrero. Sampai-sampai Venus selalu stalking media sosial milik JP dan memotret JP tiap bertanding dengan kemampuan "fotografer terpendam" yang dimilikinya. Secret admirer gitu lah ceritanya.
Dari kiri ke kanan: Vee dan Tommy

Vee, panggilan singkat untuk Venus, memiliki lingkaran teman karib yang memiliki karakter berbeda-beda. Tommy, adalah seorang laki-laki ganteng yang kalem. Dia ahli dalam meretas pemrograman website dan sering menjelajahi situs gelap di internet. Tommy ini naksir Vee, tapi tak pernah berani mengungkapkan. Lalu ada Sydney, seorang primadona sekolah yang populer dan digilai banyak laki-laki. Kemudian Liv, seorang blasteran Jepang yang selalu menjadi kompor sekaligus penengah dalam perseteruan mereka. Serta Wes, seorang laki-laki heboh yang sukanya menggosip ngalahin ibu-ibu kompleks. 
Dari kiri ke kanan: Sydney, Liv, dan Wes

Sydney merupakan salah satu pemain game Nerve. Sebuah game adiktif yang menempatkan penggunanya untuk memilih menjadi "player" atau "watcher". Setiap player akan sign up dengan username pilihan mereka dan mendapatkan tantangan berupa "dare" dari para watchers. Saat selesai mendaftar, server Nerve akan memindai seluruh informasi penggunanya melalui sinkronisasi sosial media yang mereka miliki. Peraturan dalam game online ini ada 3. Dan ketiganya gila semua. Satu, semua dare haruslah direkam melalui aplikasi game ini untuk ditonton secara real time dan live oleh para watchers. Dua, semua uang yang didapatkan dari hasil menuntaskan setiap tantangan dari game ini akan disita jika peserta kalah atau mengundurkan diri (fail or bail). Tiga, player Nerve tidak boleh melaporkan game ini ke pihak berwajib apapun alasannya.

Gokil kan. Saat pertama kali nonton film ini, saya langsung teringat salah satu aplikasi mesum yaitu Bigo. Kan dulu pernah tuh, kejadian saat Bigo menjadi polemik tersendiri di masyarakat. Penonton live streaming Bigo bisa mengirimkan hadiah pada "artis" yang sedang ditontonnya. Maka nggak tanggung-tanggung, para "artis" Bigo tersebut banyak yang melakukan hal-hal ekstrem dan bernuansa seksual. Anjir, bernuansa. Kok diksinya nggak enak banget sih.

Sama seperti Nerve ini. Dare yang disuarakan oleh para watchers harus dilakukan oleh para players. Nantinya, video yang ditayangkan oleh ponsel players dapat diakses siapa saja yang sudah mendaftar menjadi wathcers. Ajib kan. Nonton kesengsaraan orang. Nonton aib orang. Nonton orang dipermalukan. Salah satu hal yang menjadi kebiasaan kita di jaman sekarang. Nonton video Instagram Mimi Peri misalnya. Dia mempermalukan dirinya sendiri (kalau punya malu sih ya), tapi kita senang dan menertawakannya. Meskipun ada juga sebagian pria yang melapor pada pihak berwajib bahwa mereka mengalami gangguan ereksi, kehamilan, dan janin setelah nonton sampah bidadari khayalan kayangan ini.

Vee yang menentang habis-habisan kelakukan Sydney yang melakukan hal aneh ini dan itu demi sebuah game "tidak penting" tersebut, akhirnya justru melakukannya. Sydney membuat Vee kesal karena ia bilang pada JP bahwa Vee menyukainya. Namun Vee ditolak sepihak oleh JP dengan satu kalimat brengsek, "She's not my type". Di depan umum. Di hadapan banyak pengunjung restoran tempat mereka berkumpul. Sialan kan.

Sontak Vee marah. Pulang. Lalu nenggak Baygon.

Hehe. Nggak deng. Cnd.

Vee memutuskan untuk join game terkutuk tersebut. Nerve. Dan tantangan pertamanya adalah mencium orang asing yang ditemuinya. Muehehehehehe. Cukup menyenangkan. Apa-apa yang berhubungan dengan stranger memang selalu menyenangkan. #eh
Kalau stranger-nya Dave Franco sih nggak dibayar juga saya mau

Vee pun mulai berkeliling sebuah restoran untuk menemukan mangsanya. Usut punya usut, ada seorang lelaki ganteng yang sedang duduk sambil membaca buku "To The Lighthouse". Salah satu buku favoritnya. Dengan sedikit canggung, ia pun mengajak pria itu ngobrol random dan basa-basi. Lalu Vee mencium pria tersebut yang ternyata bernama Ian (Dave Franco calon suami saya).
Kesayangan lagi baca buku ~

Ternyata, Ian ini juga merupakan seorang player Nerve. Setelah mereka berciuman, Ian justru mendapatkan tantangan untuk pergi ke pusat kota dengan Vee. Begitu pula Vee. Rupanya, banyak watchers yang menyukai mereka sebagai pasangan. Dari sinilah mulai konflik-konflik menegangkan yang membuat keduanya nyaris kehilangan nyawa mereka. Mulai dari mencoba dress dan baju mahal di sebuah butik kelas internasional, ngebut di jalanan ibukota dengan kecepatan dewa dengan menutup mata, dan berjalan di tangga dengan ketinggian kurang lebih 200 meter. Gila. Gila. Gila. 

Tapi memang nagih banget game-nya. Tiap dare yang selesai dilakukan, akan membuat rekening mereka banjir uang, akun Nerve mereka akan banjir pujian dan followers, serta menantang mereka yang adrenaline junkie untuk survive di setiap tantangan gila berikutnya.

Game ini benar-benar didesain untuk saling membunuh satu sama lain meskipun mereka ber-partner dan mencoba saling melindungi. Namun jika tidak dilakukan, maka seluruh uang dari game ini akan ditarik, seluruh hal yang berhubungan dengan player akan dikacaukan, dan hidup sang player akan selamanya tergantung pada punishment dari Nerve.

Yang tadinya Vee hanya ingin bersenang-senang dan membuktikan pada teman-temannya bahwa ia juga bisa menjadi orang yang menikmati hidup (tidak melulu galau tentang masa lalu dan gebetan), ia jadi harus mempertaruhkan nyawanya, hidupnya, dan keselamatan ibunya juga karena game ini.


(Trailer film Nerve)

Mulanya saya berpikir bahwa dalang di balik Nerve adalah seorang psikopat atau maniak yang suka melihat penderitaan orang, namun ternyata twist di ending-nya sungguh luar biasa. Keren gilaaa. Kalau boleh merekomendasikan, saya jelas akan mengusulkan film ini untuk ditonton di akhir pekan. Apalagi bagi kalian yang menyukai genre mystery dan thriller.

This Nerve film will lead your nerves to be nervous. 

--- [] ---

Film ini sebenarnya mengingatkan saya pada tantangan-tantangan unik dan aneh yang ada di beberapa sosial media beberapa tahun ini. Kita tentu masih ingat dengan adanya tantangan viral dan permainan out of the box yang dilakukan para netizen. Challenges tersebut diunggah dalam bentuk video dan foto di sosial media. Misalnya saja:

1. Ice bucket challenge

Menyiramkan satu ember air es ke tubuh sendiri. Biasanya dalam kondisi telanjang. Ini tantangan yang viral di seluruh dunia. Bahkan ada yang dimodifikasi dengan tambahan garam untuk menghasilkan rasa terbakar di sekujur tubuh. Bahaya banget lah.

2. Mannequin challenge

Berfoto dengan gaya mannequin toko yang diam tanpa bergerak. Challenge ini viral di awal tahun 2016 dan sempat membanjiri explore Instagram dengan banyaknya user feeds yang mengusung tantangan ini. Mulai dari kalangan siswa hingga pekerja berbagai bidang.

3. Planking challenge

Telentang di atas benda-benda apapun selama beberapa waktu. Ini viral di tahun 2012 dan bahkan beberapa selebtweet dan selebgram banyak yang melakukannya juga.

4. Skip challenge

Disebut juga Pass Out challenge. Pemain akan ditekan keras-keras bagian dadanya sampai sesak dan pingsan. Ini sempat viral di tahun 2016 dan ada beberapa siswa sekolah yang menjadi korban.

5. Dance challenge

Ini ada banyak banget jenisnya. Pokoknya tiap ada lagu hits, pasti challenge ini muncul. Mulai dari lagu dangdut, lagu luar, lagu rap, dan sebagainya. Dengan tambahan koreo yang kadang erotis, challenge ini sempat ramai karena akun-akun influencer sosial media juga melakukannya.

Dan masih banyak lagi challenge lainnya yang bisa berakibat fatal jika dilakukan. Baik akibat secara mental maupun fisik ya. Dulu juga sempat ada kan, kalau nggak salah sih, aplikasi untuk ponsel Android yang mengusung tantangan-tantangan seperti ini. Lalu di level paling tinggi, pemain akan diminta untuk bunuh diri. Aduh, saya lupa namanya. Tapi dulu sempat ada dan dikecam berbagai kalangan untuk dihapus dari Playstore.

Film Nerve ini sama adanya. Mungkin justru film ini terinspirasi dari fenomena tersebut. Atau bahkan aplikasi itulah yang terinspirasi dari film Nerve ini. Who knows. Yang jelas, film ini mengajarkan supaya kita tidak terlalu terikat pada sebuah game. Game harusnya menghibur. Bukan mengikat. Karena takutnya, semakin kita dikendalikan game, semakin banyak pula waktu produktif kita terbuang.

Ya, May, yaaa? Jangan kebanyakan nge-game makanya. *ngomong ke diri sendiri sih ini sebenarnya*

--- [] ---

Sejujurnya saya tidak menyangka bahwa Dave Franco dan Emma Roberts bisa menjadi on screen couple sebagus itu. Chemistry-nya dapet. Side story cinta lokasinya dapet. Mereka lucu dan manis sekali. Apalagi di beberapa bagian saat mereka berhasil menyelesaikan misi tantangan yang hampir merenggut nyawa mereka, mereka justru cipokan berkali-kali. Dih. Berasa nonton gangster yang menculik wanitanya untuk melakukan hal-hal jahat, lalu menikmati perasaan lega setelahnya dengan saling bertukar ciuman mesra dan anarkis. 
I wish I am the girl instead of Emma Roberts. Nooooo, don't you dare kissing him!

Ada juga adegan dimana mereka mengeluhkan momen perkenalan dan kencan pertama yang gila-gilaan dengan game itu. Sungguh sebuah cara berkenalan yang muda, beda, dan berbahaya. Asyique kan ~
Merah putih ~

Dari sini, saya juga mendapatkan kesimpulan tambahan. Bisa jadi jodoh kita adalah orang asing yang kebetulan duduk berseberangan di sebuah restoran. Bisa jadi jodoh kita adalah orang yang justru mencoba membunuh kita. Bisa jadi jodoh kita adalah karakter rival kita dalam sebuah pertandingan di game online. Dan bisa jadi jodoh saya adalah kamu.





Pictures are taken from:
http://www.impulsegamer.com/nerve-dvd-movie-review/
https://ggwp.id/2017/07/20/specialty-di-mobile-legends/
http://www.justjared.com/photo-gallery/3359929/emma-roberts-dave-franco-share-big-smooch-on-nerve-set-02/
https://www.moviefone.com/2016/05/11/nerve-trailer-emma-roberts-dave-franco/

12 Comments

  1. Sudah aku donlot filmnya~ Semoga segera tereksekusi secepatnya.

    Tulisan ini semakin menegaskan kalau fetishnya Mayang adalah Dave Franco. Berarti memang harus nonton The Disaster Artist ntar ya. Mudahan tayang di Indonesia deh. Huhuhu. Btw makin ke sini aku makin nyadar kalau Dave Franco memang punya suara yang unik. Suaranya lucuk bet ya, May. Uuuuh.

    Kebalikan bet dari kamu, aku orangnya bukan gamer. Huhuhuhu. Aku orangnya gampang nyerah, May. Main satu game, terus kalah sekali, udah langsung ogah main lagi. Orangnya nggak penasaran gitu pengen menang. Huhuhuhu. Jadi kalau ada game offline maupun online lagi ngehits, aku nggak ikut mainin sih. Pernah betah main game Shady Wars, sebagai bukti kalaua aku adalah Stan (penggemar Eminem) sejati. Tapi cuma bertahan sebentar itu game di hapeku :(

    Aku langsung fokus ke Tommy alias Miles Heizer nih. Ternyata dia main di film ini, ya. GANTENG BET YA ALLLAH AAAAAAAAAAAAAAAAAAK. Dia juga jadi alasan kenapa aku donlot film ini. Terus tadi aku liat daftar pemainnya, ternyata ada Machine Gun Kelly, ya. Dia jadi siapa di film ini, May? Apa aku harus nonton sendiri untuk mengetahuinya?

    Btw, terakhirnya curhat terselubung kayaknya. Lagi jatuh cinta sama 'stranger' ya, May? You know kan kenapa aku kasih tanda kutip di kata stranger? Mhuahahaha. Yuhuuuuuu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. BETUUUL. Duo Franco memang fetishku sejak lama anjirrr. Ganteng semua dua-duanya. Ehehe. Iya moga-moga The Disaster Artist tayang di Indonesia ya, Cha. Ngehe banget kalau sampai nggak tayang.

      Aku gamers parah sih, Cha. Sampai lupa waktu malah. Ah, Shady Wars. Game kebangsaan Stan emang sih ini. Aku juga suka Eminem sejak lama. Tos dulu sini!

      Ahahaha, bangkay malah fokusnya ke Miles. Kayaknya tipe-tipe kamu emang yang beginian deh. Ezra Miller kan juga model-modelnya mirip Miles ini XD

      Machine Gun Kelly jadi musuh bebuyutan Venus dan Ian, Cha. KECE DIA AKTINGNYA. Ala-ala orang sakaw gitu lah. Selain bisa rapping, dia jago akting loh.

      Ebangsat nggak usah dibahas yang terakhir :))

      Delete
    2. Baru selesai nonton Nerve, May. Suaranya Dave Franco selalu aja bikin eargasm. Machine Gun Kelly mayan lah aktingnya, tapi lebih suka dia ngerap aja deh. Terus.. aku nggak bisa berpaling dari Miles Heizer. Dia cute dengan rambutnya dan pas dia ngomong, "Are you insane?" AAAAAAAAAK. Aku malah mikirnya dialah pahlawan bagi Vee. Tapi itu kayaknya semata-mata karena aku suka sama dia deh. Wkakaka.

      Delete
    3. Miles Heizer emang cute. Mirip siapa sih, anu, Freddie Highmore. Ehe. Ternyata pahlawannya ya tetep Dave Franco yaaa XD

      Delete
  2. Youtube juga sekarang sudah banyak yang ngikutin challenge dari para penontonnya
    bukan cuma youtube tapi hampir semua medsos ada bikin challenge2 yang kadang terlalu ekstrim
    tapi demi namanya tenar dan bisa eksis itu akan dilakukan walaupun melampaui batasan

    dari ulasan mbak mayang jadi tertarik untuk nontonnya, untuk ngisi kosong setelah liburan.
    ternyata mbak mayang juga suka main kelereng -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya heran, apa sih yang dicari dari memuaskan orang dengan challenge yang terkadang menyengsarakan diri sendiri? Followers? Fans? Saya rasa terlalu naif jika ingin banyak fans dengan cara demikia :(

      Ahaha, main kelereng asik banget Adi. Apalagi kalau menang dan bisa ngenain semua kelereng-kelereng yang ada XD

      Delete
  3. Dota ada yang offline juga, kok. Main lawan AI seperti yang saya lakukan sekarang di Dota Allstar karena belum bisa main Dota 2 dan laptop nggak kuat buat install. Jadi kangen main LAN bareng temen-temen SMP-SMK. :')

    Permainan yang menyangkut kenyataan rasanya nggak cocok buat saya. Meskipun bisa buat menguji nyali, tetep aja kacau. Wqwq. Saya main game buat lari dari kenyataan, kan. Hmm.

    Berbicara tantangan yang viral itu, entah mengapa kok ada yang ikutan skip dan bikin mati. Terus, dance yang turun naik ini juga nggak jelas banget deh. Seolah cuma buat pamer bokong gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ada yang offline juga emang, Yogs. Tapi saya dulu kan anak warnet. Wkwk. Ya kan? Emang kegiatan ini nggak ada matinya dan bikin kangen masa muda :') #lah

      Saya suka sih yang challenge macam bungee jumping dan sebagainya. Tapi kalau yang challenge gesrek macam skip dan naik turun emang geli malah ngeliatnya. Kok mau-maunya dan ada yang ngikutin gitu. Dih.

      Delete
  4. Wuaaaa, akhirnya ada review film yg prnah kutontooonn. Hooraaay! :D

    Aku agak2 lupa sih crta ini, udh staun lalu nntn dan filmnya udh keapus. Hiks. Pdhal ditonton ulang asik bgt nih pilm :(
    Tantangannya ajib2, dan memicu adrenalin penontonnya jg sih (trmasuk diriku). Jd lgsg kebayang, "Ini klo ampe bneran ada di dunia nyata gmn ya?" gak kebayang, malah kayak mimpi burukkkk.

    Btw, tntng challenge di sosmed, ada jg challenge makan pedes, itu jg bkannya agak mmbahayakan buat beberapa org ya? Yg gak kuat mkan pdes atau pnya pnyakit trtntu gtu. Klo kyak manekin challenge mah keknya asik aja sih buat seru2an, sm dlu di IG ada tuh buss malam challenge apa klo ga salah? Gokil tu juga. Wahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. HORAYYY!

      Download lagi, Lu. Ini salah satu film favorit saya sekarang. Ehehe. Udah nonton 2 kali masih pengen nonon lagi aja.

      Sebenarnya tantangan begini bukan untuk diikuti sih, kalau alasannya hanya untuk ikut-ikutan dan trend, tapi membahayakan nyawa, sama aja bohong nggak sih? :(

      Delete
  5. sama kayak Yoga, saya main dotanya juga yg offline, main Lan ama temen sekelas. saya gapernah nyobain yg online karena males nongkrong dulu. sekarang main moba lejen aja jadinya yg online. walo sering ngelag dan banyak bikin keselnya sih. xD

    kalo film yg begini boleh lah, (masukin list buat didonlot, dulu...) skrg aja saya udah bertanya-tanya, kenapa sampe ada game begini yg mempertaruhkan kehidupan, siapa di baliknya, ada background apa, entah kejawab apa nggak, entar lah tak tonton. walo mungkin bukan dalam waktu deket nontonnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah sama. Game RPG emang juara. Tapi efek ke hapenya juga juara. Bikin ngelag. Tapi nagih. Tapi ngelag. Ya gitu terus sampai neagra api menyerang. *ingin beli hp baru hiks*

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.