Hacksaw Ridge: Film biografi perang tentang sosok Desmond Doss.

Ngomongin soal Andrew Garfield, saya jadi ingat kalau dulu saya pernah tergila-gila dengan pria ini. Sampai-sampai, saya gelap mata dan menamakan motor Vega R keluaran tahun 2004 saya dengan namanya. Tiap saya panasin di pagi hari, Andrew saya elus-elus hingga terbangun dan kejang-kejang. Tiap hari, Andrew yang nganterin saya kemana-mana. Tiap hari, Andrew yang menemani saya berbincang menyisir aspal jalanan. Andrew lah yang paling mengerti saya. Andrew segalanya buat saya.

Saya membeli Andrew dari hasil tabungan ngelesi privat sejak semester 2 kuliah dulu di tahun 2013 dari teman bapak. Kecil memang, nggak sebanding dengan badan saya yang bongsor. Tapi dengan segala keimutannya, Andrew mampu menggenggam hati saya. Romantis, yekan?

Motor yang sudah menemani saya kepanasan, kehujanan, dan jatuh bangun ini memang nggak bisa dipakai buat nantangin orang naik Satria balapan. Bahkan saat dikendarai dengan kecepatan 70 km/jam saja, Andrew udah megap-megap. Bahkan saat saya dulu sempat dibegal orang yang naik Ninja, Andrew langsung menggelepar di jalanan dengan bemper berserakan. Saat kena banjir dikit, ngambek dan minta distarter pakai kaki. Andrew memang manja, tapi saya suka. Andrew hanya punya simbol N dan 4 di speedometer-nya, tapi saya tetap cinta. 
Hanya ilustrasi. Bukan Andrew saya. Andrew saya sekarang sedang dinaiki anak tetangga.

Sampai suatu ketika, ibunda ratu membeberkan kalimat telak, "Kak, kan udah kerja. Motornya ganti yang bagusan dikit ya? Nanti ibu tambahin uangnya."

Rasanya seperti petir di siang yang tidak bolong. Memang sih, saya butuh motor yang ada helm in-nya supaya saat kerja dan bawa-bawa buku gitu bisa ditaruh di dalam jok. Dan bukan diikat dengan rafia di boncengan belakang. Lebih kaget lagi saat saya tahu bahwa Andrew sudah memiliki pembeli tersendiri. Seorang tetangga saya yang ingin membelikan motor minimalis untuk anaknya pulang pergi ke sekolah.

Akhirnya dengan menimbang dan bertapa tujuh bulan, saya merelakan Andrew jatuh ke pelukan anak tetangga saya yang masih ingusan. Saya hanya berharap, Andrew akan menemukan pemilik baru yang lebih baik. Yang lebih laki. Tapi saya berpesan bahwa jangan sampai Andrew dimodifikasi. Saya tidak akan membiarkan anak tetangga saya melakukannya. Tidak akan.

Sedih? Iya. Kehilangan? Pasti. Rasanya seperti putus hubungan dengan gebetan. Pedih, cuy. 

Saat malam sebelum Andrew dijual dan diambil oleh pemilik barunya, saya bahkan nggak bisa tidur dan bolak-balik ke garasi rumah untuk memastikan bahwa malam terakhirnya di rumah saya, dia akan baik-baik saja. Dia tidak akan merindukan saya. Anjir. Sakit rasanya kalau ingat malam itu.

Oke. Saya memang berlebihan. Saya juga tahu saya aneh. Tapi gimana dong? Saya udah terlajur cinta sama Andrew. Huhuhu...

Dih. Jadi curhat. 

Jadi ya, intinya seperti itulah kisah saya dengan Andrew (motor). Sekarang saya akan mulai mengulas Andrew yang satunya. Andrew yang dulu sempat main di The Amazing Spider Man. Yang film pertamanya sukses besar. Yang film keduanya ngeselin. Yang film ketiganya dibatalkan karena dia sempat songong. Dan film The Amazing Spider Man yang itu, tidak akan pernah menjadi trilogi seperti pendahulunya. Padahal saya ngefans parah sama karakter Gwen Stacy yang diperankan oleh Emma Stone disitu. Dan saya juga nge-ship mereka berdua sebagai on screen couple maupun real couple. Sayangnya, mereka putus di tahun 2015. Sebagai fans karbitan, saya kecewa.
Balikan dong plis :'(

Andrew Garfield ini main di beberapa film selain The Amazing Spider Man juga kok. Ada beberapa filmnya yang udah saya tonton. Beberapa diantaranya adalah saat ia jadi supporting role di film Lions for Lambs (2007) dan The Imaginarium of Doctor Parnassus (2009). Lalu ia juga main di film Never Let Me Go (2010) yang merupakan adaptasi dari novel Kazuo Ishiguro dan film The Social Network (2010). Di tahun 2012, mulailah Andrew mendapatkan main spot sebagai pemeran utama di film Spider Man itu. Kemudian ia juga main di film 99 Homes (2014), sebuah film drama yang menguras emosi. Dari sinilah Andrew yang dulu sempat khilaf, mulai menjajaki film-film drama dan relijius. 
Codetnya nggak nguatin ya. Bikin anu.

Hacksaw Ridge (2016) ini merupakan film Andrew yang membuatnya berperan sebagai orang alim namun penuh anomali. Pokoknya, Andrew disini ganteng banget sumpah. GANTENG BANGEEETTT. Dijamin kalian nggak akan berkedip saat melihatnya bermain peran disini. Asupan vitamin C banget nih, bosque ~

Vitamin C-ogan (cowok ganteng).

Muehehehe.

Dan semua kisahnya dalam film ini dibesut oleh apik dan cerdas oleh sutradara favorit saya, Mel Gibson. Sutradara yang menelurkan karya-karya agung seperti Mad Max, Hamlet, Pocahontas, Braveheart, Patriot, Father's Day, Conspiracy Theory, Paparazzi, Edge of Darkness, dan masih banyak lagi. List selengkapnya untuk filmografi Mel Gibson, bisa dicek disini.

--- [] ---

Hacksaw Ridge termasuk salah satu film biografi perang tergokil yang pernah saya tonton setelah Pearl Harbor. Film ini menceritakan tentang seseorang bernama Desmond Doss. Ia hidup dengan adik laki-lakinya bernama Hal, ibunya yang merupakan seorang ibu rumah tangga, dan ayahnya bernama Tom yang merupakan pejuang veteran perang dunia pertama. 

Sebagai seorang penganut kristen yang taat, ibu Desmond mengajarkan pada anak-anaknya untuk selalu menjauhi perbuatan "membunuh". Bahkan beliau memasang lukisan firman Tuhan yang cukup besar yang menceritakan tentang pertikaian Qabil dan Habil, kedua anak Adam dan Hawa.

Suatu ketika, Desmond kecil bertarung dengan adiknya di halaman. Disini termasuk scene yang agak ngeselin sih. Masa iya kedua anaknya berantem tinju-tinjuan, ayahnya justru nontonin sambil makan popcorn. Eh. Bukan. Jaman dulu belum ada popcorn.

Lalu, sebelum dilerai oleh ibunya, Desmond tanpa sadar meraih batu dan memukul adiknya sampai pingsan. Setelah ibu dan ayahnya membopong si adik ke dalam, Desmond pun merasa bersalah dan khawatir akut. Ia memandangi lukisan yang dipasang ibunya dengan tatapan kosong, sementara ayahnya yang tadi nontonin mereka berantem, malah berubah ngomel-ngomel pada Desmond. Sungguh seorang ayah yang labil. 

Namun di titik itulah, Desmond berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah membunuh manusia. Atas nama agama, kepercayaan, keluarga, dan Tuhan-nya.

Ayah Desmond sendiri, diceritakan bahwa ia mengalami gangguan emosi pasca perang, sehingga seringkali bertengkar dan tanpa sengaja menyakiti ibunya. Desmond dan Hal yang kala itu sudah saling memaafkan, tidur bersisian. Hal pun berkata, "I hate that person."

Keduanya tidak akur dengan ayah mereka. Sejak kecil. Hal ini jugalah yang membuat Hal mendaftarkan diri sebagai volunteer perang dunia kedua di pihak Amerika tanpa ijin kedua orangtuanya. 

Scene beralih pada kejadian saat mereka sudah dewasa. Seorang teman Desmond terkena kecelakaan kerja dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi berdarah-darah. Saat itulah, Desmond bertemu dengan love of his life, Dorothy. Perawat cantik yang bertugas menangani donor darah di rumah sakit tersebut. Desmond yang jatuh cinta pada pandangan pertama, langsung meluncurkan gombalan-gombalan kaku ala-ala jaman dulu. Dia kan nggak pernah ngobrol dengan perempuan lain kecuali ibunya sendiri. Scene gombalan ini menjadi awkward sekali. Tapi justru itulah Dorothy jadi tertarik juga pada Desmond.
Inikah rasanya dudududu ~

Karena ingin mengabdi pada negara seperti adik dan lelaki di sekitarnya, Desmond akhirnya ikut mendaftarkan diri untuk menjadi volunteer perang. Namun, ia mendaftarkan diri sebagai tenaga medis di medan perang karena pada dasarnya ia menyukai dunia kedokteran. Desmond lantas ditentang habis-habisan oleh kedua orangtuamya, terutama ayahnya, sejalan dengan janji untuk tidak membunuh manusia. Ayahnya tidak percaya dengan omong kosong Desmond yang berjanji untuk tidak membunuh manusia, karena jika mereka sudah terjun ke medan perang, nyawa sudah bukan jaminan.
Sebuah prinsip.

Desmond bersikukuh. Ia tetap berangkat. Sebelum itu, Desmond melamar Dorothy dan berjanji akan menikahinya setelah pulang dari tugas pertamanya. Dorothy memberikan sebuah bibel kecil dengan fotonya pada Desmond, mengantarnya dengan kepedihan.

Dari sinilah konflik tentang Desmond muncul satu per satu. Ia dianggap gila karena tidak mau memegang senjata, ia dianggap sok alim karena tidak mau melakukan tindakan latihan kekerasan, dan ia juga tidak bisa menyelesaikan misi latihan serta tugas pertamanya. Semua orang di camp sempat membencinya. Terutama yang bernama Smitty.

Ehehe. Waktu tokoh ini keluar, saya ketawa ngakak nggak beres-beres sampai otak saya geser rasanya. Saya jadi ingat tokoh di Spongebob Squarepants yang bernama Smitty Werben Men Jensen. Si orang nomor satu yang memiliki topi gelembung sabun. Tapi Smitty di film ini berotot dan songong. Bukan tengkorak yang bisa menghidupkan teman-temannya di pemakaman.
Dia adalah orang nomor satu, Tuan Crab!

Lanjut, Desmond pun tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah dan harus diadili di mahkamah perang karena berperilaku menentang aturan yang telah ditetapkan oleh majelis. Pernikahannya dengan Dorothy pun terancam batal. Dan ternyata batal beneran. Dorothy mendatangi Desmond yang dijebloskan ke dalam penjara dan mencoba menguatkannya. 

Dengan dukungan orang terdekatnya, Desmond akhirnya menjalani sidang pengadilan. Di saat itulah, ayah Desmond yang merupakan veteran perang, menyelamatkannya dari hukuman penjara melalui surat resmi dari kolonel tertinggi. Desmond pun bebas. Hubungan dengan ayahnya membaik. Dan ia bisa melanjutkan reproduksinya dengan Dorothy. Yuhu ~

Setelah itu, satu per satu misi pun dikirimkan. Desmond dan semua teman seangkatannya ditugaskan di Hacksaw Ridge, melawan tentara Jepang yang skill-nya luar biasa cerdas dan mematikan. Amerika murka karena Jepang menyerang pelabuhan Pearl Harbor. Perang pun pecah dengan adegan berdarah-darah. Desmond, sebagai tenaga medis di medan perang, harus melihat satu per satu temannya mati karena dibombardir peluru tentara Jepang. Namun ia tetap tidak mau memegang senjata untuk melawan balik tentara Jepang yang membunuh temannya. Prinsipnya sahih banget, cuy. 

Ia dan Smitty jadi akrab selama perang. Bahkan, Desmond dan Smitty saling bertukar cerita tentang masa kecil mereka. Namun esoknya, Smitty terbunuh di hadapannya. Dan inilah yang membuat Desmond kehilangan kendali sesaat. Untuk pertama kalinya, Desmond marah besar dan merasa ingin membunuh tentara musuh. Namun, bayangan tentang Tuhannya membuat Desmond mengurungkan niat tersebut.
Nooo, Smitty :'(

Cerita terus berlanjut hingga konflik-konflik besar berikutnya. Tentara Amerika terdesak, diburu peluru, meninggal satu per satu, dan misi sempat akan dibatalkan. Namun berkat kegigihan Desmond, perjuangan tidak berhenti dan terus diusahakan. Kereeen. 

Yang tadinya Desmond di-bully habis-habisan di camp, di akhir cerita justru dielu-elukan karena keteguhan prinsipnya yang "tidak mau membunuh manusia". Dari sini, film akan dibawa melaju menuju ending yang mindblowing dan sarat emosi. Kalau kalian penggemar film biografi dan perang, tentu film Hacksaw Ridge ini tidak boleh terlewatkan dari watchlist kalian.

--- [] ---

Andrew disini berhasil mendalami peran dengan sangat epic. Emosinya dapet. Karakternya dapet. Dan yang paling penting, gantengnya juga dapet. Paket lengkap ini mah.
Jangan serius-serius, bang. Gemes nih.

Seperti yang sempat saya sempilkan di atas, film karya Mel Gibson ini mengangkat tentang biografi hidup seorang Desmond Doss. Seorang prajurit perang dunia kedua yang membela Amerika di Hacksaw Ridge. Saat melaksanakan Battle of Okinawa, Desmond menyelamatkan 75 prajurit perang dengan keandalan medisnya dan keteguhannya dalam menyelamatkan manusia. Desmond Doss menjadi prajurit pertama Amerika rebel yang tidak taat aturan, namun justru berhasil mendapatkan Medal of Honor karena jasanya dalam menyelamatkan banyak nyawa.
Dorothy dan Desmond Doss yang sesungguhnya. 

Dari film ini dapat diambil sebuah pelajaran, bahwa manusia harus memiliki sebuah prinsip hidup. Entah prinsip itu ditentang banyak orang karena tidak sejalan, kita harus tetap mempertahankannya. Yah, seperti prinsip saya dalam mencintai kamu. Akan tetap saya pertahankan. #eh





Pictures are taken from:
http://www.hacksawridge.movie/
https://fjb.m.kaskus.co.id/thread/516b6eb91dd7198367000007/yamaha-vega-r-biru-putih-2005-bandung/
http://www.21cineplex.com/m/slowmotion/emma-stone-dan-andrew-garfield-pamer-kemesraan-di-foto-terbaru-the-amazing-spiderman-2,3868.htm
https://twitter.com/hacksawridge/status/789149187871039488
https://loganbushey.com/2016/11/15/hacksaw-ridge-2016/
http://infocean-id.blogspot.co.id/2015/10/misteri-smitty-werben-man-jensen-si.html
https://www.allmovie.com/movie/hacksaw-ridge-v658784
http://people.com/movies/the-true-story-of-hacksaw-ridge-and-desmond-doss-the-medal-of-honor-winner-who-never-fired-a-shot/
http://www.luzdelaluna.net/50-greatest-larger-life-war-movie-quotes/
http://www.gramunion.com/infinityandcyanide.tumblr.com/159422339258

38 Comments

  1. Saya baru nonton film dia yg spiderman doang
    -_- Andrew = Vega.. hahaha saya bacanya sambil bayangin dan ngakak di kantor.
    ini saya baca kisah macam apa.

    buat konsep iklan operator Axis bagus ini, kn iklannya rada rada gimna gtu XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohahahahaha, ya maap, bang. Tapi nggak sampai dikira gila oleh teman kantor kan? Ehe.

      Delete
    2. sedikit si, tiba tiba pada pasang muka mendiskriminasi gtu..
      "jauhi dia, jauhi... Dasar kau mahkluk aneh"... sempet kebayang gitu tadi pas liat muka mereka..hahaha

      Delete
    3. Jangan lagi-lagi bw di kantor kalau gitu, bahaya XD

      Delete
  2. Menurut saya gantengan andrew darwis daripada andrew garfield. Ibarat motor, ninja vs vega.

    Kakak Mayang jangan tersinggung ya. Andrew garfield b aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Andrew Taulani, Kak? B aja, C, atau D?

      Delete
    2. Andrew Taulani tidak bisa disejajarkan dengan dua Andrew di atas. Levelnya Andrew Taulani jauh di atas mereka. Kalau mau, sejajarkan dengan Andrew Scott.

      Delete
    3. @Firman: Yakali bandingannya Andrew Darwis. Analogimu itu. Maaf. Terlalu halu.

      Delete
  3. Kalau Andrew Taulani, Kak? B aja, C, atau D?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangsat. Kok terketik di situ sih balasan buat Kakak Immank. Huhuhuhu.

      Andrew Garfield ummmm. Mantan akuh nih. Wkakakaka. Eh enggak. Mantannya kembaranku maksudnya. Oh iya, dulu aku dengan pedenya ngerasa kembar nasib sama mereka. Aku sama mantan putus setelah 3 tahun pacaran. Sama kayak Emma-Garfield yang putus setelah 3 tahun pacaran juga. Sedihnya kerasa dobel.

      Andrew Vega memang manja, ya. Tapi ngangenin. Sampe dijadiin bahan pembuka buat tulisan ini, May.

      Nah Hacksaw Ridge ini aku belum nonton. Baca review ini mengingatkanku sama momen di mana aku ditinggal nonton sama Dea dan Dina. Sedangkan aku waktu itu nggak ikut nonton huhuhuhuhuhuhuhu. Bulan lalu (atau awal bulan ini ya? Luoa hehe) filmnya ada di Fox Movies, aku nonton sama Bapakku di ruang tengah. Tapi buyar karena baginda ratu nyonyah besar sejagat rumah datang merampas remote dari tangan Bapakku dan mengalihkannya ke sinetron Jodoh Wasiat Bapak :((((

      Ciyeeee. Kalimat penutupnya sungguh uhuk-able ya, May~ Lope lope dah buat kamu dan si dia. Hohoho.

      Delete
    2. Kalau mau liat Andrew "b aja" Garfield yang lumayan, nonton Silence aja.

      Delete
    3. KENAPA JADI GUE YANG BALES BALESIN KOMEN DI BLOG INI SIH

      Delete
    4. @Icha: ((baginda ratu nyonyah besar sejagat rumah))

      BANGKE. Kirain aku doang yang menasbihkan ibu sebagai ibunda ratu. Muehehe. Aku sedih beneran waktu tau Andrew-Emma putus. Sayang banget anjir :(

      Delete
  4. Aku belum nonton ini, duh ya jd ngebet bgt nonton nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nontonlah karena ingin, Ella. Bukan karena review abal-abal saya XD

      Delete
  5. Aku download film ini gegara ratingnya bagus, so penasarankan pengen nonton. Eh tapi pas lihat scene yang berbau agama, agak "kepie" ngono. Rasanya pengen tak stop pas nonton film di laptop waktu itu, tapi sayang. Yaudah tak terusin sampai tamat. XD

    Endingnya, yaaaa...beruntung banget bisa nonton film ini sampai selesai. Walaupun agama yg dianut sama si Desmond berbeda sama agama saya, tapi salut banget sama prinsip yg ia pegang. Ngga mau mbunuh 1 orang pun selama di medan perang. *Terharu*. Pas nonton juga jd inget jaman kuliah pas masih ikutan UKM KSR PMI. Nasibnya hampir sama, yakan? Nolong -nolong orang juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya emang ini mengangkat tema prajurit yang rellijius sih, Wis. Jadi memang arahnya kesana. Apalagi sutradaranya Mel Gibson, yang menyutradarai Passion of The Christ juga.

      Cie yang anak KSR UNS.

      Delete
  6. Wah, jujur saya ngga notice sama nama cowok yang main di The Amazing Spiderman itu. Dan akhirnya baru tau setelah kaka yang ngulas. Memang cakep sii kak. Btw kok The Amazing Spiderman ngga ada trilogynya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada karena yang ketiga rumornya dulu dicancel. Hehe.

      Delete
  7. motor veganya masih muluuuus banget, itu kayaknya waktu aku SMP udah keluar vega.kalau andrew di amazing spiderman kurang greget bagiku, movie selanjutnya kayaknya lebih macho :D

    ReplyDelete
  8. Tauuu yang di spiderman mah
    Mencolok soalnya
    Hahahah

    Btw itu cakepan Desmond Doss versi film drpd yang asli wkwk

    *Ya iyalah namanya juga aktor*

    P.s.
    "Andrew saya elus-elus hingga terbangun dan kejang-kejang"
    Receh banget akuuu, ini ketawa sampe mimisan hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andrew emang ganteng, Ul. Ini adalah fakta yang tidak terbantahkan.

      Humor kita sama kok XD

      Delete
  9. Andrew buat nama motor? Hm, jadi inget nama sepeda fixie saya: Suci. Terus, ada mantan yang sempet cemburu pas saya update di mana gitu. "JJS (Jalan-Jalan Sore) bersama Suci~" Sepeda disangka orang. Wqwq.

    Yap, kita emang mesti berprinsip, sih. Walaupun itu nanti bakalan tidak disukai orang lain. Jadi inget Dom di Fast and Furious yang prinsipnya keluarga adalah nomor satu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantan cemburu sama Suci? Wkwk. Sungguhlah. Tapi bukan karena itu kan putusnya? X)

      Betul, family first, Yogs :)

      Delete
  10. Oh, itu si Andrew pernah maen di spiderman tho? Gak pernah nonton soalnya.

    Tapi emang keren sih ini orang (Desmon Doss). Bangsat lah, ada juga ya seorang tentara tapi gak mau bawa senjata, gak mau ikut latihan perang, bahkan gak mau ngebunuh sama sekali. Pasifis sejati tapi juga anak punk banget, Salut!!! (°~°)7

    Di film ini, Mel Gibson jenius banget dalam hal storytelling-nya (konvensional sih, tapi rapih). Sebuah film tentang kisah nyata yang mencekam (menginspirasi juga tentunya), dibalut drama yang dalem, sedikit nyrempet hal-hal religius, dan yang paling keren ya tentang ke"rebel"annya itu loh, kental banget di film ini.

    Oh ya, film ini juga ngingetin ane ama filmnya Spielberg (Saving Private Ryan), ya walaupun bagi ane ini film lebih gore, tapi kurang surreal sih.

    Btw, itu beneran vega ente dikasih nama Andrew? Anjir keren banget namanya XD

    Megapro ane aja cuman tak kasih nama kalong, karna emang body motor ane udah ane cat hitam dop semua, selain juga karna sering ngaspalnya kebanyakan emang malem hari buat touring, dan siangnya cuman disimpen doang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah, bang. Di seri film The Amazing Spider Man. Tapi cuma dua film dan film keduanya pun nggak terlalu sukses. Mel Gibson emang tiada dua kalau urusan film drama historis begini. Gokil.

      Bener. Andrew Garfield nama Vega saya dulu. Megapro namanya Kalong? Keren. Punya saya emang sengaja kebarat-baratan biar ngimbangin bodinya yang lawas XD

      Delete
  11. ya begitulah nasibnya kalo terlalu mencintai~ Kata orang tua dulu-dulu, kalo terllau mencintai, akan dipisahkan. Makanya terkadang org bilang "aku sudah terllau mencintaimu" bukan karena nggak pingin pergi, tapi mau segera dipisahkan.

    kalo ttg nggak ngebunuh musuh dalam perang, saya udah sering nonton di one piece. sampe arc sabaody, nggak ada itu yg mati dalam perang. sampai ketika manusia2 pembaca lainnya mengejek "oda sensei gak mau ngebunuh karakternya, terllau sayang" yaudah dibuat matilah side karakter kesayangan. semua pembaca berduka. setidaknya dari baca komik itu, kita jaid tau, kalo kematian itu bukan perkara main-main. ada kesedihan mendalam bagi beberapa/banyak org setelahnya.

    sejalan dengan cara berpikirnya si Desmond, saya keseringan suka dgn karakter penjahat/antagonis di suatu film. mereka berprinsip untuk membuat dunia damai, mereka harus membunuh org yg gak sejalan.

    di zaman orde baru juga begitu. punya prinsip yang kuat. kata pemimpinnya,

    "Jangan katakan ada yg tidka sejalan denganku, karena besoknya orang itu akan menghilang"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya, cinta sama sesuatu nggak boleh berlebihan ya, Haw? Kalau dipisahkan nanti sakit sama kayak saya waktu kehilangan Andrew ini. Mana kemarin waktu pulang saya liat dia dikendarai anak tetangga, pedih rasanya, kangeeen X)

      Komentar terakhirnya agak anu. Kang Adi, is that you?

      Delete
  12. Andrew dibuat nama motor. Terus berakhir sedih gegara dibeli tetangga.. Hiks. Jadi inget sepedaku pernah mau dibeli kakak kos tapi gak ku bolehin.. Sayaaang....

    Wiw anderw yang di film ganteng ya? Dan ternyataa udah banyak memerankan karakter di berbagai film..😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aruuuuum samaaaaa. Nggak rela kan kalau sepeda motor yang nemenin kita bertahun-tahun dipakai orang lain? :(

      Delete
  13. Kenalin motor aku, namanya iron man.. btw ini serius, aku kasih nama iron man XD
    ngakak so hard pas bagian vitamin C-ogan, Ya Allah.. plesetannya bikin ketawa lebar, sa ae ah

    ReplyDelete
  14. Tentang motor, kayaknya bisa jadi tulisan tersendiri deh kak.
    Katanya cinta, tapi kenapa diduakan sama Andrew yang orang beneran? Jadi seperti itu wujud cinta yang sampe gak rela di beli tetangga? Daripada diambil copet? Naudzubillah >.< /digeplak

    Di sini, Desmond digunjingkan. Pun di dunia perkawananku. Kenapa? Nama Desmon memikat memang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHHAHA, iya sih. Tapi emang saya kalau ngreview begini, ada curhatnya nyempil dikit. Saya hanya mengagumi kegantengan Andrew orang, kalau menduakan, jelas tidak. Saya masih sayang dengan Andrew motor :')

      Delete
  15. Film Hacksaw Ridge sepertinya bagus, aku belum pernah nonton. Jadi penasaran pengen nonton.

    Andrew Garfield aku taunya suma amazing Spider Man.

    Owh iya itu motor kayaknya berkesan iya, semoga yang membeli motornya dapat merawat motor itu sama seperti pemilik sebelumnya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus, nonton lah, Dwi. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini terlepas dari adegan berdarah-darahnya. Hehe.

      Iya, Andrew memang mengesankan :)

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.