Hanya Ada Gaduh Di Jakarta


Jakarta adalah kota yang tidak pernah utuh karena segala pembangunan hanya berskala paruh. Jakarta adalah kota yang tidak pernah tidur karena semua manusianya seperti bekerja lembur.

Kata orang, demikianlah filosofi tentang Jakarta. Namun justru dengan semua anomalinya, saya mencintai Jakarta apa adanya. Ini seperti saat kamu ditanya alasan mengapa jatuh cinta pada seseorang, tapi tidak mampu memberikan alasan. Seperti itulah cara saya mengagumi Jakarta.

--- [] ---


OST: Koes Plus - Kembali Ke Jakarta

"Hanya Ada Gaduh di Jakarta"

Dan seperti yang kita ketahui setelah lama terjadi
Jakarta memikat hatiku, tanpa tanya dan tanpa persetujuan nyata
Dengan segala gaduh dan macetnya 
(Dan panasnya yang terik mengenai kulit)
Aku jatuh cinta pada Jakarta

Beberapa orang menasihati, bahkan cenderung menghakimi
(Apa yang kau cari di Jakarta? Mau tinggal disana? Lebih baik urungkan niatmu
Jakarta yang kau puja puja itu, hanya ada gaduh disana,
 Tak lain dan tak lebih)
Sebagian pula berbicara seakan pernah tinggal lama di Jakarta
Katanya hanya ada lalu lalang motor, udara penuh polusi
Dan hujan, yang tak tahu kapan datang dan juga pergi
Tinggal tunggu waktu saja jika ingin menyesal tinggal di Jakarta

(Namun aku pernah merenung dan membayangkan tinggal di salah satu rumahnya,
Berdekatan dan mendekatkan diri pada orang Betawi asli, yang asli
Bukan pendatang picisan yang terus bertambah usai Idul Fitri)

Seseorang bahkan datang padaku, dan berkata
Ia mau tanpa syarat jika bisa menukarkan tempat tinggalnya di Jakarta,
 Dan tempatku di kota Surakarta, yang syarat budaya
Jakarta kota gaduh, hanya ada riuh, hanya ada keramaian yang sebenarnya rapuh
Tanah yang jika terus dilangkah beberapa tahun lagi,
Mungkin tenggelam di laut Jawa
(Dia bahkan terheran mengapa aku sebegitu cintanya dengan Jakarta, padahal
Aku hanya pernah menikmati lima senja di kota tua, 
Makan pancong setengah matang, dan kerang untuk menutup malam)

Aku tidak harus mengatakan setiap saat, bukan?
Tentang asal mula aku jatuh cinta pada Jakarta
Karena memang tiada pernah ada alasannya
Aku mencintainya, kegaduhannya, keramaiannya, multikultural yang ada di dalamnya
Segala cerita tentang Jakarta, boleh kau utarakan padaku
Karena setiap orang, baik yang tinggal disana maupun tidak
Memiliki pandangan dan ekspresinya sendiri terhadap Jakarta

(Tapi aku akan tetap mencintainya seperti aku mencintai tanah kelahiranku
Jakarta yang dikata kokoh namun lemah itu,
Telah mengikatkan labuhan pesonanya padaku
Dan aku menyukainya, tak peduli apa alasannya)

MDT - 26 12 17

--- [] ---


Dan beberapa waktu yang lalu, ada yang memberikan saran untuk saya pindah ke Jakarta. Bukan ke Meikarta kok. Hanya ke Jakarta. Entah dimana nanti lokasi pastinya. Menarik sih. Mengingat saya juga sudah menyukai Jakarta sejak lama. Tapi sepertinya, rencana ini perlu dipikirkan matang-matang lagi. Sematang kue pancong yang dijual di Solo karena abang yang jualnya mengaku nggak bisa bikin yang setengah matang. Hiks.





Pictures are taken from:
Self collection from Central Park Mall view (29 January 2017)
Self collection from Ennichisai Event in Blok M Square view (29 May 2016)
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

14 Comments:

  1. Wadaaww, kapan nih mau pindah ke jakartaaa? Asiiikkk! Nanti bsa kopdar deh :D Hihii.

    Aku cinta jakarta gak yah? Sprtinya aku cinta bekasi aja deh, krna tinggalnya di bekasi :'D pdhal bekasinya mepet jakarta timur. Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih rencana, Lu. Kalau jadi, pasti kita kopdar :D

      Delete
  2. Yuhu, ke Jakarta langsung motret Central Park. Ngapain dah, May? Cari jodoh? Wqwq. :))

    ReplyDelete
  3. Jangan deh mbak may..
    Udh kebanyakan orang hahaha
    Nambah lagi nanti macet di jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya naik piring terbang kalau kemana-mana kok.

      Delete
  4. Jd gimana mbak mayang jd pindah ke Jakarta?? Hhhh

    ReplyDelete
  5. Setelah baca ini, aku jadi penasaran deh, May. Penasaran soal...

    KUE PANCONG SETENGAH MATANG SAMA YANG MATANG ITU GIMANA RASANYAAAAA. ENAKAN YANG MANAAAA. AKU BELOM PERNAH MAKAN HUHUHUHUHUHUHUHUHU :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, kalau dia bukan jenis kue basah pasti udah kukirim ke Samarinda, Cha. Sayangnya dia nggak tahan lama. Huhu.

      Delete
  6. Saat mataku malah membaca "hanya ada gadun di jakarta", di sini harusnyabaku gak komen. Puisi yg bercerita seperti ini baiknya dinikmati. Berlalu lintas dalam diri. Macet di relung hati hingga terpatri.

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.