4 Alasan Mengapa Vakum Ngeblog Itu Nggak Enak

Go-Blog

Ini adalah tulisan tentang vakum ngeblog yang ditulis oleh pelaku vakum ngeblog veteran tentang pengalaman vakum ngeblog berkali-kali yang dia lakukan selama tujuh tahun terakhir yang (mungkin) bisa mencegah orang lain untuk vakum ngeblog juga dikarenakan vakum ngeblog itu membawa banyak ketidakenakan. Ciao!

--- [] ---

Hei!

Beberapa hari yang lalu, saya menjelajah ke luar angkasa untuk menemukan kembali misteri tenggelamnya Atlantis dan juga tenggelamnya rasa sayangku padamu mantanku yang dulu-dulu. Eh, bukan. Bukan itu maksudnya.

Jadi, saya beberapa hari ini, tepatnya seminggu lalu, melakukan perombakan besar-besaran pada blog. Terutama di bagian template-nya. Ada tiga alasan mendasar mengapa saya melakukan ini. Satu, template blog lama saya dikatain cupu oleh seseorang yang sebut saja namanya Irma. Dua, saya merenungkan alasan pertama. Tiga, saya memikirkan alasan kedua. 

Eh, ada satu lagi sih. Saya bosan. Tujuh tahun bertahan dengan template-bikin-sendiri-sampai-belajar-coding-css-dan-html-di-tahun-2010-dulu, membuat saya muak dan ingin berubah identitas layaknya manusia serigala yang berubah menjadi vampir saat malam purnama. Ini nggak bisa dibiarkan. Saya bosan. Saya harus ganti suasana. Kalau tidak begitu, saya bisa berkali-kali vakum ngeblog lagi dan lagi ke depannya.

Karena makin kesini saya menyadari, bahwa hal yang itu-itu saja akan membuat kita cepat jenuh. Dan mungkin ini adalah alasan mengapa selama tujuh tahun saya terjun di dunia blogging, saya banyak mengalami kekosongan, kejenuhan, dan kehampaan. Sok sibuk dengan rutinitas harian. Padahal alasan sebenarnya adalah... Bosan. Racun banget, anjiiirrr.

Tiap buka blog, ah itu doang. Ijo lagi. Ijo lagi.

Akhirnya semua ide yang ngepop selama menjalani hidup seharian, hanya menumpuk menjadi draft tak terselesaikan layaknya barisan gebetan yang gagal jadian. Nyesek. Terbuang percuma semua gagasan. Terbuang percuma semua trik pendekatan. Dan ternyata setelah ditelaah lebih dalam, vakum ngeblog itu nggak enak, guys. Kalau kata Ustadz Sanusi, banyak mudharatnya, sodara-sodara. 

Maka, dengan ini saya akan memaparkan empat alasan mengapa vakum ngeblog itu nggak enak berdasarkan pengalaman sekaligus kesotoyan saya. Bahkan, mungkin ini lebih nggak ena daripada gagal ena-ena karena kegep orangtua pacar di ruang tamu. Here we go.

--- [] ---

1. KETINGGALAN BANYAK MOMEN

Alasan yang paling fundamental dan paling pertama adalah ketinggalan banyak momen. Yep. Sejak suka ilang-ilangan dari circle blog, saya menyadari kalau momen-momen signifikan dalam dunia perbloggingan tidak pernah saya ikuti. Misalnya, saat ada temen blogger yang pedekate, jadian, putus, selingkuh, atau bahkan menikah, saya jadi nggak tahu sama sekali. Dan setelah comeback, justru momennya udah habiiisss. Saya kan jadi nggak bisa ikut ngecengin, ngetawain, dan ngeledek saat mereka jadian atau bahkan putus. Misalnya momen jadian Adi dan Deva. Momen pedekate Darma dan Wulan. Serta momen jadian Icha dan Ehem. Atau momen ditinggal nikah mantan seperti kisah asmara pedih milik Agia.
Niat jahat Darma yang gagal karena keadaan

Sehingga tiap mereka ada link back ke cerita atau momen tersebut, saya merasa seperti orang cupu yang cuma bisa melakukan 5 D layaknya Setya Novanto saat rapat di gedung DPR. (5 D = Datang, Duduk, Diam, Dlongap, Dlongop). Cupu banget, anjir. Cupuuu. Saya seperti orang yang teleportasi dari jaman batu menuju masa depan dimana orang-orang sekitar saya sudah maju selangkah menuju Mars. Sementara saya masih di Meikarta. Brengsek sekali.

Saya bahkan semakin nyesek ketika tahu bahwa teman-teman blogger (via grup Telegram WWF) sempat mengadakan kumpul-kumpul berfaedah di kota domisili saya dalam mencari nafkah. Solo, brother. Solo. Apalagi saat membaca postingan Icha dan beberapa blogger lainnya yang juga membahas tentang acara kumpul-kumpul ini. Kak Bena bahkan sempat posting vlog khususnya di Youtube. Dan waktu momen mereka guling-guling di lantai Stasiun Solo Jebres, saya teriak di kantor sampai rekan-rekan guru ngeliatin dan merasa prihatin terhadap kejiwaan saya. 

"Bangkay, stasiun ini kan deket banget dari kosan sayaaa!!!" :'(

Tapi ya mau bagaimana lagi, namanya juga kehilangan momen. Momen nggak akan bisa diulang kembali kecuali saya punya laci ajaib Doraemon untuk kembali ke masa lalu. Makanya, kok Yoga dulu pernah posting lokasi di Solo. Ternyata ini toh alasannya.

Jadi, jangan vakum ngeblog kalau tidak ingin ketinggalan momen seperti saya.

2. KEHILANGAN KESEMPATAN PACARAN  BERTEMAN

Alasan yang kedua, kehilangan kesempatan emas perak perunggu dalam mencari teman dan jodoh baru. Ngeblog tujuh tahun, meskipun ilang-ilangan, membuat saya sadar bahwa yang namanya teman blogger pastilah silih berganti. Dulu di angkatan 2010, saya mengenal nama-nama lejen seperti Kak Irvina Lioni, Samandayu (almarhum), Xinnosuke, Yoga Cahya Putra, dan beberapa sesepuh blogger lainnya dari berbagai komunitas. By the way, nama terakhir agak susah nyebutnya. Tapi kalau nyebutin koleksi judul film Fake Taxi-nya, saya bisa.
Salah satu komunitas blogger di Indonesia yang nyambi jual daleman

Hal ini juga terjadi saat saya kembali ngeblog di tahun setelahnya karena vakum. Lingkaran teman saya berubah. Banyak orang baru yang saya temukan blognya. Namun, ada juga beberapa yang saya kunjungi tapi malah udah vakum. Padahal baru mau berteman, baru mau diikuti tulisannya, eh dianya gantian vakum. Mau follow sosial medianya, takut nggak di-notice karena dikira mau ngiklan MLM. Atau ada juga teman blogger yang lupa pada saya karena terlalu lamanya hibernasi. Hm. 

Saya jadi merasa melewatkan banyak orang baru dan ini berarti membuang kesempatan untuk mengenal lebih banyak teman. Saya melewatkan kesempatan untuk mendidik blogger imut-imut, Dek Attar, yang sempat keracunan tulisan binal Icha. Dan juga kesempatan untuk mencari jodoh sesama blogger. Giliran baru kenal, eh punya pacar. Giliran baru kenal, eh udah berubah jenis kelamin jadi perempuan. Kan ngehe. 

Jadi, jangan vakum ngeblog kalau tidak ingin kehilangan kesempatan seperti saya.

3. MENINGGALKAN BANYAK DRAFT IDE YANG TERBUANG

Banyak orang bilang, ide itu susah muncul kalau dicari. Tapi gampang luber kalau dibiarkan. Sentil dikit, ambyar. Ngeliat kejadian receh dikit, langsung ada ide bikin novel. Luar biasa memang kekuatan pikiran manusia yang satu ini. Ide, kalau tidak segera ditulis, jelas akan menumpuk menjadi sampah otak. Maka dari sinilah salah satu alasan ngeblog muncul.

Tagline "saya menulis agar tidak gila" menjadi falsafah ngeblog saya sejak dulu hingga sekarang. Agar saya punya kanal untuk menuliskan semua pikiran liar yang tiba-tiba keluar saat saya sedang melamun, makan, dan beberapa aktivitas lainnya. Keseharian manusia adalah ladang ide itu sendiri. Tapi, itu tadi. Karena vakum ngeblog, semua ide saya hanya menjadi tumpukan calon tulisan basi yang sudah lama lewat tanggal kadaluwarsanya. Nggak bisa dinikmati lagi. Nggak seru lagi. Nggak hot lagi. Yang ada hanyalah bagaimana cara saya menyenggolnya sedikit pada tulisan-tulisan terbaru.
Dokumen pribadi

Mubadzir banget kan? Sama seperti saat kamu membuang ingus dengan tissue. Sama seperti saat kamu membuang remah rengginang dan gorengan. Mubadzir. Ide bahkan jauh lebih mahal daripada ingus dan gorengan. Lalu, mau sampai kapan kamu membuang-buang ide, May? Hah? Sampai kapan? *sok-sok marah sambil ngaca dan kibas-kibas poni*

Jadi, jangan vakum ngeblog kalau tidak ingin kehilangan banyak ide seperti saya.

4. SULIT BANGKIT DARI KUBUR KEMAGERAN

Vakum ngeblog menurut saya sama sensasinya seperti mati suri. Bangkitnya susah banget. Udah terlanjur mager menulis dan merangkai kata. Sehingga saat ingin memulai kembali, susahnya minta ampun. Serius. Beberapa kali selama vakum saya berusaha menulis lagi. Namun semua hanya berakhir di dalam angan-angan, imajinasi, dan setumpuk komik yang baru saya pinjam dari persewaan. Nggak jadi nulis lagi. Nggak jadi ngeblog lagi. Gitu terus siklusnya sampai terjadi perang antara Korea Utara melawan Amerika.
Kucing nemu di gugel

Sebenarnya ini manusiawi sih. Menurut Hukum 1 Newton, benda akan cenderung mempertahankan posisinya. Benda yang berada pada keadaan diam, akan cenderung ingin terus diam. Dan benda yang berada pada keadaan bergerak, akan cenderung ingin terus bergerak. Kelembaman. Jadi, orang yang vakum ngeblog, akan cenderung ingin mempertahankan keadaan vakumnya. Orang yang jomblo juga akan cenderung mempertahankan keadaan jomblonya. As simple as that.

Jadi, jangan vakum ngeblog kalau tidak ingin sulit bangkit menulis seperti saya.

--- [] ---

Berikut di atas adalah empat alasan mendasar tentang mengapa vakum ngeblog itu nggak enak. Dan jujur, saya mengalami keempatnya. Meskipun begitu, saya toh tidak menyesali pernah vakum berkali-kali. Mungkin dengan begitu, saya jadi belajar bagaimana menjaga sesuatu. Sesuatu yang mudah diucapkan, namun sulit dilakukan. Sesuatu yang mudah dinasihatkan, namun sulit diterapkan. Dan sesuatu itu adalah "konsistensi".

Cihuy sekali, bukan? Ladies and gentlemen, please give me applause...

--- [] ---

Ngomong-ngomong, ini kan sudah memasuki musim penghujan. Suasananya sungguh pas untuk menikmati es krim. Kalau kalian sedang ingin membaca beberapa kisah romantis tentang hujan dan es krim, berikut adalah dua tulisan yang berhasil menjajaki rekomendasi teratas dari saya. Here you go.



Thank me later. See ya!





Pictures are taken from:
https://www.youtube.com/watch?v=TDoBZPB6xjo
http://www.ateconference.com/welcome-to-the-2016-assistive-technology-and-ergonomics-conference-blog/
http://www.ichahairunnisa.com/2017/01/15-keuntungan-dan-manfaat-memiliki-blog_6.html
http://ijalfauzi.com/2013/07/kopdar-kancut-keblenger-di-detik-square/
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

48 Comments:

  1. Sekitar 2-3 bulan tidak menuliskan apa-apa, saya pun depresi dan hampir gila. Menulis memang menyelamatkan saya dari kegilaan hidup ini. Kasihan sampah-sampah di kepala kalau nggak dituangkan ke media, nanti membusuk. Jadi, kalau emang suka nulis, jangan kelamaan ditunda~ Nanti malah vakum. Bangkitnya susah bener. :)

    Syukur kisah percintaan saya nggak ikut disebutin bareng Adi-Deva, Icha-Ehem, Wulan-Darma. Wqwqwq.

    Ta-tapi ... tunggu dulu, itu paling akhir kenapa ada cerpen es krim yang mana sebuah aib, ya? BAJINGAN! Saya kena twist.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satu sama, bosque. Kau juga telah meracuni hamba dengan kata "cupang". Bangkay :'(

      Delete
  2. Tepuk tangan, sambil tepuk kaki *eh mana bisa

    engga enak sih, padahal dari blog bener tuh point yang bikin makin banyak temen. Udah mulai lagi ngeblog dari vakum, ngeblog yang beneran ngeblog. haha.

    Dan sekarang lagi mencoba bangkit dari kubur lagi, sembari ngilangin bekas postingan lama. Karena lagi nemuin konsep baru aja. eh kenapa jadi curcol disini padahal maunya salam kenal doank. yawdah deh. hey~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hey!

      Semangat bangkit dari kuburnya, coba salah satu elemen blog ada yang diganti supaya ada suasana baru :)

      Delete
  3. wah vacuum is my middle name, eniwey banyak banget draft-nya hahaha

    salam kenal mayang

    ReplyDelete
  4. 7 tahun? Alhamdulillah, aku cuma 6 tahun. Tapi bukan vakum juga kayak e namanya ding. Lhawong dulu cuma iseng bikin, terus cuma ngepost 2 apa 3 tulisan ge-je, terus udah bosen gitu. Blog mangkrak ngga terurus. Miris.

    Niat banget, Yang. Sampai otak-atik tempalte blog sendiri. Dulu kuliah jurusan apa e? Kalau anak TI kayak e masih lumayan mudeng lah ya masalah kode-kode css dan apa itu html-an. Kalau aku mah asal nyari template gratis di google aja. Pengen otak-atik juga ngga bisa, Yang. (Yaelah, ini kudu "Yang" banget yak manggilnya? Kalau orang Solo nanti jadi baper dipanggil ginian mah xD)

    Aku sempet baca itu beberapa blogpost pas temen-temen bloger main di Solo. Tapi ngga ikutan nimbrung juga sih, lha waktu itu masih bener-bener newbie megang blog setelah hiatus 6 tahun itu. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jurusannya bukan IT sih, hahahaha. Tapi emang suka beginian sejak SMA dulu, Wisnu. Tapi yang sekarang juga template gratisan kok. Hanya diedit dikit.

      Yah kapan-kapan kita harus kopdar sesama blogger Solo!

      Delete
    2. Kok ada kata2 'yang' OAO. Jadi ada apa ini :(

      Ini masih Nivember betewe, masih sebulan yang lalu. Masih hangat.

      Delete
  5. Emang nulis bisa se-candu itu ya? (°~°) Gak pernah nyoba nge-blog sih, gak tau apa yg menarik dari sebuah kegiatan menulis.

    Mengatasi kegilaan, kalo ane lebih suka tracking ke gunung ato kalo lagi bokek ya cuman genjrang-genjreng gitar doang.

    Oh ya, ente ceritanya guru yah? Selamat hari guru deh kali gitu. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga suka tracking gunung, bang. Tapi nggak sering sih, hehe. Menulis buat saya bukan candu ah. Ini lebih ke kebutuhan aja kok.

      Terima kasih ucapannya :)

      Delete
  6. karena vakum bisa menular, kayaknya itu dulu menular kesaya haha tapi berusaha berobat agar sehat,,,, :D

    ReplyDelete
  7. Saya juga pernah vakum ngblog bahkan gak tanggung2 lamanya
    dari awal ngblog 2010 pertengahan sampe 2015 blog gak di urus sama sekali
    terus mulai ngblog lagi tapi ya gitu mager dan terbengkalai, beralih bikin blog komik dan streaming eh internet dan waktu tidak mndukung
    dan akhirnya mulai ngblog lagi sekarang
    saat kembali ngblog temen yang lain pada pensiun semua hahaahaha

    Bnyak momen yang memang ketinggalan jadi merasa kudet, ikut nimbrung di kolom komentar aja berasa asing jadinya.

    selamat hari guru mbak mayang
    semoga jadi guru deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, makasih udah berbagi pengalaman, Mas Adi. Hehe.

      Anw, saya emang udah guru. Makasih lagi ucapannya :)

      Delete
  8. Hey salam kenal mbak mayang...
    Salut banget bisa terbangun dari mati surinya di dunia per blog-an. Apasih bahasanya susah banget ya.. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal. Nggak papa susah bahasanya, yang orangnya enggak susah ya XD

      Delete
  9. (((Buka blog ijo ijo mulu))) ini yang gue rasain juga tiap buka blog sendiri. Udah dari 2014 gak ganti2 template. :'))

    TOLONG YAAA GUE BUKAN ANGKATAN 2010, TAPI 2011. KE-SENIOR-AN INI JADI ISU YANG SENSITIF SEKALI.


    ...DAN TOLONG JANGAN MERUSAK GENERASI MUDA DENGAN MEMPROMOSIKAN HIKAYAT ES KRIM GITU.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak masalah, itu berarti kamu setia, Yog. Setia dengan kejombloan. Okesip.

      OKE SAYA RALAT: YOGA ANGKATAN 1991. GITU?

      Huahahaha, justru saya memberikan link sex education, brother.

      Delete
  10. Saya vakum beberapa bulan yg lalu, tapi ya nggak vakum vakum banget sih.. Cuma posting 1 kali dalam bbrapa saat. Hehehe.
    .
    Dan sekarang Insya Allah mau tancap gass lagi. Hehehe.
    .
    Salam kenal dari Kendal ya gan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal. Jangan vakum lagi ya :D


      *ngomong sama cermin juga*

      Delete
  11. Harusnya kamu flashback lebih jauh lagi tentang hubungan percintaan blogger.. Yoga-Ri.... juga mesti dimasukkan. selain itu ada juga blogger lain yg memiliki kisah yg sama. bahkan ada yg menikah kayak teh dewi ama mas percha. juga momen menyedihkan saat om cumilebay meninggal.

    sebagai penyuka ijo2. saya juga pernah ngerasain hal yg sama, selama tiga tahun memakai template itu2 aja. baru tahun 2017 ini ganti template lagi. tapi ya nuansa ijonya tetep. bahkan letak menu bar side bar juga tetep. author juga tetep kayak dulu. header juga tetep. ya alloh saya ganti template apa nggak sebenernyaaaaaa.... cuma pas buka versi mobile aja yg beda. lebih responsive.

    vakum itu pilihan. sebagai blogger yg sesempetnya, saya mah vakum2 aja. tapi baca2 pos temen tetep. sempet ya ngeblog, gasempet ya entaran. #JanganDiTiru

    terakhir, tolong hikayat es krim tersebut jgn disebar lagi. kalo kata dek Attar "merusak generasi muda, cuy"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaaaah. Haw benar. Yoga-Ri... harus ikut disorot. Sayang untuk dilewatkan dan tidak ikut disempilin di sini. Yuhuuu.

      Delete
    2. @Haw: Aduh, baca komen kamu, saya semakin nyesek aja karena ketinggalan banyak momen. Dan saya nggak tau sejarah Yoga-Ri itu gimana. Ri siapa. Ehehe. Nanti saya DM ya, Haw, yaaa? Kita gosip-gosip lagi.

      Btw, udah telanjur disebar nih ceritanya, tanggung. Nggak papa ya?

      Delete
    3. Ngapain ngecek daleman. kan nggak lagi turut ayah kekota. jadi gak naik daleman istimewa. tapi boleh kok kalo mau duduk di muka.

      Delete
    4. Ih, pinter banget mlesetinnya. Nak capa cih?

      Delete
  12. Yahh,, lebih baik yerlambat dari pada tidak sama sekali ��

    ReplyDelete
  13. Iyah. Vakum emang gak enak. Aku jadi ketinggalan banyak gosip. Untung bisa tanya-tanya sama Yoga. Wkwkwk :p *Yoga narasumberku*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga ketinggalan banyak banget, Beb. Nanti saya nanya temen yang lain juga ah.

      Delete
  14. musim hujan kok es krim? nah salam kenal dari purworejo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena es krim yang ini beda. Salam kenal juga :)

      Delete
  15. Waaaah. Pecah bener ini tulisan. Segala bawa-bawa Setnov, May. Ternyata efek vakum mengerikan juga, ya. Aku baru pernah liat itu di Yoga, yang waktu itu vakum 3 bulan. Ngerasa kehilangan banget. Apalagi kamu yang lebih lama ya, May :(

    Paling nggak enak itu ya mengalami kemubadziran ngepos tulisan sih. ITU DRAF KAMU BANYAK BENER ANJEEEEEEEEER. Aku pikir kamu vakum ngeblog, vakum juga nulisnya.

    Paling ngehe itu sih, kehilangan banyak momen di dunia blog. Tapi nggak papa, nggak ada kata terlambat untuk terjun di haha hihi dunia blog, May. Selamat datang ya! Jangan ngilang-ngilang lagi :*

    Hmm. Rekomendasi tulisan di bawahnya benar-benar bangke. Sekali lagi, generasi muda harus rusak. Entah aku harus senang apa sedih, May.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHA, beliau berhak disentil karena kelucuannya yang ngalahin pemenang SUCI tahun ini. Lucu banget anjir XD

      Bener sih. Apalagi kalian ada grup juga, jadi kalau salah satu ilang, pasti kerasa banget. Etapi kalau Darma yang ngilang, saya nggak masalah sih kalau jadi kamu. BUAHAHAHA.

      HAHAHIHI APA NIH MAKSUDNYA, BANG? :v

      Senang dong elah, saya kan lagi bantuin kamu ini.

      Delete
    2. Huanjer. Hahahahak. Kasihan bener Darma dibully di mana-mana :D

      Delete
  16. Ane belum tau rasanya tante.. Blog masih seumur jagung.. Seru juga ya vacum.. Eh.. Momen2 yang ketinggalan pas vacum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jagung umurnya berapa, om?

      Asal jangan ketinggalan vacuum cleaner aja.

      Delete
  17. HAHAHAHAHA MAYANG BHANGKAY. ASELIIIIKKK. Gue sama Darma ga jadian yawlaaaaa

    Tapi gapapa. Aku bahagia karena foto mukaku yang tak seberapa muncul di sini:( :*
    Eh tapi iya sih, ketinggalan banyak momen, cerita seru di dunia blog itu bikin kita merasa tersisihkan.

    ITU DRAFT KAMU BANYAK AMAT SIK MAY??
    Idenya sebegitu banyaknya anjir. Aku aja mau nulis gabisa karena mentok di otak. Ga ada ide. Haahahaa.

    Jangan vakum ngeblog lagi ya. Nanti siapa temennya Icha dalam duo mesum?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahahaha, maap, Lan. udah diedit ya XD

      Btw, ini saya harus ngasih royalti enggak karena udah masang foto kamu? Kalau iya, coba bisikin nomor... ukuran dalemannya.

      Banyak karena memang Mayang pemalas aja ini mah. Tahunnya udah dari kapan itu :')

      Kita bikin trio mesum aja sekalin yuk, Laaan. Sepertinya menarique. Mengingat tulisan kamu yang juga sama mesumnya dikit-dikit. Yekan?

      Delete
    2. BANGSYAATT AKU NGGAK PAPA KALI MAAAYY HAHAHAHA
      SEGALA PAKE DIEDIT SEGALA. Aku nggak marah yawlaaaa

      Delete
  18. Nge blog pertama SMP tahun 2008, tugas TIK. Habis itu bikin satu blog tahun 2013 sebagai kado teman ulangtahun. Vakum gak itu namanya? Hahahaha.

    Awalnya gak ngeh kenapa papa begitu fenomenal di dunia ini. Baru dua minggu kemaren muncul di recom youtube, akhirnya tau.

    LAWAK BENER YA ALLAH T-T sedih, kokoronya kemana :') pantes bisa viral.

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.