Surga di dalam semangkok Indomie
"Indomie dari dan bagi Indonesia..."

Pernah dengar tagline milik Indomie? Pasti sering kan. Beberapa lama ini Indomie bahkan menelurkan nostalgic version berbentuk paket Indomie jadul. Ada totebag-nya yang lucu jika digunakan untuk piknik. Bahkan disinyalir dari salah satu portal berita, Indomie ini tiap hari ludes dalam dua jam pasca pengiriman atau re-stock. Gokil.


Orang cenderung menyukai hal yang vintage, untuk saat ini, terutama bagi generasi-generasi 70-an hingga 90-an yang sudah mengenal brand makanan ini sejak masa kanak-kanak. Jadi, bukan mustahil kalau paket vintage Indomie ini bisa hype di pasaran.

Seperti mantan yang kembali dengan penampilan baru
Jika dipikir-pikir, merk mie instan asli Indonesia ini memang sudah melegenda sejak jaman dahulu kala. Kalau beberapa brand justru harus gulung tikar karena pangsa pasarnya tidak terlalu bagus, Indomie justru merajai dalam hingga luar negeri. Kalau kalian ingat merk-merk jadul semacam Mie Kare, Mie Selera Rakyat, Mie Gaga 100, dan Mia Khalifa, brand-brand tersebut tidak bisa kita jumpai lagi di toko ataupun supermarket karena sudah discontinue (tidak diproduksi lagi).

Mengapa Indomie tetap bertahan dan memiliki peminat paling tinggi di pasaran? Jawabannya satu. Mereka berinovasi terus menerus. Meskipun ada beberapa varian yang gagal meledak di pasaran, tapi siapa sih yang tidak suka Indomie goreng rasa originalnya? 

Indomie juga bisa menjelma menjadi sepiring surga dan melengkapi momen-momen spesial bagi seseorang, terutama anak kosan yang sering seret keungan di akhir bulan. Maka, tak dapat dipungkiri jika Indomie telah menjadi the real hero for anak kosan.

Namun sayang, kita tidak boleh mengkonsumsi mie instan terlalu banyak karena faktor kesehatan. Sehingga untuk menahan hawa nafsu makan Indomie, biasanya saya membatasi diri dengan mengonsumsi Indomie setiap tanggal 4 di awal bulan. Selebihnya, tidak. Uh. Sedih.

Ada beberapa varian rasa Indomie yang berhasil merebut hati dan pikiran saya sejak jaman dulu kala. Meskipun beberapa di antaranya sudah tidak diproduksi, namun saya tetap akan memasukkannya ke dalam list. Hanya semata untuk mengenang, bukan ingin balikan. Dan yang berhasil masuk ke dalam nominasi varian Indomie favorit adalah... Jeng jeng jeng...

1. INDOMIE GORENG ORIGINAL


Jangan tanya betapa saya cinta pada produk ini. Aromanya itu, beeeh, bikin orang yang sedang tertidur pulas bisa bangun mendadak karena menciumnya. Ada teman kos saya yang sedikit bangkai. Kalau masak Indomie goreng selalu malam hari. Jam 11. Sebelum ronda kayaknya dia butuh makan dulu. Baunya itu loh... Kurang ajar. Kalau saya belum tidur sih okelah, bisa nyolong-nyolong menghirup aromanya. Tapi kalau saya tidur, nggak tahu kenapa saya selalu terbangun. Hanya karena bau Indomie goreng original. 

2. INDOMIE GORENG CABE IJO


Varian Indomie goreng yang sekarang cukup langka di pasaran. Katanya sih, produk ini nggak terlalu banyak peminatnya. Warnanya yang ijo dan aromanya yang semerbak pedas, membuat varian ini hanya disukai oleh kalangan tertentu. Padahal, kalau kalian pengen sensasi lain dalam makan mie instan, ini bisa jadi alternatif yang tidak mengecewakan. Rasanya yang mirip dengan sambel ijo di masakan Padang, bisa menggaet hati saya sampai tertawan. 

3. INDOMIE GORENG KRIUK PEDAS


Saat kemarin sempat rame-rame booming produk mie instan dari Korengan, Samyang, saya tetap nggak tergiur. Masih cinta dengan mie instan buatan lokal. Orang bilang Indomie goreng ori membosankan. Kalau pengen pedas, harus ditambah rawit atau sambel-sambelan. Tapi sebenarnya ada kok Indomie yang pedasnya lumayan. Varian Indomie goreng kriuk 8x yang pedas ini bisa menjadi pilihan. Tekstur mie-nya yang kenyal, serta saus pedas yang enaaak bangeeet, dan taburan kriuk yang gede-gede, bisa menjadi teman makan yang mengenyangkan.

4. INDOMIE GORENG VEGAN


Sebenarnya saya nggak bisa makan daging. Termasuk di antaranya daging merah macem daging sapi, domba, kambing, kerbau, kuda, biri-biri, dan daging manusia. Bukan hemat atau pelit, tapi emang nggak bisa. Setelah mencoba makan daging begituan, entah mengapa saya selalu muntah. Padahal nggak diet kok. Kata ibu, saya dari kecil alergi daging merah. Tapi kalau buah apapun, sayur apapun, serta ikan dan seafood, jangan ditanya. Saya doyan semuanya sampai pernah makan daging hiu juga. Dan hadirnya Indomie varian ini, bagaikan surga bagi semi-vegetarian seperti saya. Orang bilang rasanya aneh, saya bilang enak. Orang bilang rasanya hambar, saya bilang rasanya kaya. Sayang, pasca 2014 lalu, mie ini hampir nggak pernah ada di toko-toko lagi.

5. INDOMIE GORENG SOTO


Soto digoreng? Jelas aneh kedengarannya. Tapi kalau Indomie goreng rasa soto? Enak banget rasanya. Dari pertama kali mencoba varian ini saat masih SMP dulu, dengan kemasan berbeda, saya sudah jatuh cinta. Rasanya kok unik ya. Lalu produk ini sempat hilang dari peredaran. Seperti mantan. Namun di tahun 2016, varian ini muncul lagi dengan penampilan yang berbeda. Dan rasanya tetaplah sama... Membuat saya jatuh cinta untuk kali kedua. Aroma soto dan rasa asin-asin enanya berhasil membuat saya ketagihan dan selingkuh dari Indomie goreng original selama beberapa bulan.

6. INDOMIE GORENG CAKALANG


Ikan cakalang itu nikmat. Kalau kalian pernah makan masakan Manado atau kalian orang Manado, pasti tahu gimana seksinya rasa ikan cakalang. Khas gitu lah. Bikin nggak bisa lupa seharian meskipun hanya one eat stand. Saat Indomie meluncurkan varian ini, saya lekas berlari ke toko dan mengobok-obok etalase bagian mie instan. Namun, setan. Kata mbaknya, mie ini ludes terjual. Keesokannya saya mencoba peruntungan ke sebuah mall di kota Solo, dan saya menemukannya. Tanpa foreplay, saya segera pulang dan memasaknya. Memakannya dengan brutal. Dan rasanya... Nagih banget, gila. Mie ini bisa menjadi alternatif mupeng karena, you know, masakan Manado kan sedikit mahal untuk kantong mahasiswa. Tapi sekarang saat saya sudah berkantong, justru mie ini semakin langka.

7. INDOMIE KUAH AYAM SPESIAL


Kalau tadi sudah ada 6 varian Indomie goreng favorit, kini saatnya beranjak menuju Indomie goreng kuah favorit saya. Untuk produk Indomie, sejujurnya saya lebih menyukai jenis goreng-gorengan daripada kuah-kuahan. Produk kuah Indomie kurang nendang rasanya. Tapi untuk yang varian ini, ayam spesial, saya sangat menyukainya. Rasa gurih kaldu ayamnya bisa menimbulkan perasaan senang yang klimaks sampai ke ubun-ubun. Apalagi kalau diberi topping bawang goreng, telur rebus setengah mateng, kerupuk, daun bawang, dan cabe rawit yaaang banyaaak. Dimakan waktu hujan-hujan berteman air putih hangat di dekat jendela kamar. Istimewa.

8. INDOMIE KUAH SOTO SPESIAL


Selain Indomie goreng soto, varian kuahnya yang ini juga nggak bisa diragukan lagi pesonanya. Beda dengan varian soto mie yang menurut saya biasa-biasa aja, varian soto spesial ini memang benar-benar spesial seperti brandingnya. Rasa sotonya lebih ngena, kuahnya lebih legit, dan ada bubuk koyanya. Lengkap untuk menemani malam Minggu kelabu seorang jomblo yang baru ditinggal kekasihnya. Btw, kalau makan mie kuah haruslah dalam keadaan panas-panas saat uapnya masih menyala. Jangan dibiarkan sampai suhunya turun. Ibarat cinta, saat masih awal dan anget, haruslah digunakan untuk menciptakan kenangan-kenangan terbaik.

Indomie goreng ayam geprek
Si tukang makan banyak asal Jepang yang bernama Yuka Kinoshita, juga pernah makan Indomie 6 bungkus ditambah dengan berbagai macam topping di atasnya. Kalau lagi kangen makan Indomie karena belum tanggal 4, saya biasanya nonton ini untuk mengenang rasa dan aromanya yang khas.


Meskipun saya suka dengan brand Indomie, saya juga suka dengan beberapa brand lain kok. Seperti mie kuah, saya menyukai brand sebelah yang rasa karinya lebih memuaskan. Duh, jadi mupeng kan. Padahal ini masih tanggal 17. Tanggal 4 masih lamaaa... Hiks.

Kalau kalian, paling suka Indomie yang varian rasa apa?





Pictures are taken from:
http://www.indomie.com/
https://shop.aussiefarmers.com.au/tgs/indomie-instant-noodles-mi-goreng-fried-noodles-85g-p-11196
http://www.klikindomaret.com/product/mie-goreng-3
http://smarco.co.id/produk/indomie-goreng-kriuk-pedas-1014120020054-089686059779-1662
http://www.blank-on.com/indomie/Product/Category/4
http://www.dibacaonline.com/2016/02/rasa-baru-indomie-goreng-tapi-rasa-soto.html
http://www.indomie.com/product/category/5
http://www.indomie.com/product/category/2
https://www.kaskus.co.id/thread/5416de93d44f9f82228b456e/indomie-kuliner-indonesia-toppingnya-beda-dan-asli-menggigit/

34 Comments

  1. baru denger indomie vegan..
    wkwk indomie memang penolongku :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh, enak banget. tapi sekarang udah ditarik dari pasaran, lam :')

      Delete
  2. Penasaran sama Indomie Goreng Cakalang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus coba ya, sensasi aroma cakalangnya gurih gurih enyoy :v

      Delete
  3. Mie adalah makanan mewah yang dihinakan. atau hina yang dimewahkan. org bisanya makan mie biasa diledekin miskin. tapi nyatanya semua org suka makan mie.

    kalo saya, ada dua rentang waktu dalam menikmati indomie. saat umur di bawah 17 tahun, syaa lebih suka amakan mie yg digoreng (gak berkuah). sedangkan saat 17 ke atas malah sukanya yg dikuahin. indomie goreng aja saya pakein kuah.

    kalo favoritnya sih, ya itu, indomie goreng soto. dimakan kayak kerupuk tapi. xD mie yg cabe ijo itu enak parah sih. tapi temen2ku pada gasuka. dan skrg juga udah gada lagi di mini market.

    tapi tentu aja, mie apa aja rasanya kalo lagi ada stok di rumah, ya pasti dimakan sih kalo saya. dan tentunya dgn ngebuang bumbu keriyuknya. entah kenapa bumbu keriyuknya itu malah menghalangi kenikmatan sejati dari indomie.

    kalo yg cakalang, saya belom pernah liat di etalase. belom masuk sini kayaknya. Just info aja, di kalimantan, indomie yg laku keras itu yg kaldu ayam. selain lebih murah, nggak tau kenapa org2 sini lebih suka yg itu. malah di sulawesi bagian parrappe, org2 gamau beli mie kalo bkan yg kaldu ayam. padahal di jawa (bogor) saat saya mencari indomie kaldu ayam, malah nggak tersedia. ilmu ttg perpetaan indomie ini menarik untuk diteliti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Mie adalah makanan mewah yang dihinakan. atau hina yang dimewahkan." CERDAS, HAW! IQ BERBINTANG!

      aku dari dulu dibatasin banget makan indomie, dari kecil hanya boleh seminggu sekali. jangankan indomie, mie sakura aja dibatasin sama emak :(

      waktu kuliah dan ngekos, akhirnya aku bisa bebas mencoba semua rasa. tapi ya itu, mulai semester 4 kuliah s1, aku dapet penyuluhan tentang bahaya keseringan makan mie instan. akhirnya tobat hanya makan indomie tiap bulan sekali. takut.

      tapi kalau urusan mencoba semua rasa, saya jagonya. tapi varian indomie yang taste of asia saya nggak suka.

      coba kamu yang meneliti, Haw. nanti aku join. agar menjadi top leader MLM indomie level diamond.

      Delete
  4. wah jaman saya ngekost gak pernah bikin indomie krn gak ada kompor di kosannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya baru bisa masak indomie sesuka hati justru di kos, bu. waktu ngekos yg nggak ada kompornya, saya masak pake magic com. hehe

      Delete
  5. Iya.. Indomie bener-bener pahlawan bagi saya hingga kini..
    Saia sukanya yg jumbo..

    Kalau mbaknya favoritnya yg mana..?

    ReplyDelete
  6. Gue penasaran, kenapa ya mia khalifa ga diproduksi lagi. hmm..

    Indomie vegan sama kriuk pedas kayanya gue baru tau ini. Tapi bener sih, Indomie goreng emang juaranya. Bahkan gue bisa ngebedain mana Mie Sedaap goreng dan Indomie Goreng, saking fans garis keras Indomie Goreng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mia khalifa udah kendor, waktunya ganti pemain dong.

      vegan udah lama dan sekarang udah nggak diproduksi. kalau yg kriuk pedas dari tahun 2007 sampai sekarang masih. hanya saja distribusinya nggak seluruh indonesia.

      Delete
  7. ((ONE EAT STAND))

    Gile lu, Ndro. Eh, gile deh, May. Penggemar Indomie bet yak. Variannya ada beberapa yang aku baru tau dari postingan ini. Yang paling menarik itu Indomie vegan sih. Penasaran. Apakah memang itu rasanya hambar atau masih kalah hambar sama rasaku padanya?

    INDOMIE GORENG KRIUK MANTAP SHOLIHIN! Tapi... tapi... Favoritku itu Indomie goreng rendang. Uuuuuh. Aku pecinta nasi Padang, May. Nasi Padang nggak pernah salah di mataku. Nah kalau akhir bulan, ya buat ngenang rendang di nasi padang, aku makan Indomie goreng rendang. Pernah makan Indomie goreng rendang hampir semingguan anjir. Taunya ya gitu, konsisten dan kebanyakan makan mie aku jadi mencret-mencret. Huaaaa aku langsung kapok makan mie dengan birahi tinggi lagi dan frekuensi nyaris tiap hari lagi. T__T

    ReplyDelete
    Replies
    1. WANJAY, SUDAH BERANI CURHAT TENTANG KEHAMBARAN RASANYA. padahal kemaren curhatnya tentang kependekan anunya. yang onoh bukan? :))

      vegan enak bet, chaaa. sebagai vegan beneran, indomie varian ini bisa memberikan sensasi makan ala vegetarian. gokil kan.

      yang rendang juga enak. tapi aku nggak favorit sih :( masakan padang mah tak bisa tergantikan. nomor satu sebelum masakan manado. bumbunya yang tumvah-tumvah itu ya ampun... mantap soul!

      iya emang makan mie nggak boleh sering-sering, cha. sebulan sekali kayak aku lah. *tumben ngajarin bener

      Delete
  8. kok au tau sama yang kriuk sama vegan ya nyahahha

    ReplyDelete
  9. favorit saya tetap indomie goreng original, indomie kuah ayam spesial dan indomie kuah ayam bawang. kalo ke minimarket pasti ketiga varian ini yang saya beli.
    varian lain mah kadang2 beli tergantung mood

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang ori memang lebih menggoda daripada yang udah dimodifikasi :')

      Delete
  10. Beuh, itu mienya bikin pengen beneran, sebagai anak kost, aku sangat bersahabat dengan mie, apalagi mendekati akhir bulan.. haha
    Yang sambel ijo suka banget aku, Teh.. he

    Lihat yang mukbang itu malam bikin pengen e, mana udah malam pula.. lavarrr...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sama, saya juga suka yg sambal hijau. tp sekarang udah susah dicari di toko toko.

      Delete
    2. Betul, Teh, gak tahu kenapa.
      Apa sudah dikurangin atau bahkan gak edar lagi ya.. :(

      Delete
  11. indomi goreng kriuk pedas itu kek apaaa aku baru denger hahahaha. kalo aku paling suka indomie soto banjar may,sayangnya cuman dijual di kalimantan. dulu pas smp punya temen asli banjarmasin, trus kalo main suka ngebawain indomi soto banjar sekardus :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya dia ada yang punya, fa :))

      eh, maap.

      sayangnya aku belum pernah nyobain indomie soto banjar :(

      Delete
  12. INDOMIE GORENG KRIUK PEDAS BENAR-BENAR GUE RINDUKAN! Satunya lagi kriuk yang ayam, warna biru. Itu mantap~

    Zaman SMP-SMK ini setiap di sekolah pasti jajannya yang rasa pedas itu. Asyik emang pedesnya. Tanpa perlu kasih saus lagi, gue udah merasa pedas. Kalau sekarang tentu favoritnya mi goreng jumbo warna biru~

    Mungkin yang nggak tahu cara mendapatkan Mia Khalifa, itu bisa ditemukan di tokonya sendiri: miakhalifa.com Atau, kampus brazzer. Wq.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dulu ada yg bungkusnya warna biru juga ya. Padahal penggemarnya banyak, eh malah discontinue.

      YOGA KATANYA DAH TOBAT.

      Delete
  13. salah banget baca jam 09 malem begini... belum makan malam pula.. langsung tiba-tiba laper bacanya hahaha.
    salam kenal ya :D

    ReplyDelete
  14. Banyak banget yah variannya sekarang.. Tapi kutetap suka yang original dan rendang :)

    Salam kenal,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.