Lagi-lagi. Sebenarnya baca buku ini udah lama. Malah pas lagi hangat-hangatnya booming setelah terbit, saya langsung nulis review-nya. Namun tulisan seupil itu hanya berakhir di draft-calon-tulisan-mayang-yang-tak-kunjung-terposting-tahun-2013. Ya.

Entah mengapa kemarin malam hati saya bimbang. Membuka draft blog dan scroll-scoll sampai akhirnya nemu tulisan ini. Pikiran melayang terbang pada masa kejayaan komunitas blog Kancut Keblenger yang konon katanya banyak cinlok di dalamnya. Dan tulisan kali ini, sekaligus spesial untuk mengenang beberapa momen per-blogging-an KK di masa lampau.


Buku ini sempat meledak karena mengandung TNT di dalamnya.

Hah, yang bener, May?

Bukan. Gila aja jualan buku pake TNT. Buku ini booming karena memang KK adalah salah satu komunitas blog yang unik. KANCUT KEBLENGER. Perhatikan ikon grup yang diusung. Kancut. Celana dalam. Cidi. Bagian paling intim dalam sejarah pakaian manusia.

Kenapa cidi lebih intim daripada beha?

Come on, cidi adalah pakaian sejuta umat. Laki, perempuan, semua memakainya. Kalau beha kan cuma dipakai perempuan. Jangan membeda-bedakan gender gitu ah. Makanya biar lebih general, kancut dipakai dalam tema komunitas ini.

Kancut sendiri nggak asal nge-pop menjadi sebuah logo yang ikonik dari KK. Mulanya komunitas ini hanyalah grup kecil-kecilan yang dibentuk oleh teman-teman blog pemuja Kak Irvina Lioni Yuniasari. Beliau adalah pendiri KK yang sahih. Bermula dari blognya yang diberi titel Kancut Beringas, Kak Vina berhasil menggaet minat para blogger Indonesia untuk kemudian menjadi grup, lalu lebih besar lagi menjadi sebuah komunitas. Ajib kan.

Kiprah KK di dunia blogging sempat memuncrat apalagi dengan adanya kreator-kreator berkeahlian khusus macam Bang Nasihin (Xinnosuke) dan Ahmad Firdaus (Daus Idola).

Dengan adanya kekuatan besar tersebut, KK merumuskan untuk membuat project menulis buku bersama. Usut punya usut, mereka bertapa di goa, tidak makan dan tidak minum, serta mengumpulkan pundi-pundi ilham selama beberapa waktu. Dan akhirnya, terciptalah kumpulan cerpen yang diberi judul "KANCUT KEBLENGER: DIGITAL LOVE".

Karena komunitas ini sedang naik-naiknya di tahun 2013, buku ini langsung menjadi rebutan dan incaran manusia di seluruh Indonesia. Saya pun begitu. Langsung tancap gas ke Gramedia dan mencari-cari buku ini untuk membelinya.

Masa anggota KK nggak beli sih? Begitu yang ada di pikiran saya saat itu. Beda dengan saat saya membeli buku milik Yogaesce (SHS). Saya membeli buku Yoga karena dipaksa. Hiks.

Apa kesan yang didapat dari mantengin cover buku Digital Love?

Lucu. Desainnya ala-ala geek gitu lah. Bikin penasaran seperti apa isinya. Ada gambar dua orang manusia yang sedang menghadap ke arah laptop masing-masing. Satu perempuan. Satunya laki-laki. Ditemani dua gelas minuman di samping kiri dan kanan. Kesan pertama yang saya tangkap adalah LDR. Hubungan jarak jauh yang dibantu oleh teknologi IT, koneksi, dan kuota. Hubungan yang membuat dua orang selalu menatap gadget karena tidak bisa menatap wajah masing-masing.

Ah, kelihatannya sweet. Padahal kalau dipikir-pikir, LDR itu malah lebih ke Lu Doang Relationship. Karena biasanya, banyak kasus LDR gagal karena salah satunya tidak berkomitmen. Dan akhirnya putus. Krek. Bubar semua.

Kemudian ada lagu Via Vallen yang berjudul Suket Teki mengalun.

"Tak tandur pari... Jebul tukhule... Malah suket teki..."

Ternyata teman guru saya yang sedang nyetel kenceng pake speaker. Elah.

Namanya kompilasi ya, pasti kontributornya banyak. Yang ikut nulis cerpen disini ada kurang lebih delapan orang. Mereka adalah pendiri KK sendiri, Kak Vina, Bang Alit, Om Yono, Daus, Diana, Rizky, Kinan, dan Mutia. Ternyata kedelapan manusia ini pernah menjalani hubungan yang lebih fantastis daripada LDR. Mereka pernah berpacaran dengan orang yang bahkan belum pernah ditemui di dunia nyata sebelumnya. Dan kisahnya pun mengalir satu per satu.

Jadi buku Digital Love ini isinya apa sih?

Di beberapa lembar depan, ada kata pengantar berupa susunan paragraf terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu. Ada pula sejarah singkat komunitas KK. Tapi yang ganjil, buku ini nggak ada daftar isinya. Entah nyelip kemana ya, atau memang dibikin pake konsep begini. Yang jelas buku ini tidak menyertakan daftar isi.

Menginjak ke cerita pertama, ada tulisan renyah ala Mutia. Kalau boleh dibilang, cerita yang diusung Mutia ini adalah cerita favorit saya. Mutia yang kala itu masih duduk di bangku sekolah, akhirnya mengenal warnet untuk pertama kalinya karena ada tugas dari gurunya untuk berkenalan dengan orang bule pake Bahasa Inggris.

Mutia kemudian mulai menjajaki banyak sosial media dan aplikasi chatting. Friendster, mIRC, Yahoo, semua pernah dicobanya. Dan dalam perjalanannya mengenal dunia digital, Mutia bertemu dengan teman chatting yang membuat hatinya kedip-kedip manja. Cowok itu membuat Mutia panas. Hot. Bergejolak saking mendidihnya, macem air dijerang di atas kompor yang menyala. Ya. Mutia jatuh cinta dengan cowok ber-ID "satpam neraka". Panas kan?

Beberapa lama chatting, Mutia menyadari sesuatu. Dan semua terungkap di belakang saat cowok tersebut pulang ke kampung halamannya. Mutia memang tidak sampai jadian dengan cowok tersebut, namun terlihat dari tulisannya bahwa ia berbunga-bunga. Digital Love menyerangnya bertubi-tubi. Sampai di detik cowok itu kembali menghubunginya.

Mutia yang kala itu mengambil disket ketinggalan di warnet, akhirnya memesan paket satu jam seperti biasa. Duduk di depan komputer. Membuka aplikasi chatting. Dan chat dari si satpam neraka muncul. Mengatakan bahwa Mutia cocok memakai baju merah. Waktu yang menjawab semuanya. Mutia akhirnya tahu bahwa cowok teman chatting yang menjadi Digital Love-nya adalah penjaga warnet yang selama ini menjadi langganannya.

Keren kan? Itu adalah salah satu cerita dari keseluruhan isi buku Digital Love. Cerita dalam buku ini sebagian besar memang tentang Digital Love. Hubungan cinta yang terjadi pada dua orang (atau lebih) melalui sosial media tanpa mengenal di dunia nyata terlebih dahulu.

Cerita lain juga dialami oleh Om Yono yang skill nyepik ceweknya nol besar, namun lewat sosial media ia bisa menemukan cewek yang menyenangkan untuk diajak ngobrol. Lalu Diana yang harus bernyesek-nyesek ria karena di-PHP-in berondong KK. Sampai tips-tips online dating yang dikemukakan oleh Bang Alit. Semua terangkum halus dengan gaya penulisan masing-masing.

Secara keseluruhan, bagaimana komentar saya tentang buku ini?

Kekinian. Buku ini menggambarkan fenomena jaman digital. Jodoh tak kunjung datang di dunia nyata, lari ke dunia maya. Cocok. Jadian. Ketemuan. Kecewa. Balik lagi ke siklus awal.

Kan sering tuh kita membaca tentang orang yang menikah dengan teman chattingnya lewat Bigo, Snapchat, Kik, Kaskus, Facebook, dan lain sebagainya. Nah, cerita-cerita seputar pengalaman Digital Love itulah yang menjadi dasar dari buku ini.

Apakah Digital Love bikin saya bernostalgia?

Ya. Nostalgia jaman blog di tahun-tahun terdahulu. Sekarang para penulis di buku Digital Love sudah banyak yang vakum. Eh, tapi ada juga yang masih eksis namun berubah style. Misalnya Kinan Kawuryan, ia menjadi seorang fashion blogger yang fotonya kece-kece gewla. Kak Vina juga masih menulis di blognya, tapi ya, mungkin karena kesibukan, ngeposnya jarang-jarang banget. Beberapa juga mulai merambah dunia vlog melalui Youtube.

Yah, namanya orang berkembang. Pasti bisa memilih jalan yang berbeda. Semua sah-sah saja asalkan di koridor positif. Bukan di koridor peternakan kuda dan nunggang kuda pake beha. Ah, jadi kesana lagi kan arahnya. Maaf.

Komunitas KK juga entah kenapa kok seakan mematung. Terdiam. Hanya bisa diam dingin menyerang. Di sekujur tubuhku.

Yang baca sambil nyanyi berarti khazanah lagu Indonesia kalian top! IQ berbintang!

Oke. Jadi, iseng-iseng kemarin malam saya buka-buka blog KK. Dan disitu tertera "buy this domain", yang menandakan bahwa blog ini sudah tidak lagi diberdayakan oleh pemiliknya. Loh, kenapa? Saya semalaman nyari-nyari info kenapa blognya tidak dilanjut. Apakah pindah nama domain? Atau pindah rumah? Tapi nihil, saya nggak nemu info apa-apa.


Buka grup FB Kancut Keblenger, masih ada. Tapi postingan terakhir adalah tahun lalu. Pasca wawancara Kak Vina di reality show "Sarah Sechan". Setelah itu, null. Bahkan daftar posting yang gradakan tiap bulan juga tidak ada lanjutannya. Project, lomba, tawaran pekerjaan, juga tidak ada update sama sekali semenjak tahun lalu.


Saya yang masih kurang percaya, kemudian mencoba membuka Twitter KK. Twit terakhir adalah bulan Januari 2017. Setelah itu nggak ada lagi sampai sekarang. Sepi, euy. Ada apa gerangan? Bagaikana ada sarang laba-laba yang tumbuh subur di dinding-dindingnya. Grup KK sebenarnya kenapa? Beneran off kah? Atau ada sesuatu yang saya tidak tahu? Entahlah.


Tapi saya mendoakan, semoga ke depannya, blogger-blogger di Indonesia makin solid, apapun bentuk interaksinya. Mau itu grup, komunitas, atau project barengan, semua tetap menulis dan melestarikan budaya literasi. Salam blogger Indonesia!

Berhubung Oktober adalah bulan bahasa, saya akan mengadakan project kecil-kecilan. Penasaran apa project-nya? Kalau iya, jangan lupa mampir-mampir terus kesini. Kalau enggak, ya tetap harus mampir-mampir terus kesini. Soalnya, jujur aja nih, saya lagi nyari jodoh...

...kucing saya.





Pictures are taken from:
http://www.kevinanggara.com/2013/06/review-buku-kancut-keblenger-digital.html
https://sihonorio.deviantart.com/art/Digital-Love-2-0-198500311
https://twitter.com/kancutkeblenger
https://www.facebook.com/kancutkeblenger/
http://www1.kancutkeblenger.com/?kw=web%20blogs

16 Comments

  1. ((IQ BERBINTANG))

    Aku. Nggak. Tau. Lagu. Itu. :((((

    Seperti biasa, Mayang ngereview buku dengan asique dan 'Mayang' banget. Tema buku ini ya bener, kekinian. Dan familiar. Terutama buat orang yang berkecimpung di dunia blog, nggak cuma di medsos doang. HOHOHOHOHO

    WAAAAAH AKU EXCITED ITU PROJECT APA AAAAAAK AYOK MAY PECAH TELORKAN PROJECT ITU AAAAAAAAK AKU ENGAAAAAS TOLONG CARIKAN AKU JODOH JUGA DOOOOOOOOOONG *loh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah icha masa nggak tahu lagu lejen? X(

      CIE ICHA PERNAH CINLOK SAMA TEMEN BLOG APA GIMANA NIH?

      Icha: pernahnya ketemuan, May. Sama Yogampar sama sama yuk.

      Delete
    2. CHA... PERLUKAH PERTANYAANNYA MAYANG INI DIJELASKAN SECARA DETAIL? AHAHAHAHA

      Delete
    3. LAH, ICHA PERNAH CINLOK SAMA ANAK BLOGGER BENERAN?

      Delete
  2. Cant wait for the projectt

    Iya aku jg udah lama ngeh soal vakumnya FB dan twitter KK, juga soal matinya website KK

    Maybe karena sifatnya komunitas non profit, jadi yang sukarela ngurus tanpa dibayar enggak ada. Sementara ini adalah zaman apa-apa dihargain pake uang, ya kan. PLus founder nya juga udah sibuk bgt sama kehidupan barunya sbg pekerja dan ibu rumah tangga wkwkwkk

    Aku sih maklum
    Tapi sayang aja gitu, soalnya dulu udah semangat banget masuk nya, taunya berakhir kayak gini aja :(

    Yahh, udah fasenya mungkin

    semoga aku pribadi sanggup bertahan ngeblog terus walau nanti udah sibuk kerja dan berkeluarga huhu

    anyway buku digital love ini belum jadi jadi aku beli, baca-baca sekilas aja di gramedia hahaha #MemberParah

    Soalnya aku jarang bgt beli novel indo kalau nggak obral
    Sukanya novel terjemahan :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Demi apa aku baru ngeh sekarang. Kemarin2 tahunya Kak Vina menikah dan emang grup FB nya tenggelam nggak pernah ada notif. Kirain kemana. Eh taunya off :(

      Bener, aku masuk KK tahun 2011 dan emang atmosfernya asik banget. Lagi asik-asiknya ngeblog pokoknya. Ternyata sekarang berhenti tak tahu apa sebabnya. Kayaknya analisis kamu tentang non profit itu bener, Ul. Karena sukarela. Dan mungkin skrg sibuk sendiri2 dengan pekerjaan masing2.

      MENTAL DISKONAN :v

      *TOSS

      Delete
  3. Setelah di blog icha aku difitnah sebagai blogger mesum, di sini aku difitnah lagi maksa beli bukuku. FITNAH KEJI MACAM APA INI YA ALLAH...

    Btw, aku member lama KK dan itu yang nulis para sesepuhnya. Dan aku gak beli bukunya juga karena waktu itu lagi gak ada duit hahahahaha.baca gratisan aja di gramed.

    Udah gak aktif lagi, dulu grup fb masih ada yg ngurusin, semenjak ganti nama jadi komunitas blogger kreatif indonesia eh malah gak aktif. Surem. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mumpung masih bisa difitnah, ladang pahala, Yog. #eh

      Iya, itu para sesepuh KK. Ada yang sekarang masih eksis tapi pindah lapak, ada yang off. Ah, semua berubah :')

      DASAR MENTAL GRATISAN :v

      *JOTOSS

      Delete
  4. aku udah lama ngeh sih kalo kk udah ga aktif. keliatan banget kalo di twitter may. dulu rajin banget ngetwitnya, trus lama-lama twitnya cuman ritwitan link update blog, trus lama-lama ga pernah ngetwit lagi. padahal dulu pas membernya masih ratusan seru banget ya, lebih akrab gitu. eh pas membernya udah ribuan malah makin embuh.

    tapi ga cuman kk juga sih komunitas bloger yang sekarang off. rumah bloggernya benakribo & jamban bloggernya henasatya juga sekarang udah off. kalo diliat-liat ya, dulu komunitas bloger banyak banget sumpah, sekarang malah ilang semua. udah ganti musim juga sih, kan sekarang musimnya vlogging :b

    favoritku juga ceritanya mumu yang di warnet itu :))) dari sekian banyak cerita di digital love, yang aku inget cuman ceritanya dia, soalnya ada kata-kata "you're good in red" gitu ya kalo ga salah, dan itu mengingatkanku pada seseorang hhhh jadi sad euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. habis terkenal masuk tivi malah vakum. pedih :')

      padahal dulu eksis banget ya, fa. banyak yg bikin buku, banyak kopdar regional dimana-mana. perubahan.

      aku mah apa atuh, ngrekam suara sendiri aja nggak pede. apalagi ngrekam muka sendiri :v

      iya, sama sama pake baju merah si mumu sama mas-mas warnetnya :D

      Delete
  5. Mantap ulasannya, may. Lugas seperti biasa.

    Mau ada proyek apa nih... Aduh aku penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran.

    ReplyDelete
  6. KK. Saat bergabung dgn komunitas ini, saya termasuk yg cukup beruntung. Teman lain harus nunggu satu dua bulan untuk diterima, saya tiga hari udah di accept. Cuma waktu itu saya nggak aktif di KK karena lebih dulu gabung ama jamban blogger dan lebih banyak menghabiskan wkatu di forum jamban. Kebetulan saya dulu nggak aktif amat di FB maupun Twitter. Makanya lebih banyak main di forum.

    Btw, perkara buku ini, saya belom pernah baca sih. Liat di gramed dan numpang baca satu ceritanya juga nggak terlalu tertarik. Apa karna kala itu ayaa emang males ama buku percintaan dan komedi, ya. Yg jelas, salah satu junjungan saya pernah membuat reviewnya juga, beliau mengatakan singkat di goodreadsnya, "buku yg sangat lucu bagi anggotanya saja". Namanya selera ya~

    Kalo ttg blog kk yg gabisa diakses, awalnya karena kena internet positif sih. Hahaha... saat tau itu, saya tanya ke Mpok pina, katanya emang lagi ada kendala. Trus mpok pina juga bilang kalo tim utama atau jenderal KK nya sedang membincangkan untuk mengasyikkan lagi KK dgn beberapa projek. Itu sudah 7 bulan yg lalu. Sampe skrg belum juga ada kabar. Mpok pina juga lebih aktif di akun facebooknya sendiri setelah dia menikah. Blognya tetep update walo gak sesering dulu. Maklumi aja kesibukan ibu rumah tangga. Ya semoga aja entar KK bakal balik lagi~

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku masuk tahun 2012 kalau nggak salah, dan nunggu sebulan. ehe.

      beberapa cerita di dalamnya emang biasa aja, malah cenderung kaku dan flat. tapi ada juga beberapa cerita yang cukup lucu untuk disimak. tapi ya secara garis besar isinya cinta-cintaan sih. emang bukunya heboh kurang lebih di kalangan sendiri :')

      oh, ya? baru tahu karena internet positif awalnya :(

      aamiin.

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.