Antara Telur dan Kejujuran

One punch egg...
Telur. Siapa sih orang yang nggak suka telur? Semua pasti suka. Bahkan saking sukanya, ada orang dengan jenis kelamin tertentu yang selalu memproduksi telur setiap bulannya. Ada pula yang selalu membawa dua telur kemana-mana.

Telur adalah produk dari pantat ayam yang berhasil mematahkan teori abiogenesis. Teori tentang makhluk hidup yang muncul secara tiba-tiba. Seperti misalnya belut muncul dari lumpur dan ikan muncul dari air. Hebat. Sakti juga orang jaman dulu, ya.



Namun setelah adanya telur, teori tersebut perlahan-lahan bergeser. Lalu muncul penelitian yang muaranya pada cara berkembang biak makhluk hidup. Bagi tumbuhan, mereka memiliki cara berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Sementara bagi manusia dan hewan, ada yang beranak dan ada yang bertelur. Dan membelah diri untuk makhluk hidup yang jomblo. Ada yang melahirkan langsung berbentuk bayi, ada pula yang menelurkan glundungan bercangkang. Inilah yang disebut sebagai telur. Hewan yang bertelur salah satunya adalah unggas, termasuk di antaranya bebek, ayam, burung, dan angsa.

Nah, telur ini ada yang tidak dibiakkan menjadi makhluk hidup, namun justru dijadikan komoditas bahan makanan yang bergizi tinggi. Pembuatan dan pengolahan telur pun mudah. Bisa dikreasikan menjadi bermacam-macam masakan.

Untuk anak kos, telur juga memiliki nilai pragmatis. Ia praktis. Gampang dimasak dan dikonsumsi. Tinggal pecahkan, kocok, bumbui, lalu goreng. Hal inilah yang membuat anak kos cenderung "nyetok" telur di kamarnya atau di kulkas kosannya.

Lalu terjadilah tragedi ini seminggu yang lalu...

Pose ngejan di WC
Kosan saya memiliki grup WA untuk berbincang-bincang atau mengutarakan sesuatu. Maklum, intensitas kesibukan yang berbeda-beda, membuat kami tidak bisa sering bertegur sapa. Ngobrol langsung mungkin terjadi kalau kami tak sengaja bertemu di dapur, tempat cucian piring, maupun tempat mencuci baju dan jemuran yang letaknya di loteng. Selebihnya, none. Kami banyak chit-chat-nya di grup mulai dari membahas beli galon bareng, menyentil tersangka yang memiliki cucian piring menumpuk, dan jemuran kancut yang tak kunjung diambil.

Minggu lalu, tepatnya hari Selasa, ada salah seorang teman kos yang ngechat di grup. Sebut saja namanya Peminjam Telur Asli, disingkat PTA

"Mbak, ada yang punya telur nggak? Aku minjem satu boleh? Mau buat sarapan. Nanti sore aku ganti. Pliiis..." Begitulah isi chat PTA di grup.

Saya yang kala itu tidak sedang nyetok telur, menjawab lugas, "Maaf, nggak punya. Minta bapak kos aja, kayaknya punya dua butir telur yang selalu digenggam kemana-mana."

Sontak grup kos jadi riuh rendah mencela.

Meski ada pula yang bertanya dengan polosnya, "Kok genggam telur kemana-mana? Pesugihan apa gimana, Mbak?"

Di tengah kehebohan, ada seorang malaikat yang menawarkan telurnya. Sebut saja ia Yang Punya Telur. Disingkat YPT. Bukan yang perseroan terbuka, ya. 

Hahahahaha. Receh.

"Aku punya di kulkas. Di etalase rak satu yang atas. Kemarin aku gambari mata dan bibir biar beda. Kalau nggak salah aku kasih nomor kamar juga." Balas YPT di grup.

Telur digambari dan dikasih nomor kamar. Oke. Positive thinking. Mungkin kalau sedang stres, YPT mengadu-dombakan telur-telurnya dalam pertandingan sepak bola.

Telur Sudarsono
Beberapa saat kemudian, PTA pun membalas di grup kos lagi, "Makasih, Mbak. Aku ambil di kulkas, ya. Nanti sore aku ganti beneran, kok."

YPT pun membalas, "Ya."

Setelah itu, grup kembali hening. Sehening jiwa ini saat kehilanganmu. Saya pun segera bersiap-siap untuk berangkat kerja. Dandan tipis-tipis, manasin motor, cus. Tanpa sempat melihat apa yang selanjutnya terjadi pada telur YPT. Apakah sudah dimasak PTA? Apakah PTA memasak telur mata sapi atau telur dadar? Saya tidak tahu.

Saat maghrib menjelang, saya pulang. Usai membeli nasi kucing untuk makan malam, saya memasukkan motor ke garasi dan masuk ke dalam kamar kosan. Tiduran. Membuka grup WA yang sedari pagi ada notif tapi tak kunjung saya buka.

500+++ chat di grup kosan. HEBOH. Ada apa gerangan?

Saya segera membukanya. Rupanya sedang terjadi perdebatan di dalamnya dan masih berlangsung dengan penuh kegusaran.

"Wah, ini jangan-jangan ada maling di antara kita?"

"Masa ada hantu ngambil telur temennya?"

Hantu? Maling? Telur?

Saya segera scroll ke atas percakapan yang rupanya sudah panas itu. Usut punya usut, ternyata telur YPT tadi pagi hilang sebelum PTA sempat mengambilnya dari kulkas. Jadi, saat PTA membuka kulkas di lokasi yang dimaksudkan YPT, ternyata telur itu sudah raib tak berbekas. PTA pun bertanya pada YPT mengenai telur tersebut dan keduanya sudah mengecek ke dalam kulkas. Dan benar, telur bergambar dan bernomor punggung tersebut hilang.

Seisi grup jadi heboh karena saling tuduh siapa yang mengambilnya. Masalahnya, YPT punya dua telur dan keduanya hilang (btw, yang satunya juga dinomori dan digambari).

Saya yang lelah hanya membaca chat-chat tersebut lalu bergegas mandi dan makan karena memang tidak tahu apa-apa perihal telur tersebut. Hanya mengikuti perkembangan kasusnya melalui WA.

Tiba-tiba, LCD berkedip-kedip hijau tanda misscall WA masuk. Namun belum sempat melihat, ada chat personal masuk.

"Mbak May..." Isi chat pertamanya.

"Ya? Whaddup?" Balas saya masih sambil mengunyah nasi.

Si pengirim WA lalu mengetik chat berkali-kali sebelum saya sempat membaca dan membalasnya satu per satu.

"Mbak, aku takut..."

"Di grup masih rame bahas tentang telur YPT yang hilang, ya?"

"Duh..."

"Gimana nih, Mbak?"

"Yang ngambil aku, Mbak."

GLEK! Saya nyaris tersedak tempe bacem.

"Kemarin tengah malam aku kelaparan."

"Aku sempat ingat kalau aku punya telur di kulkas. Dua-duanya aku gambar wajah juga."

"Makanya aku ambil dua-duanya terus aku masak jadi omelet mie sama omelet nasi soalnya aku laper banget karena lembur."

"Tapi aku baru inget..."

"Dua telurku udah aku masak jadi telur dadar sama telur mata sapi hari Minggu..."

WAH, INI...

"Jadi itu telur bukan punyaku, tapi punya YPT."

"Aku baru inget... Huhuhu..."

"Aku takut mau ngaku soalnya udah heboh banget di grup, Mbak."

"Mbak, gimana nih, Mbak?"

"Mbak, notis aku dong, Mbak... Aku takut beneran dikatain maling..."

Saya yang masih makan segera membalasnya saat ia tak terlihat "sedang mengetik..." lagi.

"DASAR, PETELOR." Saya mengirimkan balasan singkat.

"Kok petelor sih, Mbak?"

"Iya, Perebut Telur Orang."

"Yaaah... Mbak... Bantuin napa, Mbak! Sebagai sesepuh disini harusnya bisa menengahi keadaan."

SESEPUH? Kurang ajar nih anak. Udah nyolong, nggak ngaku, ngatain mbak kosnya pula.

"Brisik! Lagi makan nih!"

"Oh iya, Mbak. Nanti bantuin kalau udah selesai makan ya, Mbak."

Ekspresi kesel karena makan yang diburu-buru
Saya segera menuntaskan makan malam dan beres-beres. Setelah itu, saya nyamperin anak yang tadi melakukan pengakuan dosa tersebut. Anggap saja namanya Peminjam Telur Palsu. Disingkat PTP. Saya bergegas menggedor-gedor kamarnya sambil teriak maling supaya seisi kosan tahu tentang perbuatan kejinya.

Enggaklah. Saya hanya mengetuk pelan kamarnya. Ia lekas keluar dengan ekspresi takut-takut.

"Mbak, gi-gi-gimana, Mbak?" Ucapnya terbata-bata kayak orang sakaw.

"Yuk, ikut." Ajak saya kemudian. Ia segera mengekor di belakang.

Saya langsung menuju ke arah kamar PTA dan mengajaknya keluar kamar. PTA yang bingung karena saya belum bilang apa-apa, juga mengekor di belakang bersama PTP. Terakhir, saya mengetuk kamar YPT. Ia tidak terlihat bimbang karena saya tidak melihat dahinya berkerut. Yaiyalah, soalnya YPT sedang maskeran wajah.

"Ada apa, Mbak?" Tanyanya sambil menyuruh kami masuk ke dalam kamarnya.

"Ini PTP ngaku kalau nggak sengaja ngambil dua telur kamu. Dikira telurnya, padahal telurnya udah dimasak hari Minggu." Saya langsung to-the-point pada YPT.

Terlihat PTA sedikit marah. Antara kesel karena nggak jadi sarapan telur ceplok tadi pagi dan menemukan fakta bahwa PTP adalah pelakunya. Namun akhirnya mereka berdua memaafkan karena PTP sudah mau jujur dan apa adanya. Mereka hanya menyesalkan kok PTP tidak segera mengaku saja secara personal. Kalau dia mengaku kan, grup kos tidak akan heboh seperti sekarang dan saling tuduh sana-sini. Setelah semua selesai, kami kembali ke kamar masing-masing. Mereka juga sudah membuat konferensi pers di grup kosan agar tidak ada kejadian serupa.

Kamar saya bersebelahan dengan PTP, sehingga kami berjalan berdua ke arah yang sama. Sampai di depan kamar, saya bertanya.

"Kok kamu demen banget sih masak telur?" Tanya saya sambil menggenggam daun pintu.

"Karena telur bisa dimacem-macemin, Mbak." Jawabnya seraya membetulkan posisi celananya yang tadi melorot karena ketakutan.

"Dimacem-macemin gimana?" Balas saya sambil mengibas-kibaskan poni.

Akhirnya, PTP menjelaskan beberapa resep telur yang mudah, murah, praktis, higienis, dan efisien untuk dimasak oleh anak kosan. Bahannya irit, waktunya cuma butuh dikit, tapi sudah berhasil menghalau perut yang melilit. Ajib.

Berikut adalah resep olahan telur yang nggak ribet dan bisa dinikmati dalam sekejap oleh anak kosan. Cocok untuk jomblo yang rentan kesepian dan mager kalau makan di luar karena tengsin diejek "makan sendiri lagi?" oleh abang-abang yang jual. Cekidot.

1. TELUR MATA SAPI


Telur mata sapi ini adalah masakan pertama yang saya buat dalam hidup saat masih kelas 1 SD. Ibu udah ngajarin megang kompor dan goreng-goreng. Jadi saya ingat banget. Kalau disuruh milih antara telur dadar atau telur ceplok (sebutan lain telur mata sapi), saya pasti memilih ceplok. Karena ada tengahnya. Sesuatu yang ada tengah atau pucuknya disinyalir lebih menantang daripada yang tidak. 

Telur ceplok ini gampang banget dibikin. Tinggal panasin minyak dikit, pecahkan telurnya biar ramai, bubuhi garam dan merica sedikit, goreng deh sampai tingkat kematangan yang diinginkan. Kalau mau gurih, pake mentega atau margarin sebagai pengganti minyak. Kalau mau agak pedes, merica bisa diganti lada hitam. Bumbu tadi bisa dimasukkan saat menggoreng atau ditaburkan saat sudah matang. 

Level Kesukaran: EXTREMELY EASY

2. TELUR DADAR


Telur dadar ini juga gampang banget dibuatnya. Tinggal pecahkan telur di mangkuk, diberi bumbu, dikocok, lalu diratakan di wajan yang sudah dilumuri minyak goreng. Bumbunya sesuai selera. Kalau mau simpel dan asin, tinggal menggunakan garam. Kalau ingin gurih dan kaya rasa, bisa menggunakan garam, saus tiram, dan merica bubuk. Kalau ingin sedikit pedas, bisa menambahkan potongan cabe atau lada hitam. Atau kalau sedang ingin manis, bisa pakai kecap. Sedangkan saat ingin ada tekstur crunchy-nya, kalian bisa menambahkan potongan daun bawang atau bawang merah dan bawang putih sekaligus.

Telur dadar bisa dibuat tipis dan digulung agar memotongnya lebih mudah. Bisa juga disuwir-suwir dan disajikan bersama nasi putih maupun kuning. Kalau di Jepang, telur dadar biasanya dibuat berlapis-lapis tebal yang biasa disebut Tamagoyaki.

Level Kesukaran: VERY EASY

3. TELUR ORAK-ARIK


Telur orak-arik juga tidak kalah lezat dari telur dadar dan telur ceplok. Waktu memasaknya pun lebih singkat karena tidak perlu menunggu sisi permukaan yang kena wajan matang. Tinggal pecahkan, bumbui, diberantakin menggunakan sutil bentar sampai teksturnya kaku atau matang, selesai. Atau kalau mau niat, mecahin telurnya di mangkuk dulu, seperti saat memasak telur dadar. Lalu adonannya dibumbui dan tinggal dimasak. Bumbunya bisa pilih sesuai selera seperti pada bahan telur dadar dan ceplok. Kalau saya sedang membuat orak-arik, saya biasanya memberikan saus pedas dan taburan bawang goreng sebagai topingnya.

Level Kesukaran: VERY EASY

4. OMELET NASI


Males makan olahan telur yang itu-itu aja? Mungkin resep simpel yang ini bisa dicoba. Omelet nasi. Saya dulu nggak paham apa enaknya nasi yang dimasak bareng telur dan didadar. Ternyata enaknya luar biasa. Berasa makan pizza nasi gitu lah sensasinya. Pertama kali, saya tahu resep ini dari Webtoon Thailand yang berjudul "Lazy Cooking". Entah episode yang ke berapa, saya lupa. Lalu salah seorang teman dari sebuah forum juga menyarankan untuk memasak ini kalau bosan makan nasi goreng dan olahan telur yang biasa.

Caranya gampang banget. Kalian tinggal menyiapkan nasi matang (kalau bisa nasinya yang bertekstur normal kayak tekstur untuk nasi goreng, jangan lembek). Lalu siapkan telur dan bumbu-bumbu serta bahan tambahan seperti membuat telur dadar. Setelah telur dan bumbu tercampur sempurna, nasi dimasukkan dan diaduk rata. Baru deh, didadar diatas wajan panas yang sudah dilumuri minyak goreng.

Level Kesukaran: EASY

5. OMELET MIE


Ah, ini juga salah satu favorit saya kalau bosan makan mie instan yang cuma direbus dan dibumbui. Caranya juga cukup mudah dan waktu memasaknya bentar. Pertama-tama, tinggal rebus air di panci seperti saat memasak mie. Kalian bisa menggunakan mie apapun, goreng maupun rebus. Variannya pun terserah sesuai selera karena kita akan menggunakan bumbu mie instan ini untuk dikocok bersama telur. Tapi kalau kalian ingin menambahkan bumbu dan bahan lain, sah-sah aja kok. Setelah mie matang sempurna, tiriskan, masukkan ke dalam kocokan telur, dan masak di atas wajan panas.

Level Kesukaran: MEDIUM

6. TAHU TELUR


Tahu telur ini sering kita jumpai di abang-abang penjual ketoprak Jakarta. Namun, tahu telur juga bisa digunakan sebagai lauk pendamping nasi. Caranya gampang. Tinggal potong dadu tahu putih atau kuning, lalu goreng diatas minyak panas hingga setengah matang dan tiriskan minyaknya. Sembari menunggu, kita bisa mengocok telur dan memasukkan bumbu sesuai keinginan. Tahu yang sudah digoreng setengah matang tadi lalu dicampur dan siap didadar di atas wajan. Pst, kalau makan tahu telur lebih ajib lagi dengan saus kacang atau pecel. Biar mirip dengan ketoprak aslinya.

Level Kesukaran: MEDIUM

7. FRITTATA LOW BUDGET


Frittata ini merupakan salah satu olahan telur yang berasal dari Eropa. Berbeda dengan olahan-olahan telur di atas yang bisa dibuat tebal maupun tipis. Frittata ini haruslah dimasak tebal karena isinya juga buanyak buanget. Satu loyang Frittata dengan ukuran wajan 21 cm, bisa membutuhkan sekurang-kurangnya 3 telur. Bumbunya sama seperti telur dadar. Sedangkan untuk isinya, bisa daging-dagingan, sayur-sayuran, atau campuran antara daging dan sayur. Apapun. Sesuai selera. Oleh karena itu, Frittata sering dimakan tanpa nasi karena sudah cukup mengenyangkan.

Sebagai anak kos, daging kan jelas sedikit mahal untuk kantong. Jadi kalau masak Frittata low budget, bisa menggunakan bakso maupun sosis murah seribuan yang ada di minimarket. Untuk sayurnya bisa bayam, wortel, paprika, jagung, maupun tomat. Kadang bisa juga ditambahkan kentang sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi.

Level Kesukaran: A BIT DIFFICULT

8. OKONOMIYAKI CAP KERE


Okonomiyaki. Sesuai namanya, makanan ini berasal dari Jepang. Terbuat dari campuran telur dan tepung sebagai adonan dan isinya adalah kubis dan daging. Topping atasnya bisa dibuat sekaya mungkin dengan menggunakan saus khusus okonomiyaki atau boleh juga barbeque, mayonaise, katsuboshi, irisan daun bawang, dan nori bubuk. 

Tapi untuk anak kosan, masakan ini bisa dimodifikasi menjadi Okonomiyaki cap kere. Sebenarnya jenis olahan telur ini cukup hemat dibanding lainnya karena satu telur saja udah cukup. Kan telurnya dicampur dengan tepung terigu. Untuk isinya, kubis bisa dipertahankan karena harganya murah banget. Sementara, daging bisa diganti sosis seribuan atau kornet tiga ribuan. Topping nggak usah muluk-muluk, saus pedas dan mayonaise sachetan rasanya juga udah enak banget kok.

Level Kesukaran: A BIT DIFFICULT

Uh...
Baiklah. Jadi ada 8 olahan telur yang bisa dimanfaatkan dan dicoba untuk anak kos yang irit waktu dan irit biaya. Mudah dan murah kan? Tapi jangan sering-sering makan telur, ya. Apalagi yang memiliki alergi atau penyakit tertentu. Kuning telur mengandung kadar kolesterol yang cukup tinggi.

Selain mudah dan murah, telur memang salah satu olahan yang cukup bergizi dan menyehatkan. Tapi kalau telur tersebut didapatkan dari hasil yang salah, mencuri misalnya, apalagi kalau bumbu untuk memasak telurnya juga ngambil punya teman, jangan deh. Mungkin telur tersebut tetap bisa menyehatkan tubuh, tapi telur tersebut tidak akan pernah menentramkan hati. Sekian.





Pictures are taken from:
http://aminoapps.com/page/anime/7196342/saitama-eggs
https://kusodesign.deviantart.com/art/Saitama-571167901
http://www.ebay.co.uk/itm/Anime-ONE-PUNCH-MAN-Saitama-Bouncing-Bouncy-Figure-Funny-Head-Egg-Toy-Doll-Gifts-/282018527865
http://www.genesmart.com/300200995/four-unhealthy-foods-redeemed/
https://www.justonecookbook.com/okonomiyaki/
http://www.taste.com.au/recipes/mushroom-tomato-frittata/824f11bd-f420-4782-9f60-8860b2f4768a
https://cookpad.com/id/resep/2597127-pizza%F0%9F%8D%95-nasi-alias-telur-dadar-nasi%F0%9F%98%82
http://dining.grivy.com/h/i/55388347-5-makanan-diolah-dari-mie-instan-dijamin-ketagihan
https://www.vemale.com/resep-makanan/90978-resep-super-praktis-telur-dadar-pedas-gurih.html
http://resep-kuliner99.blogspot.co.id/2014/12/resep-telur-orak-arik.html
http://amirahwaznahku.blogspot.co.id/2013/10/tahu-telur-singapore-style.html
https://www.pinterest.com/pin/370843350546216535/
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

8 Comments:

  1. HAHAHAHAHHAHAHAH NGAKAK BETS
    XD

    Kasian juga itu mbak PTP
    Kebayang deh malunya apa kalo ketahuan terus dibahas lagi di grup wa

    pasti malunya sampe nenek nenek nggak ilang
    waduhhh

    Iya aku jg suka bgt telur, terlepas dari apakah udah jd anak kos atau belum wkwkw. Dari kecil makanan favoritnya ya itu tuh

    Btw telor digambarin ini keren banget loh jd pajangan. dulu pas SMA aku suka bikin. Pake spidol warna dan stiker wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa iya lupa kalau udah nggak punya telur di rumah *ngakak. telur temen diembat juga. tak habis pikir aku :v

      Delete
  2. Mayang, M-nya itu mesum. Ampe tau segala telor bapak kosan dua digenggam. padahal secara pola pikir manusia polos, itu harusnya dibiarin bergelantungan.

    Namanya juga manusia, tempatnya salah dan lupa. namanya juga tas, tempat naro barang yg mau dibawa. namanya juga dompet, tempat naro uang. namanya juga komentar, apa aja diketik walo gak jelas gini.

    btw, barusan saya masak nasi omelet loh gegara laper gabisa tidur tengah malem. pake telor dua. tapi nggak digenggam. just inpo aja sih.

    sebagai pecinta telor sejati. untuk menikmati telur, harusnya tidak dicampur dgn berbagai bumbu. karena masing2 telor memiliki ceritanya sendiri. sama seperti pecinta kopi yg penikmat senja itu yg kalo minum kopi gapake gula, saya juga lebih suka telor yang direbus matang. dimakan ketika masih hangat. tanpa dicocol apa2. sensasi asli rasa telornya sungguh luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hawadis, H-nya hentai.

      iya bener, sampai lupa bahwa telurnya sudah dimasak kemarin hari. kalau inget malah jadi bahan becandaan di grup. hahaha.

      nasi omelet emang de best ya, Haw. gurih gurih enyoy.

      aku kalau telur rebus sukanya setengah matang. sensasi melting di mulutnya ruar biasa. tapi telur rebus nggak pas buat lauk :( enaknya dicemilin :(

      Delete
  3. Anjir telor bapak kos! HAHAHAHAAHAK. Sebutan petelor itu mengingatkanku pada sebutan pelakor, May. Perebut laki orang. Maknanya juga nggak beda jauh sih. xD

    Akhirnya drama telor bisa diselesaikan dengan solusi damai ya, May. Mayang memang panutanku. Bisa jadi penyambung antara PTP dan YPT. Boleh lah jadi penyambung buat akuh dan jodohku jugak.

    Omelet mie aku pernah buat. Eh ralat, kakakku pernah buat. Aku sih bagian makannya aja. Terus... frittata itu ngingatin aku sama film Bad Moms. Anaknya Amy yang cowok bisa masak terus dia masaknya frittata seingatku. Uuuuh~ Hmm kalau ditanya olahan telur mana yang paling aku suka, aku kayaknya bakal jawab... TELOR DADAR! AKU SUKA MENGOCOK!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Telur cadangan jika perang dunia 3 pecah, Cha. Petelor emang mirip sama pelakor X) kalau petelor, pelakor, jadi satu, rusak sudah rumah tangga.

      Iya selesai, tapi harus di-sesepuh-sesepuh-kan dulu anjir :( Bisa. mau balikan sama sisipan huruf R? BISAAAAAAA. jombang deket kediri, serahkan pada ponari dan batu bertuahnya. DIJAMIN, jodoh enteng!


      omelet mie tetap kalah dengan omelet nasi. harus coba!

      aku juga suka mengocok. kalau ada jurusan kuliah khusus mengocok, mungkin aku udah lulus summa cumlaude.

      Delete
  4. Sesuatu yang ada tengah atau pucuknya disinyalir lebih menantang. Berarti gunung yang di puncaknya menonjol juga termasuk menantang? Pantas, banyak yang suka mendaki. Mendaki puncak kenikmatan~

    Akhirnya jujur juga anak PTP itu. Jadi inget, pas lagi nginep di indekos temen selama seminggu ada kejadian serupa. Tapi kalo pengalaman gue, mi instan. Jadi ceritanya pas pagi-pagi laper, gue beli mi goreng 2 bungkus karena emang 1 nggak kenyang. Gue taruh dapur tuh. Pas gue tinggal mandi, eh tau-tau yang satu udah dimasak temennya temen gue. Gue bilang itu punya gue baru beli. Dia terus ngotot itu punyanya.

    Hingga temen gue pun kebangun denger keributan itu. Baru deh diingetin udah dimasak semalem. Anjir, baru semalem aja udah lupaan gitu. Atau emang pura-pura lupa dan nggak seneng gue numpang beberapa hari. Wuahaha. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. cerdas, kalau dipikir-pikir kan kenapa sih orang cenderung menyukai gunung? dulu bahkan mendaki sempat heboh jadi hobi baru dan trend baru karena film yang onoh. mereka menganggap kalau berhasil mendaki gunung sampai ke puncak, maka mereka hebat dan berhasil menyelesaikan tantangan.

      tapi tolong, ini nggak berlaku pada saat kamu mendaki pacar. bedakan ya.

      bazeng, mie orang diaku-aku :') yah namanya juga lupa, Yogs :')

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.