Youtube Youtube lebih dari TV...

Tak dipungkiri boomingnya Youtube sebagai media sharing video makin hari makin memiliki tempat signifikan pada kebutuhan visual sebagian orang. Youtube memfasilitasi kita dalam mengakses konten video berbagai jenis dan juga menjadi wadah para kreator kreatif yang ingin unjuk bakat dan hobi mereka.

Bebasnya media Youtube bagi sebagian orang menjadi pelatuk lahirnya Youtuber-Youtuber (istilah bagi kreator konten Youtube) dalam berkarya. Sehingga banyak yang mengklaim bahwa Youtube dapat menjadi media yang bisa memenuhi kebutuhan hiburan manusia dan menggeser TV yang makin hari makin nggak jelas programnya.

OH YAAA???

Awalnya saya setuju karena di Youtube kita bisa memilih sendiri mana video yang ingin kita tonton dan mana yang tidak. Berbeda dengan TV yang jika menayangkan acara "tidak bermutu", nggak akan bisa kita skip sesuka hati.

Saya juga mulai memiliki Youtuber favorit seperti contohnya Rosanna Pansino yang menyediakan video tutorial memasak dengan gaya yang nerd and fun. Saya juga menyukai Bayu Skak, Youtuber asal Malang yang dalam vlognya selalu mengusung bahasa Jawa Timur berlogat kasar (karena saya orang timuran juga). Namun itu dulu, sekarang Bayu jarang sekali upload video dengan bahasa Jawa karena tuntutan profesinya yang sekarang lebih berkembang ke ranah perfilman Indonesia.

Namun makin kesini, saya mengetahui bahwa kelahiran Youtuber di Indonesia nggak beda jauh dengan proses lahirnya Boyband Girlband era yang muncul tiba-tiba secara keroyokan dan hilang perlahan-lahan seperti ditelan pasir hisap.

Sudah begitu, saya memperhatikan bahwa beberapa Youtuber ternyata mengunggah video daily activity mereka dengan kata-kata dan kalimat yang... kasar.

Bukan kasar secara logat seperti "pisuhan" ala Bayu Skak, melainkan grammar dan vocab slang Inggrisan semacam: "I don't give a f*ck, B*tch, etc."

OH MY...

Bahkan baru-baru ini saya nemu dua buah video yang kontennya semacam video klip dengan lagu ciptaan mereka sendiri dan isinya, ehem, KURANG AJAR.

Sorry to say, tapi hal-hal yang ada di video ini benar-benar tidak pantas untuk dipublikasikan baik secara lirik lagu maupun visualisasi. Tapi entah kenapa, viewersnya bisa sampai jutaan.

Duh Gusti... :))

1. VIDEO YOUNG LEX DENGAN BEBERAPA YOUTUBER SEKALIGUS YANG SAYA NGGAK KENAL SIAPA AJA MEREKA


Banyak orang bilang KPAI selalu over sensor terhadap tayangan televisi. Kebuka dikit disensor, ngomong kasar dikit, disensor. Banyak yang berpendapat, apa iya orang Indonesia segitu rendah mentalnya sehingga dikit-dikit dibawa mesum?

Ya ya ya... Sebelum melakukan judge terhadap KPAI, coba tengok sendiri para pegiat protes tayangan televisi, yang notabene banyak dari kalangan Youtuber muda, malah membuat video seperti di atas. Yang begitu yang ingin mereka tampilkan? Yang begitu yang nggak boleh disensor?

Kalau dalam liriknya mereka sempat mengatakan bahwa TV hanya mengejar rating tanpa pertimbangan kualitas konten, maka mereka seharusnya ngaca. Apa yang demikian, yang ditampilkan dalam video terkait, sudah mempertimbangkan kualitas konten? Bukan semata mengejar nominal viewers, likes (dan dislikes), serta iklan komersil semata? Well, they should be ashamed of themselves.

Ngomong kasar dijadiin lirik yang juga kasar, akting vulgar, pamer kemewahan, show off gaya hidup anak muda, tapi mengkritik tayangan TV habis-habisan, melontarkan umpatan pada teman sesama Youtuber, dan mengejek haters.

Saya bukannya benci mereka, saya hanya nggak suka konten mereka.

2. VIDEO YOUNG LEX DENGAN AWKARIN


Awkarin adalah remaja yang sebenarnya cerdas, saya tahu dan bisa menilai dari kata-katanya saat sempat menonton vlognya. Dia hanya salah pergaulan, atau lebih tepatnya "mencoba" salah pergaulan mumpung masih muda.

Saya yakin anak seperti Awkarin nggak hanya ada di era seperti saat ini. Banyak Awkarin Awkarin lain yang dari jaman jadul waktu rambut kerinting masih jadi idaman sudah bermunculan, hanya saja mereka tidak terekspos karena jaman dulu belum ada Youtube dan Instagram. Saya juga yakin bahwa semua orang pernah memiliki fase nakal. Termasuk saya.

Saya sebelumnya nggak tahu siapa itu Awkarin, tapi setelah adik saya memberitahu artis IG yang sedang boom, saya jadi tahu seluk beluk kehidupannya yang selalu ia beberkan lewat sosial media. Saya juga heran kenapa remaja macam dia sekarang jadi sebegitu terkenalnya dengan hanya bermodal kontroversi. Kenapa nggak terkenal saat dia berprestasi di bangku SMP dulu?

Hal ini yang perlu digarisbawahi...

Semua orang melakukan judge terhadap Awkarin karena perilakunya saat ini. Adanya judge-judge ini akhirnya menyebar seperti panu di kulit manusia dan BOOM! Jadilah Awkarin terkenal dan sering masuk pemberitaan baik viral maupun visual.

(Apa kalian sadar dalam beberapa bulan ini LINE TODAY sering sekali memberitakan doi?)

Saya heran, kenapa tenarnya Karin bukan saat dia meraih peringkat 1 Ujian Nasional beberapa tahun lalu? Kenapa malah gara-gara gaya hidup nakalnya seperti sekarang ini?

Jawabannya pasti bermuara lagi pada satu alasan yang sama. JAMAN DULU YOUTUBE DAN INSTAGRAM BELUM "PETJAH" PENGGUNAANNYA SEPERTI SAAT INI.

Jaman dulu orang belum bebas posting kegiatan intimnya. Jaman dulu netizen juga nggak segitu nyinyirnya menanggapi berbagai unggahan kehidupan orang lain yang nggak dikenalnya :))

Meskipun Karin punya banyak sekali haters (kelihatan dari dislikes video di atas yang jauh lebih banyak daripada likes-nya), mau nggak mau netizen harus aware bahwa yang membuat Karin terkenal seperti sekarang adalah mereka. Netizen berkomentar sana sini menyuruh Karin tobat, sebenarnya sama saja dengan satu langkah mendukung Karin untuk makin terkenal. Saya jadi curiga jangan-jangan ini memang salah satu strategi Karin untuk mendulang popularitas, dengan mencari banyak haters, hmmm... :/

Menanggapi kontennya, Karin bernyanyi rap mengatakan segala perasaannya bahwa ia sering dihujat haters, dianggap hina, dan penuh dosa.

Karin bilang bahwa kita bisa menghina dia sepuasnya kalau kita tidak punya dosa. Pukulan telak buat para haters karena setiap orang pasti punya dosa. Entah kenapa saat denger lirik ini jadi ingat scene Revalina yang dirajam di film Perempuan Berkalung Sorban. Dear Karin, menghina orang mah seterah dia punya dosa enggaknya. Kalau merajam, sudah tentu yang tidak berdosa :))

Karin bilang bahwa sebelum kita mengkritik doi, kita harus ngaca sudah punya karya atau belum. Wah, kalau caranya begitu, pertandingan sepakbola nggak bakal punya komentator dan para artis nggak punya fans dong. Kritik kan wajar-wajar saja, yang nggak wajar itu kalau kamu menanggapi semuanya. Bisa overdosis. Pilih aja kritikan yang sedap dipandang mata dan masuk akal sesuai hati nurani kamu. Selebihnya, buang ke kali Ciliwung.

Setelah mendapat respon dari banyak orang (termasuk balikan parodi video dengan judul "GOOD"), Young Lex dan Karin ini kemudian membuat video klarifikasi dan permohonan maaf bagi para netizen. Yah... Pembelajaran aja ke depannya untuk mereka terus berkarya dalam koridor yang lebih baik. Saya yakin mereka berbakat. Sudah saatnya show off bakat, dan bukan memperlihatkan bagian tubuh yang sepatutnya dijaga dan ditutupi, atau kata-kata kasar yang tidak mendidik.

Sekali lagi, saya bukannya benci mereka, saya hanya nggak suka konten mereka.

Dua video di atas adalah bukti nyata bahwa Youtube (memang) lebih dari televisi.

Bukan hanya saya yang meresahkan tingkah polah Youtuber Indonesia, ada banyak lho pihak yang menyentil baik secara hardcore maupun softcore. Seperti postingan Bang Alit disini dan postingan Kak Vina disini.

Namun lagi-lagi manusia, banyak banget alasannya. Saya sering melihat balasan mereka pada netizen yang sudah memberi komentar. Berikut ini beberapa alasan klise dan klasik yang sering banget dipakai para Youtuber buat ngeles.

1. Kalau nggak suka, nggak usah nonton! Vlog-vlog gue! Ngapain lu ribet? 

Lhah, situ postingnya dimana? Youtube kan? Sosial media? Bukan private media. Kalau nggak mau ditonton dan dikomenin banyak orang, ya nggak usah posting.

Saya memang bukan yang termasuk suka komen konten orang, tapi setelah melihat dua video di atas, nggak tahu kenapa jemari saya ingin berlarian mengetik postingan ini.

Apalagi sikap mereka saat memiliki fans dan haters. Mereka memuja fans dan menghajar haters.

Yang namanya orang hidup, mau artis ataupun enggak, pasti punya keduanya, ada yang menyukai dan ada yang membenci. Apalagi yang artis Youtube penuh kontroversi. Animo fans dan hatersnya pasti jauhhh lebihhh banyakhhh. Ingatlah bahwa kita hidup di bumi nggak sendirian. Pasti bersinggungan sama orang lain. Youtubers boleh bertingkah sesuka mereka, tapi Gaya Aksi Reaksi pasti berlaku. Mereka menanam tontonan, orang lain menanggapi. Siklus sederhana. Mereka posting sesuka hati, orang lain juga bisa dong komen sesuka hati.

Satu-satunya cara biar nggak dikomen dan dikritik orang lain, ya nggak usah bikin konten blar-blar semacam itu. Atau kalau memang pingin banget bikin video begituan, bisa diset untuk usia dewasa atau diprivat sekalian.

2. Kami berkarya dan yang penting video kami nggak merugikan orang lain!

Ini adalah analogi paling seenak jidat yang pernah saya tahu.

Berkarya sah-sah saja, tapi kita tidak bisa menyamaratakan kategori karya mana yang patut dipublikasikan di Indonesia, dan karya mana yang patut dipublikasikan di luar negeri?

Saya bukan orang kolot yang menjunjung tinggi budaya timur banget, saya juga penikmat budaya barat. Tapi jika para vlogger hanya mengambil budaya barat dari sisi ena-ena dan mewah-mewahnya saja, itu namanya tidak bisa menempatkan diri.

Mau tidak mau, kita hidup di Indonesia. Negara multikultural yang dibatasi dengan banyak norma. Kita numpang tinggal di Indonesia, maka kita harus bisa mengikuti norma yang berlaku. Tidak harus semua norma, namun paling tidak kita memiliki batasan dalam berkarya supaya karya kita "appropriate" untuk dipublikasikan di Indonesia.

Kadang masih aja ada yang ngeles, "Kami membuat karya sesuai passion, kami nggak berharap bakal diterima semua orang, yang penting karya kami nggak merugikan orang lain".

Dengan alasan tambahan seperti itu, saya hanya bisa membalas. Kalian tahu istilah adaptasi? Berintegrasi dengan lingkungan? Menyesuaikan diri dengan lingkungan supaya tidak mengganggu keseimbangan alam? Well, hewan saja bisa. Kenapa kita sebagai manusia tidak bisa?

3. Video kami merusak generasi bangsa dan bahaya kalau ditonton anak-anak kecil? Well, salahin orangtua mereka yang nggak ngawasin tayangan anak-anaknya dong!

Kalau ngomongin tentang peran orangtua, memang nggak akan ada habisnya karena anak-anak di jaman sekarang hidup di dunia teknologi. Orangtua mau melarang penggunaan HP, tentu nggak bisa. Yang bisa diupayakan adalah meminimalisir dan mengawasi penggunaannya. Tapi tentu saja itu tidak bisa 24 jam sehari (kecuali untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun). Anak-anak yang berangkat ke bangku SMP tentu lebih bebas dan lebih ingin mengeksplor lingkungannya. Apa iya anak SMP masih harus diapit ayah bunda di sekolah? Mereka lebih bebas.

Maka dari itu, usia awal SMP adalah usia riskan.

Para Youtuber nggak bisa serta merta nyalahin dan mempertanyakan peran penjagaan orangtua terhadap tontonan anak. Mau tidak mau, mereka juga ikut andil dengan membuat konten video yang "tidak mendidik".

Ayolah introspeksi, daripada nyalahin peran ortu, harusnya kalian Youtubers juga menempatkan diri dengan tidak membuat vlog bertema vulgar dan kasar. Balik lagi kalau memang terobsesi dengan video-video tersebut, batasi usia viewersnya yang bisa nonton.

Kalau kalian tidak bisa ikut memajukan moral, mental, dan wawasan anak-anak Indonesia, setidaknya jangan merusaknya.

4. Setidaknya video kita lebih berkelas daripada acara TV yang kebanyakan sensor dan mengejar rating itu!

Lha para Youtuber itu, bikin video habis-habisan, dengan konten begituan, apa bukan untuk mengejar viewers dan promosi iklan? Ketenaran? Nggak usah pencitraan lah. 

Kita tahu dan sadar bahwa terkadang KPAI memang khilaf dalam menyeleksi tayangan TV. Bisa-bisanya acara gosip dan cucijemur musik boleh tayang sementara kartun-kartun dihapuskan. Demi apa kartun dianggap nggak mendidik sementara FTV dan sinetron gaje diperbolehkan muncul bebas di jam siang dan sore saat anak-anak masih terjaga.

Namun tidak semua acara TV demikian. Ada kok acara-acara TV yang mendidik seperti tayangan Trans7 yaitu Si Bolang dan Handmade. Ada juga tayangan NET TV yaitu Music Everywhere. Semua akan bermanfaat asal sesuai porsinya.

Berikut hal-hal yang bisa diterapkan agar semua tontonan yang kita lihat bisa bermanfaat baik secara wawasan intelektual, hiburan kental, maupun kesehatan mental:

1. Jadilah penonton yang cerdas dalam memilih tayangan


Tayangan TV dan Youtube nggak semuanya buruk. Banyak kok acara TV yang bermanfaat untuk kita lihat dan banyak pula konten Youtube yang menarik untuk kita ikuti. Pintar-pintarnya kita menyesuaikan dan memilih saja mana yang berguna dan mana yang tidak. 

2. Kalau nggak suka tinggal skip aja, nggak usah komentar


Saya biasanya juga cuek abisss kalau ada tontonan gak mutu. Tinggal klik skip, beres dah. Nggak ada urusan. Saya juga bukan tipikal yang mau buang-buang waktu hanya untuk komentar di kolom yang telah disediakan karena saya memang nggak mau nonton. Saya juga bukan yang mau me-mubadzir-kan tenaga jempol hanya untuk klik report dan dislikes jika nggak suka terhadap suatu konten. Apalagi marah-marah? Wah enggak banget lah. 

Akan lebih bijaksana jika kita tidak repot-repot melakukan hal-hal tersebut. Cukup ganti channel TV, ganti channel Youtube, cari tayangan lain yang kita suka. Atau kalau bosan nontonin hal-hal visual, lakukan kegiatan lain, hobi kalian misalnya memasak dan jalan-jalan. Hidup nggak melulu tentang nonton TV dan Youtube kan?

SEKIAN.



Image Source:
www.bustle.com
www.giphy.com
www.youtube.com

36 Comments

  1. Sekarang tayangan Televisi banyak program yang seharusnya Tidak Di Tonton oleh anak-anak.Dan begitu pula Youtube banyak yang lolos sensor..hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kalau pintar memilah dan memilih masih banyak kok tayangan yg patut ditonton anak anak :)

      Delete
  2. Iya bener sekali mbak! penjelasanya sungguh luar biasa.
    Dulu TV yang menjadi pusat perhatian skrng sdh banyak tayangan yang tidak pantas lagi acaranya untuk ditonton. Skrng Youtube yang menjadi pusat perhatian akan mengalami hal yang sama... Kalo bukan kita dan diri kita yang membatasi untuk melihat channel yang tidak bermutu siapa lagi?

    ReplyDelete
  3. Bagian yg inget Revalina itu gue juga ngerasain tuh, scane paling ngena, dan pas tau liriknga awkarin bawa2 kata "dosa" jadi tambah inget. Porsi merajam fan menghujat beda kasta sih, jadi gak bisa di samain atau di pukul rata.

    Kritis postingannya, saik eheheh. Salam kenal balik yakk ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep, netizen jaman sekarang jutsu menghujatnya warbyasah :))

      Delete
  4. wa wa wa... lebih tajam dari postingan gua ini. Poinnya lebih terfokus. Mancaps...

    Yah... istilahnya itu, bukan tentang gasuka tinggalin, tapi gimana biar gak memproduksi polusi dan racun. biar gabanyak org tertular tanpa mereka siap menghadapinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, bang Haw. Setidaknya kalau nggak bisa memperbaiki, jangan merusak lah :)

      Delete
  5. wkwk bagi mereka haters itu duit loh :D semakin banyak yang gak suka, semakin banyak yang share kejelekannya, dapet duit deh dari viewers :D

    But, gue kangen tayangan telivisi jaman dulu :( yang sensornya gak lebay kayak sekarang. Masa, Shendy spongbob pake baju renang di sensor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, makanya kan saya bilang itu strategi mereka buat mencari ketenaran :/

      Delete
  6. Keren banget deh. Kamu menganalisis ini dengan pengamatan yang jeli, juga dengan acuan yang sangat kuat, jadi betah saya bacanya. Hehe mantap.

    Oiya, salam kenal ya, Kiwi. Makasih sudah berkunjung ke blog saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berasa presenter gossip deh :D
      Salam kenal juga, Son Agia :)

      Delete
  7. Aaaakh, aku manusia kurang apdet. Baru tau younglex juga belum lama dan baru sekali nontonnya wkwkw Syukur sih jadi manusia kurang apdet yang kerjaannya nonton youtube cuma buat ndengerin lagu doang wkwk :D

    ReplyDelete
  8. Indeed

    Aku udah bertahun2 enggak nonton TV lagi tuh, liat sekilas2 doang palingan

    Lebih suka nonton youtuubeee

    Bisa milih milih yang disuka an yg menghibur yang mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi iklannya nggak nahan yaa..
      Mesti tunggu 5 detik dulu baru bisa skip

      Kadang malah nggak bisa di skip

      XD

      Delete
    2. bener. tp kalau nggak ada iklan, youtuber nggak dpt uang, Aul :v

      Delete
  9. Uh mantap dek, baca sampai habis ni.. suit suit..

    saya rasa semuanya pasti ada plus minus begitu juga yutub itu punya plus minus. Seperti kata dek mayang gak suka ya skip ajah. Kalau bagus ya jempolin itung itung menghargai usaha mereka.

    Ahh kangen masa kecil ku yang hari minggu selalu bangun pagi demi sederet kartun. Anak sekarang mah tontonannya orang dewasa. Tupai pakek Bikini di sensor kurang kerjaan banget, kata kata semua di sensor bagian yang lucu jadi gak lucu. Gak asik banget lah.

    Anak anak jadi mental tempe, dulu mah di bilang bahlul paling cuma tertawa sekarang di bawa ke ati. Dulu liat sexy biasa aja sekarang jadi luar biasa. Kalau kalian ingat film warkop, putri duyung, si manis jembatan ancol, jinny oh jinnu mereka pakek baju sexy tanpa di sensor kita dulu nonton biasa biasa aja tuch gak mikir apa apa. Entah lah...kenapa sekarang di sensor saya malah berpikir keras dan memperhatikan bagian di sensornya ya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, sekarang mah anak kecil udah tau begituan :(

      Delete
  10. udah jarang nonton tv, youtube paling denger musik aja :)

    ReplyDelete
  11. Kalok nonton film di tv itu termasuk nonton tv gak sik? Wkwkwk. :p

    Untuk sinetron atau acara musik gaje aku emang gak pernah nonton lagi sik setaunan ini. Demennya serial tv sama film gitu. ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, bukaaan. Kalau nonton film di TV (kyk yg biasanya di T*ansTV itu) itungannya masih bukan nonton TV sih.

      Beda kalau sama nonton drama India dan Turki yang episode nya udah ngalahin umur kucing saya :/

      Delete
  12. Awkwk yang nongol di meme itu? Rinso buat nyuci awkwk yang ternoda itu?

    ReplyDelete
  13. I am really grateful to the holder of this web site who has
    shared this great post at at this time.Zemana AntiMalware 2.74.2.150 Crack

    ReplyDelete
  14. May I simply say what a relief to uncover someone that genuinely understands what they are talking about on the net.

    You certainly realize how to bring an issue to
    light and make it important. A lot more people have to read
    this and understand this side of the story. I was surprised you are
    not more popular since you surely possess the gift.Microsoft Visual c++ 2018 Free Download with CRack

    ReplyDelete
  15. Cubase Pro Crack is a good software for music lovers and also for music artists. It is also available for mac. You can download it free of cost. Moreover, it has large collection of melody songs. This software with serial number employed by many designers, technicians, as well as musicians on schedule worldwide. This thing make it very famous for current generation. Cubase Pro Crack

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.