Keindahan Grafis Kimi No Na Wa


Saya adalah penggemar berat anime baik dalam bentuk serial ataupun movie. Dan salah satu animator Jepang favorit saya adalah Makoto Shinkai. Makoto bisa mengarang sendiri ceritanya, membuat sendiri grafiknya, dan menyutradarai sendiri anime-nya. Awesome, isn't it?

Dan ternyata bulan Agustus kemarin, Makoto resmi merilis movie anime baru berjudul Kimi no Na Wa (Your Name) yang sudah saya tunggu-tunggu sejak pengumuman produksinya setahun yang lalu. *gasping*

Kimi no Na Wa menceritakan tentang dua orang remaja laki-laki dan perempuan yang tidak saling kenal dan tinggal berlainan daerah, bernama Taki dan Mitsuha. Taki tinggal di Tokyo dan Mitsuha di Mereka saling memasuki mimpi masing-masing sehingga tanpa disadari, kehidupan mereka saling mempengaruhi satu sama lain.

Ciri khas Makoto dalam menjalin alur cerita memang tidak diragukan lagi kualitasnya. Makoto selalu memasukkan unsur sains-fiksi dalam anime-nya. Seperti di Kimi no Na Wa ini, Makoto mengambil background cerita tentang jatuhnya meteor ke bumi yang menghancurkan kehidupan di Itomori, daerah tempat Mitsuha tinggal. Namun kehancuran itu dapat dicegah saat Mitsuha dan Taki bertukar alam mimpi lagi. Keduanya pelan-pelan mulai menyadari keberadaan satu sama lain di mimpi masing-masing dan saling membantu.

Pada scene klimaks saat kataware doki (senja) keduanya bertemu dalam mimpi dan mengajukan ide untuk saling menuliskan nama masing-masing di tangan. Taki sudah menuliskannya di tangan Mitsuha sementara Mitsuha belum sempat membalasnya karena waktu senja berakhir. Keduanya pun kembali meneruskan kehidupan masing-masing.

Pada kehidupan nyata setelah mereka bangun dari mimpi, mereka tidak saling mengingat nama masing-masing dan mulai lupa akan mimpinya. Taki mencari berita tentang kejadian komet Itomori dan Mitsuha pada akhirnya berhasil menyelamatkan warga Itomori. Mitsuha sempat frustasi karena penduduk Itomori tidak mempercayainya. Namun setelah ia melihat tangannya, ia melihat bahwa Taki bukan menuliskan namanya, melainkan kalimat "I love you", Mitsuha pun tidak menyerah untuk meyakinkan penduduk Itomori agar terevakuasi.

Setelah kejadian tersebut, keduanya menjalani hidup hingga dewasa. Keduanya selalu merasa ada yang hilang, merasa ingin terus mencari sesuatu dan mengingat sesuatu namun tidak tahu apa itu. Sampai akhirnya mereka bertemu dan berkenalan tanpa ingat tentang mimpi masing-masing.

Berbeda dengan anime Makoto sebelum-sebelumnya, plot story Kimi no Na Wa meskipun terhitung tetap "menggantung", namun endingnya bahagia. Tidak seperti The Place Promised in Our Early Days dan 5 Centimeters per Second yang akhir ceritanya nyesek bangettttttt...

Berikut trailer Kimi no Na Wa yang rilis bulan Juni 2016 lalu. Saya pribadi sudah nonton filmnya meskipun masih preview screening lewat torrent. Hohoho.


Anime Kimi no Na Wa menambah daftar teen romantic drama dengan tema sains fiksi yang kental ala Makoto Shinkai. Dari segi alur cerita, saya berani menilai 9.5/10 terhadap anime ini. Sedangkan untuk grafik dan animasi... NO DOUBT IT IS 10-10!!!

Animasi karya Makoto selalu membuat mata saya mengalami EYEGASM terus menerus karena keindahannya. Benar-benar brilliant! Efeknya detail banget. Apalagi dalam penggambaran kometnya, sungguh luar biasa.



Makoto Shinkai selalu bisa menghadirkan ide brilliant dalam mengembangkan ceritanya. Maka nggak tanggung-tanggung kalau movie Kimi no Na Wa ini bisa masuk jajaran box office di Jepang dan akan segera dilakukan follow up world wide tour untuk diputar di bioskop-bioskop negara lain. Tapi di Indonesia, entahlah. Sepertinya mustahil... *sigh dan breath heavily*

Oh iya, bagi yang sudah nonton filmnya, lagu yang digunakan untuk mengisi original soundtrack Kimi no Na Wa semua dinyanyikan oleh band RADWIMPS yang jumlah tracklistnya berjumlah 4 dengan vokal dan 1 instrumental. Tracklist vokalnya terdiri dari "Zen Zen Zense", "Sparkle", "Yume to Urou", dan "Nandemo Naiya". Sementara instrumentalnya berjudul "Itomori Koukou".



Image Source:
www.myanimelist.net
www.youtube.com
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

22 Comments:

  1. Wah, wah... Keknya Mayang emang pencinta Anime banget. Sampe yg namanya grafispun, tetep diberikan penilaian. Salut...

    Jadi, ini teen romantic drama ya, genrenya? Aku kurang suka, sih, sama genre romantic gini. Takut baper. :D Nggak juga, sih. Kalo aku dari kecil suka Anime Naruto.

    Ya, meskipun udah mau kelar. Tetep aja suka itu. Satu lagi, Conan juga suka. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi yang lebih menonjol sebenernya sains fiksinya kok. Meski bikin baper, bikin tambah wawasan juga :D

      Aku suka Naruto dan Conan juga :)

      Delete
    2. kalo aku sukanya kamu dan dia :'( *plak

      Delete
  2. Waaah, makin penasaran sama movie ini. Padahal awalnya males karena genre romance. Tapi banyak yang rekomendasiin. Ditambah yang bikin Makoto Shinkai pula.

    ReplyDelete
  3. tinggal nunggu bluray aja.. ceritanya emang kece. menurutku karya makoto shinkai yang paling bikin Baper dan berakhir Happy ending

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, dari semua movie makoto shinkai yg bisa dibilang happy ending ya cuman ini :')

      Delete
  4. Kira-kira movie ini kapan bisa tayang di bioskop Indonesia ya? Seri Light novelnya masuk posisi pertama juga pas gue baca di post website anime. Gue belum pernah nonton versi serial episodenya sih, tapi sehabis nonton trailernya kayanya anime ini bakalan touching people heart banget deh. Haha :D

    5 centimeter persecond endingnya nyesek? Udah kaya Shigatsu wa Kimi no Uso (Your Lie in April) dong?

    Salam Kenal
    Selamat Hari Blogger Nasional ya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tayang November 2016 ini kok tapi cuma di bioskop Cineplex aja. XXI dan 21 nggak menayangkan X(

      Iya, 5 Centimeter per Second endingnya nyesek banget. Semua film Makoto Shinkai bad ending. Cuma Kimi No Na Wa ini yang enggak.

      Shigatsu wa Kimi no Uso juga nyesek, btw live actionnya lagi proses produksi di Jepang. Tayang taun depan.

      Salam kenal juga ya :)

      Delete
    2. Bioskop cineplex itu dimana ya wi?

      Iya, Shigatsu wa Kimino Uso mau ada live actionnya, trailernya udah nonton kemarin.

      Delete
    3. Cuma ada di Jakarta, Sidoarjo, Yogyakarta setahuku. Lainnya ngga ada X(

      Delete
  5. wahh filmnya apa seru kak, aku belum pernah nonton sih..

    ReplyDelete
  6. aaaa ini bagus bangeeett! may, setauku soundtracknya ada banyak deh, ngga cuman lima, hmm. favoritku yang judulnya 'kataware doki'. coba dengerin may :b

    ReplyDelete
    Replies
    1. kataware doki juga tracklist, fa. baru nyari nih. tengkyu sarannya ya. tapi yang garap bukan si radwimps.

      Delete
  7. Kalo nte mau yang grafisnya memuaskan, cari yang ph nya ufotable.. Salah satu contoh kalo nte minat..

    Tales of Zestiria The Cross (2 season masing-masing 13 episode)

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.