Popularitas Tanpa Batas


"Ini bukan jaman berburu rejeki dan prestasi lagi, tapi jaman berburu popularitas dan eksistensi." - Anonim

Sosial media bermacam-macam jenisnya. Ada platform berbagi foto-video macam Instagram dan Snapchat. Ada platform berbagi lokasi seperti Path dan Foursquare. Ada platform berbagi cuap-cuap seperti Twitter dan Ask.fm.

Dengan adanya sosial media yang makin menjamur, tanpa kita sadari, kita telah benar-benar menjadi "makhluk sosial". Apa-apa diposting, apa-apa dishare. Seakan-akan jika tidak update sehari saja, kita bisa sakaw macam orang butuh nikotin. Mau makan, upload foto instagram. Mau tidur, update status BBM. Sampe mau pup, update lokasi dulu di Path.

Hal ini menjadi rujukan beberapa studi tentang "human's needed" yang lantas memasukkan kebutuhan koneksi internet untuk bersosial media menjadi kebutuhan primer manusia. Makin hari, makin banyak ditemukan rising star lewat sosial media. Dari situlah muncul paradigma bahwa manusia bisa menjadi tenar dan populer bukan lagi lewat prestasinya, namun lewat eksistensinya di sosial media.

Sebenarnya sah-sah aja kalau kita ingin eksis di dunia maya, tapi harus bisa menempatkan diri dan sesuai sama porsinya. Bukan memaksakan kehendak dan nggak sesuai sama umurnya. Banyak orang-orang yang kemudian terkenal lewat sosial media lantaran hal-hal positif yang dilakukannya, namun di sisi lain ada juga orang-orang yang terkenal lewat hal-hal negatif yang menghiasi sosial medianya. Dan ini buanyaaak. Fiks banyak.

Orang-orang yang memanfaatkan sosial media untuk hal-hal positif bisa menjadi terkenal dengan beberapa jenis modal berikut ini:


1. MODAL KARYA

Banyak selebgram, selebyutub, selebtwit, dan seleb-seleb sosial media yang menggunakan karyanya untuk meraih popularitas. Seringnya, mereka berkarya sesuka hati. Eh ternyata, karya-karya mereka dapat menarik perhatian manusia lainnya sehingga mampir ke akun sosial media seleb-seleb tersebut dan akhirnya follow untuk mendapatkan feed terbaru. Karya-karya mereka juga nggak main-main loh. Saya paling sering melihat akun @aulion di Instagram hanya untuk take a peek karya video dan slow-motion terbarunya yang lucu-lucu. Selain itu, ada Mbah Sujiwo Tejo yang tweetnya suka sentil sana sentil sini di twitter, ada juga Eka Gustiwana yang melakukan composing suara di Youtube, bahkan hingga merambah kontrak rekaman dengan Nadya Rafika. Yang begini, patut banget diacungi jempol!

2. MODAL HOBI

Sosial media dapat menjadi alat untuk menyebarluaskan skill dan hobi kita sehingga menginspirasi orang lain. Salah satunya adalah Rosanna Pansino dengan hobi memasaknya. Rosanna menggunakan platform blog dan youtube untuk mengunggah resep dan video memasaknya dengan pembawaan yang unik. Hal ini membuat nama Rosanna Pansino segera melambung di kalangan netizen sebagai baker handal.

Kita juga tahu bahwa dengan adanya sosial media, orang-orang yang memiliki hobi sama bisa terbantu dengan adanya fitur grup dan komunitas. Komunitas akan menjadi wadah untuk orang-orang tersebut mengembangkan hobinya masing-masing sehingga makin dikenal oleh banyak orang. Beberapa komunitas hobi seperti Indovidgram yang menjadi basis kreator video instagram dan DIY Indonesia yang menjadi komunitas hasta karya sudah mendapatkan popularitas lewat hobinya masing-masing.

3. MODAL PRESTASI

Benakribo adalah salah satu blogger berprestasi di Indonesia. Karena prestasinya itulah Bena sekarang menjadi jajaran blogger tenar di Indonesia. Dalam memanfaatkan blog sebagai media sharing informasi, Bena melakukan upgrade tampilan blognya menjadi sangat menarik dan menulis konten seputar gadget dengan tema ''Geek" yang "Bena banget". Hal ini tentu menjadi daya tarik bagi orang-orang, termasuk saya, untuk follow dan mengunjungi blognya Benakribo.

Lawan dari modal positif? Tentu modal negatif lah ya. Ada juga lho, orang-orang yang memanfaatkan sosial media untuk meraih popularitas dan menjadi terkenal dengan beberapa jenis modal negatif berikut ini:

1. MODAL BODI

Masih ingat dengan Duo Srigala kan ya? Meraka adalah salah satu yang meraih popularitas dengan bodinya yang katanya sih, ehem, aduhai. Saya masih nggak habis pikir apa iya standar orang berbodi aduhai bisa dinilai dari ketidaksimetrisan lekuk tubuhnya *mikir keras*. Duo dangdut ini mendadak tenar setelah video "Goyang Dribble"-nya diupload di youtube. No sensor pula. Wuahhh. Meski banyak orang yang mencaci dan memaki, mau tidak mau publik harus menerima kenyataan bahwa Duo Srigala jadi terkenal berkat viralnya hujatan kepada mereka.

2. MODAL KONTROVERSI


Modal negatif yang kedua untuk meraih popularitas adalah modal kontroversi. Seperti contohnya yaitu Dijah Yellow. Doi menebarkan kebencian pada beberapa artis seperti Raisa, Ayu Tingting, dan sebagainya untuk menjadi haters terkenal dengan alasan bahwa dia lebih baik daripada artis-artis tersebut. Waksss banget. Bermodal caption kontroversi yang selalu mengikuti upload-an fotonya, Dijah menjadi artis instagram terkenal yang berbuah pada undangan show ke berbagai acara TV. Ini saya juga masih nggak habis pikir. Kok bisa ada orang yang PD mengkontroversikan diri dengan menjelekkan artis Indonesia namun, maaf, penampilannya nggak mendukung untuk menunjang opini kebenciannya. Hehe. Sampai-sampai ada rumor jika Dijah Yellow memiliki followers banyak karena membeli akun instagram dari pihak ketiga.

3. MODAL KEHIDUPAN PRIBADI

Potret anak muda jaman sekarang. Itulah yang bisa dilihat dari kisah "memilukan" seorang Awkarin. Terkenal lewat postingan foto-fotonya di IG yang katanya relationship goals, Karin memiliki beribu-ribu followers dan menjadi role model percintaan anak muda. Awkarin mengunggah foto-foto hangout, gaya pacarannya, gaya putusnya, dan kegiatannya nongkrong-nongkrong dengan temannya. Namun justru dengan postingannya mengenai gaya hidup pribadinya tersebut yang membuat Karin terkenal di dunia sosial media.

Nah, berikut di atas adalah modal-modal positif dan negatif yang bisa dilakukan orang-orang dalam mendapatkan popularitas di sosial media. Meskipun prosesnya cenderung lama dan bertahap (dibandingkan modal instan tapi negatif), tapi kalau masih di koridor kegiatan positif kan tidak apa-apa. Ya nggak? Ya nggak? Jawab aja, yaaa. Hehe.

"Popularity is not an indication of quality." - Vanna Bonta





Image Sources:
www.giphy.com
www.ask.fm
www.pikastar.com
www.blognya-diann.blogspot.com
www.twitter.com
www.taraa.com
www.rockingmama.co.id
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 Comments:

Post a Comment

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.