Tentang Keane, Motivasi, Tugas Akhir, Teman, Pekerjaan, Masa Depan, dan Hal Random Lainnya

Ada saatnya kita menangis supaya beban terkikis...
Ada saatnya kita harus mengalah pada keadaan supaya tidak tertekan...
Ada saatnya kita harus curhat di media supaya tidak gila...


Adakah yang baru di hidupmu minggu ini? Mungkinkah ada liburan setelah ujian? Mungkinkah ada revisi setelah konsultasi? Mungkinkah ada banyak tugas yang membuat semangat kebas? Mungkinkah ada pacar baru? Mungkinkah ada gadget baru? Mungkinkah ada pengalaman baru?

Time runs so fast. Time doesn't wait. Even you're not ready, you must bond with it...

Banyak cerita yang terjadi pada hidup saya seminggu ini. Saking banyaknya, saat postingan ini masih draft sudah ganti judul berkali-kali, tulisannya dibagi-bagi, tiap nulis satu paragraf muncul ide baru, inspirasi tulisan baru, tapi isi dompet nggak pernah baru... *kemudian hening*

Jadi kalau dibagi-bagi, kemungkinan tulisan ini bisa menjadi inspirasi.

BAB SATU


Hari-hari ini saya sedang menyukai Keane lagi. Itu lho, band asal Inggris yang genrenya alternative rock. Beberapa lagu mereka yang terkenal adalah “Everybody’s Changing”, “Somewhere Only We Know”, dan “Crystal Ball”. Saya menyukai Keane sejak masih duduk di jaman SMP. Suara Tom Chaplin yang menurut saya wise dan daleeem banget kalau nyanyi bikin adem suasana. Lirik lagunya puitis, romantis, dan amat bermakna. Band yang cukup konsisten tanpa mengikuti perkembangan industri musik yang makin lama makin bergeser ke arah elektrik (DJ collaborated).

BAB DUA


Lagu-lagu Keane menjadi playlist saya tiga hari ini. Self crisis? Yeah, that’s happening to me rightnow. Mengerjakan Tugas Akhir memang membosankan. Persetan kalau ada yang bilang Tugas Akhir itu menyenangkan. Itu cuma bualan!
Banyak hal yang membuatku jatuh dan bangun di saat bersamaan. Beberapa curhat ke teman, teman curhat ke saya, memang waktu didengarkan iya iya saja, tapi begitu selesai, pasti mental adanya. 
"Yang bisa memotivasi kamu ya dirimu sendiri." 
Memang benar, 100% benar. Saya tipe orang yang harus bangkit sendiri. Nasihat orang sebagus apapun kalau saya tidak sadar diri ya tidak akan masuk ke dalam otak kanan maupun kiri. Beberapa saran dari dosen pembimbing akademik, saya harus banyak piknik. Dalam artian menyalurkan hobi dan aktivitas lain di sela mengerjakan TA. Setelah beberapa saat, baru get back on track.
Masalahnya, saya memahami bahwa diri saya lembam. Berlaku hukum I Newton lah istilah kerennya.
"Things in motion tend to stay in motion. Otherwise, motionless things tend to stay motionless."
Kalau udah terlanjur liburan, gak pengen berhenti. Kalau udah terlanjur santai, pengen tetap santai. Kalau terlanjur nugas, ya nugas terusss. Hehehe. Antara mager yang dilestarikan atau hiperaktif gak karuan. Kadang pikiran udah mengagendakan kemana-mana, ngapa-ngapain, tapi badannya nggak bisa gerak. Gravity sets too high...
Memang nggak baik sih, udah gede juga, harus belajar jadi seimbang dan...FOKUS! Supaya lekas lulus.
BAB TIGA
Terjebak cinTA segiTIGA... Begitu kata sebagian besar teman jurusan saya.
Tugas akhir ada tiga. Nggak bisa dipilh salah satu. Harus dikerjakan semua. Kadang terlibat perbincangan dengan teman tentang tugas akhir anak jurusan lain yang cuma satu, atau bahkan anak seni rupa yang hanya pameran karya saja tanpa skripsi.
Namun iri bukan saatnya lagi. Terlebih kalau masih merasa tersesat memilih jurusan, duh total fatality!
Jenis tugas akhir, berat tidaknya tugas akhir, semua sudah ada spesifikasinya masing-masing. Jangan dikira kalau tugas akhir cuma karya itu gampang. Semua ada kualifikasinya. Semua ada plus minusnya. Memang sih, tugas akhir jurusan saya ada tiga. Tapi bukan berarti nggak bisa diselesaikan. Semua ada waktu dan jalannya masing-masing. Yang terpenting harus tetap berusaha dan positive thinking!
Dengan tiga tugas akhir itu, bisa saja tujuannya adalah untuk mencetak lulusan yang lebih unggul daripada yang mahasiswa jurusan sama namun dari universitas lain. Bisa saja, ya bisa saja... Aamiin.
Kendala lain yang saya dapat dari beberapa cerita teman adalah masalah dosen pembimbing. Ada yang dosennya gampang ditemui, gampang acc, sehingga paling dua tiga kali konsultasi langsung sidang. *apa-apaan?*
Ada juga yang susah ditemui, sibuk banget, ditunggu lama nggak dateng-dateng, udah janjian ditunggu lama datengnya telat, udah janjian ditunggu lama nggak jadi dateng, udah janjian ditunggu lama di-PHP, ditunggu 6 jam konsulnya cuma 5 menit, dosbing galak, dosbing perfeksionis, dan lain sebagainya. Memang itu termasuk faktor penghambat yang paling tinggi. Kalau mahasiswa sudah nggak sreg sama dosbing, jadi males konsul, males ngerjain, mager, skripsi terlantar dan kelulusan tertunda.
Dan yang membuat saya heran, kualifikasi tugas akhir antara dosbing satu dan dosbing yang lain itu berbeda-beda. 
Namun positifnya adalah, seperti apapun beliau memperlakukan mahasiswanya, anggap saja itu semata-mata untuk menguji mental kita. Memang ada kalanya dosen nggak mood karena dikejar deadline penelitian dan sebagainya, sehingga kadang mahasiswa yang kena getahnya. Meskipun dalam asas profesionalitas emosi dan keadaan pribadi tidak boleh mencampuri pekerjaan, namun dosen juga manusia. Tempat salah dan lupa. Jadi, sebagai mahasiswa yang masih butuh bimbingan, kita harus tegar, kuat, dan mengerti keadaan dosen juga. Begitu pula sebaliknya. Pokoknya butuh saling mengerti satu sama lain. Kalau dimarahi ya didengarkan, introspeksi. Kalau memang tidak ada yang salah, coba lagi lain kali. *ngomong sama cermin* *menasihati diri sendiri*
BAB EMPAT
People change. People grow.
Friends come and go. The best will stay. - Unknown
Teman di semester akhir kuliah S1 kalau diakumulasi memang makin banyak. Teman TK, teman main di desa, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kos, teman jurusan, teman kuliah. Tapi begitu tugas akhir, sebagian besar seolah hilang dari pandangan mata. Bukan karena apa, tapi karena dosbing dan kesibukan yang berbeda. Dengan teman jurusan yang biasanya ada kuliah kelas bersama jadi jarang bertemu.
Begitu masuk tugas akhir, saya juga kepikiran untuk membuat grup-grup percakapan dengan teman dekat SD, SMP, SMA. Saya kepikiran buat menyambung silaturahim dengan teman-teman lama. Aktif dalam percakapan kelas waktu SD, SMP, SMA, kos, teman KKN, teman magang. Because I'm a type of people person. Dan alhamdulillah dengan tetap terjaganya hubungan dengan teman-teman berbagai komunitas, saya jadi punya teman cerita. Itu adalah salah satu cara saya agar tidak jenuh mengerjakan tugas akhir. Mengagendakan bertemu saat ada kesempatan, berbincang, curhat, bercanda, dan memotivasi. Tanpa sadar itu memang sangat mempengaruhi semangat kita, lho.
Cerita lucu tentang teman juga muncul di saat tugas akhir begini. Ada teman yang semangatnya '45 dalam mengerjakan TA, ada yang malas-malasan, ada yang semangatnya naik turun, ada yang meninggalkan TA untuk pekerjaan sambilan yang menguntungkan, ada yang punya pacar baru, ada yang merasa menikmati kebebasan dan liburan (tapi kebablasan), ada yang bahkan menghilang dari peradaban dan tidak pernah ngampus sama sekali.
Yah, apapun itu tapi kita harus segera sadar dan kembali. Kuliah adalah amanah. And you have to finish the things you've started. 
Apapun halangannya, dosbing, males, mager, pekerjaan sambilan, komunitas, kegiatan mahasiswa dan sebagainya, harus diusahakan untuk ditepis dengan segera.
Meskipun lambat, terseok-seok, tapi tetaplah berproses. Jangan menyerah!
Kita pernah mengalahkan ujian nasional berpaket-paket, lantas kenapa merasa tidak bisa mengalahkan tugas akhir? PASTI BISA!
BAB LIMA
Pekerjaan untuk Masa Depan.
Semester tua begini memang fase signifikan untuk menentukan tahap selanjutnya. Mau lanjut kuliah S2, daftar CPNS, cari kerjaan, atau bahkan menikah. Hal-hal tersebut yang semakin sering menjadi topik perbincangan.
Saya kuliah di bidang pendidikan, jurusan Fisika. Yang kalau lulus untuk menjadi guru harus melewati tahap SM3T dan PPG masing-masing satu tahun. Setelah itu baru ikut tes CPNS dan kalau lolos baru bisa menjadi guru. Kalau ingin bekerja sebagai dosen, atau masih betah kuliah, bisa lanjut S2 dengan mencari beasiswa. Jika ingin langsung bekerja, bisa mencari lowongan pekerjaan yang persyaratannya adalah lulusan S1 umum. Atau yang punya calon, bisa segera menikah. Kalau punya...
Beberapa teman, termasuk saya, sejujurnya semakin kesini semakin kurang tertarik menjadi guru PNS. Bukan berarti saya tidak mendapatkan feel mengajar, bukaaan. Saya suka mengajar. Saya menikmatinya. Bahkan saking sukanya mengajar, saya menikmati dalam melakoni kursus privat Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris untuk 15 siswa yang masing-masing privat (ada beberapa yang grup juga). Saya bahagia jika mereka menyukai cara mengajar saya, bercanda dengan mereka, mendapat kabar bahwa mereka mendapatkan nilai memuaskan untuk mapel yang les dengan saya. Tapi untuk menjadi guru secara PNS, saya belum memikirkannya matang-matang.
Saya malah ingin membuka bimbel di rumah, usaha, wiraswasta, menulis lagi, membuat hasta karya. Pernah ada obrolan ringan dengan adik sendiri ingin membuka rumah baca yang disandingkan dengan kafe, resto, dan bakery. Juga ide butik dan clothing dengan teman KKN. Ide membuat Event Organizer dengan teman. Dan lain sebagainya.
Yah, ketrampilan banyak perlu dikembangkan dan dimanfaatkan. Semua bidang itu bisa saja saya lakukan, namun tetap harus ada primary job yang jadi andalan.
Pekerjaan apapun yang penting halal dan tidak merugikan diri sendiri (dan kalau bisa tetap membanggakan orangtua) pantas diperjuangkan. Yang penting harus dijalani dengan hati, sesuai passion, dan ikhlas. 
Beberapa tulisan saya di atas hanyalah curhat colongan belaka, semata-mata sebagai motivasi untuk diri sendiri. Namun jika kalian mengalami posisi yang sama...
MAKA BERSEMANGATLAH!
Semoga tulisan saya ada hikmahnya, sedikit menghibur, syukurlah kalau bisa menjadi motivasi juga. Ini hanya perjuangan hidup di bangku kuliah, dunia yang sebenarnya menanti di luar sana. Ada berbagai lapisan masyarakat yang kamu perlu kamu pelajari, ada realita hidup yang perlu kamu alami. Semoga saya dan kalian semua, mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat.
Tolak ukur sukses tiap individu berbeda-beda, maka buatlah target suksesmu sendiri. Jangan menyerah dan hadapi masalah!
Life is never flat...
Chitato is never flat...
Chitato rasa Indomie Goreng. Yummy...
*akhirannya ngiklan* *abaikan*


Images Sources:
www.klubpebisnis.blogspot.com
www.instagram.com/tanganpio
www.youtube.com
www.pacitannews.com
www.solopos.com
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta Trisniarti

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

2 Comments:

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.