Sepiring Surga


Tanggal tua bukanlah alasan anak kos untuk tidak makan.

Banyak pernyataan klise yang biasanya digunakan anak kos sebagai tameng di akhir bulan. Biasanya ya seputaran tentang makan, main, dan kesehatan...kantong mereka. Semua kalimat tersebut biasanya dipaparkan di media sosial. Untuk apa? Ya untuk menandakan kalau kehidupan mereka lagi melankolis. *cieeeh bahasanya*

Salah satunya yang diungkapkan anak kosan kalau sedang mengalami fase akhir bulan adalah makan berteman mie instan. Mie rebus, mie goreng, miapah, dan mie mie lainnya.

Anehnya, semakin berkembangnya dinamika kehidupan masyarakat kos-kosan, ternyata mie instan tidak hanya menjadi pendamping tanggal tua saja. Mie instan yang identik dengan panas, pedas, dan penuh kesan menjelma menjadi makanan wajib pada saat-saat tertentu. Misalnya...


1. PAS LAGI BOKEK


Harga mie instan di pasaran yang masih stabil dan masuk akal (nggak fluktuatif kayak BBM), membuat para manusia yang nggak ber-uang memilih untuk membeli satu sachet mie instan untuk menuruti rasa laparnya. Seperti pembukaan di atas, tingkat pembelian mie instan oleh orang bokek didominasi oleh anak kosan yang uangnya pas-pasan tingkat akut.

Mie instan yang dimasak oleh orang bokek menduduki kasta paling rendah karena biasanya nggak bakal ditambahi lauk pendamping. Murni hanya mie yang direbus, ditiriskan, diberi bumbu. Udah gitu doang. Soalnya mereka nggak punya tambahan uang buat beli sekedar sawi atau telur (kalau punya uang buat beli keduanya, nggak mungkin makan mie, mending juga nasi!). Alhamdulillah kalau satu gitu terpuaskan. Soalnya ada pepatah, "Makan mie instan: Satu kurang, Dua kebanyakan". Kalau nggak kenyang (biasanya anak cowok nih), ya mending abis makan tidur aja. Trus nggak usah bangun sampai terbentuk bulan baru *aaauuu* *efek di ganteng-ganteng sering galau*. Maksudnya, nggak usah bangun sampai tanggal muda di bulan depannya.


2. NGIDAM


Mie instan yang dimasak dengan rasa ngidam adalah kasta tengah-tengah. Mie instan yang dimasak biasanya akan ditambahi beberapa hiasan seperti keinginan yang masak. Jenis ini nggak berlaku pada anak kos aja, biasanya orang rumahan seperti bapak, ibu, adik, kakak, om, tante, memiliki selera tersendiri dalam menghias mie instan yang dimasaknya. Misalnya ibuku, sukanya mie instan dibikin jadi omelet mie, yang biasanya menggunakan mie rebus. Sedangkan aku, setelah kenal denga abang-abang burjo deket kosan *ehehe* *bukan buat modus kok*, hobi banget mie-nya dibikin versi dog-dog. Mie dog-dog menggunakan mie goreng. Tapi tenang aja, ini nggak seperti namanya kok. Aku juga nggak filosofinya kenapa namanya mie dog-dog. Yang jelas, seumur-umur makan ini, nggak pernah ada unsur "dog"-nya. Ehehe. Yang mau tahu resepnya silakan cek ini: Derita Mahasiswa -Resep Mie Dog Dog.

Sedangkan bapak, lebih suka masak versi biasa tapi dihiasi telur ataupun ayam goreng/ ayam suwiran. Adik sukanya diberi cabe dan kakakku suka sekali dibikin jadi nasi goreng mawut yang berupa mie dicampur nasi lalu dimasak seperti nasi goreng. Itu yang bikin mie instan cap ngidam ini berbeda. Beda tangan, beda orang, beda selera, beda cara masaknya.


3. HUJAN


Hujan rintik-rintik jatuh di pangkuan...

Merupakan kasta tertinggi saat orang memasak mie instan. Literally. Hujan membuat sebagian besar orang tertahan di suatu tempat tanpa bisa kemana-mana. Apalagi kalau ditambah sedikit perasaan lapar, nggak tanggung-tanggung bakal mempunyai hasrat besar untuk menikmati sepiring/semangkok mie instan. 

Sebagian besar orang memilih mie rebus kalau hujan, karena berkuah dan sensasinya lebih pas! Tapi yang suka mie goreng ya tetep sah-sah aja lah. Biasanya kalau mie goreng akan ditambahi telur ceplok setengah mateng dan irisan cabe merah. Sedangkan mie rebus akan ditambahi telur ceplok setengah mateng dan irisan cabe hijau. Dimakan panas-panas di dekat jendela kaca sambil melihat hujan bercipratan. Ditemani secangkir teh hangat atau susu hangat atau cokelat panas. Rasanya... waktu terasa berhenti berputar untuk beberapa waktu yang cukup lama. 

NB:

SAJAK HUJAN DAN MIE INSTAN

Hujan membawa dingin. Dan seporsi mie instan hangat bisa menjadi solusinya.
Hujan membawa galau. Dan seporsi mie instan hangat bisa menjadi penangkalnya.
Hujan membawa luka lama. Dan seporsi mie instan hangat bisa menjadi penawarnya.
Hujan membawa kenangan mantan. Dan seporsi mie instan hangat bisa menjadi penggantinya. 
Hujan membawa semangat baru. Dan seporsi mie instan hangat bisa menjadi pelengkapnya. 



Itu tiga kasta urutan timing memasak mie instan bagi manusia. Yang bikin heran, seumur-umur baik aku, keluarga dan teman-temanku dari jaman  masih merangkak hingga sekarang, nggak pernah ada yang masak mie instannya trus hasilnya sama persis kayak di bungkus-bungkus mie instan tersebut. Yang kesannya mewah dan lengkap banget toppingnya. Boro-boro lah ditambahin topping, mie instan itu makannya sama masaknya lamaan masaknya, cuy! (Buat sebagian orang sih). Kadang juga mikir gini, cuma mie instan aja ribet banget kalau harus pake topping lengkap. Misalnya harus diberi pelengkap, kan preparationnya jadi lama, jadi nggak "instan" lagi dong. *ngeles* *ngomong aja nggak punya duit*

Tapi yang perlu diperhatikan, meskipun keluargaku punya cara tersendiri untuk masak mie, tapi orangtuaku mengajarkan supaya nggak makan mie kalau bener-bener kepepet. Kepepet pingin, kepepet duit. Soalnya makan mie keseringan juga nggak baik buat kesehatan. Ini bukan karena berita kalau mie instan ada lilinnya dan bisa bikin lemah otak ataupun kanker ya, itu hanya mitos. Makanan kemasan yang lulus uji BPOM tentu aman. Yang dikhawatirkan hanya kandungannya kok. Semua makanan dalam kemasan pasti mengandung pengawet, nggak cuma mie instan kok. SEMUANYAAA...!!! Jadi usahakan mengkonsumsi mie instan nggak lebih dari 3 kali dalam sebulan. Di rumah ibuku juga hanya nyetok 10 butir mie instan tiap bulan. Nggak boleh banyak-banyak. Takutnya khilaf bikinnya lima kali sehari. Kan nggak lucu kalau kita overdosis mie instan. Secara Indonesia kan nggak punya BMN (Badan Mieinstan Nasional).

Namun di balik wacana tentang mie instan di atas, nggak bisa dipungkiri kalau mie instan itu mempesona dan membuat kita terbuai olehnya. Sepiring mie instan dengan irisan cabe ditambah telur ceplok sunny side up yang setengah mateng dan meleleh waktu diiris, merupakan surga tersendiri bagi sebagian orang, termasuk saya. Bagaimana menurut kamu?



Picture is taken by the day using Sony Experia E camera 5 MP width 600x600.
Date 24 January 2015 08:06 WIB.
Home sweet home, Kediri, East Java, Indonesia.
Composition : 1 instant noodle, 4 red chillies, 1 failed sunny side up egg, 1 tbs heaven.










Image Source:
www.indomie.com
www.simomot.com
www.mememaker.com
www.pixgood.com
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

16 Comments:

  1. Yakali sampe dibikin sajak. :D
    Gue juga ada peraturan tersendiri dalam prinsip makan mie. Kalo keuangan normal sebulan 2-4 kali aja. Kalo nggak ada duit ya seminggu dua kali. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha, inspirasi kan bisa dateng kapan aja walaupun dari sepiring mie :p
      Iya, yg penting jangan banyak banyak lah ya, gak baek buat kesehatanmu :')
      #eaaa

      Delete
  2. Surgaaaaa :9

    Kalo aku paling suka di rendam aja pake air hangat.
    Trus pas masih separo matang langsung dibumbuin
    Masih ada sensasi kriuk2 garing nya dan entah kenapa suka hahaha

    rasa kari ayam juaraaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaa itu berlaku buat mie rebus aja, Ul. kalau mie goreng nggak bisa :D
      Iya, paling suka kalau rebus juga kari ayam, kuahnya kental :3

      Delete
  3. "ya mending abis makan tidur aja. Trus nggak usah bangun sampai terbentuk bulan baru" gue pernah begitu. Siangnya gak ada makan, malemnya cuma ada mi sebiji. Tapi nggak sampe bulan baru juga sih, ampe tahun baru biasanya. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha, curcol. Emang anak kos wajib prihatin dulu :3

      Delete
  4. komposisi mie nya 1 tbs heaven,, itu beli dimana ya? :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma bisa beli di lejel home shopping, ahaha XD

      Delete
  5. Di Jogja banyak buka warmindo nih.. Laku banget indomie di sini :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yang jual istilahnya abang abang burjo itu kan? :D

      Delete
  6. Kok rasanya jadi spesial banget di post ini.. Padahal gak pake telor

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.