Kelakuan Orang Jualan Online


Pernah main instagram? Twitter? Dan jejaring sosial lainnya? Pasti punya lah. Secara, anak gahul jaman sekarang gitu. Kemana-mana bawa hape pintar beserta cadangan dayanya.

Kalau dipikir-pikir, memang sosnet adalah media untuk memperluas jaringan koneksi manusia dengan dunia luar yang terbatas jika hanya via tatap muka. Tapi bukan berarti manusia yang menggunakannya bisa semena-mena.

Gaes, kalau kamu sering nangkring ngikutin trending topic di Twitter pasti sering menjumpai tweet beginian nyempil di antara sejuta barisan kalimat ber-trending topic.



Hashtagnya sih #WhereAreYouJokowi tapi isi tweetnya jualan tas ransel dengan resleting depan. Ya kali nyambungnya kemana. Strategi beginian memang ampuh kok buat para penjual memasarkan dagangannya. Dengan menggunakan hashtag trending topic, netizen pengguna twitter akan melihat iklan yang nggak sengaja nongol di timeline mereka.

Sebenarnya nggak mengganggu sih, tapi kok ya risih aja liatnya. Yang lain pada ngetweet peduli KPK, dianya malah jualan tas. #TanyaKenapa

Ada lagi nih yang jualan berkedok trending topic juga. Kayak gini.


Kasus yang kemarin lagi heboh tentang Bambang Widjoyanto, yang notabene memprihatinkan, justru jadi embel-embel akun jualan followers. Gini, jualan apaaa aja, mau makanan, minuman, followers, kucing, burung, sampai kadal bunting boleh kok. Asalkan nggak gini juga kaliii.

Jualan online dengan modus menyisipkan trending topik gini justru akan membuat orang yang membacanya jadi nggak respect lho sama dagangan kalian. Boro-boro dibaca, yang ada mayoritas orang bakal langsung scroll layar PC mereka untuk menjauhi tweet jualan tersebut.

Dan yang lebih parahnya lagi nih, di salah satu akun ternama di instagram, @dagelan, kemarin sedang upload foto minta doa dan bantuan donasi kantung darah untuk penderita thalasemia. Eh, nggak tahunya ada juga akun online shop yang comment jualan kayak gini.


Nggak ada kok yang butuh iPhone Galaxy elu, nyet. Bener-bener bukan proper comment buat postingan seperti itu. Mbok ngedoain kek, ngasih saran kek, bantu nyebarin kek atau apa. Malah promosi hape. Bener-bener ni orang.

Beberapa akun seperti itu memang autobot. Tapi kan yang punyanya olshop bisa paham, mana post yang pantes buat jualan, mana yang enggak. Di manage autocomment-nya kan bisa.

Dikit-dikit, "cek akun twitter kami ya, ada promo beli followers 2000 cuma 2juta lho sis."
Dikit-dikit, "cek IG kita sis, ada sepatu butut ala korea lho, KW 500 dijamin! Nggak digembok kok."

Kayak gitu jadi spam dan mengganggu penglihatan, mbak. Strategi marketing boleh gila-gilaan, tapi lihat-lihat keadaan juga dong. Nggak setiap orang suka jika saat ngetweet diberondong sama spam iklan jualan online. Nggak setiap orang suka jika saat majang foto di instagram dijejali dengan comment berupa iklan jualan online.

Karena menurut @dagelan lagi nih, iklan terbaik adalah word of mouth. Jadi pembeli akan menyebarkannya sukarela pada relasi dan temannya kalau produk kamu bagus dan layak dicoba. Untuk itu, proses pembenahan infrastruktur diperlukan untuk terus dan terus memperbaiki kualitas produk. Untuk strategi marketing, bisa dengan jasa endorse atau promote ke selebtweet dan selebgram. Biarkan mereka yang ngiklan buat kalian. Justru dengan iklan seperti itu, produk kamu akan terlihat lebih "eksklusif", nggak asal spam iklan aja di comment section atau trending topic.


Pesan :









Image Source :
www.azk2121.blogspot.com
www.faiemyworld.blogspot.com
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

8 Comments:

  1. Wah postingannya keren nih. Sepenuhnya setuju sama kamu. Emang jaman sekarang orang mau jualan udah nggak tahu tempatnya. Suka salah dipergunakan. Apalagi di akun-akunnya artis besar atau yang followersnya banyak, kebanyakan spam semua.
    Anyway, baru pertama kali main kesini nih. Salam kenal ya. \:D/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, iklan yg seperti itu malah cenderung nggak "worth it" barang jualannya :(
      Makasih, salam kenal juga deva :D

      Delete
    2. Nah! Mungkin mereka khilaf. :( Hahaha.

      Delete
    3. Haha, buat pembelajaran aja kalau mau bisnis online :D

      Delete
  2. Sebuah blog juga begitu, May. Tanpa perlu promosi link di tulisan-tulisan orang. Kalo tulisannya menarik. Pasti dibaca. :))
    Setuju banget sama kutipannya. :D

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.