Metamorfosa Cita-cita



Berandai-andai, boleh kan ya? Pasti boleh. Berkhayal itu sah-sah aja. Meskipun banyak orang bilang kalau, "mimpi apa gunanya kalau nggak direalisasikan?". Well, itu pendapat sebagian orang. Tapi kalau menurutku, mimpi sah-sah aja kok. Kalau mimpi nggak direalisasikan? Ya sah-sah aja. Direalisasikan? Wuih...Kalau mampu sih bukan sah-sah aja, tapi sah-sah banget!

Daripada banyak prolog, mending langsung ke topik bahasan aja deh. Posting kali ini aku mau bahas tentang CITA-CITA...!!! Hampir semua anak kecil suka kalau ditanya cita-cita. Kalau masa kecil kamu nggak pernah punya cita-cita, berarti orangtuamu gagal dalam mendidikmu. Hehehe.

Dulu kalau kita ditanya ibu guru waktu kecil, "Cita-citamu apa?", jawaban apa sih yang kamu berikan? Pasti itu-itu aja. Jawaban klasik. Kalau nggak guru, ya dokter. Kalau nggak dokter, ya pilot. Jarang ada yang jawab: "Kalau besar Chilla pengen jadi pemain band reggae!" atau "Kalau udah gede Bejo mau jadi koruptor!" atau "Kalau nanti udah dewasa Linda mau jadi dukun santet!". Misalnya ada anak yang jawab kayak jawaban tadi, pasti orangtuanya udah pada bunuh diri.

Nah, sedikit curhat nih. Dari kecil aku juga punya banyak cita-cita. Lambat laun seiring bertambahnya usia *mulai berat bahasanya*, mulai bertambah-tambah aja keinginan dan obsesinya. Apalagi makin dewasa, keinginannya makin gila!

Aku pun begitu, dari yang kecilnya pengen jadi pilot, sekarang udah kuliah dan masuk ke suatu jurusan, mau nggak mau ya harus linear sama jurusan itu. Meskipun dalam hati memberontak. Yah, beginilah kisahnya...

Aku memiliki banyak sekali cita-cita, sedari kecil, terhitung ada hingga 10-an lebih cita-cita yang pernah aku impikan. Namun sejalan dengan perubahan usia, tingkat intelejensi dan KENYATAAN, cita-citaku mengalami banyak metamorfosa/perubahan. Berikut beberapa cita-cita sedari TK yang pernah aku gadang-gadang akan menjadi kenyataan...

1. PILOT

Pilot ganteng...












Cita-cita pertama yang pernah keluar dari mulutku saat masih berusia 4 atau 5 tahun adalah: PILOT. Mainstream kan sebenarnya. Keinginan jadi pilot ini bertahan hingga aku SD kelas 3. Awalnya sih suka atau pengen jadi pilot karena orangtua sering membelikan mainan pesawat-pesawatan terbang. Aku juga suka histeris tiap lihat ada pesawat melintas di angkasa (sampe dikira kena ayan/kejang-kejang). Pokoknya cita-cita labil masa kecil ini hanya didasari rasa pengen aja.

Dan sekarang kalau ingat hal itu, aku jadi suka ketawa-ketawa sendiri. Orangtua sih pernah menimpali agar aku jadi pramugari aja, temennya pilot. kalau udah gitu, pasti kakakku cowok bilang, "Pramugari itu cantik banget, mulus, badannya bagus, kalau bentuknya melon kayak gini apa bisa ikut?". Sial, pake dibilang melon segala, meskipun aku nggak ramping, tapi kan aku nggak sebulet ituuu. Sampai sekarang pun keluargaku kadang masih suka bilang kalau waktu kecil, aku ngotot sekali jadi pilot. Kalau dipikir-pikir, jadi pilot itu ada asiknya ada nggak asiknya. Asiknya ya, pilot itu termasuk pekerjaan yang kereeen. Meskipun 11-12 sama sopir, tapi kan sopir pewasat *haseeeg*. Nggak asiknya ya, kalau ada kemungkinan terburuk (kayak kecelakaan) kayak kejadian Sukhoi, MH 17 yang baru-baru ini. (Berasa nembank burung apa ya, abis ngeudal malah ketawa itu PM Rusianya). Namun seiring nambahnya tingkat kelabilan, cita-cita sebagai pilot pun luntur adanya...

2. POLISI

Ini salah satu fotoku.
Bukan mbaknya kok, tapi jendela di belakangnya...














Mbak-mbak polwan selalu kelihatan menawan. Gara-gara diseberangin sama polwan pas SD kelas 3, nggak tahu kenapa aku merasa tersepona, lalu jatuh cinta...pada pekerjaannya. Polisi itu cita-cita yang mulia loh. Bener nggak? Bisa menjaga ketertiban jalan, menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat berbangsa dan bernegara. Yang jelas polisi dulu sama sekarang beda. Kalau polisi dulu displin tingkat dewa, nggak neko-neko dan nggak terlalu banyak gaya. Nah sekarang, nggak terhitung banyak kasus polisi nakal, mulai dari nilepin kartu kuning saat nilang (dan nggak tau kenapa nilangnya selalu tanggal muda...eeerrr...), foto selfie sama temennya terus diupload, skandal 3gp aneh-aneh dan masih banyak lagi kelakuan nakal polisi jaman sekarang. Hmmm...

Dulu, setelah selingkuh dari cita-cita sebagai pilot, dan karena kejadian aku diseberangin sama mbak polwan yang imut, aku langsung bertekad untuk menjadi seorang polwan saat dewasa. Tiap ditanya cita-cita, selalu menjawab: POLWAN! Kalau ditanya alasan, aku selalu menjawab kalau polwan itu selalu cantik, pintar, tegas dan berani main tembak-tembakan melawan orang jahat, menumpas kejahatan dan menegakkan kebenaran (efek suka nonton Power Ranger). Cita-cita sebagai polwan ini bertahan sampai aku lulus SD dan duduk di bangku SMP kelas 1. Hingga suatu saat, ada kejadian yang membuat aku berpaling darinya...

3. INSINYUR

Insinyur kece...













Kebiasaan jalan-jalan ke sawah dekat rumah, atau jogging saat diajak orangtua atau kakak tak pernah membuat aku ingin menjadi seorang petani sebelumnya. Sampai pada suatu hari saat liburan semester di SMP, aku melihat ada proses pemanenan tomat, kentang, cabai dan lain sebagainya secara besar-besaran. Langsung deh karena aku adalah lacto-ovo vegetarian, jadi sangat menyukai sayur dan buah, hatiku tiba-tiba terketuk untuk menjadi insinyur pertanian waktu itu. Apalagi dengan komposisi Indonesia yang banyak sawahnya, aku pengen ikut andil dalam memajukan pertanian Indonesia *acieee*.

Cita-cita jadi insinyur pertanian ini berlangsung selama setahun hingga kelas 2 SMP. Sampai ada pembicaraan dengan orang rumah tentang petani yang sering menghadapi hama macam ulat, kumbang, ular, tikus dan lain sebagainya. Aku yang notabene nggak suka sama binatang empuk-empuk seperti itu, sontak langsung tersadar dan mengganti topik pembicaraan dengan mengatakan batal bercita-cita jadi insinyur pertanian...

4. PENYIAR RADIO

Oh Franda...












Jaman SMP dulu adalah jaman lagi in-nya siaran radio. Radio anak muda macam Prambors sedang naik daun seiring dengan perkembangan musik Indonesia yang juga semakin berkualitas di sekitar tahun 2006-2009. Hampir tiap segmen harian mulai pagi, siang, sore, malam, adaaa aja acara muter musik dan kirim-kirim salam. Dulu, orang yang salamnya berhasil dibacain di radio, besoknya pasti langsung terkenal mendadak. Pasalnya nggak semua sms dibacain sama penyiarnya karena keterbatasan waktu. Pokoknya, kalau mau jadi anak 64H0EL 61L4K, harus mantengin radio tiap harinya.

Dari situ, penyiar pun menjadi idola yang suaranya selalu ditunggu-tunggu pendengar setia. Apalagi saat nemu di Friendster atau Facebook kalau penyiarnya itu ganteng/cantik. Pasti deh saat siaran, smsnya bisa membludak dan saluran teleponnya langsung ramai. Fenomena itulah yang menginspirasiku untuk menjadi penyiar juga sebagai cita-cita. Rasanya asyik punya banyak penggemar hanya lewat suara. Tapi karena suara saya dasarnya nggak bagus bagus amat, akhirnya mundur juga adanya...

5. PEMBAWA ACARA BERITA

Chantal Della Concetta
















Salah satu news anchor favoritku dulu adalah tante Chantal Della Concetta. Kenapa? Pertama, namanya asik dan susah dilafalkan (haha). Unik gitu lah pokoknya. Kedua, cantik. ketiga, suaranya renyah dan tegas sekali saat membacakan berita. Keempat, berwawasan luas, terbukti dari komentarnya saat menanggapi berita atau saat ada di acara talkshow dengan narasumber politik. Kelima, jauh dari gossip miring. Well, itu dulu...dulu...

Bermula dari adanya lomba di SMP yaitu menjadi penyiar berita, aku pun mantengin TV selama seminggu hanya agar mendapatkan pengekspresian dari tante Chantal ini. Lama-lama aku kepincut dengannya dan profesinya. Kayaknya asik gitu jadi penyiar berita, cerdas, link dimana-mana ada. Namun berhubung aku nggak pede kalau ngomong di muka umum, jadinya...

6. ANAK BAND (salam rock n roll, baby!)

Ryan Ross...















Suka sama kakak kelas yang jago main gitar termasuk salah satu faktor yang dapat mengubah cita-cita kita. Ini seriusan, saya sudah membuktikan. Hahaha. Berawal saat melihat festival band di SMP yang ruar biasa euforianya, jadi tertarik juga buat ikut bermain band. Karena menurutku bisa main band adalah suatu ke-"keren"-an tersendiri. Hal itu pula yang membuatku join ke ekskul band di sekolah dulu. Semua alat musik telah aku coba. Drum, bass, gitar, keyboard. Ikut ekskul selama dua bulan aku dapet banyak hal. Bisa main drum double pedal, keyboard hafal chord, gitar juga bisa dikit-dikit. Nggak mengecewakan awalnya.

Namun setelah masuk OSIS, semua kegiatan ekskul band-ku jadi terkesampingkan. Nggak ada lagi latihan tiap minggu pagi, hingga aku berhenti di satu titik yang mengharuskan untuk keluar dari ekskul tersebut. Karena kata ibu, "cita-cita yang nggak dicicil dari kecil, nggak akan bisa optimal terwujud nantinya". Aku memang tipe pembosan, apalagi jika ada selingan. Sehingga saat harus memlilih antara tanggungjawab di OSIS atau lanjut nge-band, aku meninggalkan salah satunya. Toh orangtua udah me-warning bahwa aku nggak boleh nerusin nge-band lagi di masa depan karena alasan klasik, ngeband gajinya nggak konsisten. Jadi, selamat tinggal cita-cita jadi anak band...

7. DESAINER

Ada yang tau ini cuplikan film apa?












Sering membuat desain baju lebaran sendiri merupakan hobiku saat duduk di bangku akhir SMP.  Mulai dress, kemeja hingga celana panjang dan rok. Ibu lebih sering membelikan kain daripada baju yang udah jadi. Sehingga kreatifitas desain baju pun muncul, dan kain tadi akan dijahitkan sesuai desainku. Hal itu sih yang kurang lebih membuat aku sempat berpikiran ingin menjadi seorang desainer fashion.

Kalau melihat desainer baju di televisi atau internet, kebanyakan dari mereka modis-mosdis dan fashionista banget. Nah kalau aku, fashionnya ilang tinggal nistanya. Hahaha. Dari beberapa pertimbangan, apalagi mau masuk SMA juga, keinginan ini pun sedikit luntur. Sebenarnya cita-cita ini belum hilang dari benak hingga sekarang, namun mungkin hanya jadi pekerjaan sampingan saja nantinya di masa depan. Bagaimana pun juga, meskipun nggak bisa jadi desainer kelas dunia, minimal jadi desainer kelas rumahan buat anak-anak kita *siiip*.

8. ISTRI PEJABAT (khilaf)

Kate Middleton!
















Sering melihat televisi juga faktor yang bisa membolak-balikkan cita-cita kita, guys. Sebagai wanita, tentu kalau dibilang nggak matre, itu bohong banget. Hidup butuh uang, dan memiliki suami yang kaya, merupakan investasi jangka panjang. Apalagi kalau suaminya tua, cepet wassalam, dan semua warisan jatuh ke tangan kita *senyum a la Mischa di Cinta Fitri Season 3*. Kalau dipikir-pikir, emang hidup jadi istri pejabat itu enak banget lah pokoknya. Tinggal mandi, makan enak, meni pedi, nyalon muka dan jambul, foya-foya, tidur. Gitu mulu siklus hidupnya.

Cita-cita ini sebenarnya hanya banyolan dari jam istirahat sekolah yang terbawa ke alam mimpi. Di sekolah saat itu lagi ngerumpiin pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William. tahun 2011 kalau nggak salah, aku kelas 2 SMA soalnya. Dari situ temen-temen rempong cewek nyeletuk kalau jadi wanita yang bisa dinikahi sama pangeran itu pasti hidupnya udah kayak di dongeng-dongeng Disney. Kaya mendadak, cantik mendadak. Pokoknya asik lah. Aku yang cuma ikut mendengarkan, jadi punya fantasi liar buat suatu saat nanti dinikahin sama pangeran. Kalau nggak bisa, petinggi negara lah minimalnya. Hahaha. Namun setelah banyak pemberitaan bahwa istri pejabat itu banyak skandalnya, akhirnya aku cuma bisa istighfar dan nggak jadi bercita-cita jadi istri pejabat. Kalau simpanannya, boleh lah. #lho

9. USTADZAH

Ustadzah Lulu, bikin adeeem...














Sebelum masuk ke SMA, aku memiliki teman yang tidak seagama denganku. Teman akrab. Hingga ia masuk ke SMA yang khusus untuk agamanya. Saat bertemu lagi di jejaring sosial dan kami sudah duduk di bangku kelas 2 SMA, aku menyambung lagi tali persahabatan dengannya. Dari situlah awalnya aku jadi suka kalau sedang chatting dengannya, kami membicarakan soal agama masing-masing dari perspektif yang berbeda. Aku dari agamaku dan dia dari agamanya.

Hal ini yang membuatku menyukai setiap perbincangan dengannya. Hingga aku memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah di jurusan Teologi Agama (Perbandingan Agama) yang kata guruku ada di salah satu universitas di Jogja. Dan aku juga ingin menjadi ustadzah nantinya selepas lulus dari sana. Namun seiring dengan adanya pengalaman kakak kelasku yang masuk jurusan itu dan mendengar ceritanya bahwa ia justru berpindah agama gara-gara tidak bisa mempertahankan argumennya, begitu pula temannya yang beragama lain ada yang justru berpindah ke agamanya sebelumnya, aku jadi ngeri sendiri. Dengan pengetahuan agama yang kurasa masih kurang, memang ada baiknya aku membatalkan niatku untuk jadi ustadzah dan ahli teologi agama.

10. KOKI dan CULINARY EXPERT dan PRESENTER ACARA KULINER

Ow ow siapa dia?













Hobi masak memang salah satu motivasiku untuk jadi koki handal di kemudian hari. Aku suka melakukan eksperimen di dapur. Menurutku, jadi koki itu bisa sebagai sarana untuk mengerkpresikan diri melalui kreasi masakan bermacam-macam. Tambahan saat itu di Indonesia sedang naik daunnya acara kuliner dan masak-masak di salah satu stasiun televisi. Sehingga kita bisa melihat bahwa, "Cooking is completely fun!".

Keinginan kuat untuk menjadi koki ini nggak pernah luntur hingga sekarang, hanya seperti kasus desainer tadi, aku ingin menjadikannya sebagai sampingan. Aku bercita-cita untuk bisa mendirikan cafe, restoran dan bakery sekaligus *AMIIN* agar aku bisa mewujudkan cita-citaku yang satu ini nantinya. Selain koki sih, aku pernah juga mimpi buat jadi culinary expert atau presenter acara kuliner. Ini termotivasi dari acara "Wisata Kuliner", yang cuma bilang "maknyusss" udah dapet makan gratis dan uang. So ironic. Hihihi.

11. DUTA BESAR REPUBLIK INDONESIA (tsaaah)

Susan Rice.














Ikut English Club di sekolah, sering ikut dan beberapa kali menang kompetisi English Debate, membuat banyak banget pihak yang menyarankan agar aku melanjutkan pendidikan tinggiku di jurusan Hubungan Internasional. Keluarga, teman kelas, guru, semua menyarankan hal yang sama. Katanya dengan sertifikat dan piagam, aku bisa masuk dengan mudah ke banyak universitas untuk jurusan HI. Dari wacana itu, aku sebenernya tergiur juga buat jadi HI. Satu langkah untuk menjadi duta besar Republik Indonesia. Dan tiba-tiba aku menginginkan menjadi itu, iyaaa itu. Duta besar.

Namun, lagi-lagi namun. Setelah mempertimbangkan banyak sekali hal (karena saat itu udah nggak bisa main-mainan cita-cita lagi karena H-beberapa hari sebelum submit SNMPTN jalur undangan 2012), aku mikir. Mikir lumayan keras. Aku ada di SMA jurusan IPA. Aku terlanjur mencintai Sains. Mencintai MIPA. Kalau ujungnya aku masuk HI dan meninggalkan sains, aku tak kuasa *kemudian terdengar backsound "Aku Tak Biasa"*. Pendapat sampingan adalah, kalau jadi duta besar nanti nggak nikah-nikah. Temen ibuku yang jadi duta (lulusan HI juga), hingga sekarang seumuran ibuku belum menikah karena terus keliling dunia. Tapi tetap, alasan terkuatnya adalah, aku terlampau cinta pada sains. Sayang kalau aku meninggalkannya, setelah 3 tahun bersama-sama...

12. PROGRAMMER

Ngoding...














Cita-cita sebelum memasukkan jurusan ke kolom SNMPTN Undangan dua tahun lalu adalah, jadi progammer. Iya, jadi programmer. Suka sama coding dan bahasa pemrograman sejak belajar Pascal di SMA kelas 10. Lalu ketagihan belajar html, visual basic Excel (spreadsheet), ngeblog, utak atik kode html blog. Semua itu memacuku untuk masuk IT. Keinginan masuk IT makin menggebu-gebu saat udah kelas 12 akhir. Dan malam saat submit jurusan, nggak tanggung-tanggung aku pilih jurusan itu di slaah satu kampus teknik negeri terbaik se-Indonesia. Well, tapi yang namanya rejeki, emang nggak bakal kemana dan kalau bukan rejeki, ya kemana-mana. Hari pengumuman tiba dan ternyata...aku nggak diterima *ambil tissue buat ngelap air mata ingus*.

Setelah itu semangatku buat masuk IT dan jadi programmer luntur sudah. Binasa. Saat mencoba tes di salah satu politeknik negeri, malah justru ketrima di Elektronika. Duh... Apa iya emang nggak jalannya jadi programmer ya? Disitu aku mulai bertanya-tanya. Tes sekali lagi ketrimanya juga Elektronika. Dan ternyata, orangtua nggak merestui kalau aku masuk Elektro. Dengan modal ketidakrestuan itu, aku nyoba lagi buat bangkit. Aku ikut SNMPTN Tulis. Belajar lagi dengan giatnya. Tapi aku nggak ngambil IT lagi sebagai jurusannya, aku patah semangat ngejar sesuatu yang jelas-jelas udah menolakku tiga kali berturut-turut. Batal masuk IT. Batal jadi programmer. Sakitnya tuh disini *nunjuk dengkul*. Lalu...

13. GURU atau DOSEN

Hayooo...siapa ini?












Milih jurusan untuk SNMPTN Tulis emang gampang-gampang susah. Perlu dicari SWOT-nya *ciiiaaat*. Setelah pertimbangan beberapa hal (diantaranya kecewa, sakit hati, takut ditolak lagi), akhirnya aku memutuskan untuk mengambil pilihan jurusan yang diinginkan orangtua. Sempat juga aku membaca jurnal online milik para pengajar muda yang tersebar di seluruh Indonesia yang tergabung di program Indonesia Mengajar. Setiap apa yang mereka lakukan selalu jadi inspirasi. Terutama yang paling membuat aku terketuk adalah di salah satu post yang mengisahkan tentang pendidikan di batas negeri (Rote, Papua, Kalimantan, Maluku dan pulau kecil lainnya). Maka muncullah keinginan untuk menjadi seorang pengajar, entah guru atau dosen. Yang jelas aku ingin memberi ilmu pada sesama *ini serius*. Tanpa pikir panjang, aku memutuskan untuk memilih jurusan itu. Aku mencintai Fisika. Dan aku ingin jadi guru. Jadi kolaborasi keduanya menghasilkan jurusan Pendidikan Fisika.

Saat pengumuman tiba, ternyata memang benar, niat baik dan rejeki nggak pernah kemana-mana. Aku ketrima. Alhamdulillah. Dari situlah mulai kulalui hari-hariku sebagai seorang mahasiswa yang mengejar cita-cita menjadi seorang pengajar muda lewat kecintaan mendalam pada Fisika. 

14. ILMUWAN

Solving equation. Psy psy = wave equation.














Di tahun kedua kuliah, mulai ada kegoyahan pada niat awal sebagai seorang pengajar. Adanya bercabang-cabang materi Fisika yang dikuliahkan, menjadikan aku sedikit banyak condong ke salah satunya. Errr...sebenernya ada dua. Fisika Modern sama Astrofisika. Mereka menyenangkan untuk dipelajari. Karena jatuh cinta pada keduanya, maka ada sebersit keinginan, selain menjadi pengajar aku juga ingin menjadi seorang yang mampu mengkaji kedua ilmu itu. Karena pada dasarnya, semua hal yang terjadi di dunia, bisa kita bahas secara tuntas melalui Fisika.

15. MENTERI PENDIDIKAN REPUBLIK INDONESIA












Yang terakhir, ini cita-cita yang baru tercetus beberapa waktu lalu saat ada gonjang-ganjing Ujian Nasional SMA 2014. Yang seperti kita tahu, dilema ujian nasional selalu jadi sorotan banyak pihak. Dan Muhammad Nuh, menteri pendidikan yang sedikit bermasalah itu, selalu jadi objek akhir, yang dipersalahkan. Sampai heboh kan ada surat salah seorang siswa SMA yang booming diangkat di sosial media.

Melalui hal itu, aku sih ada sedikit harapan untuk bisa menjadi menteri pendidikan Republik Indonesia 2024 mendatang. Jangan protes. Bermimpi kan boleh. Lewat cita-cita sebagai menteri pendidikan RI, aku ingin meneruskan perjuangan Pak Muhammad Nuh ini secara lebih baik lagi. Karena pendidikan di Indonesia, masih harus diperbaiki di setiap sisi. Baik di kota, desa, perbatasan maupun pedalaman.

OK...

Kesimpulan yang dapat dipetik dari postingan kali ini adalah:
  1. Beranilah bermimpi.
  2. Gantungkan cita-citamu setinggi-tingginya. Jangan batasi cita-citamu. Karena batasan hanya akan mempersempit pola pikirmu. Menyerah pada kekuranganmu. Dan berhenti pada kegagalan pertamamu.
  3. Cari alternatif penyelesaian untuk setiap masalahmu. Termasuk cita-cita. Tidak bisa meraih suatu cita-cita bukanlah jalan buntu untuk menjadi manusia tanpa manfaat di dunia. Cari cita-cita lain. Ingat, kamu itu berguna.
  4. Semua cita-cita itu mulia. Nggak ada label pangkat, derajat, baik dan buruk pada cita-cita. Yang melabelinya adalah manusia yang dangkal pemikirannya.
  5. Jadi apapun kamu, jalani dengan sepenuh hatimu. Setiap cita-cita yang kelak akan kamu raih, bisa menjadi jalan menuju ke surga-Nya. Nggak peduli pejabat, dokter, guru, penjual sate kerang, penjual cireng, tukang becak. Semuanya mulia.

Jadi, bagi yang sekarang masih bingung memilih cita-cita, jalani aja. Berubah-ubah nggak apa-apa. Namanya juga metamorfosa. Ada prosesnya. Kalau udah saatnya pasti bakal nemu yang pas. Bagi yang sedang berjuang meraih cita-cita, tetap semangat ya. Karena tiap lelah perjuanganmu adalah bekal menuju akhir yang bahagia. Bagi yang telah mendapatkan cita-cita, ikhlas dan sabar. Serta terus kembangkan cita-cita anda. Kalau cita-cita anda dirasa nggak sesuai, ingatlah kalimat tadi. Bahwa setiap cita-cita adalah media menuju surga.








Pics taken from:
http://aniamaharani.blogspot.com
http://suatudunianew.blogspot.com/
http://i0.wp.com/
http://kompas.com
http://vivanews.com
http://kaskus.co.id
http://staripop.com
Share on Google Plus

About Mayang Dwinta

A half happy go lucky girl and half human who tends to enjoy life in peace. A cat and seafood lover. A bookworm and music enthusiast. Currently working on Mars Project to escape from the planet earth. If you were aliens, maybe we could be bonding perfectly. Ciao!

15 Comments:

  1. kunjungan balik. :)
    hai teman lama. hehe.. nggak nyangka masih inget abang.

    hmmm... cita-cita loe udah kayak patahan kayu di deras air terjun yah. Ngalir aja.hahha..
    disebrangin mbak-mbak dijalan waktu sd, pengen jd polwan, sering main kesawah, pngen jadi insiyur pertanian.
    tp apapun itu, smga tercapai yah cita2nya.

    eh, abg ad postingan baru. dtunggu yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ngalir terus sampai nggak berujung, haha.
      amiin, makasih doanya.
      iya bang, aku cus kesana :)

      Delete
  2. hahaha gak ada penulis ya?
    kalo gue penulis.. :D doain gue yaa.. aamiinn
    semoga salah satu dari cita-cita lu itu juga terwujud yaa, aamiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin, aku doain terus supaya kamu jadi penulis yang sukses :)

      Delete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.