Good evening everyone...:eheh:
Seneng akhirnya bisa posting lagi, blogging lagi, setelah setengah bulan terkubur dalam tugas-tugas sekolah yang makin nambah persentase bunga-nya.

A: Kayak Bank dong berarti, May?
B: Betul banget. Tumben situ pinter?

Tapi yang bikin nyesek, kenapa postingan saya yang pertama harus kayak gini?
"R.I.P and R.I.P"

Kenapa? Kenapaaaaaaaa? :ayokona:
*plak plak*

Rhyme In Peace

Selama setengah bulan ini, ada dua kejadian yang sangat menohok hati saya.
(backsound : May it be - Enya)
Kalian tahu kenapa? Karena ada dua anggota rumah saya yang meninggalkan dunia. Ada dua benda yang hilang dari pandangan dan jangkauan saya. Ada dua hal yang telah pergi dari sisi. Ada dua sesuatu yang telah berlalu. Intinya, ada dua buah ekor hewan yang MATI meninggalkan saya.

Mereka adalah...



Hamster terakhir saya dan salah satu anak kucing saya yang baru lahir.

Hiks... ::(

Ceritanya begini,
Saya mempunyai delapan kucing. Satu yang merupakan induk dari semuanya (re: namanya Sybill). Satu anak dari kelahiran pertama (re: namanya Cemong). Satu anak dari kelahiran kedua (re: namanya Coreng). Tiga anak dari kelahiran kelima yang baru satu bulan kemaren lahirnya (re: #undefined-name). Dan sisanya adalah kucing-kucing yang kebetulan "nemu" di jalan dan dibawa pulang.

Secara garis besar, kalian pasti udah nangkep beberapa pertanyaan. Ya nggak?

Kalau iya, mau saya tebak. Kalau enggak, saya mau tetep nebak juga.

Pertanyaan kamu mungkin:
  1. Kenapa per kelahiran cuma satu, May?
  2. Kenapa setelah kelahiran kedua langsung kelahiran kelima?
  3. Yang nemu itu jumlahnya dua! Bener nggak?
  4. Bapak dari anak-anak kucing itu sama nggak?
  5. Yang mati yang mana tuh?
Tebakanku bener apa bener? Pasti bener lah 100%. Kan saya ini seorang dukun. *lho?*
Nah, sekarang untuk jawabannya. :sorry:

1. Per kelahiran itu sebenernya nggak cuma lahir satu. Tapi rata-rata 3. Yang angkatannya Cemong, dia itu lahir bertiga. Tapi mati dua. Sedang yang angkatannya Coreng, lahir tiga. Mati dua juga.

Cemong (gb. kiri) dan Coreng (gb. kanan).
2. Karena kelahiran ketiga dan keempat gatot alias gagal total. Nggak tau deh kenapa kok abis dilahirin, induknya (re: Sybill) nggak mau nemenin lagi. Meskipun kedua kelahiran ini sama-sama menghasilkan tiga kucing yang super unyu, tapi nyatanya mereka mati semua...
*bakar obat nyamuk* :lamagawa:

Kelahiran pertama (gb. atas) dan Kelahiran kedua (gb. bawah).
3. Bener. Tanpa nama.

4. *inget-inget* Nggak deh kayaknya.

5. Yang mati? Yang mati kemaren maksudnya? Ini nih, kelahiran kelima. Ada empat sebenernya, tapi mati satu pas baru lahir jebret. Jadi tinggal bertiga. Mereka belum ternamai. Masih umur satu bulan. Kondisi gendut-gendut. Harga, bisa nego. #eh?



Tapi di saat saya sudah sangat amat sayang sekali sama mereka bertiga, salah satunya malah mati. Itu yang paling unyu pula. Kebayang kan, kemaren sampai tepat hari ini saya posting artikel ini, saya masih nangis bombay kalau inget itu. :wala:

Coba pikir, saya kemaren pulang sekolah dan les dan sebagainya jam 8 malam (pagi berangkat, pulang jam 2 trus bimbel UN kelas tiga, trus capcus les karena waktunya tanpa tenggang dan jarak antara sekolah dan tempat les nggak jauh, sedangkan jarak keduanya dengan rumah saya 10 kilometer). Setelah itu, sampai di rumah dalam kondisi capek, belum mandi, kotor, ke-grimis-an, lapeeeer, hauuuus, ayah saya bilang,
"Kucing kecilmu mati satu."

Dwaaaarrrrrr!!! :galit: BRUAAKKK!!! Glodak-glodak!!!



Berasa disambar gledek (-an) mendengarnya. Langsung saya menuju ke TKP dan melakukan otopsi apa yang menyebabkan dia mati. *ini bohong kok*
Ketika saya hampiri dan badannya emang asli kaku, saya belum yakin. Namun ketika saya hampiri lagi setelah mandi dan makan, dan dia tetap asli kaku, saya YAKIN kalau dia bener-bener mati.
(footnote: Satu lagi sifat manusia yang saya pahami,

"LOGISTIK BERBANDING LURUS DENGAN LOGIKA.")

Saya pun menuju kamar, nangis, liat dia lagi, nangis, liat dia lagi, nangis dan akhirnya tidur.
Bangun tidur tadi pagi, nangis lagi, mandi, berangkat sekolah dengan mata sembab, pulang sekolah, nangis lagi, makan, belajar, blogging. (nangis kok kayak sholat lima waktu?)

Sekilas anda mungkin bertanya-tanya dan berkomentar, "Kucing aja ditangisin?"
Iya nggak? Kalau nggak, terima kasih. Kalau iya, "Cabut kata-kata ente!"
Karena rasa kehilangan itu menyakitkan. Kalau anda kehilangan sesuatu yang anda sukai (nggak harus kucing, bisa yang lain),
Anda pun akan benar-benar kehilangan dia juga bukan? ::(

~ ~ ~

Untuk yang kasus hamster, ceritanya nggak terlalu panjang kayaknya. Saya punya empat hamster. Satu cowok, tiga cewek. Tapi ternyata ada satu hamster cewek yang nakalnya bukan main. *bawaan pengen jites aja*.

Saking nakalnya, satu temennya digigitin sampai mati (padahal makanannya nggak pernah kurang, sehari mereka makan 5 kali). Satu temennya lagi (yang cowok) digigitin juga pas ngejar-ngejar mau ngajak git*-git*an. :please:

Tinggal berdua kan, setelah berjalan satu tahun sih, mereka baik-baik aja. Tapi ternyata yang cewek nakal tadi berbuat ulah lagi. Karena nggak tahan digigitin (mungkin), dia gigitin ganti kandangnya dan kabur. Namun kok ya, naas nasibnya. Kayak pepatah noh, yang bunyinya, "Keluar kandang harimau, masuk ke kandang buaya." (bener nggak sih peribahasanya?). Setelah berhasil kabur, dia ketangkep kucing dan dimakaaaannnnnn!! Saya ulangi, dimakaaaannnnnn!!

Sontoloyo sekali... :takot:

Akhirnya yang nakal pun hidup sendiri sampai dua tahun lamanya, saya pun sudah menerima apa yang menjadi kesalahannya tempo doeloe. Eh, dua minggu kemaren, saya temukan dia mati di kandang tanpa cacat sedikitpun. Sampai sekarang saya belum menemukan apa penyebab kematiannya. Hiks. :wala:

Yaaah, begitulah kisah sedih saya di dua minggu. Yang selalu menyiksaku.
Mohon motivasinya ya, teman-teman.
Love you all.


Image sources:

14 Comments

  1. aduh kasihan ya kucingnya mati Y_Y
    sumpah lucuuu banget anak kucingnya, kayak akyuu ;3

    mememeong X3

    ReplyDelete
  2. @m. nasihin:
    iyaaa T_T
    kasiaaaan. hiks hiks.
    tapi kan situ nggak berbulu, bang :3

    ReplyDelete
  3. ummmm....
    aku berbulu kalo malam bulan purnama ;p

    ReplyDelete
  4. eh?
    transformasi trus berburu ayam tetangga? ekekek XD

    ReplyDelete
  5. bukan, tapi berburu cewek

    memeeee meong ;3

    ReplyDelete
  6. padahal lucu2 ya. mungkin gak dimimikin ama kiwibiru? #kaburrrrrrrr

    ReplyDelete
  7. berburu cewek jangan pas ada bulunya, dong.
    ntar ceweknya takut =.="

    ReplyDelete
  8. @rusydi:
    huee.. gimana saya mau ngasih ASI nya bang? pake dot? :p

    ReplyDelete
  9. gue tau perasaan loe dek,
    gue jg pecinta kucing..
    sabar yak..!! :)

    dan hamsters loe yg cewek tuh kayaknya petarung sejati deh, ato kalo nggak hamster gila, sbab ap aj maen digigitin.. :P

    ReplyDelete
  10. @M. Nasihin:
    ngomongin bulu kok jadi gimanaaaa gitu -__-

    @Anak pingit:
    hiks hiks, makasih bang. udah ikhlas kok :(

    iya, agresif banget. Tapi ya udahlah, dia udah nggak ada, mungkin emang cuma dititipin sampe sini :)

    ReplyDelete
  11. Pernah ngerasain kucing nte menghembuskan nafas terakhirnya di tangan nte? Terus disusul saudaranya meninggal tanpa sebab? Beh.. Jangan ampe kejadian dah.. Berat.. Kayak nte

    ReplyDelete

Komentar diperbolehkan selama tidak menyinggung dan menyentil SARA, karena SARA sedang PMS.